• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

J. Pengaruh Variabel Independen Terhadap Profitabilitas

Dengan Return on Asset (ROA).

Kinerja perbankan dapat diukur dengan berbagai cara, salah satunya

adalah dengan menggunakan rasio profitabilitas. Rasio ini sangat berpengaruh

terhadap kelangsungan hidup perbankan karena dapat menunjukkan seberapa

besar perbankan dapat menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya.

Untuk menghasilkan suatu tingkat profitabilitas maka ada beberapa faktor

mungkin yang dapat mempengaruhi diantaranya NPL, CAR, BOPO, LDR,

NIM dan masih banyak faktor lagi selain yang telah disebutkan seperti inflasi,

tingkat suku bunga. Faktor-faktor tersebut kemungkinan memiliki pengaruh

terhadap besar kecilnya tingkat profitabilitas suatu perbankan. Penelitian ini

faktor NPL, CAR, LDR, dan NIM mengenai pengaruhnya terhadap

perkembangan tingkat profitabilitas perbankan yang diukur menggunakan

ROA. Untuk itu, rumusan hipotesis pertama (Ha1) adalah secara

bersama-sama NPL, CAR, LDR dan NIM berpengaruh signifikan terhadap

profitabilitas (ROA) perbankan. Sedangkan secara parsial, pengaruh variabel

independen terhadap dependen adalah sebagai berikut :

1. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) Terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan.

Setiap kredit yang diberikan suatu bank sudah pasti

mengandung resiko kredit macet atau kredit bermasalah. Kredit

bermasalah didalam perbankan disebut Non Performing Loan (NPL). Kredit bermasalah timbul akibat tidak lancarnya pembayaran kembali

kredit yang telah disalurkan. NPL menggambarkan resiko kredit yang

ditunjukkan dengan rasio. Rasio ini diperoleh dari perbandingan

jumlah kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan, sehingga

semakin besar rasio ini maka semakin besar pula risiko kredit yang

harus ditanggung pihak bank. Semakin besar rasio ini maka akan

sangat berbahaya dalam kelangsungan hidup suatu bank. Hal ini

berdampak pada profitabilitas bank dimana semakin tinggi rasio NPL

maka semakin rendah ROA bank. Besarnya tingkat risiko kredit

bermasalah ini harus diperhatikan oleh suatu bank jika ingin tujuan

Buyung (2009) menguji pengaruh NPL terhadap profitabilitas

bank go public yang diukur dengan ROA dimana hasilnya menunjukkan besarnya rasio kredit bermasalah (NPL) berpengaruh

negatif signifikan terhadap profitabilitas bank. Berbeda dengan Azwir

(2006) juga menguji pengaruh NPL terhadap ROA bank go public

dimana hasilnya menunjukkan hal yang berbeda bahwa NPL tidak

berpengaruh signifikan terhadap ROA. Berdasarkan uraian tersebut

dapat dirumuskan hipotesis pertama sebagai berikut:

Ha2: Rasio NPL berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas

(ROA) perbankan.

2. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan.

Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan

dihadapi oleh bank. Semakin tinggi CAR maka semakin baik

kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap kredit

atau aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi maka bank

tersebut mampu membiayai kegiatan operasional dan memberikan

kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas. Semakin tinggi rasio

CAR maka semakin tinggi pula tingkat profitabilitas, atau semakin

Ketersediaan modal minimum yang harus tersedia di suatu

bank disebut Capital Adequacy Ratio (CAR). Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/3/PBI/2011 Tentang Penetapan Status dan

Tindak Lanjut Pengawasn Bank, penyediaan kewajiban modal

minimum (KPMM/CAR) bank ditetapkan sekurang-kurangnya 8%

dari aktiva tertimbang menurut resiko. Suatu perbankan tidak dapat

memaksimalkan tingkat keuntungan jika modal yang tersedia untuk

pemberian kredit tidak tersedia. Sedangkan dilain sisi jika ketersediaan

dana modal yang dapat diberikan kepada nasabah melebihi batas

minimum yang ditentukan Bank Indonesia yaitu 8% tentu saja

merupakan sebuah langkah yang baik, karena bank dapat senantiasa

leluasa memberikan pinjaman kredit sehingga mendapatkan

keuntungan.

Buyung (2009) menguji pengaruh CAR terhadap profitabilitas

bank go public yang diukur dengan ROA dimana hasilnya menunjukkan besarnya rasio tingkat kecukupan modal minimum bank

mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Hasil

penelitian yang sama juga dihasilkan oleh Azwir (2006) dimana

didalam penelitiaanya menguji pengaruh CAR terhadap ROA bank

yang memperlihatkan adanya pengaruh positif signifikan. Berbeda

dengan Buyung dan Azwir yang meneliti bahwa rasio CAR

(2007) meneliti bahwa ternyata rasio CAR tidak berpengaruh terhadap

ROA. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis kedua

sebagai berikut:

Ha3: Rasio CAR berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas

(ROA) perbankan.

3. Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Siamat, 1993). Rasio ini merupakan

teknik yang sangat umum digunakan untuk mengukur posisi atau

kemampuan likuiditas bank. LDR menggambarkan kemampuan bank

membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan

mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya.

Semakin tinggi rasio ini, semakin rendah pula kemampuan likuiditas

bank. Semakin tinggi rasio LDR, berarti semakin besar pula usaha

bank untuk menyalurkan kredit dimana diketahui kredit yang

diberikan akan berdampak pada pendapatan bunga. Pendapatan bunga

yang diperoleh tersebut akan meningkatkan laba bank itu sendiri.

Buyung (2009) menguji pengaruh LDR terhadap profitabilitas

bank go public yang diukur dengan ROA dimana hasilnya menunjukkan besarnya rasio LDR bank mempunyai pengaruh positif

dihasilkan oleh Azwir (2006) dimana didalam penelitiannya menguji

pengaruh LDR terhadap ROA bank yang memperlihatkan adanya

pengaruh positif signifikan. Berdasarkan uraian tersebut dapat

dirumuskan hipotesis kedua sebagai berikut:

Ha4: Rasio LDR berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas

(ROA) perbankan.

4. Pengaruh Net Interest Margin (NIM) Terhadap Profitabilitas (ROA) Perbankan.

Net Interest Margin (NIM) adalah rasio antara pendapatan bunga bersih terhadap aktiva produktif suatu bank. Rasio ini

digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan atau laba bank atas

aktiva produktifnya (Siamat, 1993). Pendapatan bunga yang tinggi

akan semakin meningkatkan rasio NIM. Semakin tinggi pendapatan

bunga bersih akan membuat laba bank juga akan meningkat. Pada saat

pendapatan bunga yang diterima tinggi berarti kemampuan bank untuk

mendapatkan laba juga semakin meningkat, maka semakin baik pula

kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan (profitabilitas).

Laba yang semakin meningkat akan menyebabkan tingkat ROA juga

meningkat.

Prasnanugraha (2007) menguji pengaruh NIM terhadap

profitabilitas bank go public yang diukur dengan ROA dimana hasilnya menunjukkan besarnya rasio NIM bank mempunyai pengaruh

positif signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Hasil penelitian yang

sama juga dihasilkan oleh Prastiyaningtyas (2010) dan Mahardian

(2008) dimana didalam penelitiannya menguji pengaruh NIM terhadap

ROA bank yang memperlihatkan adanya pengaruh positif signifikan

Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan hipotesis kedua sebagai

berikut:

Ha5: Rasio NIM berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas

(ROA) perbankan.

Dokumen terkait