• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN AJAR PAI DENGAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER DI PERGURUAN TINGGI

A. Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

7. Pengemasan Bahan Ajar

48

dimanakah tingkat perkembangannya, bagaimanakah profil kepribadian dan motivasinya, dan lain-lain.

3) Pengorganisasian bahan

Bagaimamana bahan pelajaran diorganisasi: apakah berdasarkan topik, konsep, kronologi, dan lain-lain. Ada dua pendekatan dalam menentukan urutan bahan ajar yaitu pendekatan prosedural dan pendekatan hierarkis. Pendekatan Prosedural adalah pengurutan materi berdasarkan langkah-langkah secara urut sesuai prosedur melaksakan tugas. Misalnya langkah-langkah berwudhu. Sedangkan pendekatan hierarkis pengurutan materi berdasarkan jenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Sehingga ada materi prasyarat yang harus dipelajari terlebih dahulu sebelum mempelajari materi selanjutnya. Misalnya meteri akidah tentang rukun iman, maka diawali dengan iman kepada Allah kemudian iman kepada malaikat, kitab, rasul, hari kiamat dan terakir iman kepada takdir.62

7. Pengemasan Bahan Ajar

Hakikat bahan ajar adalah pesan-pesan atau informasi yang ingin disampaikan kepada peserta didik. Pesan atau informasi yang disampaikan dapat berupa ide, data/fakta, konsep, prinsip, prosedur dan lain sebagainya. Pengemasan materi pembelajaran merupakan bagian terpenting agar pesan yang ingin disampaikan menarik dan mudah dipahami peserta didik.

62

49

Dalam mengemas isi atau materi menjadi bahan ajar perlu memperhatikan hal teknis diantaranya:63

a. Kesesuaian dengan tujuan yang harus dicapai

Kesesuaian antara pengemasan bahan pelajaran dengan tujuan yang harus dicapai, seperti yang dirumuskan dalam kurikulum secara teknis harus menjadi pertimbangan pertema, sebab dalam pendekatan sistem tujuan adalah komponen yang utama dalam proses pembelajaran. Artinya apapun yang direncanakan termasuk pengemasan materi pelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Oleh sebab itu, sebelum dilakukan pengemasan materi pelajaran sebaiknya tentukan tujuan yang harus dicapai baik tujuan dalam bentuk perubahan perilaku yang bersifat umum (goals) maupun perilaku terukur dalam bentuk indikator hasil belajar (objectives)

b. Kesederhanaan

Bahan pelajaran dikemas dengan tujuan untuk memudahkan siswa belajar. Dengan demikian, kesederhanaan merupakan salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan. Pengemasan tersebut bukan hanya tercerminkan dari bentuk pengemasannya itu sendiri, akan tetapi juga dilihat dari bentuk penyajiannya, misalnya dari bentuk analog yang tidak menggunakan kalimat majemuk, bahasa yang komunikatif dan mudah ditangkap maknanya atau mungkin kesederhanaan dalam perintah penggunaan bahan ajar yang lebih praktis.

63

50

c. Unsur –unsur desain pesan

Dalam setiap kemasan sebaiknya terdapat unsur gambar dan caption. Pengemasan materi yang hanya terdiri atas gambar dan caption saja dapat mengurangi makna penyajian informasi. Walaupun bahan pelajaran dikemas dalam bentuk visual misalnya, unsur caption harus menjadi bagian dari teknik penyajian, sebab salah satu kriteria pengemasan adalah pada pengemasan pesan atau informasi apakah mudah dipahami atau tidak. Supaya mudah dipahami maka penyajian pesan dan informasi harus menyertakan unsur gambar dan caption.

d. Pengorganisasian bahan

Bahan pelajaran sebaiknya disusun dalam bagian-bagian menuju keseluruhan. Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami apabila disusun dalam bentuk unit-unit kecil atau dalam bentuk pokok-pokok bahasan yang dikemas secara induktif. Setelah siswa mempelajari unit tertentu disusul dengan pemberian umpan balik, demikian seterusnya sampai siswa menguasai materi secara keseluruhan (mastery).

e. Petunjuk cara penggunaan

Apapun bentuk pengemasan materi harus dibuat petunjuk penggunaannya. Hal ini sangat penting, apalagi jika bahan ajar dikemas untuk pembelajaran mandiri seperti modul, pengajaran terprogram (program

teaching) atau mungkin berbentu CD interaktif dan pembelajaran melalui

51

Adapun bentuk pengemasan materi pembelajaran dapat disajikan dalam beberapa bentuk pengemasan bahan ajar sebagai berikut.64

a. Materi pelajaran terprogram

Materi pelajaran terprogram adalah salah satu bentuk penyajian materi pembelajaran yang bersifat individual sehingga materi pelajaran dikemas untuk dapat dipelajari secara mandiri. Ciri dari materi pelajaran terprogram ini diantaranya adalah materi pelajaran disajikan dalam bentuk unit yang disesuaikan dengan aktivitas siwa. Selain itu peserta didik langsung dapat mengukur kemampuan setelah selesai mempelajari materi pelajaran.

Materi terprogram bisa dikemas dalam bentuk cetak (printed

material) yang lebih dikenal dengan pengajaraan terprogram (program

teaching) atau juga bisa dalam bentuk non cetak misalnya dalam bentuk

video dan komputer (computer based instrutional) b. Modul

Modul adalah seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang fasilitator/guru. Dengan demikian, maka sebuah modul harus dapat dijadikan sebuah bahan ajar sebagai pengganti fungsi guru. Kalau guru memiliki fungsi menjelaskan sesuatu maka modul harus mampu menjelaskan sesuatu dengan menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami, dialogis, tampilannya menarik, dan dilengkapi dengan ilustrasi

64

52

sesuai dengan tingkat pengetahuan dan usianya. Modul berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara evaluasi yang disusun secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesui dengan tingkat kompleksitasnya.

Sebuah modul akan bermakna kalau peserta didik dapat dengan mudah menggunakannya. Pembelajaran dengan modul memungkinkan seorang peserta didik yang memiliki kecepatan tinggi dalam belajar akan lebih cepat menyelesaikan satu atau lebih kompetensi dasar dibandingkan dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian, modul harus menggambarkan kompetensi dasar yang akan dicapai oleh peserta didik. c. Kompilasi

Kompilasi adalah bahan belajar yang disusun dengan mengambil bermacam-macam sumber yang dianggap perlu dan menggabungkannya menjadi satu kesatuan untuk dipelajari peserta didik. Keuntungan yang bisa diambil dari pengemasan materi pelajaran kompilasi, di antaranya adalah peserta didik dapat belajar secara utuh dari bahan-bahan yang diperlukan sehingga dapat menghemat waktu dan biaya, karena materi pelajaran sudah merupakan perpaduan dari bahan-bahan yang terpisah-pisah. Selain kompilasi bahan ajar juga dapat dikembangkan dengan cara adaptasi, yaitu bahan ajar yang dikembangkan atas dasar buku yang ada di pasaran sebagai bahan belajar yang akan digunakan.

53