• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan variabel mediasi sebagai penengah

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan I Profil Perusahaan

III. Uji Reliabilitas

4. Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan variabel mediasi sebagai penengah

Untuk menguji peran kepemimpinan transformasional sebagai variabel mediasi pada variabel independen dan variabel dependen maka digunakan path analisys dengan uji regresi linier berganda. a. Pengaruh variabel anteseden dan kepemimppinan

transformasional pada turnover intention ( H3.a)p Tabel IV.19

Hasil analisis regresi berganda

model Korelasi std. koefisien t sig. B std. eror Beta (constant) 6.238 0.977 6.384 0.000 kep.pada manajemen -0.076 0.030 -0.266 -2.566 0.012 kepemimpinan transformasional 0.026 0.011 0.252 2.273 0.025 dependent variabel : turnover intention

Berdasarkan tabel IV.19, maka didapat persamaan : Y1 = a + b1X 1 + b3Z + e

96 Berdasarkan tabel IV.15, nilai standart koefisien beta untuk variabel kepercayaan kepada manajemen, adalah sebesar –0,226 dengan tingkat signifikansi 0,033. Artinya bahwa pengaruh kepercayaan kepada manajemen pada turnover adalah negatif, variabel tersebut berpengaruh signifikan < 0,05.

Kemudian setelah mengikutsertakan variabel kepemimpinan transformasional sebagai pemediasi dalam pengujian maka perhitungan dari tabel IV.19 menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan pada turnover, hal ini terlihat dari koefisien betanya adalah 0,252, t-hitungnya 2,273. Sedangkan nilai standart koefisien beta untuk variabel kepercayaan kepada manajemen adalah –0.266, signifikan pada 0.012 dengan signifikansi p < 0.050. Hasil tersebut menunjukkan bahwa : kepercayaan kepada manajemen berpengaruh negatif dan signifikan pada turnover intention. Dan dari hasil ini kepemimpinan transformasional memediasi secara parsial antara kepercayaan kepada manajemen pada turnover intention, dilihat nilai standar koefisien beta secara tidak langsung lebih kecil dari nilai standar koefisien beta secara langsung sebelum dimediasi (Baron dan Kenny, 1986).

Jadi kepercayaan pada kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki diri sendiri merasa penting bagi perusahaan, pentingnya pekerjaan bagi diri sendiri adalah pemberian

97 wewenang pada karyawan dan umpan balik yang diberikan pemimpin pada karyawan yang menyebabkan karyawan merasa puas dengan keamanan diperusahaan, gaji dan jaminan sosial yang diterima, puas dengan rekan kerja, kualitas supervisi serta puas dengan pekerjaan yang dijalani akan berpengaruh pada penurunan maupun peningkatan turnover intention karyawan itu sendiri.

Perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa variabel perilaku kepemimpinan transformasional merupakan variabel pemediasi pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen pada turnover intention.

b. Pengaruh variabel anteseden dan kepemimpinan transformasional pada OCB Conscientiousness (H3.b)

Tabel IV.20

Hasil analisis regresi berganda

model korelasi std. koefisien t sig. B std. eror Beta (constant) 17.198 1.804 6.384 0.000 keadilan prosedural 0.063 0.086 0.085 0.735 0.464 kepemimpinan transformal 0.070 0.021 0.363 3.318 0.001 dependent variabel : OCB Conscientiousness

Berdasarkan tabel IV.20, maka didapat persamaan : Y2 = a + b1X 1 + b2Z + e

= 17,198 + 0,085 X1 + 0,363 Z

Berdasarkan tabel IV.16, nilai standar koefisien beta untuk variabel keadilan prosedural sebelum ada mediasi adalah

98 sebesar 0,228 dengan tingkat signifikansi 0,047. Artinya bahwa pengaruh keadilan prosedural berpengaruh positif pada OCB Conscientiousness dan berpengaruh signifikan < 0,05.

Kemudian setelah mengikutsertakan variabel kepemimpinan transformasional sebagai pemediasi dalam pengujian maka perhitungan dari tabel IV.20 menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan pada OCB Conscientiousness, hal ini terlihat dari koefisien betanya adalah 0,363, t-hitungnya 3,318 dan signifikan pada 0,001. Sedangkan nilai standart koefisien beta untuk variabel keadilan prosedural 0.085 signifikan pada 0.464, dengan signifikansi p > 0.050. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memediasi secara penuh (full mediation) antara variabel keadilan prosedural pada OCB Conscientiousness. dilihat dari nilai signifikansi yang lebih besar dari nilai signifikansi sebelum dimediasi. (Baron dan Kenny, 1986)

Dilihat dari koefisien beta yang terdapat pada lampiran koefisien regresi keadilan prosedural dan kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang searah dengan OCB Conscientiousness. Berdasarkan kasil wawancara pada karyawan beranggapan bahwa kebijakan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah merupakan suatu peraturan yang harus ditaati dan mereka merasa tidak diperlakukan tidak adil, sehingga

99 dalam penelitian ini keadilan prosedural tidak terlalu kuat berpengaruh pada OCB Conscientiousness mereka dan menurut hasil penelitian yang paling mendorong karyawan berperilaku OCB Conscientiousness adalah apabila karyawan memiliki kepuasan kerja yang tinggi.

c. Pengaruh variabel anteseden dan kepemimpinan transformasional terhadap komitmen organisasional (H3.c)

Tabel IV.21

Hasil analisis regresi berganda

model Korelasi std. koefisien t sig. B std. eror Beta (constant) 8.309 0.977 2.178 0.032 kep.pada manajemen 0.358 0.115 0.262 3.104 0.003 keadilan prosedural 0.383 0.181 0.203 2.115 0.037 kep.pada rekan kerja 0.346 0.106 0.276 3.279 0.001 kepemimpinan

transformal 0.100 0.045 0.203 2.250 0.027 dependent variabel : komitmen organisasional

Berdasarkan tabel IV.21, maka didapat persamaan : Y3 = a + b1X 1 + b2X 2+ b3X 3 +b3Z + e

= 8.309 + 0,262 X1+ 0,203 X2+ 0,276 X3

Berdasarkan tabel IV.17, nilai standart koefisien beta untuk variabel kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, kepercayaan kepada rekan kerja sebelum ada mediasi masing-masing adalah sebesar 0.294, 0.282 dan 0.295 dengan tingkat signifikansi 0.001, 0.003 dan 0,001. Artinya bahwa pengaruh kepercayaan kepada manajemen, keadilan

100 prosedural, kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh positif pada komitmen organisasional dan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan < 0,05 dan memiliki pengaruh searah dengan komitmen organisasional.

Kemudian setelah mengikutsertakan variabel kepemimpinan transformasional sebagai pemediasi dalam pengujian maka perhitungan dari tabel IV.21 menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan pada komitmen organisasional, hal ini terlihat dari koefisien betanya adalah 0.203, t-hitungnya 2.250 signifikan pada 0.027. Sedangkan nilai standart koefisien beta untuk variabel kepercayaan kepada manajemen adalah 0,262; keadilan prosedural 0.203, kepercayaan kepada rekan kerja 0,276; dan signifikan pada 0.003, 0.037. 0.001 dengan signifikansi p < 0.050.

Karena nilai koefisien hubungan tidak langsung lebih kecil dari koefisien langsung, serta hasil yang ditujukan dari pengaruh langsung dan tidak langsung semuanya signifikan, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi pengaruh tidak langsung variabel anteseden pada komitmen organisasional dengan kepemimpinan transformasional memediasi secara parsial (Baron dan Kenny, 1986)

Hal ini menunjukkan bahwa H3 : perilaku kepemimpinan transformasional tidak seluruhnya memediasi pengaruh

101 antara kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, kepercayaan kepada rekan kerja pada

turnover intention, OCB Conscientiousness, dan komitmen

102 C. Pembahasan

Setelah menilai semua keseluruhan model dan menguji semua yang ada pada hipotesis, maka tahap selanjutnya adalah pembahasan hasil penelitian sebagai berikut :

1. Hipotesis 1

H1 : Tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, tingkat kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh signifikan pada perilaku kepemimpinan transformasional

Hipotesis ini mempunyai tujuan untuk menguji apakah tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural dan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh pada kepemimpinan transformasional. Berdasar perhitungan nilai standardized coefficients beta pada table IV.14 dimana besarnya pengaruh kepercayaan kepada manajemen pada kepemimpinan transformasional sebesar 0,310, keadilan prosedural sebesar 0,483 dan kepercayaan kepada rekan kerja sebesar 0,0261 dan semua berpengaruh signifikan p < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis 1 didukung.

Artinya kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural dan kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh langsung dan positif pada kepemimpinan transformasional. Tidak adanya kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural dan kepercayaan pada rekan kerja dapat mempengaruhi keadaan bekerja para karyawan dan akan banyak muncul persepsi-persepsi keadilan yang akan ditimbulkan.

103 Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Ferres, Travaglione dan Connel (2000) yang menyatakan bahwa tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural dan tingkat kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh signifikan terhadap perilaku kepemimpinan transformasional.

2. Hipotesis 2

H2 : perilaku kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan pada turnover intention, OCB conscientiousness dan komitmen organisasional

Hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, OCB conscientiousness dan komitmen organisasional. Berdasarkan hasil perhitungan pada table IV.18, dimana nilai standardized coefficients beta kepemimpinan transformasional pada turnover intention adalah 0.258, kepemimpinan transformasional pada OCB conscientiousness adalah 0.380, kepemimpinan transformasional pada komitmen organisasional adalah 0,454 dengan tingkat signifikan pada p < 0.05.

Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2 didukung, artinya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh langsung pada turnover intention, OCB conscientiousness dan komitmen organisasional. Dimana kepemimpinan yang kuat bisa meminimasi turnover intention dan bisa mempengaruhi komitmen serta kesadaran perilaku karyawan itu sendiri.

104 Penelitian dari McCutcheon A., McCutcheon R., dan Campbell R.A. (2005) menyatakan bahwa perilaku kepemimpinan transformasional akan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan staf sehingga dapat menurunkan turnover intention dalam organisasi tersebut. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Ferres, Travaglione dan Connel (2000) yang menyatakan bahwa perilaku kepemimpinan transformasional berpengaruh langsung pada turnover intention, OCB conscientiousness dan komitmen organisasional.

3. Hipotesis 3

H3 : Perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, tingkat kepercayaan kepada rekan kerja pada turnover intention, OCB conscientiousness dan komitmen organisasional

Hipotesis ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan procedural, tingkat kepercayaan kepada rekan kerja pada turnover intention, OCB conscientiousness, dan komitmen organisasional.

a. Perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh antara tingkat kepercayaan kepada manajemen pada turnover intention.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa : kepercayaan kepada manajemen berpengaruh negatif dan signifikan pada turnover

105 intention. Dan dari hasil ini kepemimpinan transformasional memediasi secara parsial antara kepercayaan kepada manajemen pada turnover intention, dengan nilai signifikan 0.012, p<0,05 (Baron dan Kenny, 1986)

Untuk kepercayaan pada rekan kerja secara langsung tidak berpengaruh pada turnover intention, dan dapat diketahui bahwa tingkat kepercayaan kepada manajemen dan keadilan prosedural berpengaruh positif dan mempengaruhi tingkat turnover intention dalam perusahaan.

b. Perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh antara keadilan prosedural pada perilaku OCB conscientiousness.

Disini kepemimpinan transformasional memediasi secara penuh (full mediation) antara variabel keadilan prosedural pada OCB Conscientiousness. dilihat dari nilai signifikansi yang lebih besar dari nilai signifikansi sebelum dimediasi. Dilihat nilai standart koefisien beta keadilan prosedural yaitu sebesar 0.085 signifikan pada 0,464 dan untuk kepemimpinan transformasional sebesar 0.363 dan signifikan pada 0.001 (p<0,05).

Untuk tingkat kepercayaan kepada manajemen dan tingkat kepercayaan pada rekan kerja tidak mempengaruhi dari OCB Conscientiousnes, hanya keadilan prosedural dan komitmen organisasi yang mempengaruhi perilaku dari karyawan dalam perusahaan tersebut.

106 c. Perilaku kepemimpinan transformasional memediasi pengaruh antara tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, tingkat kepercayaan kepada rekan kerja pada komitmen organisasional.

Dalam hipotesis ketiga ini, ketiga variabel anteseden berpengaruh positif dan signifikan pada komitmen organisasional. Untuk nilai standar koefisien beta tingkat kepercayaan kepada manajemen sebesar 0.262 , untuk keadilan prosedural sebesar 0.203, untuk kepercayaan pada rekan kerja sebesar 0.276 dan untuk kepemimpinan transformasional sebesar 0.203 dengan nilai signifikan 0.003; 0.037; 0.001 dan0.027 (p<0.05). dan diketahui bahwa pengaruh variabel anteseden pada komitmen organisasional dengan kepemimpinan transformasional memediasi secara parsial.

Dan dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3 didukung sebagian. Artinya secara statistik menunjukkan bahwa variabel anteseden berpengaruh secara tidak langsung pada turnover intention, perilaku OCB conscientiousness dan komitmen organisasional dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel pemediasi. Hal ini tidak sesuai sepenuhnya dengan pernyataan dari Ferres, Travaglione dan Connel (2000) yang menyatakan bahwa tingkat kepercayaan kepada manajemen, keadilan prosedural, tingkat kepercayaan kepada rekan kerja berpengaruh signifikan pada turnover intention, perilaku OCB conscientiousness dan komitmen organisasional dengan kepemimpinan transformasional sebagai pemediasi.

107

BAB V