• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN AJAR PAI DENGAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER DI PERGURUAN TINGGI

A. Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi 1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

3. Pergesaran Paradigma Kurikulum PAI di Perguruan Tinggi

35

3. Pergesaran Paradigma Kurikulum PAI di Perguruan Tinggi

Usaha untuk meningkatkan kualitas PAI di perguruan tinggi perlu terus dilakukan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan memperbaiki desain kurikulum PAI dengan paradigm baru. Realitas sejarah menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI mengalami perubahan-perubahan paradigma, meskipun dalam beberapa hal tertentu paradigma sebelumnya hingga sekarang masih tetap dipertahankan.

Menurut Muhaimin perubahan paradigma yang telah berlangsung selama ini dapat dicermati dari fenomena berikut: (a) perubahan dari tekanan pada daya hafalan dan daya ingatan tentang teks ajaran-ajaran agama Islam, serta disiplin mental spiritual berubah menjadi pemahaman tujuan, makna dan motivasi beragama Islam; (b) pergeseran cara berpikir tekstual, normatif dan absolutis menuju kepada cara berpikir historis, empiris dan kontekstual dalam memahami dan menjelaskan ajaran-ajaran dan nilai-nilai agama Islam; (c) perubahan dari tekanan pada produk atau hasil pemikiran keagamaan Islam dari para mujtahid sebelumnya kepada proses atau metodologinya sehingga menghasilkan produk tersebut; dan (d) perubahan dari pola pengembangan kurikulum PAI dalam hal memilih dan menyusun isi kurikulum PAI yang hanya mengandalkan pada para pakar ke arah keterlibatan yang luas dari para pakar, dosen, mahasiswa, masyarakat untuk mengidentifikasi tujuan PAI dan metode untuk mencapainya.43 Saat ini, Pergeseran paradigma yang perlu

43 Muhaimin, et. al., Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan

36

dilakukan adalah perubahan paradigma dikotomi-atomistik kepada integrasi-interkoneksi.

B. Pengembangan Rancangan Bahan Ajar 1. Pengertian Rancangan dan Bahan Ajar

Rancangan atau yang biasa disebut dengan desain menurut Dick dan Carey dalam Wina Sanjaya diartikan sebagai proses pemecahan masalah.44 Gentry dalam Agung Setiawan dan Iin Wariin B. mengartikan dasain sebagai suatu proses yang merumuskan dan menentukan tercapainya suatu tujuan.45 Sedangkan menurut Hamdani desain diartikan keseluruhan proses yang menggambarkan sistematika kegiatan. Sementara pendapat lain yang dikemukakan Kruse, Kevin & Mose dalam Gafur menjelaskan bahwa desain merupakan praktik pembuatan alat agar efektif dalam mencapai tujuan.46 Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa rancangan adalah sebuah proses yang sitematis atau pembuatan alat untuk mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan pengertian bahan ajar Bahan ajar menurut pannen adalah bahan-bahan atau meteri pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.47 Muhaimin dalam modul “Wawasan Pengembangan Bahan Ajar” mengungkapkan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu

44 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2013), 65.

45 Agung Setiawan & Iin Wariin B. “Desain Bahan Ajar yang Berorientasi pada Model Pembelajaran Student Team Achievement Division untuk Capaian Pembelajaran pada Ranah Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VII SMP Negeri 1 Plered Kabupaten Cirebon”, Jurnal Edunomic, Vol. 5, No.01. (2017), 20.

46 Abdul Gafur, Desain Pembelajaran (Yogyakarta, Ombak, 2012), 2. 47

37

guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.48 Menurut Ali Mudhofir bahan ajar adalah seperangkat meteri pembelajaran (instructional

materials) yang disusun secara sistematis yang menampilkan sosok utuh dari

kompetensi (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran.49 Sedangkan menurut Dick, Carey, dan Carey

instructional material contain the conten either written, mediated, or

facilitated by an instructor that a student as use to achieve the objective also

include information thet the learners will use to guide the progress.

Berdasarkan ungkapan Dick, Carey, dan Carey dapat diketahui bahwa bahan ajar berisi materi pembelajaran yang perlu dipelajari oleh siswa, baik yang berbentuk cetak maupun yang difasilitasi oleh guru agar tujuan pembelajaran bisa tercapai.50 Dengan demikian bahan ajar adalah seperangkat materi pembelajaran yang disusun secara sitematis guna membantu guru dan siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dari paparan di atas, maka peneliti perlu mendefinisikan kembali sebagai kesimpulan dari definisi menurut para ahli yang sangat beragam. Jadi, rancangan bahan ajar adalah serangkaian proses sistematis yang digunakan dalam membuat alat atau sarana pembelajaran yang berisi seperangkat materi

48 Muhaimin. Modul Wawasan tentang Pengembangan Bahan Ajar. Bahan perkuliahan Pengembangan Bahan Ajar, PPs PGMI UIN Malang, Smt: 2 (Malang: LKP2-I, 2008) 2,

49 Ali Mudhofir. Aplikasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Bahan

Ajar dalam Pendidikan Agama Islam. (Depok: Rajawali Pers, 2012), 128.

50 W. Dick, L. Carey, & J.O. Carey, The Systematic Design of Instruction (New Jersey: Pearson. 2009), 230.

38

pembelajaran guna membantu dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Bahan ajar terdiri atas materi pembelajaran, Wina Sanjaya menjelaskan bahwa materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), dan sikap (attitude). Pengetahuan menunjuk pada informasi yang disimpan dalam pikiran. Ketrampilan menunjuk pada tindakan-tindakan baik fiisik maupun non fisik yang dilakukan seseorang secara kompeten untuk mencapai tujuan tertentu. Sikap menunjuk pada keceenderungan seseorang untuk bertindak sesuai dengan nilai atau norma yang diyakini kebenarannya.51

Menurut Reigeluth jenis materi pembelajaran yang dikembangkan dalam bahan ajar meliputi materi konsep, prinsip, fakta, dan prosedur sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik materi.52 Materi jenis fakta adalah menyebutkan kapan, dimana, siapa, berapa misalnya, Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekah. Materi jenis konsep adalah yang berkaitan dengan pengertian, klasifikasi, atau ciri-ciri contohnya Al-Qur‟an adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Materi prinsip adalah materi yang berkaitan dengan penerapan dalil, rumus, atau hukum misalnya, shalat diwajibkan kepada muslim, baligh, dan berakal. Sedangkan materi Prosedur adalah materi yang berkaitan dengan urutan,

51 Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain, 142.

52 Reigeluth, C.M. (Ed.), Instructional Theories in Action: Lessons Illustrating Selected

39

langkah-langkah mengerjakan sesuatu, algoritma misalnya membasuh wajah merupakan rukun wudhu kedua setelah niat.

Bahan Ajar digunakan untuk membantu guru/dosen dalam

melaksanakan kegiatan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Adapun tujuan penyusunan bahan ajar disusun antara lain: (1) membantu peserta didik dalam mempelajari sesuatu; b) menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar; (c) memudahkan guru/dosen dalam melaksanakan pembelajaran; dan (d) agar kegiatan pembelajaran menjadi menarik.53

Bahan ajar jika dikelompokkan menurut jenisnya, ada lima jenis yakni: (1) bahan cetak (material printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model; (2) bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam dan compact disk audio; (3) bahan ajar pandang (visual) seperti foto, gambar, model/maket; (4) Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk (VCD), film; dan (5) bahan ajar multimedia seperti compact disk interaktive (CDI), computer

assited intruction (CAI), bahan ajar berbasis web (web based learning

materials).54