• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh variabel Anteseden pada variabel dependen a Pengaruh variabel Anteseden pada Turnover Intention

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan I Profil Perusahaan

III. Uji Reliabilitas

2. Pengaruh variabel Anteseden pada variabel dependen a Pengaruh variabel Anteseden pada Turnover Intention

Tabel IV.15

Hasil pengaruh Variabel Anteseden pada Turnover Intention Model Koefisien std. koefisien t sig. ket. B std. error Beta Constant 7.633 0.776 9.830 0,000 kep.pd manajemen -0.065 0.030 -0.226 -2.168 0.033 keadilan prosedural 0.100 0.044 0.255 2.278 0.025

kep. pd rekan kerja 0.019 0.028 0.074 0.074 0.485

dependen variabel : Turnover intention

R : 0.300

R Square : 0.090

std. Error of Estimated : 1.018

F Hitung : 3.165

Sig. : 0.028

Sumber: Data primer yang sudah diolah (2010) Berdasarkan tabel IV.14, maka didapat persamaan : Y1 = a + b1X1+ b2X2+ b3X3 + e

= 7,633 – 0,226 X1+ 0,255 X2 + 0,074 X3

Persamaan tersebut berarti bahwa dari hasil tabel IV 15 tersebut, angka nilai standar beta ketiga variabel adalah – 0,226; 0,255 dan 0,074 dengan nilai t-hitung –2.168; 2,278 dan 0,074. Hasil dari perhitungan regresi linear didapat tingkat signifikansi sebesar 0.033 untuk tingkat kepercayaan kepada

90 manajemen, untuk tingkat keadilan prosedural 0,025 dan 0.485 untuk tingkat kepercayaan kepada rekan kerja. Hal ini berarti pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen dan keadilan prosedural berpengaruh signifikan pada turnover intention karena tingkat signifikansi jauh dibawah 0.05 tetapi tidak demikian dengan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja pada turnover intention karena tingkat signifikansinya > 0.05.

Dapat diketahui bahwa arah yang dituju adalah searah dengan turnover intention, dimana kepercayaan kepada manajemen bertanda negatif pada turnover intention, tetapi tidak untuk keadilan prosedural yang tidak searah dengan turnover intention bertanda positif yang seharusnya berpengaruh negatif pada turnover intention. Organ dan Konovsky (dalam Alotaibi, 2001) menyatakan bahwa ketika bawahan diperlakukan adil dalam organisasi, mereka akan lebih memiliki perasaan membutuhkan hubungan timbal balik sosial dengan organisasi dan memberikan mereka kepercayaan bahwa perlakuan adil akan terus berlanjut. Tetapi kita kembali pada kenyataan yang ada mengindikasikan bahwa seorang karyawan yang memiliki karakteristik pekerjaan dan kepuasan kerja yang rendah, maka dia akan memiliki turnover intention yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Dari keterangan diatas, dimungkinkan bahwa apa yang telah disosialisasikan perusahan kurang dapat diterima oleh para karyawan dilihat

91 dari hasil tanggapan para responden dimana kebanyakan mereka tidak setuju atas kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan inilah yang menyebabkan turnover intention karyawan menjadi tinggi.

b. Pengaruh variabel Anteseden pada OCB

Conscientiousness

Tabel IV.16

Hasil pengaruh Variabel Anteseden pada OCB

Conscientiousness Model Koefisien std. koefisien t sig. ket. B std. error Beta Constant 20,960 1,475 14,210 0 kep.pd manajemen 0,044 0.057 0.083 0,782 0.436 keadilan prosedural 0.168 0.084 0.228 2.008 0.047 kep. pd rekan kerja -0,044 0.052 -0.090 -0,847 0.399

dependen variable : OCB Concientiousness R : 0,251 R Square : 0.063 std. Error of Estimated : 1.934 F Hitung : 2,151 Sig. : 0.099 Sumber: Data primer yang sudah diolah (2010)

Berdasarkan tabel IV.14, maka didapat persamaan : Y2 = a + b1X1+ b2X2+ b3X3 + e

= 20,960 + 0,083 X1+ 0.,228 X2 – 0,090 X3

Persamaan tersebut berarti bahwa dari hasil tabel IV 15 tersebut, angka nilai standar beta ketiga variabel adalah 0,083; 0,228 dan 0,847 dengan nilai t-hitung 0.782; 2,008 dan – 0,847. Hasil dari perhitungan regresi linear didapat tingkat signifikansi sebesar 0.436 untuk tingkat kepercayaan kepada manajemen, untuk tingkat keadilan prosedural 0,047 dan 0.399 untuk tingkat kepercayaan kepada rekan kerja. Pengaruh

92 tingkat keadilan prosedural berpengaruh signifikan pada OCB Conscientiousness karena tingkat signifikansi jauh dibawah 0.05 tetapi tidak demikian dengan tingkat kepercayaan kepada manajemen dan kepercayaan kepada rekan kerja pada OCB Conscientiousness karena tingkat signifikan > 0.05.

Dilihat dari koefisien beta yang terdapat pada lampiran koefisien regresi X2 atau dari keadilan prosedural bertanda positif, dan menunjukkan bahwa keadilan prosedural memiliki pengaruh searah dengan OCB Conscientiousness dengan asumsi variabel lainnya tetap. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi nilai keadilan presedural suatu organisasi yang dimiliki oleh para karyawan, maka semakin tinggi pula OCB Conscientiousness yang dimiliki para pegawai (Alotabi, dalam Arni Feriyana, 2007)

c. Pengaruh variabel Anteseden pada Komitmen Organisasi Tabel IV.17

Hasil pengaruh Variabel Anteseden pada Komitmen Organisasi Model Koefisien std. koefisien t sig. ket. B std. error Beta Constant 13,701 3,030 4,522 0 kep.pd manajemen 0,402 0.116 0.294 3,461 0.001 keadilan prosedural 0,534 0.172 0.282 3,105 0.003 kep. pd rekan kerja 0.370 0.107 0.295 3,447 0.001 dependen variable : Komitmen Organisasi R : 0.631 R Square : 0.398

std. Error of Estimated : 3,974

F Hitung : 21,140 Sig. : 0.000 Sumber: Data primer yang sudah diolah (2010)

93 Y3 = a + b1X1+ b2X2+ b3X3 + e

= 13,701 + 0,294 X1+ 0,282 X2 + 0,295 X3

Persamaan tersebut berarti bahwa dari hasil tabel IV 17 tersebut, angka nilai standar beta ketiga variabel adalah ,294; 0,282 dan 0,295 dengan nilai t-hitung 3,461; 3,105 dan 3,447. Hasil dari perhitungan regresi linear didapat tingkat signifikansi sebesar 0.001 untuk tingkat kepercayaan kepada manajemen, untuk tingkat keadilan prosedural 0,003 dan 0.001 untuk tingkat kepercayaan kepada rekan kerja.

Dilihat dari koefisien beta yang terdapat pada lampiran koefisien regresi X atau dari ketiga variabel anteseden bertanda positif, dan menunjukkan bahwa keadilan prosedural memiliki pengaruh searah dengan komitmen organisasi, hal ini berarti pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh signifikan pada komitmen organisasional karena tingkat signifikan < 0,05

94 3. Pengaruh variabel mediasi pada variabel dependen

Tabel IV.18 Hasil analisis regresi

Independen

Dependen turnover intention OCB

komitmen organisasional beta t sig. beta t sig. beta t sig. 0.258 2.646 0.009

Kepemimpinan 0.380 4.069 0.000

Transformasional 0.454 5.050 0.000

Sumber : Data primer yang sudah diolah (2010)

Berdasarkan tabel IV.18 diatas dapat diketahui hasilnya bahwa dimana kepemimpinan transformasional berpengaruh sinifikan pada ketiga variabel dependen, dan dapat dilihat dari t-hitung ketiga variabel dependen tersebut dengan probabilitas (sig.) < 0.05 Tetapi arah yang didapat tidak sesuai yang diharapkan, karena kepemimpinan transformasional seharusnya berpengaruh negatif pada turnover intention, karena sebenarnya kepemimpinan transformasional tidak mempengaruhi turnover intention secara langsung. Apabila organisasi membuat kebijakan kerja dengan akurat dan karyawan mengetahui kebijakan kerja yang harus dibuat atau berpengaruh pada peningkatan turnover intention mereka, selain itu apa bila atasan mau mengklarifikasi keputusan dan informasi saat diminta karyawan serta kebijakan kerja diterapkan secara konsisten dan pegawai berhak untuk menolak dan meminta atasan meninjau kembali kebijakan kerja yang dibuat juga akan berpengaruh pada peningkatan turnover intention

95 karyawan terhadap organisasi Dimana kepemimpinan yang kuat bisa meminimasi turnover intention dan bisa mempengaruhi OCB Conscientiousness serta komitmen serta kesadaran perilaku karyawan itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa H2 : perilaku kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan pada

turnover intention, OCB Conscientiousness dan komitmen

organisasional

4. Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen