Penjelasan
capaian Melakukan komunikasi intensif kepada satker agar meng-upload ADK rekonsiliasi jauh hari sebelum batas unggah ditutup (close period) agar dapat mempermudah koreksi data apabila terjadi kesalahan data setelah proses verifikasi secara sistem. Selain itu, KPPN Sanggau tetap menjaga komunikasi secara aktif bahkan diluar jam kerja apabila satuan kerja atau hari libur ingin berkonsultasi terkait dengan proses rekonsiliasi dikarenakan kondisi jaringan interet beberapa satker yang baru stabil digunakan pada malam hari. Mengingatkan satuan kerja untuk sealu mengecek Aplikasi e-Rekon LK terutama pada saat jadwal open period.
Rencana aksi
masa depan Adapun rencana aksi yang akan dilaksanakan pada periode triwulan I tahun 2021 yaitu:
1. Menghimbau satker untuk melakukan upload ADK rekon sebelum H-5 sehingga masih ada waktu untuk perbaikan;
2. Melakukan mapping terhadap satker yang seringkali mengunggah data mendekati batas akhir rekonsiliasi dan memberikan perhatian khusus kepada satker agar mengunggah data di awal periode;
3. Memberikan pemahaman dan edukasi agar satker melakukan rekonsiliasi mandiri sehingga dapat segera diketahui apabila terjadi perbedaan data dan tidak menunggu dan bergantung kepada KPPN.
8. Sasaran Strategis
Organisasi yang optimal adalah organisasi yang mampu mewadahi dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan. Dengan demikian organisasi beserta proses bisnis di dalamnya akan bersifat dinamis dan fleksibel sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan dinamika transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan. SDM yang optimal adalah SDM yang memiliki kepemimpinan yang tepat, mengetahui apa yang akan dilakukan untuk semua informasi yang diterima dan kompetensi yang dibutuhkan untuk keberhasilan organisasi serta melakukan pekerjaan dengan penuh semangat, efektif, efisien dan produktif, sesuai dengan proses kerja yang benar agar mencapai hasil kerja yang optimal.
Pengelolaan organisasi dan SDM yang optimal
TABEL 3.19
Capaian IKU pada Sasaran Strategis Pengelolaan organisasi
dan SDM yang optimal
SS 8: Pengelolaan organisasi dan SDM yang optimal
Kode Indikator Kinerja Target Realisasi Nilai
8a-N Nilai rata β rata hard competency
8b-N Nilai hasil evaluasi pelaksanaan tugas
kepatuhan internal 80 92,83 116,04
8c-N
Nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused
Organization
83 84,12 101,35
8d-N Nilai rata-rata pelaksanaan Literasi
Perbendaharaan 74 78 105,41
Uraian mengenai IKU tersebut adalah sebagaimana berikut: 8a-N Nilai rata β rata
hard competency pegawai
IKU ini digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman para pegawai KPPN terhadap tugas dan fungsi yang mereka jalankan, sehingga outputnya dapat dijadikan sebagai pemetaan hard competency pegawai. Teknisnya, para pegawai akan mendapat tes secara online yang terdiri dari beberapa soal untuk diselesaikan, yang mencakup 70% berisi pengetahuan tentang tugas dan fungsi, serta 30% pengetahuan di luar tugas dan fungsi. Untuk Kemenkeu-Three KPPN, realisasi IKU tersebut diukur berdasarkan rata-rata hasil tes yang dicapai oleh seluruh pegawai KPPN. Dengan demikian, pimpinan unit dan atasan langsung agar memberikan bimbingan dan tutorial kepada para pegawai di lingkungan masing-masing. Bagi para pegawai yang berkewajiban mengikuti tes hard competency namun berhalangan karena alasan tertentu, maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat eselon II masing-masing unit, dan capaian IKU pegawai bersangkutan adalah N/A (Not Available). Namun jika tidak disertai surat keterangan, maka capaian IKU bagi pegawai bersangkutan adalah 0 (nol). Pegawai yang tidak mengikuti tes, tidak dimasukkan dalam penghitungan capaian IKU atasan.
Cara ukur / formula
Nilai rata β rata hard competency pegawai =
π½π’πππβ πππππ βππ ππ π‘ππ βπππ ππππππ‘ππππ¦ π¦πππ ππππππππβ πππππ€ππ π½π’πππβ πππππ€ππ πΎπππ π¦πππ πππππππ’π‘π π‘ππ βπππ ππππππ‘ππππ¦
Target tahun 2020 Target IKU tersebut untuk tahun 2020 adalah sebesar 77, sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak Kinerja Kemenkeu-three KPPN Sanggau tahun 2020. Target tersebut sama dengan target kontrak kinerja tahun sebelumnya.
Realisasi tahun
2020 Pada tahun 2020, nilai rata β rata hard competency pegawai KPPN Sanggau yaitu sebesar 90,44. Realisasi tersebut meningkat dari tahun 2019 sebesar 86,93.
Perhitungan / penjelasan perolehan
Perhitungan polarisasi data IKU tersebut menggunakan maximize (semakin tinggi realisasi terhadap target, semakin baik capaian kinerjanya), periode pelaporan (trajectory) tahunan, dan jenis konsolidasi periode menggunakan take last known value (realisasi yang digunakan adalah angka terakhir pada tahun berkenaan).
Perbandingan antara realisasi dan capaian kinerja tahun 2020 dengan capaian kinerja hingga 5 (lima) tahun terakhir
Perkembangan nilai rata β rata hard competency pegawai dari tahun 2016 s.d 2020 ditunjukkan pada Tabel 3.20 dan Grafik 3.11.
TABEL 3.20
Perkembangan nilai rata β rata hard competency pegawai tahun 2016β2020 Opini 2016 2017 2018 2019 2020 Target 72 75 77 77 77 Realisasi 88 88 90 86,93 90,44 Nilai 120 116 116,74 112,90 117,45 GRAFIK 3.11
Perkembangan nilai rata β rata hard competency pegawai tahun 2016β2020
Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.45 dan Grafik 3.10, realisasi nilai rata β rata hard competency pegawai konsisten tidak mengalami perubahan pada tahun 2016 dan 2017 yaitu sebesar 88, meningkat pada tahun 2018 dengan nilai 90, menurun pada tahun 2019 dengan nilai 86,93, dan kembali meningkat serta mencapai nilai tertinggi dari realisasi selama 5 (lima) tahun terakhir (2016 s.d. 2020) dengan nilai 90,44.
Isu, permasalahan, tantangan, dan tindakan, serta analisis pelaksanaan rencana aksi dan mitigasi risiko
Upaya peningkatan nilai rata - rata hard competency pegawai KPPN Sanggau telah dilaksanakan dalam bentuk:
1. Dialog Kinerja Organisasi; 2. Weekly Meeting;
3. Sharing Session Internal; 4. Gugus Kendali Mutu; dan 5. Mutasi Internal Pegawai.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas hard competency pegawai.
Telah dilakukan berbagai kegiatan diantaranya adalah Dialog Kinerja Organisasi dan Individu, Penerapan Coaching dan Counseling yang selaras dengan pengembangan kompetensi pegawai, Weekly Meeting secara rutin di hari Senin dan kegiatan One Day One Information dari hari Selasa s.d. Kamis dengan narasumber seluruh pegawai secara bergilir, GKM pengembangan kompetensi pegawai serta yang terbaru adalah mutasi internal pegawai KPPN Sanggau per tanggal 2 Januari
72 75 77 77 77 88 88 90 86.93 90.44 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2016 2017 2018 2019 2020 Target Realisasi
Analisis Penyebab Menurunnya nilai hasil ujian hard competency pegawai.
Analisis atas
efisiensi Efisiensi birokrasi di KPPN Sanggau untuk tahun 2020 sudah sangat baik, terbukti dengan capaian nilai akhir efisiensi sebesar 17,39% dari nilai minimal 10%. Hasil tersebut didapatkan dengan realisasi volume kegiatan yang telah terlaksana dapat memaksimalkan indeks capaian kinerja masing-masing seksi/subbagian.
Penjelasan
capaian Melaksanakan kegiatan morning briefing dan One Day One Information secara rutin. Untuk meningkatkan kompetensi dan melaksanakan transfer knowledge akan dilaksankan GKM dengan narasumber pegawai yang telah mengikuti diklat/workshop dan membahas aturan/kebijakan terbaru. Selain itu, akan dilakukan mutasi internal agar seluruh pegawai dapat mengetahui tugas dan fungsi seluruh seksi dan dapat mempelajari SOP.
Rencana aksi
masa depan Adapun rencana aksi yang akan dilaksanakan selama tahun 2021 yaitu:
1. Akan dilakukan kegiatan transfer knowledge secara berkesinambungan khususnya terhadap pegawai yang dimutasi internal;
2. Mengadakan GKM, sharing session, dan DKO secara rutin dengan membahas isu dan aturan terbaru serta dinamika perubahan organisasi.
8b-N Nilai hasil evaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal
Nilai hasil evaluasi merupakan hasil penilaian terhadap pelaksanaan tugas kepatuhan internal yang diimplementasikan pada unit kerja di lingkungan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Penilaian tersebut dilakukan oleh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan c.q. Bidang SKKI.
Unsur-unsur penilaian pelaksanaan tugas kepatuhan internal, terdiri atas: 1. Laporan penerapan manajemen risiko (bobot: 35%)
2. Laporan pemantauan pengendalian intern (bobot: 35%)
3. Laporan pemantauan kode etik dan disiplin pegawai (bobot: 20%)
4. Tindak lanjut rekomendasi hasil audit Aparat Pengawasan Fungsional dan laporan pengelolaan pengaduan (bobot: 10%)
Cara ukur / formula Hasil penilaian pelaksanaan tugas KI dari Kantor Wilayah DJPb.
Target tahun 2020 Target IKU tersebut untuk tahun 2020 adalah sebesar 80, sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak Kinerja Kemenkeu-three KPPN Sanggau tahun 2020. Target IKU tersebut meningkat dari target dalam kontrak kinerja tahun sebelumnya yaitu 75.
Realisasi tahun 2020 Pada tahun 2020, nilai hasil evaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal KPPN Sanggau yaitu sebesar 92,83. Realisasi tersebut meningkat dari tahun 2019 sebesar 92,45.
Perhitungan / penjelasan perolehan
Perhitungan polarisasi data IKU tersebut menggunakan maximize (semakin tinggi realisasi terhadap target, semakin baik capaian kinerjanya), periode pelaporan (trajectory) tahunan, dan jenis konsolidasi periode menggunakan Take Last Known Value (realisasi yang digunakan adalah angka penilaian terakhir).
Perbandingan antara realisasi dan capaian kinerja tahun 2020 dengan capaian kinerja hingga 5 (lima) tahun terakhir
Perkembangan nilai hasil evaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal dari tahun 2016 s.d 2020 ditunjukkan pada Tabel 3.21 dan Grafik 3.12.
TABEL 3.21
Perkembangan nilai hasilevaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal tahun 2016β2020
Opini 2016 2017 2018 2019 2020
Target - - - 75 80
Realisasi - - - 92,45 92,83
Nilai - - - 120% 116,04%
GRAFIK 3.12
Perkembangan nilai hasilevaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal tahun 2016β2020
Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.21 dan Grafik 3.12, realisasi nilai hasil evaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal meningkat pada tahun 2020 menjadi 92,83.
Isu, permasalahan, tantangan, dan tindakan, serta analisis pelaksanaan rencana aksi dan mitigasi risiko
Kurang maksimalnya peran dan tugas kepatuhan internal di KPPN sehingga hasil peniliaian pelaksanaan tugas kepatuhan internal belum optimal.
Adapun tindakan yang telah dilaksanakan yaitu mengikuti diklat dan mengajukan permintaan diklat terkait dengan pelaksanaan tugas kepatuhan internal.
Analisis Penyebab Kurangnya pemahaman pejabat/pegawai terkait dengan pelaksanaan tugas di bidang kepatuhan internal.
Analisis atas
efisiensi Efisiensi birokrasi di KPPN Sanggau untuk tahun 2020 sudah sangat baik, terbukti dengan capaian nilai akhir efisiensi sebesar 17,39% dari nilai minimal 10%. Hasil tersebut didapatkan dengan realisasi volume kegiatan yang telah terlaksana dapat memaksimalkan indeks capaian kinerja masing-masing seksi/subbagian.
Penjelasan
capaian Melaksanakan seluruh kegiatan dengan berpedoman dengan SOP yang berlaku. Melaksanakan internalisasi dan melaksanakan pemantauan terkait dengan kode etik kepada seluruh pegawai. Selain itu, melakukan monitoring manajemen resiko yang dibahas bersama-sama melalui forum
75 80 92.45 92.83 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2019 2020 Target Realisasi
Rencana aksi
masa depan Adapun rencana aksi yang akan dilaksanakan selama tahun 2021 yaitu: 1. Mengikuti diklat e-learning tentang kepatuhan internal dan GKM internal;
2. Memaksimalkan peran Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Barat sebagai pembina dengan melakukan konsultasi. 8c-N Nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused Organization (SFO)
Dalam rangka mendorong komitmen pimpinan dan seluruh pegawai terhadap pelaksanaan pengelolaan kinerja di masing-masing unit lingkup Ditjen Perbendaharaan, telah disampaikan matriks langkah-langkah peningkatan kualitas pengelolaan kinerja. Langkah-langkah peningkatan kualitas pengelolaan kinerja dimaksud merupakan panduan bagi unit kerja lingkup Ditjen Perbendaharaan untuk melaksanakan action plan yang implementatif berdasarkan prinsip-prinsip Strategy Focused Organization (SFO). Sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya-upaya peningkatan kualitas pengelolaan kinerja di lingkungan DJPb, Kantor Pusat DJPb melaksanakan penilaian terhadap pelaksanaan pengelolaan kinerja di unit masing-masing. Penilaian dimaksud dilaksanakan berdasarkan parameter sebagai berikut:
a. Nilai Kuantitatif pemenuhan unsur-unsur peningkatan kualitas pengelolaan kinerja periode sampai dengan triwulan III 2020;
b. Nilai NKO Unit periode tahunan 2019.
Cara ukur / formula Nilai hasil penilaian kualitas pengelolaan kinerja oleh Kantor Pusat
Target tahun 2020 Target IKU tersebut untuk tahun 2020 adalah sebesar 83, sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak Kinerja Kemenkeu-three KPPN Sanggau tahun 2020. Target tersebut sama dengan target dalam kontrak kinerja tahun sebelumnya.
Realisasi tahun 2020 Pada tahun 2020, hasil nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused Organization (SFO) KPPN Sanggau yaitu sebesar 84,12. Realisasi tersebut menurun dari tahun 2019 sebesar 85,89.
Perhitungan /
penjelasan perolehan Perhitungan polarisasi data IKU tersebut menggunakan maximize (semakin tinggi realisasi terhadap target, semakin baik capaian kinerjanya), periode pelaporan (trajectory) tahunan, dan jenis konsolidasi periode menggunakan take last known value (realisasi yang digunakan adalah angka terakhir pada tahun berkenaan).
Perbandingan antara realisasi dan capaian kinerja tahun 2020 dengan capaian kinerja hingga 5 (lima) tahun terakhir
Perkembangan nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused Organization (SFO) dari tahun 2016 s.d 2020 ditunjukkan pada Tabel 3.22 dan Grafik 3.13.
TABEL 3.22
Perkembangan nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused Organization (SFO) Tahun 2016β2020
Opini 2016 2017 2018 2019 2020
Target 77 79 81 83 83
Realisasi 84,65 86,65 81,04 85,89 84,12 Nilai 110% 109% 100,5% 103,48% 101,35%
GRAFIK 3.13
Perkembangan nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused Organization (SFO) Tahun 2016β2020
Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.22 dan Grafik 3.13, realisasi nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis Strategy Focused Organization (SFO) mengalami peningkatan dan penurunan setiap tahunnya. Pencapaian tertinggi sejak 5 tahun terakhir (2016 s.d. 2020) yaitu pada tahun 2017 sebesar 86,65. Isu, permasalahan, tantangan, dan tindakan, serta analisis pelaksanaan rencana aksi dan mitigasi risiko
Pengukuran nilai kualitas pengelolaan kinerja berbasis SFO berdasarkan parameter:
1. Nilai kuantitatif pemenuhan unsur unsur peningkatan kualitas pengelolaan kinerja periode s.d. triwulan IV 2020 dengan bobot 60%;
2. Nilai NKO unit tahun 2020 dengan bobot 40%.
Melalui Nota Dinas Sekretaris Jenderal Perbendaharaan Nomor ND-2036/PB.1/2020 tanggal 6 Juli 2020 hal Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas Pengelolaan Ditjen Perbendaharaan Tahun 2020, dan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi perbaikan implementasi pengelolaan kinerja dari Biro Cankeu Setjen Kemenkeu dan GML Performance Consulting telah disusun matriks langkah-langkah peningkatam kualitas pengelolaan kinerja Ditjen Perbendaharaan Tahun 2020. Untuk itu perlu disosialisasikan secara aktif kepada seluruh pegawai dan memperhatikan perubahan matriks dan dokumen pendukung yang diperlukan.
Adapun tindakan yang telah dilaksanakan yaitu:
1. Melaksanakan setiap unsur pengelolaan kinerja yang terdapat didalam matrik Laporan SFO sesuai jadwal;
2. Melakukan internalisasi perubahan matriks langkah-langkah peningkatam kualitas pengelolaan kinerja Ditjen Perbendaharaan Tahun 2020 pada forum GKM dan DKO;
3. Menyusun rencana kegiatan berkoordinasi dengan seluruh seksi teknis serta mendokumentasikan bukti dukung pelaksanaan kegiatan dengan baik;
4. Meningkatkan peran aktif seluruh pegawai untuk lebih peduli dengan peningkatan pengelolaan kinerja.
Analisis Penyebab Tidak maksimalnya capaian nilai SFO. 77 79 81 83 83 84.65 86.65 81.04 85.89 84.12 72 74 76 78 80 82 84 86 88 2016 2017 2018 2019 2020 Target Realisasi
Analisis atas
efisiensi Efisiensi birokrasi di KPPN Sanggau untuk tahun 2020 sudah sangat baik, terbukti dengan capaian nilai akhir efisiensi sebesar 17,39% dari nilai minimal 10%. Hasil tersebut didapatkan dengan realisasi volume kegiatan yang telah terlaksana dapat memaksimalkan indeks capaian kinerja masing-masing seksi/subbagian.
Penjelasan
capaian Memastikan seluruh kegiatan sesuai dengan matriks SFO telah dilaksanakan dan didokumentasikan dengan baik. Selain itu, pengemasan laporan dalam bentuk e-book akan diperbaiki untuk menambah nilai estetika dan membuat pembaca lebih mudah memahami isi laporan.
Rencana aksi
masa depan Adapun rencana aksi yang akan dilaksanakan selama tahun 2021 yaitu:
1. Memastikan pemenuhan dokumen sesuai matrik Langkah-Langkah Peningkatan Kualitas Kinerja sudah lengkap;
2. Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan SFO dengan baik;
3. Memperbaiki pelaporan SFO dalam bentuk e-book dengan konsep yang mudah dibaca dan dipahami serta menambah nilai estetika laporan;
4. Memastikan laporan sudah diterima oleh OTL setelah mengirim laporan melalui email.
8d-N Nilai rata-rata pelaksanaan Literasi Perbendaharaan
Program literasi perbendaharaan perlu untuk dilakukan penguatan terstruktur dan berkualitas yang diarahkan pada persiapan implementasi jabatan fungsional khususnya pada aktivitas pengembangan profesi yang meliputi:
1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi yang dipublikasikan dalam bentuk buku yang diedarkan secara nasional atau internasional;
2. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi yang dipublikasikan dalam bentuk majalah ilmiah yang diakui oleh Kementerian;
3. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi yang dipublikasikan dalam bentuk buku/majalah ilmiah yang tidak dipublikasikan namun didokumentasikan di perpustakaan;
4. Menjadi pengajar/pelatih sesuai dengan bidang tugas jabatan fungsional;
5. Menjadi pembicara/peserta seminar/lokakarya/konferensi dalam bidang tugas jabatan fungsionalnya;
6. Menjadi pembicara/peserta delegasi ilmiah;
7. Pembuatan tulisan berupa opini pribadi yang dimuat koran lokal, nasional, maupun internasional.
Program literasi perbendaharaan perlu dilanjutkan dengan cakupan pejabat eselon III dan IV di Kanwil DJPb dan pejabat eselon IV di KPPN.
Cara ukur / formula Untuk Kemenkeu-Three KPPN, realisasi IKU tersebut diukur berdasarkan rata-rata nilai literasi yang dicapai oleh pejabat eselon IV di KPPN.
Target tahun 2020 Indeks target IKU tersebut untuk tahun 2020 adalah sebesar 74, sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak Kinerja Kemenkeu-three KPPN Sanggau tahun 2020. Target tersebut meningkat dari target dalam kontrak kinerja tahun sebelumnya yaitu sebesar 72.
Realisasi tahun
2020 Pada tahun 2020 capaian nilai rata-rata pelaksanaan Literasi Perbendaharaan KPPN Sanggau yaitu sebesar 78. Realisasi tersebut menurun dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 90.
Perhitungan / penjelasan perolehan
Perhitungan polarisasi data IKU tersebut menggunakan maximize (semakin tinggi realisasi terhadap target, semakin baik capaian kinerjanya), periode pelaporan (trajectory) triwulanan, dan jenis konsolidasi periode menggunakan average (realisasi yang digunakan adalah angka rata-rata).
Perbandingan antara realisasi dan capaian kinerja tahun 2020 dengan capaian kinerja hingga 5 (lima) tahun terakhir
Perkembangan nilai rata-rata pelaksanaan Literasi Perbendaharaan dari tahun 2016 s.d 2020 ditunjukkan pada Tabel 3.23 dan Grafik 3.14.
TABEL 3.23
Perkembangan nilai rata-rata pelaksanaan Literasi Perbendaharaan Tahun 2016β2020 Opini 2016 2017 2018 2019 2020
Target - - 70 72 74
Realisasi - - 90 90 78
Nilai - - 120 120 105,41
GRAFIK 3.14
Perkembangan nilai rata-rata pelaksanaan Literasi Perbendaharaan Tahun 2016β2020
Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 3.23 dan Grafik 3.14, realisasi nilai rata-rata pelaksanaan Literasi Perbendaharaan mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi 78 setelah sebelumnya dapat mempertahankan nilai 90 pada tahun 2018 dan 2019.
Isu, permasalahan, tantangan, dan tindakan, serta analisis pelaksanaan rencana aksi dan mitigasi risiko
Berdasarkan nota dinas Sekretaris DJPb nomor ND-890/PB.1/2020 tanggal 11 Maret 2020 hal Pelaksanaan Pengembangan Literasi Perbendaharaan di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Tahun 2020, program literasi perbendaharaan perlu untuk dilakukan penguatan terstruktur dan berkualitas yang diarahkan pada persiapan implementasi jabatan fungsional khususnya pada aktivitas pengembangan profesi yang berupa karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survei, dan evaluasi yang dipublikasikan dalam bentuk buku atau majalah ke forum-forum tertentu. Capaian IKU ini merupakan nilai rata-rata literasi Pejabat Eselon IV dengan
70 72 74 90 90 78 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2018 2019 2020 Target Realisasi
Adapun tindakan yang telah dilaksanakan yaitu:
1. Pengenalan terkait budaya literasi (membaca dan menulis) melalui kesempatan morning briefing hal ini diperlukan karena untuk mewujudkan sebuah karya tulis diperlukan wawasan yang hanya dapat dibentuk dari pengalaman dan minat baca;
2. KPPN Sanggau telah melaksanakan kegiatan pelatihan publikasi dan penyusunan artikel/berita/literasi bagi seluruh pegawai dan PPNPN KPPN Sanggau pada hari Rabu tanggal 17 Juni 2020 dengan narasumber dari Pontianak Post Biro Sanggau.
Analisis Penyebab Pengetahuan dan pengalaman dalam teknik penulisan yang masih terbatas.
Analisis atas
efisiensi Efisiensi birokrasi di KPPN Sanggau untuk tahun 2020 sudah sangat baik, terbukti dengan capaian nilai akhir efisiensi sebesar 17,39% dari nilai minimal 10%. Hasil tersebut didapatkan dengan realisasi volume kegiatan yang telah terlaksana dapat memaksimalkan indeks capaian kinerja masing-masing seksi/subbagian.
Penjelasan
capaian Melaksanakan kegiatan GKM mengenai jurnalistik dan penyusunan karya ilmiah dengan narasumber jurnalis setempat. Selain itu, menghimbau Kepala Seksi agar dapat menyumbang artikel untuk di-post di website KPPN Sanggau mengenai pelaksanaan kegiatan atau berita untuk menigkatkan kemampuan menulis.
Rencana aksi
masa depan Adapun rencana aksi yang akan dilaksanakan selama tahun 2021 yaitu: 1. Pelatihan penulisan secara intensif;
2. Melibatkan Pejabat Eselon III dan eselon IV sebagai kontributor website KPPN Sanggau.
10. Sasaran Strategis
Pengelolaan keuangan meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring anggaran selama satu tahun anggaran yang selanjutnya dipertanggungjawabkan kepada stakeholder. Dana yang tersedia dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DIPA), harus dikelola sesuai rencana yang telah ditetapkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pelaksanaan anggaran menggunakan prinsip hemat, efisien, dan tidak mewah dengan tetap memenuhi output sebagaimana telah direncanakan dalam DIPA. Kualitas pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran selama satu tahun, tercermin dari opini yang diberikan oleh BPK. Pengelolaan BMN adalah proses manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap Barang Milik Negara yang dimiliki oleh suatu unit. Optimal adalah pengelolaan keuangan dan BMN dapat menjamin pelaksanaan kegiatan dan tugas untuk mencapai tujuan organisasi dapat berjalan dengan baik, efektif, dan efisien.
Pengelolaan Keuangan dan BMN yang optimal
TABEL 3.24 Capaian IKU pada Sasaran
Strategis Pengelolaan Keuangan
dan BMN yang optimal