Dewan Komisaris merupakan organ perusahaan yang bertugas menjalankan fungsi pengawasan. Komposisi dan jumlah anggota Dewan Komisaris Antam ditetapkan oleh RUPS dengan memperhatikan visi, misi, dan rencana strategis Antam untuk memungkinkan pengambilan keputusan yang efektif, tepat dan cepat, serta dapat bertindak secara independen. Berdasarkan keputusan RUPS tahun 2008, Dewan Komisaris terdiri dari 5 (lima) orang anggota, dengan 3 (tiga) Komisaris Independen, dimana salah satunya menjabat sebagai Komisaris Utama. Selama tahun 2008, Dewan Komisaris mengadakan 31 (tiga puluh satu) kali rapat dimana setengah diantaranya dihadiri oleh anggota Direksi.
Mayoritas anggota Dewan Komisaris independen. Irwan Bahar dan Mahendra Siregar tidak memenuhi kriteria independensi karena merupakan karyawan dari pemegang saham mayoritas.
OVERSIGHT
BOARD OF COMMISSIONERS
The BOC is a company organ that conducts an oversight function. The composition and size of Antam’s BOC is determined by considering the vision, mission, and strategic plan of Antam to enable independent, effective, accurate, and timely decision making. Based on the GMOS resolution in 2008, the BOC consists of 5 (five) members, with 3 (three) independent commissioners, one of which act as the chair of the board.
Throughout 2008, the BOC held 31 (thirty-one) meetings, in which half included members of BOD.
Majority of the Board of Commissioners is independent. As officers of substantial shareholders, Irwan Bahar and Mahendra Siregar did not fulfil the independency criteria.
Dewan Komisaris board of Commissioners Kepemilikan Saham di Antam1 Shareholdings of antam1 Jumlah rapat: 31 number of Meetings Held: 1
wisnu askari Marantika -
irwandy arif - Suryo Suryantoro*** - Supriatna Suhala*** - Mahendra Siregar** - irwan bahar** - Mahmud Hamundu** -
* data jumlah lembar kepemilikan saham pada tanggal 1 desember 2008 ** efektif sebagai Komisaris sejak 26 juni 2008
*** Selesai menjabat sebagai Komisaris sejak 26 juni 2008 * data number of shares owned at december 1, 2008 ** effective as Commissioner at june 26, 2008 *** resign as Commissioner at june 26, 2008
Peran dan tanggung jawab Dewan Komisaris selaras dengan Anggaran Dasar Perusahaan dan dirinci lebih lanjut dalam piagam yang ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris, dengan perubahan terakhir dilakukan pada bulan Desember 2008, termasuk di dalamnya: • Melakukan pengawasan atas jalannya pengurusan
Perusahaan oleh Direksi serta memberikan persetujuan atas rencana pengembangan Perusahaan, Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), serta pelaksanaan ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan RUPS serta
The role and responsibilities of the BOC are aligned with those stated in the company’s Articles of Association, and further described into the charter that was signed by all members of the board, with the latest update made on December 2008, which includes:
• Oversee the management of the company by the BOD, and approve the Company’s Development Plan, the Company’s Long-term Plan (Rencana Jangka Panjang Perusahaan/RJPP), Company’s Annual Plan and Budget (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan/
Sekilas Antam Our Company Kepada Pemegang Saham dear Shareholder
tata Kelola Antam governance of antam
Sumber Daya Manusia
Our Human resource
Deskripsi tentang Antam
antam’s description
Analisis dan Diskusi Manajemen Management analysis and discussion Manajemen risiko risk Management eksplorasi dan Cadangan exploration and reserves Investasi untuk Menghadapi tantangan ke Depan
investment for Facing the Challenges Perusahaan Patungan dengan Kepemilikan Minoritas Minority-Stake joint Ventures hubungan Investor investor relations Informasi Bagi Pemegang Saham antam Shareholder Kegiatan tanggung Jawab Sosial Antam
Our Corporate Social responsibility Laporan Keuangan Financial report hubungi Kami Contact us
perundangan yang berlaku dan/atau berdasarkan keputusan RUPS;
• Melakukan tugas, wewenang, dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan, keputusan RUPS dan ketentuan peraturan perundangan, serta wajib melaksanakan prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran;
• Melakukan tindakan untuk kepentingan Perusahaan dan bertanggung jawab kepada RUPS;
• Meneliti dan menelaah Laporan Tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan tersebut;
• Mengawasi pelaksanaan RKAP serta menyampaikan hasil penilaian serta pendapatnya kepada RUPS; • Mengesahkan RKAP dalam waktu selambatnya 30 (tiga
puluh) hari sebelum tahun anggaran baru Perusahaan berjalan. Dalam hal RKAP tidak diformalkan dalam jangka waktu tersebut di atas, maka akan berlaku RKAP tahun yang lampau;
• Mengikuti perkembangan kegiatan Perusahaan, dan segera melaporkan kepada RUPS apabila Perusahaan menunjukkan gejala kemunduran yang menyolok disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh;
• Memberikan pendapat dan saran yang sesuai dengan tugas pengawasan Dewan Komisaris kepada RUPS mengenai setiap persoalan lainnya yang dianggap penting bagi pengelolaan Perusahaan;
• Mengusulkan kepada RUPS penunjukan Akuntan Publik yang akan melakukan pemeriksaan atas buku- buku Perusahaan;
• Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditetapkan oleh RUPS;
• Memberikan tanggapan atas laporan berkala Direksi (triwulan, tahunan) serta pada setiap waktu yang diperlukan mengenai perkembangan Perusahaan dan melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna tepat pada waktunya;
• Memantau efektivitas praktik GCG dan pelaksanaan
Corporate Social Responsibility (CSR) yang diterapkan Perusahaan dan melakukan penyesuaian;
• Menetapkan Key Performance Indicator (KPI) Direksi setiap awal tahun kerja;
• Melakukan evaluasi terhadap kinerja Direksi;
• Menentukan dan melaksanakan sistem nominasi, evaluasi, dan remunerasi yang transparan bagi Dewan Komisaris dan Direksi setelah mempertimbangkan hasil kajian Komite Nominasi, Remunerasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (NRPSDM) untuk selanjutnya diajukan untuk memperoleh persetujuan RUPS, dan juga untuk eksekutif senior (manajemen senior); dan
• Meningkatkan kompetensi dan pengetahuannya secara berkesinambungan untuk menjalankan Perusahaan dengan profesional.
• Conduct specific tasks assigned to the BOC according to the company’s Articles of Association, prevailing laws and regulations and/or the GMOS’ decisions; • Carry out tasks, authority, and responsibilities in
accordance with the articles of association, GMOS decisions, and prevailing laws and regulations, and apply professionalism, efficiency, transparency, independency, accountability, responsibility, and fairness principles;
• Act on behalf of the company’s interest and be responsible to the GMOS;
• Observe and examine the Annual Report prepared by the BOD and sign the report;
• Oversee the RKAP and deliver the assessment result and opinion to GMOS;
• Approve the RKAP in at least 30 (thirty) days prior the Company’s new book period;
• Observe the progress of Company’s activities, and conduct immediate reporting to GMOS when signs of significant drawbacks appear along with advice on improvements to be taken;
• Provide relevant opinions and advice to GMOS in accordance with BOC’s oversight role on issues that are important to the Company’s management; • Recommend to GMOS the appointment of
independent external auditor to audit the Company’s financial statements;
• Conduct other oversight tasks determined by the GMOS;
• Provide opinions on BOD reports (quarterly, annually and whenever deemed necessary) regarding the Company’s development and report the results to the Dwiwarna A Series shareholder in a timely manner; • Monitor the effectiveness of GCG and Corporate Social
Responsibility (CSR) practices and make adjustments; • Determine Key Performance Indicators (KPI) of the
BOD at each beginning of year;
• Conduct evaluation on the BOD’s performance; • Determined the nomination, evaluation, and
remuneration system that is transparent for the BOC and the BOD, by considering the input from the Nomination, Remuneration, and Human Resources Development Committee (NRHRD Committee), to be recommended and approved by GMOS, and also for senior executives; and
• Continuously enhance competency and knowledge to enable professional management of the company.
Kriteria Independensi ASX aSx independency Criteria aSx
wisnu Askari Marantika
Irwan Bahar Mahendra
Siregar
Irwandy Arif
Mahmud hamundu
Bukan anggota manajemen.
not a member of management.
Bebas dari hubungan usaha dan hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi keputusan.
Free of any business or other relationship that could materially interfere judgment.
Bukan pemegang saham mayoritas perusahaan atau pegawai yang berhubungan langsung dengan pemegang saham mayoritas perusahaan.
not a substantial shareholder of the company or an officer or associated directly with a substantial shareholder of the company.
Bukan pegawai atau pernah dipekerjakan se- bagai eksekutif pada perusahaan atau anggota perusahaan afiliasi, setidaknya 3 (tiga) tahun sebelum menjadi anggota Dewan.
not an employee or has previously been em- ployed in an executive capacity by the company or another group member, at least in three years before serving the board.
Bukan penasihat atau konsultan utama profesional yang material bagi perusahaan atau perusahaan afiliasi, atau pegawai yang berhubungan langsung dengan penyediaan jasa, setidaknya 3 (tiga) tahun sebelum menjadi anggota Dewan.
not a principal of a material professional adviser or a material consultant to the company or another group member, or an employee materially associated with the service provided, at least (three) years before serving the board.
Bukan pemasok atau pelanggan utama dari perusahaan atau perusahaan afiliasi atau pegawai dari/atau yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan pemasok atau pelanggan utama.
not a material supplier or customer of the company or other group member, or an officer of, or associated directly or indirectly with a material supplier or customer.
tidak memiliki hubungan perjanjian dengan perusahaan atau perusahaan afiliasi lainnya sebagai Direksi.
does not have a material contractual relationship with the company or another group member other that as a director.
tidak memiliki hubungan keluarga sedarah dan semenda serta memegang posisi direktur di tempat lain yang dapat mempengaruhi independensi.
does not have any family ties and cross-directorship which may affect independency.
Status Status Independen independent tidak Independen non independent tidak Independen non independent Independen independent Independen independent
*Menjabat sebagai Kepala badan diklat energi dan Sumber daya Mineral, departemen energi dan Sumber daya Mineral.
**Menjabat sebagai deputi Menteri untuk Kerjasama ekonomi dan Keuangan internasional, Kementerian Koordinator bidang perekonomian. *Concurrently serves as Head of energy and Mineral Sources training Centre, Ministry of energy and Mineral resources.
**Concurrently serves as deputy Minister for international economic and Financial Cooperation, Coordinating Ministry for economic affairs.
Sekilas Antam Our Company Kepada Pemegang Saham dear Shareholder
tata Kelola Antam governance of antam
Sumber Daya Manusia
Our Human resource
Deskripsi tentang Antam
antam’s description
Analisis dan Diskusi Manajemen Management analysis and discussion Manajemen risiko risk Management eksplorasi dan Cadangan exploration and reserves Investasi untuk Menghadapi tantangan ke Depan
investment for Facing the Challenges Perusahaan Patungan dengan Kepemilikan Minoritas Minority-Stake joint Ventures hubungan Investor investor relations Informasi Bagi Pemegang Saham antam Shareholder Kegiatan tanggung Jawab Sosial Antam
Our Corporate Social responsibility Laporan Keuangan Financial report hubungi Kami Contact us
Proses nominasi anggota Dewan Komisaris dilakukan dengan menunjuk atau menugaskan Komite NRPSDM untuk melaksanakan proses nominasi bagi calon anggota Dewan Komisaris. Daftar calon anggota Dewan Komisaris yang diusulkan oleh Komite NRPSDM kemudian dikaji kembali dalam rapat Dewan Komisaris dan selanjutnya diajukan kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk ditetapkan dalam RUPS. Pada tahun 2008, proses nominasi calon anggota Dewan Komisaris Antam dibantu oleh penilai independen.
Berdasarkan Piagam Dewan Komisaris, penilaian kinerja anggota Dewan Komisaris difasilitasi oleh Komite NRPSDM dan dapat dilakukan dengan sistem penilaian mandiri (self assessment), penilaian rekan sekerja (peer evaluation), atau dengan sistem lain yang akan diputuskan dalam rapat Dewan Komisaris. Hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris dimuat dalam laporan tahunan. Penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan kriteria umum seperti kehadiran dalam rapat Dewan Komisaris dan rapat Komite. Selain itu, kinerja Dewan Komisaris dapat juga dinilai menurut faktor lainnya baik secara individual maupun kolektif, antara lain integritas; pengetahuan dan pemahaman atas nilai-nilai, misi, visi dan rencana Perusahaan; serta kemampuan dalam mengikuti isu-isu dan tren yang berpengaruh terhadap perusahaan, dan menggunakan informasi tersebut untuk menilai dan mengarahkan kinerja perusahaan.
Selama tahun 2008, Dewan Komisaris telah mengikuti berbagai pelatihan, seminar, dan konferensi, dengan topik diantaranya terkait dengan GCG, sumber daya manusia, pengawasan BUMN, dan investasi dalam pertambangan. Dalam mendukung pemenuhan fungsi pengawasannya, Dewan Komisaris membentuk 5 (lima) Komite pada tingkat Komisaris, yaitu Komite Audit; Komite Nominasi, Remunerasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (NRSPDM); Komite Manajemen Risiko; Komite GCG; serta Komite Corporate Social Responsibility, Lingkungan dan Pasca Tambang (CSR-LPT). Dalam menjalankan fungsinya, Dewan Komisaris dan Komite juga dibantu oleh seorang Sekretaris Dewan Komisaris. Setiap Komite diketuai oleh salah seorang anggota Dewan Komisaris, dan tugas serta tanggung jawab setiap Komite didokumentasikan pada piagam masing-masing Komite.
The BOC nomination process was conducted by appointing or delegating the task to NRHRD Committee to carry out the nomination process for the BOC candidates. The list of BOC candidate suggested by the NRHRD Committee was then re-evaluated in the BOC meeting to be proposed to the Dwiwarna A Series Shareholder and to be legislated. Throughout 2008, the nomination process of ANTAM’s BOC was supported by the independent assessor.
According to the BOC Charter, the BOC performance assessment is facilitated by the NRHRD Committee, using a self assessment, peer evaluation, or other evaluation methodology as decided in the BOC meeting. The performance assessment result of BOC is disclosed in the Annual Report. The evaluation is conducted by using general criteria such as attendance in board meetings and committee meetings. In addition, both individually and collectively, evaluation is also conducted on the integrity; knowledge and understanding of values, mission, vision and the company plan; the extent of probing on issues and trends that are influencing the company, and the information usage to assess and direct the company’s performance.
Throughout 2008, the BOC attended training, seminars and conferences on topics including GCG, human resources, oversight of SOE, and investing in mining.
To support its oversight function, the BOC establish 5 (five) committees at the board level, that include Audit Committee; Nomination, Remuneration and Human Resource Development Committee; Risk Management Committee; GCG Committee; and Corporate Social Responsibility, Environment and Post-Mining Committee. In carrying-out its function, the BOC and Committees are assisted by a BOC secretary. Each committee is chaired by member of the BOC, and each committee’s roles and responsibilities are documented in each committee’s charter.