Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
µÀ¤c°¬«»_£\˜«[¼ µÀ°«\˜«[]yãv°o«[
v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼ ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[
°¸¬«[ ¶v˜^Å_³× ¹«½~y¼¶v_—[v°o¯²[
ª½~z«[¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—°¬~¼−‡
¹˜_bµ¯¼¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯°À•˜«[
°¨À‡¼[ã[u\_—ÔÄŸ v˜^\¯[
µÃv«[¯½ÃÅ«[
²½¤c°«[{\Ÿv¤Ÿ ã[½¤c^¾\Ã[¼
116Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
embali dalam kesempatan ibadah Jum’at pada hari ini, marilah kita bersama-sama memperba- nyak rasa syukur ke khadirat Allah SWT. sem- bari meningkatkan iman dan taqwa kepada-nya.
Muslimin Rahimakumullah.
Orang bijak mengibaratkan kehidupan ini laksana meng- arungi samudera yang terhampar luas bagai tiada bertepi, dan kita yang sedang berlayar di atasnya, tak ubahnya laksana sampan kecil yang bergerak perlahan namun pasti, tuk menuju pulau idaman, kendatipun acapkali sampan kecil kita terombang-am- bing diterpa badai dan topan, diterjang ombak dan gelombang, namun perahu kita terus melaju dan terus melaju.
Begitulah gambaran kehidupan ini, kita hidup di atas per- mukaan bumi ini tentu tidak selamanya senang dan tidak selama- nya pula sedih. Bahagia dan sengsara selalu silih berganti. Suka dan duka selalu menyertai kehidupan kita. Tatkala kita mendapat kesenangan, terkadang muncul kesedihan. Bahaya dan godaan duniawisering datang bertubi-tubi, malapetaka dan penderitaan seolah tak lagi segan menerpa kita dan ia sering datang pada saat yang tidak diduga-duga. Dan disaat seperti itu, seringkali manu- sia menjadi resah gelisah, batinnya labil, hatinya kosong dan hampa. Jiwanya haus, haus akan kesejukan, kedamaian, keaman- an dan ketentraman. Disaat inilah kita memerlukan obat yang mujarab buat mengobati batin kita yang sedang luka. Apa obat yang paling ampuh dan mujarab itu? Tidak lain dan tidak bukan, adalah Dzikrullah, ingat kepada Allah atau mendekatkan diri bertaqarrub kepada-Nya. Firman Allah SWT. :
117
K
]½¬¤«[µÏ°bã[z§x^×[
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, jiwa akan menjadi tenang” (QS. Ar-Ra’du ayat 28).Hadirin kaum Muslimin Rahimakumullah.
Dalam kitab Duratun Nashihin, ada sebuah hadits dima- na Rasulullah SAW. memperingatkan kepada kita dalam rangka menempuh kehidupan di dunia ini. Hadits tersebut berbunyi :
ª\ˆr™^y[
¯Ø«[¼ºØˆ«[¹À¬—ª\£
`¬¤«[º½£¼
µÀ˜«[u½°j
º¼\¤„«[µ¯
\À³v«[`n¼
−¯×[ª½¼
“Nabi Muhammad SAW. bersabda : (Ada) empat hal (yang mem- buat seseorang) celaka : (yaitu) 1. Kekeringan air mata; 2. Keke- rasan hati; 3: Panjang angan-angan; 4. Cinta dunia”.Kaum Muslimin Rahimakumullah.
1. Kekeringan air mata, yakni seseorang yang sudah tidak bisa lagi menangis untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sendiri sekalipun. Menagis untuk orang lain, maksudnya seseorang yang nyata-nyata telah menyaksikan penderitaan orang lain, namun tak ada sedikitpun terbetik perasaan iba di hatinya
118
jauh lagi mau membantu, meringankan penderitaan orang lain.
Hadirin.
Dalam kehidupan ini, kita manusia yang memiliki ba- nyak kekurangan tentunya tidak bisa lepas dari segala salah dan dosa. Namun pernahkah kita merenung barang sejenak untuk me- nelusuri sepak terjang kehidupan kita yang barangkali banyak ter- dapat di dalamnya perbuatan salah dan dosa yang pernah kita la- kukan, kemudian setelah kita temukan, kita akan segera istighfar bertobat kepada Allah SWT. dengan sesungguh-sungguhnya yang direflekasikan dengan tetesan air mata sebagai tanda ke- sungguhan, penyesalalan yang mendalam dan pengharapan yang tulus akan ampunan Allah serta penetapan hati untuk tidak akan mengulangi lagi di masa-masa yang akan datang. Tangisan yang seperti inilah yang dimaksudkan oleh Rasulullah SAW. yakni menangis untuk diri sendiri. Ingatlah pernyataan Allah SWT. :
µ¿z¸c°«[`o¿¼
µÀ^[½«[`o¿ã²[
“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertobat dan mensu- cikan diri”.Kalau seseorang sudah tidak peduli lagi terhadap sesa- manya, tidak mau lagi menyesali dan tidak mau bertobat atas segala kesalahan dan dosanya, maka kata Nabi, “Ini adalah suatu pertanda akan datangnya suatu bencana yang akan menimpa di- rinya dalam kehidupan di dunia ini, bahkan akan menimpa pula dalam kehidupan di akhirat nanti”.
2. Kekerasan Hati, yakni seseorang yang sulit untuk menerima nasehat agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits yang dilakukan oleh para juru da’wah, para ulama dan cende- kiawan muslim, meskipun nasehat itu berguna bagi kebaikan dirinya sendiri. Telinganya sebenarnya mendengar saja, tidak tuli, akan nasehat-nasehat agama tersebut, namun hati dan pi- kirannya tidak terkonsentrasi bahkan hatinya keras menolak atau tidak mau menerima nasehat-nasehat tersebut, apatah lagi mengamalkannya. Nasehat agama dianggapnya sebagai peng- halang dirinya untuk menikmati kesenangan duniawi, semen- tara dia lupa bahwa hidup di dunia ini hanyalah bersifat se- mentara, namun kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal :
Ť^[¼zÀrºzr×[¼
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
3. Panjang angan-angan, yakni seseorang yang suka berkhayal, suka berangan-angan, bagai si Cebol yang merindukan bulan, bahkan angan-angannya ingin hidup seribu tahun lagi. Al- marhum buya HAMKA menggarisbawahi letak perbedaan antara orang yang berangan-angan dengan orang yang bercita- cita. Orang yang berangan-angan biasanya hanya sebatas mengkhayal tanpa disesuaikan dengan kapasitas dirinya (ke- mampuannya) dan tanpa adanya usaha untuk meraihnya. Se- dangkan orang yang bercita-ci-ta, ia akan selalu menyesuaikan cita-citanya dengan kompetensi yang ada pada dirinya, baik berupa bakat, kemampuan maupun ketrampilan yang dimiliki,
120
serta berusaha keras dan gigih dengan perencanaan yang baik. 4. Cinta dunia, yakni seseorang yang terlalu menyandarkan
dirinya dan kehidupannya untuk dunia semata, tanpa memi- kirkan dan mempersiapkan perbekalan untuk hidup di akhirat nanti. Ada orang yang menyandarkan dirinya kepada harta. Ia cari harta banyak-banyak, dari pagi hingga petang. Waktu kesehariannya nyaris hanya untuk mencari harta. Ia sangka dengan banyak memiliki harta hidupnya akan bahagia, namun ternyata kebahagiaan hidup tidak bisa diukur dengan banyak- nya memiliki harta. Kedamaian hati ternyata tidak bisa ditebus dengan sejumlah harta. Banyak orang yang memiliki harta, namun justeru hidupnya tidak tenang, penuh dengan kekha- watiran-kekhawatiran. Ada lagi orang yang menyandarkan hi- dupnya kepada pangkat dan jabatan, sehingga demi menjaga dan mempertahankan serta meningkatkan pangkat dan ja- batannya, ia rela berbuat apa saja, tak peduli lagi halal haram, bahkan tak segan-segan berbuat sesuatu yang dapat merugikan orang lain. Bahkan ia sering memanfaatkan istilah aji mum- pung. Mumpung menduduki jabatan ini, jabatan itu, sehingga seenaknya saja ia berbuat menuruti kata hatinya, tak peduli lagi jeritan dan rintihan rakyatnya, yang penting ia bisa sukses. Ia suka menang sendiri, enak sendiri, kendatipun kese- nangannya tersebut membuat banyak orang yang menderita. Inilah sebagian tingkah dan prilaku serta tabiat orang yang terlalu cinta dunia, yang tentunya tidak akan mampu memberi- kan keamanan dan ketentraman pada dirinya.
Muslimin, jamaah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Sebagai kata akhir dari khutbah kita hari ini, izinkanlah kami mengungkap sebuah kata-kata hikmah yang mengandung
makna filosufis yang dapat kita jadikan acuan dalam aktivitas kedupan ini. Seperti yang tertulis dalam kitab Duratun Nashihin, bahwa Nabi Isa a.s pernah berkata : “Kehidupan di dunia ini (ka- ta beliau), terdiri dari tiga dimensi waktu/hari, yaitu waktu ke- maren/hari kemaren, waktu sekarang/hari ini dan waktu yang akan datang/hari esok”.
Hadirin.
Mari kita uraian sedikit ketiga dimensi waktu tersebut. Pertama, waktu kemaren, hari kemaren atau masa lalu, adalah suatu masa yang telah berlalu dan tak seorangpun mampu balik ke belakang mengulangi masa lalunya, meski hanya se- kejap. Masa lalu katanya kenangan, karena ia memang patut di- kenang, namun tentu tidak hanya sekedar dikenang, tetapi hen- daknya juga kita jadikan pelajaran dan pengalaman yang ber- harga, serta kita jadikan cerminan serta acuan untuk melangkah dan memperbaiki diri di masa-masa yang akan datang. Jika di masa yang lalu kita pernah gagal, kita pernah jatuh, maka kega- galan dan kejatuhan kita di masa yang lalu itu hendaknya kita ja- dikan pelajaran atau pengalaman yang berharga bahkan kita jadi- kan cambuk pemacu keberhasilan kita di masa yang akan datang. Kegagalan adalah soal biasa, karena tak seorangpun yang tak per- nah gagal. Kalau seseorang berani bencoba, ia harus berani gagal, sebab seseorang yang tak berani mencoba berarti ia telah gagal sebelum gagal. Yang perlu diingat dan diperhatikan adalah ja- ngan sampai kita gagal dua kali pada persoalan yang sama, atau jangan sampai kita terperosok dua kali ke dalam lobang sama.
Kedua, waktu sekarang, hari ini atau masa sekarang, ada- lah kesempatan terbaik yang mesti kita pergunakan dengan
122
sebaik-baiknya. Kita evaluasi kehidupan kita di hari kemaren, jika baik dan bermanfaat, mari kita teruskan dan kita tingkatkan, jika tidak baik dan kurang/tidak bermanfaat, maka segera kita hentikan dan tinggalkan. Dengan mengambil hikmah dari hasil evaluasi tersebut, maka pada hari ini kita buat perencanaan atau planning untuk menentukan visi dan misi hidup kita untuk hidup kita dalam menempuh hari esok dengan satu harapan agar hari esok lebih baik dari pada hari ini dan hari kemaren.
Ketiga, waktu akan datang, hari ekok atau masa yang akan datang, adalah dimensi waktu yang akan kita tempuh yang keberhasilannya ditentukan oleh sikap, prilaku dan tindakan kita di masa sekarang, termasuk upaya-upaya kita untuk mempersiap- kannya. Karena masa yang akan datang adalah masa yang belum tentu bisa kita nikmati, disebabkan keterbatan umur yang kita miliki, maka seyogyanya masa sekaranglah yang perlu kita man- faatkan sebaik-baik, dalam arti yang positif, bukan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan sebagainya. Ingatlah pesan Rasulullah SAW. :
©b½¯−_£©b\Àn
°r−_£\°r°´c›[
©¬œƒ−_£©›[zŸ¼
©°¤~−_£©co‡¼
¦z¤Ÿ−_£¦\´›¼
©¯z·−_£©^\_ƒ¼
“Perhatikanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Yaitu : masa hidupmu sebelum datang ajalmu; masa sehatmu sebelum datangnya penyakit; masa lapangmu sebelum datang kesibukanmu; masa mudamu sebelum datang masa tua; masa kayamu sebelum datangnya kefakiran”(HR. Ahmad dan Baihaqi)Jika kita mampu merenungkan dan melaksanakan apa yang dipesankan oleh Rasulullah SAW. ini, maka insyaAllah hidup kita akan aman dan tenteram, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang, terlebih-lebih di masa keabadiaan nanti, di akhirat kelak.
°Äjz«[²\‘Ä„«[µ¯ã\^w½—Ç
°Änz«[µ°nz«[ã[°^
d¯v£\¯ ³z”´c«¼ ã[[½¤b[½´¯[µ¿x«[\¸¿Ô¿
²½¬°˜b\°^zÀrã[²[ ã[[½¤b[¼ vœ«
Á´˜ ³¼ °Ä•˜«[²Óz¤«[ÅŸ°¨«¼Á«ã[¦y\^
°Ä¨o«[z§x«[¼a\Ãß[µ¯¹ÄŸ\°^°§\Ã[¼
™Ä°«[½·¹³[¹b¼Øb°¨´¯¼Á´¯−_¤b¼
¾v«[½«¼ °¨«¼Á«ã[z œc~[¼ °Ä¬˜«[
µÄ°¬°«[zÎ\«¼ °¨Ãv«[½«¼
{½Ÿ\ÀŸ ¶¼z œc~\Ÿ a\°¬°«[¼
µÀ_Î\c«[º\k³\ü µÃz œc°«[
124 Assalaamu’alaikum Wr. Wb.¾vc¸´«\´§\¯¼ [x¸«\³[v·Âx«[ãv°o«[
µ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[v¸Ãµ¯ ã[\³[v·²[ß½«
¶vn¼ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«¾u\·ØŸ¹¬¬ŒÃ
¹«½~y¼ ¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×
°Ãz¨«[Á_´«[[x·Å¬—¦y\^¼°¬~¼−‡°¸¬«[
v°o¯\³×½¯¼\³vÀ~ °À•˜«[ª½~y«[¼
\¸Ã[ÔÄŸv˜^\¯[ µÄ˜°j[¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼
ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼[ ²½°¬°«[
²½o¬ b°¨¬˜«¹c—\¼
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
125
ersyukurlah kita pada siang ini kembali diper- temukan Allah dalam suasana ibadah Jum’at di masjid yang mulia dan terhormat ini. Selanjutnya, marilah kita saling berwasiat untuk meningkatkan iman dan taq- wa kepada Allah, karena iman dan taqwa inilah merupakan pon- dasi utama yang menyangga segala macam aktivitas kehidupan kita sehari-hari, sehingga tetap berada di jalur yang lurus, yang diridhai oleh Allah SWT.
Muslimin Rahimakumullah.
Setiap kali kita mendengar pribadi seorang Nabi, Rasul, Para Ulama atau orang yang bijaksana lainnya, sudah pasti yang terbayang dalam benak kita adalah pribadi-pribadi yang ramah, baik dari sikapnya, tutur katanya, raut mukanya maupun sikap kearifannya. Setiap orang kepingin kenal dan bersahabat de- ngannya. Berbeda dengan apabila kita mendengar kata pe- rampok, penodong, teroris, gerombolan dan para penjahat lain- nya, maka yang terbayang dalam pikiran kita adalah wajah yang bengis dengan sorot mata yang tajam dan dingin, bibir tanpa se- nyum, atau kalaupun tersenyum maka senyumannya adalah se- nyuman yang sinis, perkataannya kasar, ketus, kotor dan penuh kesombongan, serta prilaku yang menyakitkan. Bagi orang baik- baik, tak kebayang sedikitpun ingin kenal dan bersahabat dengan- nya, karena hanya akan membuat sengsara.
Muslimin Rahimakumullah.
Secantik atau setampan apapun wajah seseorang, jika perangainya buruk, pasti akan hilanglah keindahan fisiknya. Bah- kan bisa jadi yang tampak adalah justeru kebalikannya, wajahnya
126
yang cantik atau tampan berubah menjadi wajah yang tidak se- dap dipandang. Sebaliknya, walaupun penampilan fisiknya seder- hana atau biasa-biasa saja, namun karena perangainya baik, maka ia tampak bersahaja, raut mukanya cerah dan enak dipandang mata. Kenapa bisa begitu? karena kata Rasulullah :
⇑Α⊗
Ελνπ⇔↓⁄υℜ™σπ⎜Ελνπ⇔↓σΤ≡
“Perangai yang baik itu berkah, sedang perangai yang buruk itu nista”.Al-kisah, ada seorang pedagang kecil yang mempunyai sebuah kios mini. Kiosnya menjual pakaian dan peralatan sekolah yang sederhana. Letak kios tersebut agak masuk ke dalam pasar, namun anehnya hampir tiada sesaatpun kios tersebut sepi dari pembeli, selalu saja pembelinya penuh berjubel. Omzet penjual- annya pun melampaui omzet kios yang lebih bagus dan lebih lengkap, dan tentu saja rezekinya pun jauh lebih melimpah. Apa rahasianya, sehingga pedagang kecil ini begitu sukses dan dimi- nati pembeli?. Oh, ternyata pedagang kecil ini sangat terkenal dengan kejujuran dan keramahannya. Tidak pernah ada pembeli yang merasa tertipu sedikitpun dan tak pernah ada pembeli yang merasa tersinggung oleh sikap dan tutur katanya. Bahkan pesona dari keramahan serta transaksi jual beli yang begitu mudah ini, membuat para pembeli merasakan mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari barang yang dibelinya, yaitu kepuasan bertemu dengan orang yang mulia akhlaknya yang selalu memperlakukan setiap pembelinya dengan sangat baik dan mengiringinya dengan doa.
Kaum Muslimin Rahimakumullah.
127
Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipakai untuk sebuah kemarahan. Ternyata energi untuk marah dalam segala bentuknya, sangat menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi kinerja organ tubuh kita menjadi semakin terpacu dalam kondisi yang tak normal. Akibatnya sudah bisa ditebak, orang-orang yang ketus, pemarah mempunyai kecenderungan terserang berbagai penyakit (selain penyakit busuk hati sebagai biangnya), dan hidup yang tak sehat merupakan bagian dari penderitaan tersen- diri. Apa artinya bergelimang makanan, harta, kedudukan, bila lahir batin kita tidak sehat. Disamping itu, orang yang mudah ma- rah (pemarah) dapat merusak iman. Sabda Rasulullah SAW.
οΤ∈⇔↓ΡΧΞ⇔↓Πℜη⎜°π∧◊°π⎜⎨↓ΠΤη⎜
∆Ζ®⇔↓
“Marah itu dapat merusak iman, seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu”(HR.Baihaqi).Hadirin.
Kalau kita membaca riwayat Nabi Muhammad SAW. ter- nyata sepanjang hidup beliau, hanya dua kali menderita sakit, pa- dahal beban masalah dan persoalan yang dipikul oleh beliau amatlah berat. Apa gerangan rahasianya? Ternyata rahasianya adalah selain keyakinan yang kokoh dan mendalam kepada Allah SWT. juga melakukan ibadah secara istiqamah, menjaga kebe- ningan hati serta menebarkan kasih sayang kepada orang lain, yang terwujud dalam bentuk suka membahagiakan orang lain, bernuka jernih, murah senyum, suka bertegur sapa dan sebagai- nya. Jika sifat kasih sayang yang dicontohkan Rasulullah SAW. ini dapat kita terapkan dalam aktivitas kehidupan kita, maka akan
128
akan tampak indah dan keindahannya tentu disukai oleh semua orang.
Orang yang ramah, murah senyum dan ringan tangan da- lam membantu orang lain, maka kebaikan akan terpancar dari dirinya, siapapun akan suka berdekatan dan berakrab-akrab de- ngannya. Orang akan merasakan manfaat darinya, sehingga semua orang menyukainya Biasanya bila seseorang sudah disukai orang lain, maka akan timbul komitmen untuk membela, melin- dungi bahkan rela berkorban demi orang yang ia sukai. Mungkin inilah yang disiratkan oleh baginda Rasulullah SAW. dalam sebuah hadits beliau :
κΦϖν∏
τ⋅ℑℵ⎛∏τ⇔∉ℜυ⎜™
®Ρπ⊂⎡∏
τ⇔Ππ⎜◊↓®Ρℜσ⇑
τπ≡ℵοΞϖ⇔™
ã↓
“Barangsiapa yang kepingin mempunyai umur panjang dan men- dapat rezeki yang mudah, maka hendaklah bertaqwa kepada Al- lah dan hendaklah ia senantiasa mengadakan sialturrahmi”.Muslimin Rahimakumullah.
Bersikap ramah ternyata tidak memerlukan banyak ener- gi. Modal untuk sebuah keramahan ternyata ringan dan enteng, misalnya kita cukup hanya melemparkan sebuah senyuman, dan orang lain akan simpatik dengan keramahan yang kita tampilkan. Sekali lagi hanya dengan sebuah senyuman, tidak lebih. Bukan- kah sedekah yang paling ringan adalah dengan tersenyum, karena ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik, namun dampaknya
sangat besar. Orang yang tadinya uring-uringan karena ditimpa masalah yang mendadak, bisa berubah menjadi riang gembira lantaran senyuman kita. Ya, tentu saja senyuman yang ramah serta tulus. Bukan senyuman sinis, atau senyuman mengejek.
Sifat keramahan juga dapat kita tunjukkan lewat ucapan salam. Ketika beremu dengan sesama muslim, ucapkanlah salam, walaupun singkat, “assalaamu’alaikum”. Itu akan lebih baik ke- timbang kita berlalu begitu saja ketika berpapasan dengan teman atau sahabat kita.
Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia.
Berbuat ramah tamah, walaupun kelihatan ringan, namun ternyata ia membutuhkan waktu untuk membiasakannya. Kendati demikian, sepanjang kita ada keinginan untuk berbuat ramah ke- pada semua orang dan kita selalu berusaha untuk mencobanya dan terus mencobanya, maka kebiasaan baik ini akan selalu terulang yang pada gilirannya nanti menjadilah ia suatu kebiasaan yang baik dan bahkan ia merupakan suatu kebutuhan bagi hidup kita, sehingga tercetuslah suatu prinsip yang terhunjam dalam hati sanubari kita, “Jika hari ini aku tidak berbuat baik (ramah) kepada orang lain, maka apalah artinya hidupku hari ini”.
Berbeda dengan sikap sombong, ketus dan sinis. Energi yang kita keluarkan tidak akan sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan dari orang lain. Kebencian orang lain pada kita akan membuat diri kita tersiksa dan menderita, sehingga lambat laun senergi kitapun terkuras hanya untuk memikirkan ketidaksu- kaan orang kepada kita. Oleh karenanya, marilah kita semua bersikap ramah kepada orang lain, dan janganlah bersikap yang sebaliknya, karena ramah tamah adalah suatu keindahan yang
130
mempesona dan dapat memberikan kedamaian kepada diri .kita sendiri, juga kepada orang lain. Semoga Allah membimbing kita semua ke jalan yang diridhai-Nya. Amin Allahumma amin .
θϖ÷Ρ⇔↓◊°χϖς⇔↓σ⇑ã°±↵υ⊂♣
θϖ≡Ρ⇔↓σπ≡Ρ⇔↓ã↓θΤ±
°⇑ζℜζϖ⋅⎨♠°πϖ∂♦×⎨™↓υ®⇔°©ϖ∏◊υ∈πΤ⎜⎨
θϖφ∈⇔↓◊∞Ρϕ⇔↓⎛∏θλ⇔™⎡⇔ã↓∨ℵ°±
θϖλΛ⇔↓Ρ∧Θ⇔↓™
∝°⎜⎢↓σ⇑
τϖ∏°π±θ∧°⎜↓™⎡ρ∈η⇓™
θϖν∈⇔↓∉ϖπΤ⇔↓υ〈τ⇓↓
τ×™ζ×θλρ⇑™⎡ρ⇑οΧϕ×™
θλ⎜Π⇔↓υ⇔™
⎝Π⇔↓υ⇔™
θλ⇔™⎡⇔ã↓Ρη®Φℜ↓™
®™Ρη®Φℜ°∏
∝°πνΤπ⇔↓™
σϖπνΤπ⇔↓Ρ←°Τ⇔™
σϖΧ←°Φ⇔↓≥°ϑ⇓°⎜™
σ⎜Ρη®ΦΤπ⇔↓ℑυ∏°ϖ∏
131Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
¾vc¸´«\´§\¯¼ [x¸«\³[v·Âx«[ãv°o«[
µ¯¼ ¹«−Œ¯ØŸã[v¸Ãµ¯ ã[\³[v·²[ß½«
ã[×[¹«[ß²[v¸ƒ[ ¹«¾u\·ØŸ¹¬¬ŒÃ
¶v_—[v°o¯²[v¸ƒ[¼ ¹«©Ãzƒ×¶vn¼
Ŭ—¦y\^¼°¬~¼−‡°¸¬«[ ¹«½~y¼
\³vÀ~ °À•˜«[ª½~y¼ °Ãz¨«[Á_´«[[x·
¹^\o‡[¼¹«[Ŭ—¼v°o¯\³×½¯¼\³
²½°¬°«[\¸Ã[ÔÄŸ v˜^\¯[ µÄ˜°j[
¹c—\¼ ã[½¤c^Á\Ã[¼ °¨À‡¼[
²½o¬ b°¨¬˜«
132Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah.
lhamdulillah, pada siang ini kembali kita diperke- nankan oleh Allah SWT. untuk bisa berkumpul di tempat yang mulia dan terhormat ini, dalam rangka kita bersama-sama menunaikan titah perintah Allah, me- laksanakan serangkaian ibadah Jum’at, dengan satu harapan, kiranya ibadah yang kita laksanakan ini, merupakan ibadah yang diterima oleh Allah SWT. sebagai salah satu perwujudan peng- abdian kita kepada-Nya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Menjelang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. yang dikenal dengan tahun gajah, karena ketika itu bertepatan dengan datangnya segerombolan tentara bergajah, yang dipimpin oleh Abrahah, dengan maksud ingin menghancurkan Ka’bah. Maka sebelum peristiwa ini terjadi, datanglah Abdul Muthallib meng- hadap Abrahah, dengan maksud ingin mengambil kembali se- jumlah unta miliknya, yang telah dirampas oleh tentara bergajah, sehingga terjadilah dialog antara keduanya. “Apa maksud anda datang ke mari ya Tuan Abdul Muthallib?”, tanya Abrahah.
“Saya datang ke mari hanya untuk mengambil unta saya yang telah dirampas oleh pasukan tuan”, jawab Abdul Muthallib te- gas. “Lalu bagaimana dengan rumah ini (ka’bah)?. Bukankah anda yang bertugas memelihara rumah tersebut?. Apakah anda tidak berusaha mempertahankan rumah tersebut, manakala nanti pasukanku menghancurkannya?”, tanya Abrahah pula. Dengan tenang Abdul Muthallib menjawab, “Soal rumah ini, sama sekali aku tidak mengkhawatirkannya. Aku hanya bertugas memelihara, bukan melindungi. Sebab yang melindungi hanyalah Allah SWT. sebab Dialah pemilik tunggal rumah tersebut. Saya yakin Dia
133
A
1 6
pasti mampu melindungi kepunyaan-Nya sendiri”. Apa kata Abrahah selanjutnya. Dengan nada sombong dan angkuh dia berkata, “Allah sendiripun tidak akan mampu menggagalkan keinginanku untuk menghancurkan rumah ini!”. “Itu terserah tuan. Silakan kalau memang tuan mampu”, kata Abdul Muthallib pula.
Setelah percakapan itu selesai, Abdul Muthallib pun pu- lang dengan membawa kembali sejumlah unta miliknya. Sesam- pai di Mekkah, Abdul Muthallib segera memberi kabar kepada segenap penduduk, tentang pembicaraannya dengan Abrahah, dan ia menyarankan agar semua penduduk segera meninggalkan kota Mekkah dan bersembunyi ke lereng-lereng gunung, ke pun- cak-puncak bukit atau kedalam goa, agar terhindar dari amukan tentara bergajah. Setelah itu, dengan diiringi oleh beberapa pemuka Quraisy, iapun segera mendekat ke pintu ka’bah, seraya berdoa :
°¸´¯™´¯\Ÿ]y\à ¦[½~°¸«½jy[×]y\Ã
°¸˜´¯[¦[y\—µ¯dÀ_«[¼v—²[ ¦\°n
ã[Ôà ¦[z£[½^zsò[
“Ya Tuhanku, tidak ada yang aku harapkan selain Engkau. Ya Tuhanku, tahanlah mereka dengan benteng Engkau. Sesung- guhnya siapa yang memusuhi rumah ini, berarti memusuhi Eng- kau. Mereka pasti tidak akan mampu menaklukkan kekuatan-Mu, ya Allah”.Apa yang terjadi kaum Muslimin sekalian. Ternyata 134
doa Abdul Muthallib dan beberapa pemuka Quraisy ini mendapat sambutan oleh Allah SWT. sehingga maksud Abrahah dengan se- genap tentara bergajahnya untuk menghancurkan ka’bah, hancur berantakan dan gagal total, bahkan seluruh pasukan menjadi bi- nasa dengan keadaan yang sangat mengerikan, hancur berkeping- keping bak daun kering terinjak kaki.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Begitulah Allah menimpakan balasan yang setimpal ter- hadap manusia yang sombong dan angkuh, yang telah mengang-