BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
3. Pengembangan Desain
commit to user
2)Menentukan sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan selama proses penenlitian dan pengembangan
3)Menentukan tahap – tahap pelaksanaan uji desain di lapangan;
4)Menentukan deskripsi tugas pihak – pihak yang terlibat dalam penelitian. Namun, karena langkah pengembangan desain tersebut dirasa masih terlalu umum untuk mengembangkan suatu instrumen tes maka peneliti menggunakan alur pengembangan tes menurut Djemari Mardapi (2004:88) dalam menyusun instrumen tes, yaitu : (a) menyusun spesifikasi tes, (b) menulis soal tes, (c) menelaah soal tes, (d) melakukan ujicoba tes, (e) menganalisis butir soal, (f) memperbaiki tes, (g) merakit tes. Pada bagian pengembangan desain ini dari alur pengembangan tes menurut Djemari Mardapi tersebut diambil cara menyusun spesifikasi tes dan menulis soal tes.
Berikut ini penjelasan secara lebih terperinci mengenai langkah pengembangan tes:
a. Menyusun spesifikasi tes
Langkah awal dalam mengembangkan tes adalah menetapkan spesifikasi tes yang berisi tentang uraian yang menunjukkan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki suatu tes. Penyusunan spesifikasi tes mencakup kegiatan berikut :
1). Menentukan tujuan tes
Ditinjau dari tujuannya ada empat macam tes yang banyak digunakan di lembaga pendidikan yaitu tes penempatan, tes diagnostik, tes formatif, dan tes sumatif. Dari empat macam tes tersebut dipilihlah satu tes yang cocok dalam pelaksanaan autentic assesmen , selain itu juga tepat dilaksanakan dalam waktu yang terbatas,mengingat untuk Program Akselerasi waktunya sangat padat.
.
2). Penulisan kisi – kisi soal
Kisi – kisi merupakan tabel matrik yang berisi spesifikasi soal-soal yang akan dibuat. Kisi – kisi ini merupakan acuan bagi penulis soal, sehingga siapapun yang menulis soal akan menghasilkan soal yang memiliki isi dan
commit to user
tingkat kesulitan relatife sama. Berikut ini adalah langkah – langkah dalam mengembangkan kisi – kisi tes, yaitu :
a) Menentukan Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), materi pokok yang akan diujikan (Lampiran 1)
b) Menentukan indikator (Lampiran 4)
c) Menentukan jumlah soal tiap pokok bahasan dan sub pokok bahasan (Lampiran 4)
3). Menentukan bentuk tes
Pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes, jumlah peserta tes, waktu yang tersedia untuk memeriksa lembar jawaban tes, cakupan materi tes, dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. Penelitian ini menggunakan bentuk tes objektif pilihan ganda kerena jumlah peserta tes banyak, sehingga waktu koreksi lebih singkat dan cakupan materinya lebih menyeluruh.
4). Menentukan panjang tes
Penentuan panjang tes bedasarkan pada cakup materi ujian dan kelelahan peserta tes. Pada umumnya tes tertulis menggunakan waktu 90-50 menit. Pada umumnya waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tes bentuk pilihan ganda adalah 2-3 menit untuk tiap butir soal. Pada penelitian ini dibuat tes sebanyak 24 butir pada materi Kinematika dengan waktu 75 menit, 15 butir pada materi Gravitasi dengan waktu 45 menit, dan 25 butir pada materi Gerak Harmonis pada Benda Elastik dengan waktu 75 menit.
b. Menulis soal tes
Penulisan tes dilakukan setelah langkah pertama, yaitu menyusun spesifikasi tes, dilakukan. Penulisan soal merupakan langkah menjabarkan indikator menjadi pertanyaan – pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perincian pada kisi-kisi (Lampiran 2) yang telah dibuat.
Pedoman utama dalam pembuatan tes pilihan ganda adalah: 1) Pokok soal harus jelas
2) Pilihan jawaban homogen
commit to user
4) Tidak ada petunjuk jawaban benar
5) Hindari penggunaan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah 6) Pilihan jawaban angka diurutkan
7) Semua pilihan jawaban logis 8) Jangan menggunakan negatif ganda
9) Kalimat yang digunakan sesuai tingkat perkembangan peserta tes 10)Bahasa yang digunakan baku
11)Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak Soal yang telah dibuat tercantum pada Lampiran 3.
4. Preliminary Field Test
Langkah ini merupakan uji produk secara terbatas. Langkah ini meliputi a) Melakukan uji awal terhadap desain produk
b) Bersifat terbatas, baik substansi desain maupun pihak-pihak yang terlibat c) Uji lapangan awal dilakukan secara berulang-ulang sehingga diperoleh desain
layak, baik substansi maupun metodologinya.
Pada penelitian ini, uji awal terhadap desain produk dilakukan oleh ahli, yakni dosen pembimbing dan guru bidang studi Fisika. Uji awal ini dilakukan dengan menganalisis secara kualitatif desain instrumen tes yang dibuat. Analisis ini dilakukan untuk memperbaiki soal tes sehingga soal tes yang dibuat memiliki kualitas yang baik dilihat dari materi, konstruksi, dan bahasa. Dalam penelaahan butir soal ini digunakan lembar penelaahan berupa daftar cek.
a) Materi
Pada telaah ini point pertama yang dikaji adalah materi. Soal yang telah dibuat sudah sesuai dengan materi yang terdapat dalam kisi-kisi atau belum. Materi harus memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut :
(1) Soal harus sesuai dengan indikator yang telah disusun
(2) Pengecoh soal berfungsi, artinya setiap pilihan jawaban harus homogen dan logis sehingga ada kemungkinan untuk dipilih oleh siswa
(3) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar
commit to user
(4) Isi materi sesuai dengan jenjang, jenis sekolah , dan tingkatan kelas
b) Konstruksi
Telaah yang lain adalah dikaji kontruksi instrument soal yang telah dibuat. Instrumen soal yang baik harus memenuhi standar kualifikasi sebagai berikut :
(1) Dirumuskan secara jelas dan tegas (2) Dirumuskan dengan singkat dan jelas
(3) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
(4) Tidak memberi petunjuk ke arah jawaban benar
(5) Tidak mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
(6) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi (7) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
(8) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “ Semua pilihan jawaban di atas salah “ atau “ Semua pilihan jawaban di atas benar “
(9) Untuk soal hitungan pilihan jawaban merupakan modifikasi rumus pokok (10)Gambar, grafik, table, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal
harus jelas dan berfungsi
(11)Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya c). Bahasa
Soal yang baku jika dilihat dari segi kebahasaanny harus memenuhi standar kualifikasi baik sebagai berikut :
(1) Kalimat menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku
(2) Menggunakan bahasa yang komunikatif, sehingga mudah dimengerti (3) Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat
(4) Pilihan jawaban tidak mengulang kata atau frase yang terdapat pada pokok soal
(5) Rumusan soal tidak mengandung kata atau frase yang tidak etis atau kurang sopan sehingga dapat menyinggung perasaan peserta didik.
commit to user
5. Revisi Hasil Uji Ahli
Revisi hasil uji ahli disini adalah perbaikan dari hasil uji terbatas yang dilakukan oleh ahli, yakni dosen pembimbing dan guru bidang studi sesuai dengan hasil uji dari ahli tersebut. Revisi ini dilakukan sampai instrumen tes yang telah dibuat dinyatakan layak oleh ahli. Soal hasil revisi tercantum pada Lampiran 5.
6. Uji Coba Terbatas
Langkah ini merupakan uji produk yakni instrumen tes pada kelompok kecil untuk mendapatkan hasil uji secara kuantitatif. Uji secara kuantitatif ini dilakukan agar didapatkan data empiris tingkat kebaikan soal yang disusun. Uji coba terbatas ini dilakukan pada kelas XI program akselerasi SMA N 1 Karanganyar dengan jumlah siswa 24 orang. Dari hasil uji akan didapatkan data mengenai taraf kesukaran, daya pembeda, efisiensi distraktor, reliabilitas. Apabila hasil dari nilai taraf kesukaran, daya pembeda, efisiensi distraktor, dan reliabilitas telah memenuhi standar baik, maka instrumen tes yang telah dibuat bisa langsung diujikan pada kelompok yang lebih besar populasinya, namun jika belum memenuhi kualifikasi standar maka instrumen tes perlu dilakukan revisi lagi. dengan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Fisika kelas XI Program Akselerasi SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri 3 Surakarta.
7. Revisi Hasil Uji Coba Terbatas.
Dari hasil uji coba terbatas maka akan didapatkan kesimpulan bahwa pada instrumen tes yang dibuat perlu dilakukan revisi atau tidak. Revisi soal dilakukan dengan dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran Fisika kelas XI Program Akselerasi SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri 3 Surakarta. Revisi dilakukan sampai ahli menyatakan soal siap untuk digunakan. Setelah revisi selesai dilakukan maka tes siap diujicobakan pada kelompok yang lebih luas. Soal hasil revisi tercantum pada Lampiran 6.
commit to user
8. Uji Coba Lapangan Kelompok Besar
Langkah ini merupakan uji coba produk pada subyek yang lebih banyak dan lebih heterogen. Uji coba ini akan dilakukan pada semua kelas XI Program Akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta. Di SMA Negeri 3 Surakarta kelas XI terdiri dari 3 kelas dimana setiap kelas terdiri dari 18-19 orang siswa. Setelah dilakukan uji coba lapangan kelompok besar, kemudian hasilnya dianalisis kembali secara kuantiatif untuk mengetahui apakah instrumen tes yang dibuat telah memenuhi standar atau belum. Jika soal telah memenuhi standar hal itu menunjukkan bahwa produk akhir telah selesai, namun jika belum memenuhi standar maka tidak akan dilakukan revisi lagi dan insttrumen tes yang dibuat akan dikumpulkan dalam suatu bank soal. Penelitian hanya behenti pada uji coba lapangan kelompok besar, karena jika dilanjutkan lagi pada kelompok yang lebih luas hal itu peneliti belum mampu karena keterbatasan biaya, tenaga, dan lain-lain.
Uraian langkah penelitian menurut Barg and Gall (1989) di atas dapat digambarkan secara sisngkat pada diagram alur penelitian Gambar 3.1 sebagai berikut .
commit to user
Gambar 3.1 Langkah Penelitian (Nana Syaodih, 2007 :169-170) C. Uji Coba Produk
1. Uji Coba Desain
Desain uji coba yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1. Uji ahli atau Validasi, dilakukan dengan responden para ahli perancangan produk , yakni dosen pembimbing dan guru bidang studi. Kegiatan ini
Studi Pendahuluan :Analisis kebutuhan,Studi literatur
Perencanaan Penenlitian : Disusun dalam bentuk proposal penelitian
Pengembangan desain adalah penyususnan tes sesuai spesifikasi yang terdiri dari: Tujuan tes, Kisi – kisi tes, Bentuk tes, Panjang tes
Uji ahli (Dosen pembimbing dan Guru) secara kualitatif tes, yang meliputi :Materi, Konstruksi, Kebahasaan
Revisi hasil uji ahli
Uji Coba Kelompok Kecil
Revisi hasil uji coba kelompok kecil
Uji coba kelompok besar
Instrumen Tes Formatif Kelas XI Semester Gasal Program Akselerasi
commit to user
dilakukan untuk mereview produk awal, memberikan masukan untuk perbaikan. Proses validasi ini disebut dengan Expert Judgement atau Teknik Delphi. Pada uji ahli ini, para ahli akan menyoroti kualitatif tes yang dikembangkan, yaitu materi,konstruksi ,kebahasaan dan validitas isi.
2. Uji Coba Kelompok Kecil, atau Uji Terbatas
Uji coba ini dilakukan terhadap kelompok kecil sebagai pengguna produk. Terdiri dari siswa program akselerasi kelas XI SMA Negeri 1 Karanganyar sebanyak 24 siswa . SMA Negeri 1 Karanganyar dipilih untuk mengujikan tes kelompok kecil karena susunan materinya masih sama dengan susunan materi dari Depdiknas, sehingga mempermudah pengujian, karena ada sekolah akselerasi yang susunan materinya tidak sama dengan Depdiknas, sehingga sulit untuk menentukan waktu pengujiannya. Kelompok kecil ini akan mengerjakan instrumen tes yang dibuat, kemudian hasilnya akan di analisis. Apabila hasilnya sudah baik maka langsung bisa dilakukan Uji Kelompok Besar,namun apabila belum memenuhi kualifikasi maka akan dilakukan revisi lagi terhadap instrumen tes.
3. Uji Coba Lapangan (field testing)
Uji coba lapangan (Uji coba kelompok besar) dilakukan pada subyek penelitian yang lebih besar dan lebih beragam. Uji coba kelompok besar ini dilakukan pada semua kelas XI SMA Negeri 3 Surakarta Program Akselerasi. SMA Negeri 3 Surakarta memiliki 3 kelas program akselerasi dengan satu kelasnya terdiri dari 18 orang siswa. Di Surakarta terdapat 2 sekolah yang memiliki program akselerasi yaitu SMA Negeri 1 Surakarta dan SMA Negeri 3 Surakarta. SMA Negeri 3 Surakarta lebih dipilih karena susunan materinya sama dengan susunan materi dari Depdiknas sehingga lebih mudah dalam penentuan waktu pengujiannya, dan jumlah siswanya juga lebih banyak sehingga datanya lebih heterogen.
2. Subjek Coba, Waktu dan Tempat Penelitian
Subjek yang akan menjadi subyek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Akselerasi SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri
commit to user
3 Surakarta. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012-Juli 2012. Tempat penelitian secara kualitatif (telaah ahli) dilaksanakan di Kampus UNS, SMA Negeri 1 Karanganyar, dan SMA Negeri 3 Surakarta, sedangkan untuk penelitian kuantitatifnya dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri 3 Surakarta. SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri 3 Surakarta memiliki silabus yang sama dengan Depdiknas untuk kelas XI sehingga mempermudah untuk pelaksanaan uji coba. SMA N 1 Karanganyar untuk Program Akselerasinya terdiri dari 1 kelas dimana 1 kelasnya terdiri dari 24 siswa, sedangkan SMA Negeri 3 Surakarta terdiri dari 3 kelas, dimana setiap kelas terdiri dari 18-19 siswa.
3. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
a. Data kualitatif
Data kualitatif diperoleh dari hasil penelaahan butir tes oleh ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli evaluasi.
b. Data kuantitatif
Data yang dikumpulkan berupa hasil tes formatif semester gasal pada materi Kinematika Gerak, Gravitasi, dan Gerak Harmonis pada benda Elastik untuk kemudian dianalisis agar diketahui reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan keefektifan distraktor.
4.Instrumen Pengumpulan Data
Pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan 2 instrumen sebagai berikut:
a. Instrumen non tes berupa daftar cek. Daftar cek ini digunakan dalam penelaahan butir soal. Daftar cek disini berisi pernyataan mengenai ranah materi, konstruksi, dan bahasa dari butir soal. Penelaah hanya memberi tanda pada nomor soal yang sesuai dengan pernyataan yang diberikan.
commit to user
b. Instrumen tes berupa soal tes formatif pilihan ganda, yang terdiri dari 3 paket tes. Paket 1 merupakan tes dengan materi Kinematika dengan Analisis Vektor yang terdiri dari 24 soal, Paket 2 merupakan tes dengan materi Gravitasi yang terdiri dari 15 soal, Paket 3 merupakan tes dengan materi Gerak Harmonik pada Benda Elastik yang terdiri dari 25 soal.
5. Teknik Analisis Data
Setelah instrumen tes selesai dibuat kemudian instumen tersebut akan diujicobakan untuk kemudian dianalisis tiap butir itemnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis kualitatif oleh ahli yang dilakukan sebelum instrumen tes diuji cobakan kepada siswa dan analisis kuantitatif yang datanya baru diperoleh setelah instrument tes tersebut diuji cobakan ( dari hasil jawaban siswa). Berikut ini adalah penjelasannya :
a. Analisis Kualitatif meliputi analisis terhadap : 1)Isi atau materi
Instrumen tes yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a) Soal harus sesuai dengan indikator
b) Pengecoh soal berfungsi, artinya setiap pilihan jawaban harus homogeny dan logis sehingga ada kemungkinan untuk dipilih oleh siswa
c) Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar
d) Isi materi sesuai dengan jenjang, jenis sekolah , dan tingkatan kelas 2)Kontruksi
Instrumen tes yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a) Dirumuskan secara jelas dan tegas
b) Dirumuskan dengan singkat dan jelas
c) Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
d) Tidak member petunjuk kea rah jawaban benar
commit to user
f) Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi g) Panjang rumusan pilihan jawaban harus relative sama
h) Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “ Semua pilihan jawaban di atas salah “ atau “ Semua pilihan jawaban di atas benar “
i) Untuk soal hitungan pilihan jawaban merupakan modifikasi rumus pokok
j) Gambar, grafik, table, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
k) Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya 3)Bahasa
Instrumen tes yang berkualitas baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut: a) Kalimat menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia
b) Menggunakan bahasa yang komunikatif, sehingga mudah dimengerti c) Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat
d) Pilihan jawaban tidak mengulang kata atau frase yang terdapat pada pokok soal
e) Rumusan soal tidak mengandung kata atau frase yang tidak etis. 4)Validitas Isi
Analisis validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis validitas isi. Cara yang ditempuh dengan analisis rasional yaitu apakah butir
– butir dalam tes yang ditulis sesuai dengan indicator yang dibuat atau belum. Analisis dilakukan denagn cara mengandalkan telaah soal oleh suatu panel ahli dalam bidang mata pelajaran fisika yaitu dosen penguji dan guru bidang studi. Cara yang dilakukan adalah dengan jalan pencocokan antara table spesifikasi dengan butir soal dan masing – masing butir di analisis berdasarkan pedoman yang telah diterbitkan oleh pusjian Depdikbud, bila butir tes telah mewakili bahan pelajaran.
b. Analisis kuantitatif meliputi analisis terhadap : 1). Taraf kesukaran
commit to user
Tingkat kesukaran adalah angka yang menunjukan proporsi siswa yang menjawab betul suatu soal (Slameto,2001:215). Makin besar tingkat kesukaran berarti soal itu makin mudah demikian juga sebaliknya yaitu makin rendah tingkat kesukaran berarti soal itu makin sukar. Menurut Suharsimi Arikunto
(2001 : 207), “Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah dan tidak
teralu sulit”. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa soal yang baik adalah
soal dengan taraf kesukaran yang sedang. Untuk menentukan taraf kesukaran dari tiap-tiap item soal digunakan rumus :
Js B P Keterangan : P : indeks kesukaran
B : banyaknya siswa yang menjawab soal betul Js : jumlah seluruh siswa peserta tes
Taraf kesukaran soal dapat ditentukan berdasarkan hasil perhitungan indeks kesukaran dengan ketentuannya sebagai berikut :
a) Soal sukar jika : 0,00 ≤ P < 0,30 b)Soal sedang jika : 0,30 ≤ P 0,70
c) Soal mudah jika : 0,70 P 1,00 (Allen & Yen, 1979 : 121) 2). Daya Beda
Daya pembeda item adalah kemampuan suatu butir item tes hasil belajar untuk dapat membedakan antara testee yang berkemampuan tinggi dengan testee yang kemampuannya rendah demikian rupa sehingga sebagian besar testee yang memiliki kemampuan yang tinggi untuk menjawab butir item tersebut lebih banyak menjawab butir item tersebut lebih banyak yang menjawab betul, sementara testee yang kemampuannya rendah untuk menjwab butir item tersebut sebagian besar tidak dapat menjawab item dengan betul (Anas sudijono, 2001). Untuk menghitung daya pembeda setiap soal, dapat digunakan rumus sebagai berikut :
B A B B A A P P J B J B D
commit to user
Keterangan :
J : jumlah peserta tes
JA : banyaknya siswa kelompok atas JB : banyaknya siswa kelompok bawah
BA : banyaknya siswa kelompok atas yang menjawab benar BB : banyaknya siswa kelompok bawah yang menjawab benar PA : proporsi siswa kelompok atas yang menjawab benar PB : proporsi siswa kelompok bawah yang menjawab benar
Daya pembeda soal (nilai D) diklasifikasikan sebagi berikut menurut Djemari (2005 :5) :
a) D < 0,1 : soal ditolak b)0,1 D 0,3 : soal direvisi c) D > 0,3 : soal diterima 3). Penyebaran (Distribusi) Jawaban
Penyebaran pilihan jawaban dijadikan dasar dalam penelaahan soal. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berfungsi tidaknya jawaban yang tersedia. Soal pilihan jawaban (pengecoh) dapat dikatakan berfungsi apabila penegcoh:
(a) paling tidak dipilih oleh 5 % peserta tes atau siswa
(b) lebih banyak dipilih oleh kelompok siswa yang yang belum paham materi (Depdiknas, 2009: 14)
4). Reliabilitas
Reliabilitas suatu tes adalah kemampuan suatu tes untuk memberikan hasil yang relatif ajeg atau tetap bila digunakan pada waktu atau tempat yang berlainan. Untuk menghitung reliabilitas digunakan rumus yang dikemukakan oleh Kuder dan Richardson (rumus KR-20) sebagai berikut : 2 11 2 n S Σpq n 1 S r Keterangan :
commit to user
p : proporsi subyek yang menjawab item dengan benar
q : proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p)
Σpq : jumlah hasil perkalian antara p dan q n : banyaknya item
S : standar deviasi dari tes (Suharsimi Arikunto, 2001 : 100-101)
Hasil perhitungan tingkat reliabilitas tersebut kemudian dikonsultasikan dengan tabel r product moment. Apabila harga rhitung > rtabel , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa instrumen tes reliabel. Selain itu, terdapat beberapa kriteria nilai reliabilitas sebagai berikut :
1. 0,800 ≤ r11 < 1,00 : sangat tinggi 2. 0,600 ≤ r11 < 0,800 : tinggi 3. 0,400 ≤ r11 < 0,600 : cukup 4. 0,200 ≤ r11 < 0,400 : rendah
commit to user
77 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Deskripsi Data
Instrumen tes formatif yang disusun berjumlah 64 butir soal, dengan rincian 24 butir soal untuk materi Kinematika dengan Analisis Vektor, 15 butir soal untuk materi Gravitasi, dan Gerak Harmonik pada Benda Elastik berjumlah 25 butir soal. Ketiga materi ini merupakan penjabaran dari satu Standar Kompetensi yaitu mendeskrepsikan gejala alam dalam cakupan mekanika klasik sistem diskret (partikel). Instrumen tes ini dijabarkan dari satu kesatuan standar kompetensi agar terjadi kesinambungan antar materi agar dapat mendukung pelaksanaan autentic assessment.
Waktu pelakasanaan tes dilaksanakan pada hari yang berbeda sebanyak 3 kali sesuai jumlah pokok bahasan. Untuk materi Kinematika dengan Analisis Vektor waktu pelaksanaanya 75 menit, sedangkan Gravitasi dilaksanakan selama 45 menit, untuk materi Gerak Harmonik pada Benda Elastik dilaksanakan selama 75 menit.
Pelaksanaan uji tes secara kualitatif dilaksanakan di Program Studi Fisika Universitas Sebelas Maret, SMA Negeri 1 Karanganyar dan SMA Negeri 3 Surakarta. Pelaksanaan uji kuantitatif dilaksanakan di dua SMA yang menyelenggarakan Program Akselerasi, yaitu SMA Negeri 1 Karanganyar, dan SMA Negeri 3 Surakarta. Lokasi kedua SMA ini sangat setrategis untuk kegiatan belajar mengajar. Kedua SMA ini dipilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan kedua sekolah ini masih menerapkan pembelajaran dengan susunan materinya pada silabus sama seperti susunan materi dari Depdiknas untuk kelas XI pada umumnya, sehingga lebih mudah dalam pelaksanaan uji instrumen tes secara kuantitatif. Pelaksanaan ujicoba kelompok kecil dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karanganyar dengan 24 siswa. Uji coba kelompok besar dilaksanakan di SMA Negeri 3 Surakarta dengan jumlah siswa