• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MEDIA FILM PROYEKTOR UNTUK ME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGGUNAAN MEDIA FILM PROYEKTOR UNTUK ME"

Copied!
218
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Laporan PTK dengan judul Penggunaan Media Film Proyektor untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sub Tema Barang dan Jasa Peserta Didik Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar atas:

Nama : Rafiuddin, S. Pd.

NP : 201325328

Jurusan/Prodi : PGSD

Asal Universitas S1 : Universitas Muhammadiyah Makassar LPTK : Universitas Negeri Makassar

Setelah diperiksa dan diteliti, naskah laporan PTK ini telah memenuhi syarat untuk dikumpul.

(3)

iii

Pendidikan adalah warisan yang paling berharga dalam hidup untuk membahagiakan keluarga serta orang-orang di sekitar kita.

Hak anda untuk bermimpi, tapi kewajiban anda adalah mewujudkannya!

Kesuksesan dimulai dari langkah pertama dari usaha anda hari ini, maka jangan pernah anda ragu untuk melangkah dan terus melangkah.

Rintangan dan tantangan dalam hidup tidak dapat ditaklukkan hanya dengan kekuatan tetapi butuh keyakinan.

Ubahlah dunia dengan tanganmu sendiri, bukan melalui tangan orang lain!

Orang cerdas adalah orang yang menggunakan waktu secara kualitas bukan kuantitas

Kuperuntukkan karya ini kepada Orang tuaku tercinta

Saudara-saudaraku tersayang Sekaligus penghargaan

(4)

iv Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Rafiuddin, S.Pd.

NP : 201325328

Jurusan/Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Judul PTK : Penggunaan Media Film Proyector untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Subtema Barang dan Jasa Peserta Didik Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa laporan PTK yang saya tulis ini benar merupakan hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa laporan PTK ini hasil jiplakan, maka saya besedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Makassar, 1 Desember 2015

(5)

v

Belajar Subtema Barang dan Jasa Peserta Didik Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar. Laporan PTK ini Dibimbing oleh dosen pembimbing Dra. Hj. Amrah, M.Pd dan Drs. Lutfi B., M.Kes. pada Program Pendidikan Profesi Guru Sekolah Dasar (PPG SD), Fakultas Ilmu Pendidikan. LPTK Universitas Negeri Makassar.

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar pada subtema barang dan jasa yang disebabkan oleh faktor guru dan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Sub Tema Barang dan Jasa Peserta Didik Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian dalam tindakan ini adalah penelitian tindakan kelas yaitu merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja ditimbulkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama dan dilaksanakan berdasarkan tahapan-tahapan PTK (perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi). Data penelitian ini adalah data hasil belajar peserta didik tentang materi pada subtema barang dan jasa. Data diperoleh melalui, tes, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada peningkatan yang berarti, baik pada proses pembelajaran maupun evaluasi yang diberikan pada akhir setiap tindakan. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada hasil evaluasi setiap siklus yaitu 62,5% pada siklus I menjadi 97,5% pada siklus II memperoleh predikat B+. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan menggunakan Media Film Proyektor maka Hasil Belajar Subtema Barang dan Jasa Peserta Didik Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar Meningkat.

(6)

vi

Media Film Proyektor untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sub Tema Barang dan Jasa Peseta Didik Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar dapat diselesaikan

dengan baik.

Peneliti menyadari bahwa laporan PTK ini tidak mungkin terwujud tanpa

bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak oleh karena itu peneliti menyampaikan

ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada ibunda Hatijah yang selalu

mendoakan ananda serta memberikan semangat untuk terus belajar, kepada Dra. Hj.

Amrah, M. Pd. dan Reni Astuty Latif, S. Pd. selaku dosen pembimbing dan guru

pamong peneliti yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan

arahan, bimbingan dan saran-saran yang tidak bosan-bosannya mulai dari

perencanaan sampai penulisanan laporan PTK ini. Selanjutnya ucapan terima kasih

kami sampaikan pula kepada :

1. Rektor Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. H. Arismunandar, M. Pd.

2. Direktur P3G LPTK UNM Drs. H. Abdullah Pandang, M. Pd.

3. Koordinator PPG UNM dan Ketua penyelangggara PPG PGSD UNM

4. Kepala UPT-PPL UNM Dr. H. M. Ali Latief, M. Pd.

5. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Dr. Abdullah Sinring, M. Pd.

6. Kepala Sekolah SD Inpres Hartaco Indah Makassar Dra. Hj. Salmawati, M. Pd.

7. Rekan–rekan Mahasiswa PPG PGSD UNM Pratikan Pengalaman Lapangan di

SD Inpres Hartaco Indah Makassar.

8. Siswa–siswi SD Inpres Hartaco Indah Makassar.

9. Semua pihak yang telah membantu kegiatan ini yang tidak dapat disebutkan satu

(7)

vii bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Makassar, 1 Desember 2015

(8)

viii

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

MOTTO ... iii

PERNYATAAN KEASLIAN PTK ... iv

ABSTRAK ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Hasil Penelitian ... 6

BAB II KAJIAN PUSTAKA A.Kerangka Teori……… 7

1. Hakikat media pembelajaran……… .. 7

1.1. Pengertian media pembelajaran……….. .... 7

1.2. Jenis-jenis media pembelajaran……….. .... 9

1.3. Prinsip pemilihan media pembelajaran……… ... 13

1.4. Media film projector dalam pembelajaran……….. 15

2. Hakikat belajar dan hasil belajar……… 18

2.1. Pengertian belajar dan pembelajaran……… ... 18

2.2. Hasil belajar ……… ... 27

B.Kajian Empiris………... 28

C.Kerangka Pikir……….... 30

D.Hipotesis Tindakan………. ... 30

BAB III METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian……… ... 31

B.Subjek Penelitian………. ... 31

C.Faktor yang Diselidiki………. ... 31

D.Prosedur Penelitian……….. ... 32

E. Data Penelitian……… ... 33

(9)

ix

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A.Paparan Data Proses dan Hasil Penelitian Siklus I, II ... 37

1. Data proses dan hasil pra penelitian ... 37

2. Data proses dan hasil siklus I ... 39

3. Data proses dan hasil siklus II ... 46

B.Pembahasan Hasil Penelitian ... 54

BAB V PENUTUP A.Kesimpulan... . 60

B.Saran ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 64

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Rahmat Tuhan yang Maha Esa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan bahwa Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk memajukan bangsa, dan kebudayaan nasional dengan mengembangkan semua aspek kepribadian manusia yang mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menunjang pembangunan pada masa yang akan datang. Sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas pendidikan dilaksanakan secara formal pada jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, dimana pemerintah menjamin pelaksanaan pendidikan tersebut melalui Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa:

(11)

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktifmengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Namun dalam pelaksanaannya, pendidikan selalu menghadapi berbagai permasalahan. Salah satunya adalah masalah mutu pendidikan. Masalah mutu pendidikan berkaitan dengan proses pengelolaan pembelajaran yang belum maksimal, sehingga belum dapat menciptakan proses belajar dan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Bukanlah hal yang mudah untuk mewujudkan hal tersebut, karena guru harus memperhatikan komponen-komponen pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional salah satunya ialah pengembangan media dalam pembelajaran tematik berdasarkan kurikulum 2013.

(12)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikan. Oleh karena itu, agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan IPTEK tersebut perlu adanya penyesuaian-penyesuaian, terutama sekali yang berkaitan dengan faktor-faktor pengajaran di sekolah. Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran yang perlu dikuasai oleh guru maupun calon guru khususnya media elektronika dalam proses belajar mengajar, sehingga dalam menyampaikan pesan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, berdaya guna, dan berhasil guna sehingga mampu meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendapat Asnawir dan Usman (2002:11) yang mengemukakan bahwa media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (peserta didik) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.

(13)

media bukan lagi dipandang sekedar alat bantu tetapi merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan dan pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti tanggal 24 Oktober pada nilai ulangan harian subtema jenis-jenis pekerjaan pada tema berbagai pekerjaan tanpa menggunakan media kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh peserta didik belum maksimal karena sebagian besar peserta didik memperoleh nilai hasil belajar kurang dari 3,00 – 3,33 dari nilai acuan minimal yang ditetapkan oleh sekolah yang setara dengan predikat B+.

Salah satu upaya yang disepakati dalam mengatasi masalah di atas adalah dengan pemanfaatan media Audio-Visual (Film Projector) sebagai media pembelajaran, sehingga peserta didik tertarik dalam pembelajaran tema berbagai pekerjaan khususnya subtema barang dan jasa. Melalui penggunaan media Audio-Visual (Film Projector) dalam pembelajaran tematik pada subtema barang dan jasa kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, sebagaimana karakteristik peserta didik sekolah dasar (Slameto, 2003:81) sangat tertarik terhadap sesuatu hal yang diamati, didengar dan dialaminya secara langsung, karena dapat menimbulkan kesan bermakna dalam diri individu peserta didik.

(14)

merupakan cara yang tepat digunakan di kelas, karena penggunaan media ini memecahkan aspek verbalisme pada diri peserta didik. Contohnya pada awal pembelajaran, peserta didik diterangkan mengenai pekerjaan yang menghasilkan barang, setelah itu guru memperlihatkan gambar pekerjaan yang menyediakan jasa, dan lainnya. Selanjutnya akan dipertontonkan film mengenai materi tersebut sehingga peserta didik menjadi paham.

Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti bersama guru melalui persetujuan kepala sekolah dan atas rahmat dan perlindungan Allah Azza wa Jalla bermaksud melakukan tindakan perbaikan pembelajaran melalui

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Penggunaan Media Film Proyektor untuk Meningkatkan Hasil Pembelajaran Subtema Barang dan Jasa

Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar”. B. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah

1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dapat dirumusakan permasalahan sebagai berikut: Bagaimanakah penggunaan media film proyektor untuk meningkatkan hasil belajar subtema barang dan jasa

peserta didik pada Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar? 2. Pemecahan Masalah

(15)

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penggunaan media film proyektor untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tema berbagai pekerjaan peserta didik pada Kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penelitia ini yaitu:

Bagi Peserta didik Bagi peserta didik hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik minimal memperoleh nilai acuan minimal yang ditetapkan sekolah yaitu 3,00-3,33 dengan predikat B+.

Bagi Guru Bagi guru hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi tentang penggunaan media pembelajaran Film proyektor dalam pembelajaran khusunya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Bagi Sekolah Bagi sekolah hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai media pembelajaran yang efektif digunakan dalam rangka meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga dapat dijadikan contoh/acuan bagi guru-guru SD khususnya guru-guru SD Inpres Hartaco Indah Makassar atau sekolah lain yang memerlukannya.

Bagi Pengembangan Ilmu

(16)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kerangka Teori

1. Hakikat Media Pembelajaran

1.1Pengertian Media Pembelajaran

Secara umum media pembelajaran dalam pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk berpikir . Media pembelajaran ialah segala sesuatu yang digunakan dalam proses komunikasi sebagai proses penyaluran informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi dalam proses pembelajaran. (http://forum.upi.edu/index. php/topic,15693.msg49766.html#msg49766)

Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pembelajaran diantaranya yaitu:

1. AECT mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Gagne mengartikan sebagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan itu, Briggs mengartikan sebagai alat untuk memberikan perangsangan bagi peserta didik agar terjadi proses pembelajaran. (Aristo Rahadi, 2003:9-10)

2. Heinich, dkk. (dalam Arsyad Azhar, 2011:4) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah perantara yang mengantar/membawa

(17)

pesan-pesan atau informasi yang bertujuan intruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran.

3. Gagne dan Briggs (dalam Arsyad Azhar, 2011:4) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, gambar bingkai (slide), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.

4. Menurut Latuheru menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan peserta didik dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. (http://forum.upi.edu/index.php/topic,15693. msg49766.html#msg49766).

(18)

Berdasarkan pengertian-pengertian yang telah dikemukakan diatas, maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian peserta didik sehingga proses interaksi komunikasi edukasi antara guru (atau pembuat media) dan peserta didik dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. (http://forum.upi. edu/index.php/topic,15693.msg49766.html#msg49766).

1.2Jenis-jenis Media Pembelajaran

Bagian ini akan menguraikan mengenai macam-macam media yang umumnya didengar dan dilihat oleh masyarakat. Media-media tersebut meliputi:

1) Media Audio

Media audio merupakan alat bantu yang digunakan dengan hanya bisa mendengar saja. Jenis media audio dapat dikelompokkan antara lain :

a) Radio

Radio ialah alat elektronik untuk mendengar berita secara aktual, mengetahui informasi serta peristiwa-peristiwa penting dan baru.

b) Alat Perekam Pita Magnetik

(19)

yang telah terekam dimaksudkan untuk merangsang perasaan, perhatian dan kemauan sebagai upaya mendukung terjadinya proses belajar.

c) Laboratorium Bahasa

Alat ini digunakan untuk melatih peserta didik mendengarkan dan berbicara dengan bahasa asing. Penggunaan alat ini yaitu, peserta didik duduk sendiri-sendiri pada bilik yang dilengkapi dengan headphone. Setiap peserta didik berbeda-beda dalam menangkap materi pelajaran. Ada yang menggunakan musik, suasana yang ramai dan sepi.

2) Media Visual atau Grafis

Media ini digunakan dalam proses pembelajaran hanya melibatkan indra penglihatan. Media visual mempunyai jenis yang bermacam-macam, diantaranya:

a) Bagan

(20)

b) Grafik

Grafik merupakan gambar sederhana yang penggunaannya mengandung sejumlah ide, objek, simbol dan keterangan-keterangan serta memiliki fungsi untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, sesuai dengan objek yang diamati. c) Karikatur dan Kartun

Karikatur dan kartun merupakan garis yang dicoret dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting, bedanya dengan poster, karikatur kadang-kadang lebih menggigit dan kritis. (Asnawir dan Usman, 2002:47).

d) Poster

Poster merupakan gabungan antar gambar dan tulisan untuk menarik masyarakat agar berminat terhadap poster tersebut. Pesan yang disampaikan melalui gambar dan tulisan hendaknya dibuat dekoratif dan kalimat yang menarik serta singkat dan jelas.

e) Diagram

Diagram merupakan susunan garis-garis yang saling berhubungan. Berfungsi untuk memperjelas hubungan yang ada antar komponen yang terkait atau sifat-sifat proses yang ada di dalamnya.

(21)

penggunaannya memerlukan aliran listrik. Adapun jenis dari media visual dua dimensi antara lain:

f) Overhead Proyektor (OHP)

Media ini alat untuk memproyeksikan obyek menggunakan bahan transparan. Alat ini dirancang sedemikian rupa sehingga dalam memproyeksikan dapat melewati atas kepala. Menurut Sudarwan Danim (Arsyad, 2009:22) penggunaan transparan tidak jauh berbeda dengan penggunaan papan tulis, perbedaannya jika papan tulis membutuhkan waktu yang cukup lama dan mesti menggambar terlebih dahulu.

g) Film Bingkai

Film Bingkai adalah media komunikasi yang menggunakan satu seri gambar diam dalam film positif yang disajikan dengan memproyeksikan satu persatu secara berurutan dengan pesan-pesan audio melalui rekaman pada pita suatu atau kaset.

3) Media Audio-Visual

Penggunaan media audio visual dalam kegiatan belajar mengajar melibatkan indera pendengaran dan penglihatan. Adapun beberapa jenis Audio-Visual, yaitu:

a) Televisi

(22)

b) Video

Video merupakan suatu alat yang dihubungkan dengan televisi. Cara kerja alat ini yaitu dengan memasukan Compack Disk (CD) ke dalam Video Compack Disk (VCD).

c) Film Projector

Film Projector adalah salah satu jenis media Audio-Visual yang biasanya ditampilkan melalui bantuan komputer dan media proyeksi seperti LCD yang berfungsi untuk menampilkan film pada layar serta Speaker (Sound System) sebagai pelempar suara (audio).

1.3Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran

Sanjaya (2008:224) mengemukakan beberapa prinsip dalam pemilihan media pembelajaran, diantaranya :

1) Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Apakah tujuan tersebut bersifat kognitif, afektif, dan psikomotor. Perlu dipahami tidak ada satupun media yang dapat dipakai cocok untuk semua tujuan.

2) Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas. Artinya pemilihan media tertentu bukan didasarkan kepada kesenangan guru atau sekedar selingan dan hiburan, melainkan harus menjadi bagian integral dalam keseluruhan proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran peserta didik.

3) Pemilihan media harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Ada media yang cocok untuk sekelompok peserta didik, namun tidak cocok untuk peserta didik yang lain.

(23)

5) Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas, dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.

Selain pertimbangan di atas, untuk memilih media dapat menggunakan pola seperti yang dikemukakan Sanjaya (2008:224) yaitu ACTION, yang merupakan akronim dari acces, cost, technology, interactivity, organization, dan novelty.

1) Acces

Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah media yang kita perlukan itu tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Misalnya kita akan menggunakan media internet, perlu diperhatikan terlebih dahulu apakah ada saluran untuk koneksi internet?

2) Cost

Biaya juga harus dipertimbangkan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita. Media canggih biasanya mahal. Namun, mahalnya biaya itu harus kita hitung dengan aspek manfaatnya. Semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun.

3) Technology

(24)

audio visual di kelas. Perlu kita pertimbangkan, apakah ada jaringan listrik, apakah voltase listriknya memadai?

4) Interactivity

Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivisme. Setiap kegiatan pembelajaran yang di kembangkan tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut.

5) Organization

Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Misalnya, apakah pimpinan sekolah mendukung? Bagaimana pengorganisasiannya?

6) Novelty

Kebaruan media yang dipilih juga harus menjadi pertimbangan. Media yang lebih baru biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi peserta didik.

1.4Media Film Proyector dalam Pembelajaran

Latuheru (2003:12) mengartikan Media Audio-Visual adalah

(25)

mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan yang kedua. Dari beberapa jenis media Audio-Visual yang telah disebutkan di atas maka yang akan menjadi fokus pembahasan dan sekaligus menjadi objek kajian dalam skripsi ini yaitu media pembelajaran Audio-Visual (Film Projector).

Telah dikemukakan di atas bahwa Film Projector adalah salah satu jenis media Audio-Visual yang biasanya ditampilkan melalui bantuan komputer dan media proyeksi seperti LCD yang berfungsi untuk menampilkan film (Visual) pada layar serta Speaker (Sound System) sebagai pelempar suara (Audio).

Tidak ada satupun media yang paling unggul untuk semua tujuan pembelajaran (Degeng, 1997:24), pendapat ini memberikan gambaran kepada kita bahwa memang tidak ada satupun media pembelajaran yang dapat kita katakan lebih unggul dari media yang lain. Semua media pembelajaran pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitupun Film Projector sebagai salah bagian dari media pembelajaran juga memiliki beberapa kelebihan-kelebihan dan kekurangan-kekurangan.

Kelebihan Film Projector sebagai media pembelajaran menurut Nasution (2008:104), antara lain :

a) Film sangat baik menjelaskan suatu proses, bila perlu dengan menggunakan “slow motion”.

b) Tiap peserta didik dapat belajar sesuatu dari film, yang pandai maupun yang kurang pandai.

(26)

d) Film dapat membawa anak dari Negara yang satu ke Negara yang lain dari masa yang satu ke masa yang lain.

e) Film dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan.

Sadiman, d.k.k. (2009:68) mengemukakan bahwa sebagai suatu media, film memiliki keunggulan-keunggulan seperti berikut ini:

a) Film merupakan suatu denominator belajar yang umum. Baik anak yang cerdas maupun lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama.

b) Film sangat bagus untuk menerangkan proses.

c) Film dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali kejadian-kejadian sejarah yang lampau.

d) Film dapat mengembara dengan lincahnya dari satu Negara ke Negara yang lain, horizon menjadi amat lebar, dunia luar dapat dibawa masuk ke dalam kelas.

e) Film dapat menyajikan baik teori maupun praktik dari yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya.

f) Film dapat menggunakan teknik-teknik seperti warna, gerak lambat, animasi, dan sebagainya untuk menampilkan butir-butir tertentu.

g) Film memikat perhatian anak.

h) Film lebih realistis, dapat diulang-ulang, dihentikan dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Hal-hal yang abstrak menjadi jelas.

i) Film bisa mengatasi keterbatasan daya indera kita (penglihatan).

j) Film dapat memotivasi atau merangsang kegiatan anak.

(27)

2. Hakikat Belajar dan Hasil Belajar

2.1Pengertian Belajar dan Pembelajaran

Menurut Morgan dan kawan-kawan dalam Baharuddin dan Wahyuni (2010:14) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative tetap dan terjadi sebagai hasil latihan atau pengalaman-pengalaman. Menurut Woolfolk dalam Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni (2010: 14) menyatakan bahwa “ learning occurs when experience causes a relatively permanent change in an

individual’s knowledge or behavior “. Disengaja atau tidak, perubahan

yang terjadi melalui proses belajar ini bisa saja ke arah yang lebih baik atau malah sebaliknya, ke arah yang salah. Yang jelas, kualitas belajar seseorang ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperolehnya saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Menurut Baharuddin dan Wahyuni (2010:15) bahwa ciri-ciri belajar adalah:

belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku (change behavior). Ini berarti, bahwa hasil dari belajar hanya dapat diamati dari tingkah laku, yaitu adanya perubahan tingkah laku, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil;

(28)

perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar sedang berlangsung, perubahan perilaku tersebut bersifat potensial;

perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman;

pengalaman atau latihan itu dapat member penguatan. Sesuatu yang memperkuat itu akan memberikan semangat atau dorongan untuk mengubah tingkah laku.

(29)

2.1.1 Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Pada Tema

Berbagai Pekerjaan Subtema Barang dan Jasa

Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari

beberapa mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Tujuan dari

adanya tema ini bukan hanya untuk menguasai konsep-konsep

dalam suatu mata pelajaran akan tetapi juga keterkaitannya

dengan konsep dari mata pelajaran lain. Sehingga setelah

mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan tema

tersebut anak akan menguasai kompetensi dari masing-masing

mata pelajaran yang diintegrasikan. Pembelajaran tematik juga

dapat diartikan sebagai pola pembelajaran mengintegrasikan

pengetahuan, keterampilan, kemahiran, nilai dan sikap

pembelajaran dengan menggunakan tema. Berikut ruang lingkup

pembelajaran tematik pada tema berbagai pekerjaan yang terdiri

atas 3 subtema yaitu:

2.1.1.1Sub Tema 1 Jenis-jenis Pekerjaan 2.1.1.1.1 Pembelajaran 1

(30)

2.1.1.1.2 Pembelajaran 2

Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dan barang yang dihasilkan, eksplorasi mengukur luas permukaan benda dan menggunakan alat ukur tidak baku, membaca serta menemukan unsur cerita dari teks petualangan si Semut dan Belalang, serta menjelaskan kewajiban bekerja dalam masyarakat. 2.1.1.1.3 Pembelajaran 3

Melakukan olahraga permainan bulutangkis, mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dalam teks wawancara, serta eksplorasi mengukur luas dan keliling persegi panjang.

2.1.1.1.4 Pembelajaran 4

Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dengan barang yang dihasilkan, menjawab pertanyaan teks bacaan, serta menggambar alam.

2.1.1.1.5 Pembelajaran 5

Menjelaskan hubungan antara pekerjaan dengan barang atau jasa yang dihasilkan, membedakan cara penulisan kalimat langsung dan tak langsung.

2.1.1.1.6 Pembelajaran 6

(31)

2.1.1.2Sub Tema 2 Barang dan Jasa

2.1.1.2.1 Pembelajaran 1

Menjelaskan jenis pekerjaan, hasil kerja, dan sumber daya yang digunakan, menjelaskan jenis teknologi, serta mengaplikasikan jenis teknologi sederhana.

2.1.1.2.2 Pembelajaran 2

Eksplorasi luas dan keliling segitiga, menjelaskan teknologi pengolahan pembuatan pensil, serta menjelaskan peristiwa alam.

2.1.1.2.3 Pembelajaran 3

Latihan kelenturan, menjelaskan peristiwa alam banjir, serta berkreasi dengan barang dan jasa. 2.1.1.2.4 Pembelajaran 4

Pemanfaatan teknologi modern, isi wawancara, , mengaplikasikan kalimat langsung tidak langsung, serta menghitung luas dan keliling segitiga.

2.1.1.2.5 Pembelajaran 5

(32)

2.1.1.2.6 Pembelajaran 6

Membuat karangan dan evaluasi. 2.1.1.3Sub Tema 3 Pekerjaan Orang Tuaku 2.1.1.3.1 Pembelajaran 1

Menjelaskan perkembangan teknologi, memahami dampak penggunaan pupuk, bereksplorasi tentang luas bangun gabungan, serta mendesain pertanyaan untuk wawancara.

2.1.1.3.2 Pembelajaran 2

Menjelaskan perkembangan teknologi, menganalisis kegiatan ekonomi, aplikasi luas bangun datar, menjelaskan dampak penggunaan pukat harimau dan bahan peledak, serta menceritakan pekerjaan orang tua.

2.1.1.3.3 Pembelajaran 3

Mengaplikasikan permainan kasti, menjelaskan pengolahan sampah, serta berkreasi dengan bahan bekas.

2.1.1.3.4 Pembelajaran 4

(33)

2.1.1.3.5 Pembelajaran 5

Membaca teks tentang industri tekstil, menganalisa kegiatan ekonomi, serta berkreasi dengan pola geometri.

2.1.1.3.6 Pembelajaran 6

Membaca teks cita-cita, menulis teks cita-cita diri, berkreasi dengan kolase, serta evaluasi.

2.1.2 Pemanfaatan Media Film Proyector dalam Pembelajaran Tematik

Agar proses pembelajaran berlangsung dengan baik, maka hendaknya guru memberikan materi pelajaran tematik secara bervariasi, dapat menggunakan media/alat peraga sebagai alat bantu dalam mengajar serta menggunakan metode yang tepat.

Penggunaan media dalam proses pembelajaran cukup penting. Hal ini dapat membantu para peserta didik dalam mengembangkan imajinasi dan daya pikir serta kreatifitasnya. Informasi yang disampaikan guru akan diterima langsung oleh peserta didik melalui sel saraf dan dibawa ke otak. Dari situlah peserta didik mulai bergerak dengan cara menanyakan sesuatu yang dipahami, sehingga proses komunikasi dalam pembelajaran mulai efektif.

Sudjana, d.k.k. (Adri, 2008) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik yaitu:

(34)

2) Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkan menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.

3) Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

4) Peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati dan lain-lain.

Penggunaan media Audio-Visual (Film Projector) dalam kegiatan belajar mengajar melibatkan indera pendengaran dan penglihatan. Menurut Arsyad (2009:30) pengajaran melalui Audio-Visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pendengaran dan pandangan serta tidak seluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa.

Sadiman, d.k.k. (2009:11) mengemukakan :

proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media, dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, peserta didik, orang lain ataupun penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah peserta didik atau juga guru.

(35)

media Audio-Visual dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar, 2) media Audio-Visual dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dengan lingkungannya, dan kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

Pemahaman yang dipakai melalui Audio-Visual merupakan cara yang tepat digunakan di kelas, karena penggunaannya media ini memecahkan aspek verbalisme pada diri peserta didik. Contohnya pada awal pembelajaran, peserta didik diterangkan mengenai berbagai jenis pekerjaan, setelah itu guru memperlihatkan gambar pekerjaan yang menghasilkan barang dan jasa, pemanfaatan teknologi sederhana dan modern dalam pekerjaan. Selanjutnya akan dipertontonkan film mengenai materi tersebut dan akhirnya peserta didik menjadi paham.

(36)

1) Dapat memperjelas penyampaian pesan kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat melihat dan mendengarnya secara langsung.

2) Dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, sehingga peserta didik tertarik untuk menyimak, mengamati, mendengarkan dan melakukan apa yang didengarkan dan ditampilkan guru dalam bentuk film, sehingga sedikit demi sedikit dapat membangun dan meningkatkan minat dan aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran tematik yang berimplikasi pada meningkatnya hasil belajar pada tema berbagai pekerjaan.

2.2Hasil Belajar Peserta Didik Pada Tema Berbagai Pekerjaan Subtema Barang dan Jasa

Menurut Anni (2007: 5) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktifitas belajar. Oleh karena itu, hasil belajar dapat dilihat dari sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembelajar setelah mengalami proses belajar.

(37)

B. Kajian Empiris

Setelah melakukan tinjauan pustaka belum ada penelitian yang secara khusus meneliti tentang bagaimana media film projector dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV sekolah dasar pada subtema barang dan jasa.

Perbedaan yang sangat khusus antara peneliti sebelumnya dengan peneliti yang sekarang yaitu dari segi kurikulum, materi pelajaran, lokasi, dan sebagainya, tetapi ada beberapa skripsi yang mempunyai kemiripan dengan penulis salahsatunya ialah hasil penelitian yang ditulis oleh Alphian Sahruddin, 2010. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Peserta didik Kelas V melalui Pemanfaatan Media Audio-Visual (Film Projector) SD Negeri 6 Mojong Kab. Sidrap.

(38)

belajar IPA peserta didik Kelas V SD Negeri 6 Mojong Kab. Sidrap dan Untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui pemanfaatan media Audio-Visual (Film Projector) peserta didik Kelas V SD Negeri 6 Mojong Kab. Sidrap.

Sumber data dalam penelitian ini adalah personil penelitian yang terdiri dari peserta didik dan guru. Jenis data yang diperoleh adalah data data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari hasil tes belajar dan hasil observasi. Tindakan dalam penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus. Setiap siklus melalui empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Dari data yang telah diperoleh pada hasil evaluasi Siklus I, II, dan III dapat dilihat pada grafik berikut ini :

Dari grafik diatas diperoleh kesimpulan bahwa pemanfaatan media Audio-Visual (Film Projector) pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 6

Grafik 3.1. Hasil Belajar IPA Peserta didik pada Data Awal, Siklus I, Siklus II, Siklus III

(39)

Mojong Kabupaten Sidrap memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPA peserta didik.

C. Kerangka Berpikir

Dalam hal ini peneliti akan memfokuskan penelitian untuk meningkatkan hasil peserta didik pada subtema bartang dan jasa kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar. Untuk lebih jelasnya kerangka berfikir dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2. Bagan kerangka berpikir D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan uraian pada kajian pustaka dan kerangka berpikir di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah sebagai berikut:

“Jika media film proyektor digunakan maka hasil belajar subtema barang dan jasa pada peserta didik kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar meningkat”.

SD Inpres Hartaco Indah Makassar Kelas IVA

Kondisi Awal

Tindakan

Hasil Akhir

Hasil Belajar Masih Rendah

Siklus I, II, dst… Peserta Didik

Cenderung Pasif dalam Belajar

(40)

BAB III

METODE PENELITIAN A. JENIS PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan secara bersiklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan evaluasi, dan tahap refleksi (Rahmawati, 2009:32)

B. SUBJEK PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di SD Inpres Hartaco Indah Makassar Kelas IVA tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah peserta didik sebanyak 40 orang dari 19 peserta didik laki-laki dan 21 peserta didik perempuan.

C. FAKTOR YANG DISELIDIKI

Faktor yang diselidiki dalam penelitian ini adalah :

1. Faktor proses yaitu terjadinya interaksi antara guru dengan peserta didik dan antara peserta didik dengan peserta didik agar kegitan belajar mengajar berlangsung efektif dan efisien, serta melihat kehadiran peserta didik dan keaktifan peserta didik dalam belajar seperti minat, perhatian peserta didik terhadap materi, kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal yang diberikan, dan keberanian peserta didik bertanya..

2. Faktor hasil yaitu untuk melihat hasil belajar pada subtema barang dan jasa apakah terjadi peningkatan atau tidak setelah diadakan tes.

(41)

D. PROSEDUR PENELITIAN

Siklus I

1. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Siklus I dilaksanakan selama tiga kali pertemuan dan siklus II juga dilaksanakan selama tiga kali pertemuan, termasuk pemberian tes. Perencanaan

Dalam tahap perencanaan ini meliputi sebagai berikut:

a. Menelaah ruang lingkup materi pembelajaran 1-6 pada setiap sub tema dalam tema berbagai pekerjaan khusunya subtema 2 barang dan jasa pada pembelajaran 4.

b. Menyusun RPP sesuai indikator yang telah ditetapkan.

c. Menyiapkan alat evaluasi berupa tes keterampilan proses dan lembar kerja peserta didik, serta rubrik penilaian sikap dan keterampilan. d. Menyiapakan lembar observasi untuk mengamati aktivitas peserta

didik dan keterampilan guru. 2. Pelaksanaan Tindakan

Dalam pelaksanaan tindakan, guru akan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan RPP yang sudah direncanakan.

3. Observasi

(42)

4. Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan (Arikunto,2008: 19). Kegiatan refleksi itu terdiri atas 4 komponen kegiatan, yaitu: analisis data hasil observasi, pemaknaan data hasil analisa, penjelasan hasil analisa, dan penyimpulan apakah masalah itu selesai/teratasi atau tidak. Jika teratasi berapa persen yang teratasi dan berapa persen yang belum. Jika ada yang belum teratasi, maka perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya. Jadi dalam refleksi akan ditentukan apakah penelitian itu berhenti di situ atau terus.

Siklus I

Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II ini relatif sama dengan perencanaan dan pelaksanaan dalam siklus I. Namun pada beberapa langkah kemungkinan dilakukan perbaikan dan penyempurnaan atau penambahan tindakan sesuai dengan kenyataan yang ditemukan di lapangan.

E. DATA PENELITIAN

Data penelitian ini yaitu hasil belajar dan aktifitas peserta didik:

1. Hasil belajar yaitu hasil yang diperoleh peserta didik dalam bentuk nilai setelah mengikuti pembelajaran subtema barang dan jasa dengan menggunakan media film projector.

(43)

F. INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam rangka penelitian ini adalah:

1. Tes hasil belajar, digunakan untuk memperoleh informasi tentang penguasaan materi pelajaran setelah proses pembelajaran.

2. Lembar Observasi, digunakan untuk mengetahui data tentang kehadiran peserta didik, keaktifan, dan perhatian peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar.

G. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Sumber data

Sumber data dari penelitian ini adalah dari peserta didik dan guru kelas sebagai observer.

2. Jenis data

Jenis data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari tes hasil belajar peserta didik dengan menggunakan lembar tes dan data dari lembar observasi yaitu data tentang situasi belajar mengajar saat pelaksanaan penelitian dengan menggunakan lembar observasi.

H. TEKNIK ANALISIS DATA

(44)

sedangkan data yang dihasilkan melalui evaluasi dan hasil tes akhir tiap siklus akan dianalisis secara kuantitatif.

Untuk menentukan kategori skor keberhasilan peserta didik dalam subtema barang dan jasa akan digunakan teknik kategorisasi standar berdasarkan kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

1. Sikap (Afektif)

Penilaian hasil belajar dari ranah sikap menggunakan penilaian lembar instrument penilaian lembar observasi.

2. Pengetahuan (Kognitif)

Penilaian hasil belajar dari ranah pengetahuan menggunakan lembar instrument penilaian berupa tes tertulis.

3. Keterampilan (Psikomotorik)

Penialian hasil belajar dari ranah keterampilan menggunakan lembar instumen penilaian lembar observasi berupa unjuk kerja saat mengikuti proses pembelajaran.

Adapun bentuk konversi nilai dan rentang nilai yang digunakan dalam mengolah hasil belajar yaitu:

Rentang Nilai Konversi

Nilai Predikat

Nilai Kompetensi

(45)

I. INDIKATOR KEBERHASILAN

Pembelajaran dengan media film projector untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tema berbagai pekerjaan pada peserta didik kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar dapat dikatakan berhasil apabila:

1. Keterampilan guru kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar dalam melaksanakan pembelajaran tematik dengan penggunaan media film projector minimal baik;

2. Aktifitas peserta didik kelas IVA SD Inpres Hartaco Indah Makassar dalam mengikuti pembelajaran tematik dengan penggunaan media film projector minimal baik;

(46)

BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. PAPARAN DATA PROSES DAN HASIL PENELITIAN SIKLUS I, II 1. Data Proses dan Hasil Pra Penelitian

Sebelum melaksanakan penelitian peneliti terlebih dahulu melaksanakan tindakan prapenelitian diantaranya:

a. Mengadakan konsultasi dengan Kepala Sekolah dalam hal pelaksanaan penelitian.

b. Melakukan diskusi dengan pihak guru kelas IVA untuk mendapatkan gambaran bagaimana pelaksanaan pembelajaran tematik dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector).

c. Mengadakan observasi awal terhadap pelaksanaan pembelajaran tematik dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) dikelas agar dapat memahami karakteristik pembelajaran serta gambaran pelaksanaan pembelajaran tematik di kelas sebagai langkah awal yang akan digunakan dalam pelaksanaan tindakan.

Adapun hasil observasi saat pra peneltian terungkap bahwa: a) guru dalam proses pembelajarannya masih bersifat konvensional atau ceramah saja, b) guru dalam menyampaikan materi pelajaran kurang dalam menggunakan media pembelajaran yang inovatif sehingga banyak materi pelajaran hanya sebatas konsep dan hafalan saja, c) guru kurang bervariasi dalam menggunakan media pembelajaran, guru hanya menggunakan metode ceramah. Sedangkan pada peserta didik di

(47)

temukan : a) peserta didik kurang menguasai konsep pada tema berbagai pekerjaan khususnya pada sub tema 2 barang dan jasa, b) hasil belajar peserta didik rendah. Hal ini terungkap berdasarkan data hasil observasi yang dilakukan penulis kepada guru dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung.

Selain melakukan observasi, penulis juga meminta data awal hasil belajar peserta didik dari guru kelas untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar dan pemahaman peserta didik terhadap materi pada sub tema 1 jenis-jenis pekerjaan. Dari data awal tersebut terungkap bahwa hasil belajar peserta didik kelas IVA rendah. Adapun data awal peserta didik pra penelitian dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.1 Data Awal Hasil Belajar Peserta didik Pra Penelitian

Rentang Nilai Konversi

Nilai Predikat

Frekuensi (f)

Persentase (%) 3,66 <skor ≤ 4,00 91-100 A 1 02,5 3,33 <skor ≤ 3,66 81-90 A - 5 12,5 3,00 <skor ≤ 3,33 71-80 B + 11 27,5 2,66<skor ≤ 3,00 61-70 B 8 20,0 2,33 <skor ≤ 2,66 51-60 B - 5 12,5 2,00 <skor ≤ 2,33 41-50 C + 10 25,0

1,66 <skor ≤ 2,00 31-40 C 0 0

1,33 <skor ≤ 1,66 21-30 C - 0 0 1,00 <skor ≤ 1,33 11-20 D + 0 0

0,00 <skor ≤ 1,00 0-10 D 0 0

∑f 40 100 %

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa, yang memperoleh predikat ≥ B+ sebanyak 17 orang atau 42,5 % dengan kategori 1 orang atau 2,5 %

(48)

Sedangkan C+ ≥ B sebanyak 23 orang atau 57,5 % dengan kategori 8 orang atau 20 % berpredikat B, 5 orang atau 12,5 % berpredikat B-, serta 10 orang atau 25 % berpredikat C+ dan dinyatakan belum tuntas, sedangkan D ≥ C tidak ada.

Berdasarkan hasil observasi dan data awal hasil belajar peserta didik diatas yang tuntas hanya 17 orang atau 42,5 % dari 40 orang peserta didik berarti yang belum tuntas sebanyak 23 orang atau 57,5 % maka peneliti bersama guru kelas IVA atas persetujuan Kepala SD Inpres Hartaco Indah sepakat untuk melaksanakan tindakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas pada Siklus I.

2. Data Proses dan Hasil Siklus I

a. Perencanaan

Setelah ditetapkan untuk memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) dalam pembelajaran tematik tema berbagai pekerjaan, maka kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan beberapa hal yang diperlukan saat pelaksanaan pembelajaran. Setelah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, kepala SD Inpres Hartaco Indah, guru kelas IVA dan teman sejawat, peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut:

(49)

2) Secara kolaboratif menyusun rencana pembelajaran untuk tindakan Siklus I.

3) Menyiapkan materi/film yang akan digunakan dalam pembelajaran dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector).

4) Menyusun rambu-rambu instrumen data keberhasilan guru maupun instrumen data kemajuan hasil dan aktivitas belajar, berupa format observasi, tes, dan persiapan rekaman kegiatan tindakan berupa foto pelaksanaan tindakan.

5) Peneliti dan guru mengadakan latihan bersama bagaimana mengimplementasikan rencana pembelajaran pada Siklus I sebelum dilaksanakan tindakan.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan Siklus I dilaksanakan pada hari Senin – Rabu tanggal 2 – 4 Nopember 2015. Adapun kegiatan guru dalam melaksanakan tindakan pembelajaran tematik pada subtema barang dan jasa dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) adalah sebagai berikut :

(50)

tujuan pembelajaran, menata posisi media Audio-Visual yang digunakan agar semua peserta didik dapat mengamati dengan jelas, mengatur dan menata posisi tempat duduk peserta didik agar memungkinkan peserta didik dapat mengamati dengan jelas apa yang ditampilkan.

2) Kegiatan inti pembelajaran dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector), yaitu : a) Guru memperlihatkan kepada peserta didik gambar berbagai jenis-jenis pekerjaan b) Guru menampilkan Film yang berisi materi pekerjaan yang menggunakan alat tradisional dan alat modern melalui Komputer dan LCD sebagai media proyeksi film pada layar serta Speaker (Sound System) sebagai alat pelempar suara (audio) berisi penjelasan materi dalam Film; c) Peserta didik mengamati materi yang ditampilkan oleh media Audio-Visual (Film Projector) secara individu maupun kelompok; d) Guru mengamati jalannya proses pembelajaran; e) Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang materi yang ditampilkan dalam Film; f) Peserta didik secara bergantian mengemukakan isi materi dalam film; g) Guru mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan.

(51)

Setelah diadakan proses pembelajaran pada Siklus I, untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar peserta didik diberikan tes diakhir pembelajaran. Soal yang diberikan pada Siklus I ini terdiri dari 16 butir soal. Adapun data kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti diakhir pembelajaran pada Siklus I, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2 Data Hasil Evaluasi Peserta didik pada Siklus I

Rentang Nilai Konversi

Nilai Predikat

Frekuensi (f)

Persentase (%) 3,66 <skor ≤ 4,00 91-100 A 2 05,0 3,33 <skor ≤ 3,66 81-90 A - 9 22,5 3,00 <skor ≤ 3,33 71-80 B + 14 35,0 2,66<skor ≤ 3,00 61-70 B 12 30,0 2,33 <skor ≤ 2,66 51-60 B - 3 07,5 2,00 <skor ≤ 2,33 41-50 C + 0 0

1,66 <skor ≤ 2,00 31-40 C 0 0

1,33 <skor ≤ 1,66 21-30 C - 0 0 1,00 <skor ≤ 1,33 11-20 D + 0 0

0,00 <skor ≤ 1,00 0-10 D 0 0

∑f 40 100 %

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa, yang memperoleh predikat ≥ B+ sebanyak 25 orang atau 62,5 % dengan kategori 2 orang atau 5 %

berpredikat A, 9 orang atau 22,5 % berpredikat A-, serta 14 orang atau 35 % berpredikat B+, dan dinyatakan tuntas.

Sedangkan B- ≥ B sebanyak 15 orang atau 37,5 % dengan kategori 12 orang atau 30 % berpredikat B, 3 orang atau 7,5 % berpredikat B-, dan dinyatakan belum tuntas sedangkan D ≥ C+ tidak ada.

c. Observasi

(52)

memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) ini sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat, apakah telah sesuai dengan prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran, serta melihat aktifitas guru dan peserta didik dalam pembelajaran.

Adapun hasil observasi terhadap peserta didik menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

1) Peserta didik telah menyimak film yang ditampilkan namun kondisi ruang yang sangat luas dan adanya gangguan dari peserta didik lain dari luar kelas membuat peserta didik belum bisa fokus dalam belajar;

2) Beberapa peserta didik tidak mencatat hal-hal penting dari film yang ditampilkan;

3) Beberapa peserta didik masih malu-malu untuk bertanya dan mengungkapkan pendapatnya;

4) Belum semua peserta didik mampu menjawab tes hasil belajar dengan baik yang diberikan peneliti diakhir pembelajaran.

Sedangkan hasil observasi terhadap peneliti yang diamati oleh teman sejawat sebagai observer menunjukkan hal-hal sebagai berikut: 1) Peneliti tidak menyampaikan tujuan pembelajaran;

(53)

3) Penataan ruangan yang dilakukan peneliti masih kurang seimbang antara jumlah peserta didik yang banyak dengan ruangan kelas yang sempit;

4) Peneliti masih kurang dalam membangkitkan keberanian peserta didik untuk bertanya dan mengungkapkan pendapat.

5) Guru kurang mampu menguasai kelas diakibatkan adanya gangguan dari luar kelas.

6) Peneliti masih kurang dalam membimbing peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar.

d. Refleksi

Menurut pengamatan teman sejawat/guru pamong, peneliti pada saat memulai pelajaran tidak mengungkapkan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik kurang terarah dalam belajar, masih sangat kurang memotivasi peserta didik agar semangat dalam belajar, dan juga adanya gangguan dari luar kelas yang menyebabkan peserta didik kurang fokus dalam belajar.

(54)

Adapun kegagalan dan keberhasilan dari Siklus I ini adalah : 1) Penyajian pada tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir

dalam pembelajaran dengan menggunakan media Audio-Visual (Film Projector) berjalan sebagaimana yang telah direncanakan. Namun pada saat tahap persiapan, dan tahap akhir/tindak lanjut pembelajaran masih terdapat kekurangan-kekurangan, olehnya itu pada tahap persiapan dan tahap akhir pembelajaran perlu ditingkatkan.

2) Peserta didik merasa senang belajar dengan menggunakan media Audio-Visual (Film Projector), karena peserta didik dapat melihat dan mendengarkan secara langsung materi.

3) Penggunaan media Audio-Visual (Film Projector) sebagai media dalam pembelajaran sangat menarik perhatian dan minat peserta didik dalam belajar, selain itu penggunaan media tersebut juga memudahkan peserta didik cepat memahami materi dalam film tersebut.

(55)

guru hal tersebut dapat diatasi, sehingga peserta didik dapat menyimak dengan baik.

5) Hasil tes hasil belajar untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tema berbagai pekerjaan sub tema 2 barang dan jasa belum mencapai target ketuntasan belajar rata-rata predikat B+ atau setara dengan 80% dari jumlah peserta didik yang mencapai nilai minimum acuan yang ditetapkan.

6) Setelah dilakukan diskusi, seluruh peserta didik beranggapan bahwa mereka sangat senang dan tertarik mengikuti pelajaran yang diberikan guru dengan menggunakan media Audio-Visual (Film Projector).

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pada Siklus I belum mencapai target Indikator Keberhasilan Penelitian yang telah ditetapkan oleh peneliti merujuk pada pendapat Nurkancana (Heriani, 2008:36) yakni 80% peserta didik harus memperoleh nilai ≥ 71. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan tindakan Siklus I yang belum mencapai dari target harapan yaitu 25 orang peserta didik yang memperoleh nilai ≥ 71 atau 62,5%, maka penelitian diulangi pada Siklus II.

3. Data Proses dan Hasil Siklus II a. Perencanaan

(56)

Penelitian, sehingga peneliti bersama guru dan teman sejawat secara berkolaborasi merencanakan tindakan pada Siklus II. Kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada pada Siklus I akan diperbaiki pada Siklus II, begitupun keberhasilan-keberhasilan pada Siklus I akan dipertahankan dan ditingkatkan di Siklus II.

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka memperbaiki kelemahan-kelemahan dan kekurangan dalam Siklus I yaitu :

1) Memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar mereka lebih aktif dan semangat dalam belajar.

2) Mengoptimalkan pengaturan posisi tempat duduk peserta didik sehingga semua peserta didik dapat memperhatikan materi yang ditampilkan melalui media Audio-Visual (Film Projector) dengan baik dan dapat mendengarkan dengan baik penjelasan guru. 3) Mempersiapkan alat peraga penunjang dalam pembelajaran

berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan materi pelajaran tematik.

4) Peneliti harus berusaha untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik lebih tertarik lagi dalam belajar.

(57)

6) Peneliti harus lebih membangkitkan keberanian dan minat peserta didik dalam mengungkapkan pendapatnya dan menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti sehubungan dengan materi pelajaran. 7) Lebih intensif lagi membimbing peserta didik yang masih

mengalami kesulitan dalam belajar dan mengerjakan tes yang diberikan.

8) Menitik beratkan penjelasan pada materi yang masih kurang dipahami peserta didik pada Siklus I.

9) Peneliti harus tegas menegur peserta didik yang kurang memperhatikan pelajaran agar diakhir pembelajaran peserta didik dapat mengerjakan tes dan menjawab soal dengan baik.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan Siklus II dilaksanakan pada hari Kamis-Sabtu tanggal 5-7 Nopember 2015. Adapun kegiatan guru dalam melaksanakan tindakan pembelajaran tematik dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) adalah sebagai berikut :

(58)

digunakan agar semua peserta didik dapat mengamati dengan jelas, mengatur dan menata posisi tempat duduk peserta didik agar memungkinkan peserta didik dapat mengamati dengan jelas apa yang ditampilkan.

2) Kegiatan inti pembelajaran dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector), yaitu : a) Guru memperlihatkan kepada peserta didik gambar serta menjelaskannya; b) Guru menampilkan Film yang berisi materi pelajaran melalui Komputer dan LCD sebagai media proyeksi film pada layar serta Speaker (Sound System) sebagai alat pelempar suara (audio) berisi penjelasan materi dalam Film; c) Peserta didik mengamati materi yang ditampilkan oleh media Audio-Visual (Film Projector) secara individu maupun kelompok; d) Guru mengamati jalannya proses pembelajaran; e) Guru dan peserta didik bertanya jawab tentang materi yang ditampilkan dalam Film; f) Guru mejelaskan kembali materi yang masih kurang dipahami oleh peserta didik, g) Peserta didik secara bergantian mengemukakan isi materi dalam film; h) Guru mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan. 3) Kegiatan akhir pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan

media Audio-Visual (Film Projector), yaitu menyimpulkan hasil pembelajaran dan menutup pelajaran.

(59)

diberikan tes diakhir pembelajaran. Soal yang diberikan pada Siklus II ini terdiri dari 15 butir soal. Adapun data kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti diakhir pembelajaran pada Siklus II, dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.3 Data Hasil Evaluasi Peserta didik pada Siklus II

Rentang Nilai Konversi

Nilai Predikat

Frekuensi (f)

Persentase (%) 3,66 <skor ≤ 4,00 91-100 A 11 27,5 3,33 <skor ≤ 3,66 81-90 A - 16 40,0 3,00 <skor ≤ 3,33 71-80 B + 12 30,0 2,66<skor ≤ 3,00 61-70 B 1 02,5 2,33 <skor ≤ 2,66 51-60 B - 0 0 2,00 <skor ≤ 2,33 41-50 C + 0 0 1,66 <skor ≤ 2,00 31-40 C 0 0 1,33 <skor ≤ 1,66 21-30 C - 0 0 1,00 <skor ≤ 1,33 11-20 D + 0 0 0,00 <skor ≤ 1,00 0-10 D 0 0 ∑f 40 100 %

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa, yang memperoleh predikat ≥ B+ sebanyak 39 orang atau 97,5% dengan kategori 11 orang atau 27,5% berpredikat A, 16 orang atau 40% berpredikat A-, serta 12 orang atau 30 % berpredikat B+, dan dinyatakan tuntas.

Sedangkan B- ≥ B hanya 1 orang atau 2,5 % dan dinyatakan belum tuntas sedangkan D ≥ B- tidak ada.

c. Observasi

Pada pelaksanaan tindakan pada Siklus II secara umum hasil observasi dan evaluasi terjadi peningkatan dibandingkan dengan Siklus I. Hal ini terlihat pada hasil observasi peneliti dan peserta didik.

(60)

1) Peneliti sudah menjelaskan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik.

2) Peneliti sudah memilih ruangan yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) dalam pembelajaran.

3) Peneliti telah melakukan pengaturan posisi tempat duduk peserta didik sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

4) Peneliti sudah berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik tertarik untuk memperhatikan penjelasan peneliti.

5) Peneliti sudah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengungkapkan pendapat dan menanyakan hal-hal yang masih kurang dipahami selama pembelajaran. 6) Peneliti sudah menggunakan alat peraga penunjang pembelajaran

seperti gambar-gambar yang berkaitan dengan materi pelajaran. 7) Peneliti sudah maksimal dalam membimbing peserta didik yang

mengalami kesulitan dalam belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan.

Hasil observasi terhadap peserta didik menunjukkan :

(61)

2) Peserta didik sudah fokus dan bersemangat dalam belajar karena tidak lagi terganggu oleh gangguan dari luar kelas.

3) Berkat motivasi yang diberikan guru dan suasana pembelajaran yang menyenangkan membuat peserta didik lebih semangat lagi dalam belajar.

4) Semua peserta didik sudah berani mengungkapkan pendapat dan menanyakan hal-hal yang kurang jelas yang ada kaitannya dengan materi yang dipelajari.

5) Melalui bimbingan guru sebagian besar peserta didik sudah mampu mengerjakan tugas dengan baik.

d. Refleksi

Menurut pengamatan teman sejawat/guru pamong, peneliti pada saat memulai pelajaran telah menyampaikan tujuan pembelajaran sehingga peserta didik lebih terarah dalam belajar, telah memotivasi peserta didik untuk lebih semangat dalam belajar, dan juga telah berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang bebas dari gangguan peserta didik dari luar kelas serta telah berusaha melakukan penataan kelas dengan baik. Peneliti telah berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik dalam belajar dan menggunakan alat peraga yang menunjang jalannya pembelajaran.

(62)

telah berani mengungkapkan pendapat dan bertanya serta menjawab tes hasil belajar dengan baik.

Adapun kegagalan dan keberhasilan dari Siklus II ini adalah : 1) Penyajian pada tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir

dalam pembelajaran tematik dengan menggunakan media Audio-Visual (Film Projector) berjalan sebagaimana yang telah direncanakan.

2) Peserta didik merasa senang belajar dengan menggunakan media Audio-Visual (Film Projector), karena peserta didik dapat melihat dan mendengarkan secara langsung materinya.

3) Penggunaan media Audio-Visual (Film Projector) sebagai media dalam pembelajaran sangat menarik perhatian dan minat peserta didik dalam belajar, selain itu penggunaan media tersebut juga memudahkan peserta didik memahami materi dengan cepat. 4) Peneliti telah menciptakan suasana pembelajaran yang

menyenangkan bagi peserta didik dalam belajar.

5) Peneliti telah menggunakan alat peraga penunjang dalam pembelajaran.

(63)

yang diberikan guru dengan menggunakan media Audio-Visual (Film Projector).

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pelaksanaan tindakan Siklus II ini sudah lebih baik dari Siklus I. Hasil observasi dan evaluasi pada pelaksanaan tindakan siklus II ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan karena proses pembelajaran telah berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan, dan hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dan telah mencapai target Indikator Keberhasilan Penelitian yang peneliti tetapkan merujuk pada pendapat Nurkancana (Heriani, 2008:36) yakni 80% peserta didik harus memperoleh nilai ≥ 71 yang jika dikonversi berdasarkan pedoman penilaian kurikulum 2013 yaitu predikat B+. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan tindakan Siklus II yang telah mencapai peningkatan dari 25 orang atau 62,5% peserta didik yang memperoleh predikat B+ atau ≥ 71 pada Siklus I menjadi 39 orang atau 97,5% peserta didik yang memperoleh predikat B+ atau ≥ 71 pada Siklus II, walaupun masih ada 1 orang atau 2,5% yang belum mencapai predikat B+ tetapi sudah lebih dari 80% peserta didik yang kategori tuntas maka penelitian tidak dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya karena telah berhasil.

B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

(64)

Audio-Visual yang akan digunakan. Dalam pembelajaran peneliti menjelaskan terlebih dahulu materi pelajaran yang terdapat pada gambar, setelah itu barulah diputarkan film yang berkaitan dengan materi tersebut. Diakhir pembelajaran Siklus I, peserta didik diberikan beberapa butir soal oleh peneliti sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran mengenai materi pelajaran yang terdapat pada subtema 2 barang dan jasa. Pembelajaran Siklus I ini pada umumnya berjalan lancar, namun pada kegiatan ini masih terdapat berbagai macam kekurangan-kekurangan. Dimana kekurangan-kekurangan tersebut ada yang berasal dari guru/peneliti dan ada juga yang berasal dari peserta didik. Kekurangan dari aspek guru diantaranya pada awal pembelajaran guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, peneliti kurang memberikan motivasi kepada peserta didik, dan pemilihan ruangan belajar dengan memanfaatkan media Audio-Visual (Film Projector) yang kurang tepat sehingga terjadi gangguan pembelajaran dari luar kelas.

Sedangkan kekurangan dari aspek peserta didik yaitu pada saat proses pembelajaran berlangsung peserta didik kurang fokus diakibatkan adanya gangguan dari luar kelas, masih banyak peserta didik yang ragu untuk mengungkapkan pendapatnya dan menanyakan hal-hal yang masih kurang dipahami sehingga peneliti kesulitan dalam mengetahui dimana letak kelemahan peserta didik dalam pembelajaran.

(65)

dan jasa yaitu 62,5% atau 25 orang peserta didik yang memperoleh nilai ≥ 71 dengan predikat B+ dibandingkan dengan data awal yang diperoleh peneliti dari guru kelas yaitu 42,5% atau 17 orang peserta didik yang memperoleh nilai ≥ 71 dengan predikat B+. Melihat kekurangan-kekurangan yang masih ada serta pencapaian hasil belajar subtema 2 barang dan jasa pada Siklus I belum memenuhi standar Indikator Keberhasilan Penelitian yang ditetapkan peneliti yaitu 80% peserta didik harus memperoleh nilai ≥ 71, maka penelitian diulangi pada Siklus II.

Gambar

Grafik 3.1. Hasil Belajar IPA Peserta didik pada Data Awal, Siklus I, Siklus II, Siklus III
Gambar 2. Bagan kerangka berpikir
Tabel 4.1 Data Awal Hasil Belajar Peserta didik Pra Penelitian
Tabel 4.2 Data Hasil Evaluasi Peserta didik pada Siklus I
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menyatakan bahwa “Skripsi” yang saya buat untuk memenuhi persyaratan kelulusan pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang,

Dari hasil analisa citra topografi dapat rancang juga bebera pa skena rio pencegahan dan penanggulangan pada DAS yang rawan bencana, diantaranya dengan mengeruk endapan

bahwa dalam rangka menindaklanjuti Pasal 8 ayat (1) Huruf a Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan pelaksanaan

Anggaran Dasar hanya dapat diubah oleh Musyawarah Nasional tersebut pada ayat (1) dengan mendapat suara paling kurang dua pertiga dari peserta yang hadir;c. Dalam keadaan

10,11 Belum banyaknya penelitian di Indonesia mengenai tingkat pengetahuan tentang kanker mulut dan tingginya rata-rata kebiasaan merokok diawali pada usia remaja

5.4.3 Pokok Pikiran dalam Regulasi Daerah Perda No 9 Tahun 2012 Dalam mengelola sampah, Kota Bogor mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Pengelolaan

Dari 363 penderita yang dirawat dengan malaria falciparum terdapat 148 orang dengan malaria berat (75 laki-laki dan 73 perempuan), terdiri dari hiperparasitemia 88 orang, ma-

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil sebuah pemikiran yang mendasar mengenai upaya untuk meningkatkan kualitas akuntabilitas keuangan melalui penerapanan