BAB II KAJIAN PUSTAKA
2. Hakikat belajar dan hasil belajar
2.1. Pengertian belajar dan pembelajaran
Menurut Morgan dan kawan-kawan dalam Baharuddin dan Wahyuni (2010:14) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman-pengalaman. Menurut Woolfolk dalam Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2010: 14) menyatakan bahwa “ learning occurs when experience causes a relatively permanent change in an individual’s knowledge or behavior “. Disengaja atau tidak, perubahan yang terjadi melalui proses belajar ini bisa saja ke arah yang lebih baik atau malah sebaliknya, ke arah yang salah. Yang jelas, kualitas belajar seseorang ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperolehnya saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Menurut Baharuddin dan Wahyuni (2010:15) bahwa ciri-ciri belajar adalah:
belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior). Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil;
perubahan perilaku relative permanent. Ini berarti, bahwa perubahan tingkah laku yang terjadi karena belajar untuk waktu tertentu akan tetap atau tidak berubah-ubah;
perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial;
perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman;
pengalaman atau latihan itu dapat member penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.
Menurut UU No. 20/2003, Bab I Pasal 1 Ayat 20 pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam pengertian lain, pembelajaran (instruction) adalah suatu usaha untuk membuat peserta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik (Warsita, 2008: 85). Sehingga dari beberapa pengertian pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah adalah usaha sadar dari guru untuk membuat peserta didik belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri peserta didik yang belajar, dimana perubahan itu dengan didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha. Dari pengertian tersebut terlihat bahwa ada beberapa hal yang mempengaruhi kualitas pembelajaran.
2.1.1 Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Pada Tema
Berbagai Pekerjaan Subtema Barang dan Jasa
Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan
pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari
beberapa mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Tujuan dari
adanya tema ini bukan hanya untuk menguasai konsep-konsep
dalam suatu mata pelajaran akan tetapi juga keterkaitannya
dengan konsep dari mata pelajaran lain. Sehingga setelah
mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan tema
tersebut anak akan menguasai kompetensi dari masing-masing
mata pelajaran yang diintegrasikan. Pembelajaran tematik juga
dapat diartikan sebagai pola pembelajaran mengintegrasikan
pengetahuan, keterampilan, kemahiran, nilai dan sikap
pembelajaran dengan menggunakan tema. Berikut ruang lingkup
pembelajaran tematik pada tema berbagai pekerjaan yang terdiri
atas 3 subtema yaitu:
2.1.1.1Sub Tema 1 Jenis-jenis Pekerjaan
2.1.1.1.1 Pembelajaran 1
Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dengan tempat tinggal, menjelaskan ciri-ciri dataran tinggi dan dataran rendah, serta menjelaskan proses pembuatan teh.
2.1.1.1.2 Pembelajaran 2
Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dan barang yang dihasilkan, eksplorasi mengukur luas permukaan benda dan menggunakan alat ukur tidak baku, membaca serta menemukan unsur cerita dari teks petualangan si Semut dan Belalang, serta menjelaskan kewajiban bekerja dalam masyarakat. 2.1.1.1.3 Pembelajaran 3
Melakukan olahraga permainan bulutangkis, mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dalam teks wawancara, serta eksplorasi mengukur luas dan keliling persegi panjang.
2.1.1.1.4 Pembelajaran 4
Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dengan barang yang dihasilkan, menjawab pertanyaan teks bacaan, serta menggambar alam.
2.1.1.1.5 Pembelajaran 5
Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dengan barang atau jasa yang dihasilkan, membedakan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung.
2.1.1.1.6 Pembelajaran 6
2.1.1.2Sub Tema 2 Barang dan Jasa
2.1.1.2.1 Pembelajaran 1
Menjelaskan jenis pekerjaan, hasil kerja, dan sumber daya yang digunakan, menjelaskan jenis teknologi, serta mengaplikasikan jenis teknologi sederhana.
2.1.1.2.2 Pembelajaran 2
Eksplorasi luas dan keliling segitiga, menjelaskan teknologi pengolahan pembuatan pensil, serta menjelaskan peristiwa alam.
2.1.1.2.3 Pembelajaran 3
Latihan kelenturan, menjelaskan peristiwa alam banjir, serta berkreasi dengan barang dan jasa. 2.1.1.2.4 Pembelajaran 4
Pemanfaatan teknologi modern, isi wawancara, , mengaplikasikan kalimat langsung tidak langsung, serta menghitung luas dan keliling segitiga.
2.1.1.2.5 Pembelajaran 5
Menjelaskan teknologi pengolahan air minum, mengidentifikasi pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan air, membaca cerita, refleksi sikap, serta membuat poster.
2.1.1.2.6 Pembelajaran 6
Membuat karangan dan evaluasi. 2.1.1.3Sub Tema 3 Pekerjaan Orang Tuaku
2.1.1.3.1 Pembelajaran 1
Menjelaskan perkembangan teknologi, memahami dampak penggunaan pupuk, bereksplorasi tentang luas bangun gabungan, serta mendesain pertanyaan untuk wawancara.
2.1.1.3.2 Pembelajaran 2
Menjelaskan perkembangan teknologi, menganalisis kegiatan ekonomi, aplikasi luas bangun datar, menjelaskan dampak penggunaan pukat harimau dan bahan peledak, serta menceritakan pekerjaan orang tua.
2.1.1.3.3 Pembelajaran 3
Mengaplikasikan permainan kasti, menjelaskan pengolahan sampah, serta berkreasi dengan bahan bekas.
2.1.1.3.4 Pembelajaran 4
Menganalisis kegiatan ekonomi, memprediksi kerusakan hutan, mengaplikasi konsep luas bangun datar, serta berkreasi membuat kursi impian.
2.1.1.3.5 Pembelajaran 5
Membaca teks tentang industri tekstil, menganalisa kegiatan ekonomi, serta berkreasi dengan pola geometri.
2.1.1.3.6 Pembelajaran 6
Membaca teks cita-cita, menulis teks cita-cita diri, berkreasi dengan kolase, serta evaluasi.
2.1.2 Pemanfaatan Media Film Proyector dalam Pembelajaran Tematik
Agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik, maka hendaknya guru memberikan materi pelajaran tematik secara bervariasi, dapat menggunakan media/alat peraga sebagai alat bantu dalam mengajar serta menggunakan metode yang tepat.
Penggunaan media dalam proses pembelajaran cukup penting. Hal ini dapat membantu para peserta didik dalam mengembangkan imajinasi dan daya pikir serta kreatifitasnya. Informasi yang disampaikan guru akan diterima langsung oleh peserta didik melalui sel saraf dan dibawa ke otak. Dari situlah peserta didik mulai bergerak dengan cara menanyakan sesuatu yang dipahami, sehingga proses komunikasi dalam pembelajaran mulai efektif.
Sudjana, d.k.k. (Adri, 2008) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik yaitu:
1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2) Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.
3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
4) Peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati dan lain-lain.
Penggunaan media Audio-Visual (Film Projector) dalam kegiatan belajar mengajar melibatkan indera pendengaran dan penglihatan. Menurut Arsyad (2009:30) pengajaran melalui Audio-Visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pendengaran dan pandangan serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa.
Sadiman, d.k.k. (2009:11) mengemukakan :
proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media, dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, peserta didik, orang lain ataupun penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah peserta didik atau juga guru.
Dari uraian dan pendapat beberapa para ahli, dapat disimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media Audio-Visual dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: 1)
media Audio-Visual dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar, 2) media Audio-Visual dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungannya, dan kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Pemahaman yang dipakai melalui Audio-Visual merupakan cara yang tepat digunakan di kelas, karena penggunaannya media ini memecahkan aspek verbalisme pada diri peserta didik. Contohnya pada awal pembelajaran, peserta didik diterangkan mengenai berbagai jenis pekerjaan, setelah itu guru memperlihatkan gambar pekerjaan yang menghasilkan barang dan jasa, pemanfaatan teknologi sederhana dan modern dalam pekerjaan. Selanjutnya akan dipertontonkan film mengenai materi tersebut dan akhirnya peserta didik menjadi paham.
Dalam hubungan dengan pembelajaran tematik, media Audio-Visual sangat bermanfaat dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik utamanya dalam pembelajaran tematik tema berbagai pekerjaan khususnya subtema barang dan jasa kelas IV di sekolah dasar, Adapun manfaat media Audio-Visual dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar yaitu:
1) Dapat memperjelas penyampaian pesan kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat melihat dan mendengarnya secara langsung.
2) Dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sehingga peserta didik tertarik untuk menyimak, mengamati, mendengarkan dan melakukan apa yang didengarkan dan ditampilkan guru dalam bentuk film, sehingga sedikit demi sedikit dapat membangun dan meningkatkan minat dan aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik yang berimplikasi pada meningkatnya hasil belajar pada tema berbagai pekerjaan.