• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Pengembangan Modul

Setelah tahap pengumpulan informasi dan tahap analisis yang sudah diperoleh dari kuesioner mahasiswa dan wawancara dosen, maka langkah selanjutnya adalah penyusunan modul digital pembelajaran. Langkah pertama adalah menentukan judul yang tepat dan mencermiknkan keseluruhan isi modul yaitu “Membaca Kritis untuk Mahasiswa”. Setelah judul modul sudah ditentukan langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan, pemilihan bahan, penyusunan kerangka dan pengumpulan bahan. Berikut ini adalah pemaparan secara rincinya.

4.1.2.1 Penentuan Tujuan

Tujuan umum dari pembelajaran menggunakan bahan ajar modul digital ini adalah mahasiswa mampu mengevaluasi teks cerita rakyat dengan tepat. Tujuan pembelajaran penting untuk dirumuskan agar pembelajaran menjadi terarah dan ada target yang harus dicapai mahasiswa setelah mempelajari modul digital ini. selain tujuan umum, peneliti juga menentukan tujuan khusus yang tercantum dalam tabel di bawah ini.

Tabel 4.3 Rumusan Tujuan Pembelajaran

BAB Tujuan Pembelajaran

I. Membaca sebagai Keterampilan Berbahasa

1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar membaca baik secara lisan maupun tulisan dengan tepat.

2. Mahasiswa mampu menjelaskan berbagai jenis strategi membaca intensif baik secara lisan maupun tulisan dengan tepat.

3. Mahasiswa mampu membuat pertanyaan yang mengasah kemampuan berpikir dan bernalar setelah kegiatan membaca dengan tepat.

II. Membaca Kritis 1. Mahasiswa mampu menganalisis teks cerita rakyat Jawa Tengah dengan tepat.

2. Mahasiswa mampu mengevaluasi teks cerita rakyat Jawa Tengah dengan tepat.

4.1.2.2 Pemilihan Bahan

Setelah menentukan tujuan umum dan tujuan khusus peneliti mulai memilih bahan yang akan digunakan dalam modul digital pembelajaran membaca kritis untuk mahasiswa. Pemilihan bahan bertujuan untuk memberikan konten pada modul digital pembelajaran membaca kritis. Bahan yang akan digunakan harus relevan dengan tujuan pembelajaran.

Bahan-bahan yang dipilih dan akan diseleksi meliputi (1) teori yang relevan, (2) konsep dasar tentang membaca, (3) konsep dasar tentang membaca kritis, (4) aspek membaca kritis, (5) teks cerita rakyat yang berasal dari Jawa Tengah, (6) gambar/ilustrasi dan video yang mendukung materi. Pemilihan bahan harus sesuai dengan karakteristik mahasiwa, misalnya menggunakan bahasa yang sedikit kompleks karena sesuai dengan tingkat berpikir mahasiswa, contoh yang faktual dan sesuai dengan materi, penggunaan gambar dan video yang sesuai dengan topik yang dibahas. Peneliti juga memilih bahan berdasarkan hasil analisis kebutuhan mahasiswa yang sudah disebarkan melalui kuesioner sebelumnya dan hasil wawancara dosen pengampu mata kuliah Membaca Intensif.

4.1.2.3 Penyusunan Kerangka

Setelah menetapkan bahan yang akan dicari, kemudian peneliti menyusun kerangka modul. Penyusunan kerangka modul ini bertujuan agar pembelajaran menjadi terarah dan sistematis. Kerangka modul disusun dengan memperhatikan pendekatan model pembelajaran reflektif. Penyusunan kerangka modul diawali dengan (1) cover halaman depan, (2) kata pengantar, (3) rasional produk, (4) petunjuk penggunaan modul, (5) pendahuluan, (6) daftar isi, (7) judul bab, (8) tujuan pembelajaran, (9) peta konsep, (10) materi tiap bab, (11) aktivitas, (12) refleksi, (13) aksi, (14) rangkuman, (15) tes formatif, (16) evaluasi, (17) kunci jawaban, (18) glosarium, dan (19) daftar pustaka.

4.1.2.4 Pengumpulan Bahan

Langkah selanjutnya setelah menetapkan kerangka adalah mengumpulkan bahan yang dibutuhkan untuk modul digital pembelajaran membaca kritis untuk mahasiswa. Bahan yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan topik materi, baik berupa konsep, teori, data, contoh, video, gambar, dan segala hal yang menunjang pemahaman mahasiswa terhadap topik. Bahan-bahan tersebut diperoleh dari buku referensi dan internet. Semua bahan yang sudah dikumpulkan akan dipilih yang sesuai dengan karakteristik mahasiswa dan dapat menunjang konten modul yang efektif. Semua bahan ditulis menggunakan microsoft word.

Setelah tahap seleksi bahan sudah selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah penyajian modul. Modul disajikan dalam bentuk digital yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa secara praktis. Peneliti menggunakan aplikasi flipbook untuk mengubah modul yang berbentuk konvensional menjadi digital. Bahan-bahan yang sudah diseleksi dan ditulis menggunakan microsoft word diubah menjadi bentuk pdf kemudian dimasukkan dalam flipbook. Peneliti dapat menambahkan video menggunakan aplikasi flipbook ini. Peneliti menggunakan aplikasi flipbook karena dapat membantu peneliti untuk memadukan video dengan materi. Selain itu, aplikasi flipbook juga dapat diakses oleh mahasiswa dengan mudah menggunakan laptop, komputer atau PC yang lainnya.

Modul pembelajaran membaca kritis yang peneliti buat terdapat tiga bagian yaitu, (1) bagian pembuka, (2) bagian isi, dan (3) bagian penutup. Bagian pembuka berupa penyajian sampul luar, kata pengantar, rasional produk, petunjuk penggunaan modul, pendahuluan, dan daftar isi. Bagian sampul luar terdiri dari

jenis bahan ajar berupa modul pembelajaran, judul modul “Membaca Kritis untuk Mahasiswa”, dan nama penulis yaitu Dion Wahyu Widayat. Bagian kata pengantar

berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu peneliti dalam menyelesaikan modul pembelajaran ini.

Bagian rasional produk berisi uraian mengenai landasan penyusunan modul digital pembelajaran membaca kritis berdasarkan hasil kajian/studi pendahuluan. Petunjuk penggunaan modul berisi perintah dan arahan yang ditujukan kepada mahasiswa sebelum menggunakan modul digital ini. Bagian pendahuluan memuat uraian tentang penjelasan yang lebih mendalam terhadap modul pembelajaran membaca kritis ini. Bagian daftar isi merupakan bagian terakhir dalam pembuka, daftar isi berisi pokok-pokok bab beserta halamannya.

Bagian kedua adalah bagian isi/materi. Bagian isi terdiri dari dua bab. Bab pertama adalah membaca sebagai keterampilan berbahasa. Dalam bab ini berisikan konsep dasar mengenai membaca yaitu hakikat membaca, proses membaca, prosedur membaca dan strategi membaca. Bab kedua berkaitan dengan membaca kritis. Dalam bab ini menguraikan hakikat membaca kritis, keterkaitan membaca kritis dan berpikir kritis, dan membaca kritis teks prosa. Setelah penjabaran materi terdapat aktivitas, refleksi, aksi, tes formatif yang harus dikerjakan oleh mahasiswa untuk memperkuat pemahaman terkait materi yang dibahas dalam setiap bab.

Bagian terakhir modul pembelajaran “Membaca kritis untuk Mahasiswa” adalah bagian penutup. Bagian penutup berisi kunci jawaban, glosarium dan daftar pustaka. Kunci jawaban berfungsi untuk mencocokkan hasil pekerjaan mahasiswa dengan jawaban yang benar. Setelah melihat kunci jawaban mahasiswa akan

mengetahui hasil akhir atau nilai yang didapatkan setelah mengerjakan tes formatif atau evaluasi. Glosarium berisi definisi kata-kata operasional atau kata-kata sulit yang mungkin belum diketahui oleh mahasiswa. Bagian selanjutnya adalah daftar pustaka, dalam daftar pustaka berisi sumber atau rujukan yang dipakai penulis dalam menyusun modul pembelajaran ini. Daftar pustaka juga berfungsi untuk memudahkan mahasiswa mencari referensi terkait kegiatan membaca kritis.