METODE PENELITIAN
B. Pengembangan Bahan Ajar PAI
1) Penyajian Data
161
mahasiwa, dan kelas PAI 46 Program studi Pendidikan ekonomi sebanyak 19 mahasiswa.
1) Penyajian Data
Data hasil uji coba lapangan awal terhadap produk pengembangan bahan ajar, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.7 Hasil Penilaian Mahasiswa Unej terhadap Produk Bahan Ajar
No Komponen Bahan Ajar PAI Interdisipliner
Tabulasi Skor Jumlah Skor
% 5 4 3 2 1
A Tujuan
1 Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai jelas
24 28 5 - - 237 84 2 Tujuan pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan mahasiswa
11 35 10 1 - 227 80 3 Terdapat rumusan hasil belajar
atau capain pembelajaran yang mencangkup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan (sesuai deskripsi KKNI)
21 24 11 1 - 236 83
B Content atau Isi Materi
1 Terdapat materi berupa konsep, prinsip, fakta, dan keterampilan
24 26 7 - - 245 86 2 Keterkaitan materi pelajaran
dengan disiplin ilmu mahasiswa
11 35 11 - - 228 80 3 Beriorintasi pada pengembangan
Profesi yang akan digeluti mahasiswa
15 24 17 2 - 214 75
4 Tidak ada pemisahan (dikotomi) antara bidang ilmu agama dan ilmu umum
10 25 18 2 2 210 74
C Sistem pembelajaran
1 Penyajian materi dan analisisnya memanfaatkan dan mengaitkan dengan berbagai berbagai bidang studi yang relevan dengan disiplin ilmu mahasiswa
24 20 12 1 - 238 84
2 Proses pembelajaran menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang (perspektif)
14 26 16 1 - 224 79
3 Mendorong mahasiswa aktif mencari, menggali, dan
162
Adapun data kualitatif yang dihimpun dari komentar dan saran responden uji coba lapangan awal adalah sebagai berikut.
1) Sampul dibuat lebih menarik
2) Latihan dan tugas pada tiap akhir sub-bab
3) Tingkat kesulitan latihan dan tugas disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa
menemukan pengetahuan secara holistik, bermakna, dan otentik
D Instrumen pembelajaran/Buku Ajar
1 Tampilan fisik bahan ajar menarik bagi saya.
12 24 17 4 - 215 75 2 Urutan penyajian materi pada
setiap setiapbab jelas bagi saya
16 28 11 2 - 229 80 3 Buku ajar mudah dipelajari 20 29 6 2 1 239 84 4 Uraian materi pada setiap bab
mudah saya pahami.
14 30 13 - - 229 81 5 Gambar ilustrasi yang disajikan
mempermudah saya dalam memahami materi.
13 24 17 3 - 218 76
6 Rangkuman pada bagian akhir kegiatan belajar jelas bagi saya
12 32 13 - - 227 80 7 Buku ajar mampu membimbing
dan memotivasi untuk belajar
17 18 21 - - 220 77 8 Bahan ajar ini bermanfaat bagi
saya.
31 20 6 - - 253 89
E Instrumen Evaluasi
1 Tugas dan soal evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran
23 25 8 1 - 241 85 2 Tugas dan soal evaluasi
membantu meningkatkan pemahaman saya terhadap materi.
21 24 11 2 - 236 83
3 Terdapat bentuk penilaian otentik untuk mengukur pencapaian hasil belajar aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan
14 28 12 3 - 224 79
4 Tugas dan pertanyaan soal evaluasi mudah saya pahami.
13 26 18 - - 223 78 5 Tugas dan pertanyaan soal
evaluasi sesuai dengan kemampuan saya.
17 22 18 - - 227 80
163
4) Isi materi lebih diperingkas dan diperjelas
5) Gambar ilustrasi yang disajikan sebaiknya diperbanyak dan diperjelas dan berwarna agar dapat lebih membantu siswa.
6) Bentuk font kurang menarik
7) Pembagian bab dan sub-bab kurang jelas
8) Menggunakan strategi pembelajaran yang dapat menjadikan mahasiswa aktif dalam perkuliahan dan dilengkapi dengan praktik yang dapat menambah pemahaman dan keterampilan.
9) Ada beberapa kesalahan ketik
10) Menggunakan bahasa/ diksi yang familiar dan tidak ambigu 2) Analisis data
Berdasarkan tabel 4.5 data hasil uji coba perorangan yang dihimpun melalui angket, maka dapat dihitung persentase tingkat kelayakan bahan ajar berdasarkan setiap aspek penilaian dengan rumus sebagai berikut.
Persentase = Jumlah skor jawaban responden dalam setiap aspek X 100%
Jumlah skor ideal dalam setiap aspek
Pada lembaran angket yang disiapkan terdiri 23 aspek penilaian yang dinilai dengan skor antara 5 sampai 1. Penilaian dilakukan terhadap setiap aspek penilaian dari jawaban mahasiswa. Bila setiap aspek penilaian tersebut dikalikan dengan 57 mahasiswa dengan skor maksimal 5, maka skor maksimal jawabannya untuk setiap aspek penilaian akan mencapai angka 285.
164
Berdasarkan ketentuan rumus perhitungan di atas, selanjutnya hasil perhitungan angket dicocokkan dengan tabel kelayakan yang sudah ditetapkan. Dari 23 aspek penilaian oleh 57mahasiswa, sebanyak 15 aspek dengan persentase antara 80-89% termasuk kualifikasi baik yang artinya produk siap dimanfaatkan di lapangan sebenarnya untuk kegiatan pembelajaran dan tidak ada keharusan revisi. Sedangkan 8 aspek dengan persentase antara 70-79% dengan kualifikasi cukup baik artinya produk dapat dilanjutkan, dengan menambahkan sesuatu yang kurang, melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu, penambahan yang dilakukan tidak terlalu besar, dan tidak mendasar.
Selanjutnya untuk menentukan kualifikasi dari keseluruhan produk pengembangan maka rumus yang digunakan sebagai berikut. Persentase = Jumlah skor jawaban responden X 100%
Jumlah skor ideal
Jumlah skor ideal dari keseluruhan aspek penilaian dapat diperoleh dengan mengalikan 23 aspek penilaian dan skor maksimal dari setiap aspek penilaain yaitu 5 dengan jumlah responden yaitu 57. Dengan demikian, jumlah skor ideal dari keseluruhan aspek penilaian adalah 6555. Berdasarkan ketentuan rumus di atas, maka secara keseluruhan dapat dihitung persentase tingkat pencapaian bahan ajar sebagai berikut. Persentase = 5276 X 100% = 80, 49%
6.555
Bila dicocokkan dengan tabel kelayakan yang sudah ditetapkan, maka berada pada kualifikasi baik sehingga produk pengembangan dapat
165
dilanjutkan dengan tanpa melakukan revisi. Namun untuk meningkatkan kelayakan produk pengembangan peniliti perlu untuk melakukan revisi dengan mempertimbangkan komenter dan saran dari responden terutama pada 8 aspek yang masuk pada kualifikasi cukup baik.
b. Tingkat Kemenarikan Produk berdasarkan Penilaian Dosen 1) Penyajian Data
Data yang diperoleh dari dosen PAI selaku observer, yaitu Fathan Fihrisi, M.Pd.I. dan Taohedy As‟ad, M.Pd.I. menggunakan angket yang meliputi 19 aspek penilaian. Setiap aspek memiliki skor tertinggi yaitu 5 dan terendah 1. Setelah melewati tahapan uji coba oleh Dosen PAI, didapatkan hasil yang disajikan pada tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8 Hasil Penilaian Dosen PAI Unej terhadap Produk Pengembangan Bahan Ajar
No Komponen Bahan Ajar PAI Interdisipliner
Responden Jumlah Skor
% A Tujuan 1 2
1 Kejelasan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
5 5 10 100
2 Kesesuaian tujuan pembelajaran dengan kebutuhan mahasiswa
5 5 10 100
3 Ketepatan rumusan hasil belajar atau capain pembelajaran yang mencangkup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan (sesuai deskripsi KKNI)
5 4 9 80
B Content atau Isi Materi
4 Ketepatan materi berupa konsep, prinsip, fakta, dan keterampilan
5 4 9 90
5 Kesesuaian materi pelajaran dengan disiplin ilmu mahasiswa
4 5 9 90
6 Ketepatan Orientasi pada pengembangan profesi yang akan digeluti mahasiswa
5 5 10 100
166
No Komponen Bahan Ajar PAI Interdisipliner
Responden Jumlah Skor
%
8 Ketepatan penyajian materi dan analisisnya dengan berbagai bidang studi yang relevan dengan disiplin ilmu mahasiswa
4 5 9 90
C Sistem pembelajaran
9 Kejelasan sistem pembelajaran 4 4 8 80 10 Ketepatan integrasi-interkoneksi antara
bidang ilmu agama dan ilmu umum
4 5 9 90
11 Ketepatan pembelajaran menggunakan sejumlah pendekatan atau sudut pandang (perspektif)
4 5 9 90
12 Keaktifan mahasiswa dalam mencari, menggali, dan menemukan pengetahuan secara holistik, bermakna, dan otentik
4 4 8 80
D Instrumen pembelajaran
13 Kemenarikan tampilan fisik buku ajar 4 4 8 80 14 Kemudahan mempelajari buku ajar 5 4 10 100 15 Ketepatan buku ajar untuk pembelajaran
PAI di PT
5 5 10 100
E Instrumen Evaluasi
16 Kesesuaian tugas dan soal evaluasi dengan tujuan pembelajaran
4 5 9 90
17 Ketepatan bentuk penilaian otentik untuk mengukur pencapaian hasil belajar aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan
5 4 9 90
18 Kejelasan tugas dan soal evaluasi 4 4 8 80 19 Ketepatan penilaian hasil belajar 4 4 8 80
Adapun data kualitatif yang dihimpun dari komentar dan saran dosen Pendidikan Agama Islam adalah sebagai berikut (1) Sistem pembelajaran perlu diperjelas dengan adanya panduan atau pedoman pembelajaran, dan (2) materi sebaiknya dikotekstualkan dengan memasukkan nilai-nilai kebangsaan untuk memperkuat nasionalisme mahasiswa.
167