• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

D. Penelitian Yang Relevan

Penelitian skripsi yang dibuat oleh Agung Prihantoro tahun 2012 di Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah dengan judul Peningkatan Kinerja Sumber Daya Manusia melalui Motivasi, Disiplin, Lingkungan Kerja dan Komitmen (studi kasus Madrasah di lingkungan Yayasan Salafiyah, Kajen, Margoyoso, pati). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, kesimpulan keadaan mengenai pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dalam sebuah perusahaannya telah tercapai, dilihat dari era sekarang ini dimana teknologi dan peradaban sudah sangat maju, menuntut sumber daya manusia yang kompeten yang memiliki semangat dan kedisiplinan yang dalam menjalankan peran dan fungsinya baik untuk individual maupun tujuan organisasinya.Perbedaan dengan skripsi penulis adalah penulis menggunakan metode deskriptif

kualitatif dan juga membahas tentang manajemen disiplin kerja yang mana karyawan banyak yang melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh PT. BPR-LPN Padang Magek.

Skripsi yang dibuat oleh Mirza Selvia tahun 2014 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang, yang berjudul pengaruh motivasi, disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Inti General Yaja Steel Semarang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif jenis data yang digunakan adalah data primer dengan metode pengumpulan data kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda yang mana hasilnya motivasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif pada kinerja karyawan.

Sedangkan penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif permasalahan disini adalah dilihat dari tidak aturan SOP secara tertulis pada PT. BPR-LPN Padang Magek dan sanksi yang diterapkan tidak menimbulkan efek jera pada karyawan tersebut.

Skripsi Oka Wirlis Februsatri tahun 2018 di IAIN Batusangkar, dengan judul strategi manjemen sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan pada PT BPR Pagaruyung Batusangkar.Jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif dengan tenik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah belum adanya strategi yang di terapkan dalam perusahaan khususnya bagian SDM dalam upaya meningkatkan kinerja karyawannya dan masih ada karyawan yang terlambat pada jam masuk kerja.

Persamaan skripsi ini dengan skripsi penulis bahwa sama-sama menggunakan metode kualitatif, dan perbedaannya adalah skripsi ini membahas tentang belum adanya strategi yang diterapkan pada PT. BPR Pagaruyung sedangkan penulis yaitu membahas manajemen disiplin kerja karyawan pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

Skripsi Fani Permata Sari tahun 2017 di IAIN Batusangkar, dengan judul pengaruh pemberian kompensasi terhadap disiplin kerja pegawai pada dinas pendapatan pengelolaan keuangan dan aset kab. Tanah Datar. Jenis penelitian kuantitatif .

Perbedaan yang penulis lakukan adalah penelitian penulis yang berjudul Manajemen Disiplin Kerja Karyawan Pada PT.

BPR-LPN Padang Magek, penulis menggunakan jenis penelitianlapangan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan perbedaan lain adalah teknik pengumpulan data berupa wawancara, dengan kesimpulan banyak karyawan yang melanggar aturan yang telah diterapkan oleh perusahaan seperti absensi.

60 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Pada dasarya penelitian yang penulis lakukan termasuk field research, yaitu penelitian lapangan yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, untuk memperoleh data yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Tujuan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan sesuai dengan unit sosial yaitu individu, kelompok, dan masyarakat.

Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada PT.

BPR LPN Nagari Padang Magek. penelitian ini dilakukan dengan mengolah data yang penulis dapatkan dari lapangan untuk bisa memberikan hasil analisis, kemudian hasilnya dipaparkan secara deskriptif.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

Objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah pada PT. BPR- LPN berlokasi di Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan.

Tabel 3. 1

o Kegiatan Jan Feb Maret April Mei

3

4

7

C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti langsung jadi instrumen kuncinya dengan meneliti langsung ke lapangan untuk meneliti yaitu dengan mengadakan wawancara, kemudian untuk instrumen pendukungnya, peneliti menggunakan alat seperti kamera, daftar pertanyaan wawancara, dan berupa dokumen-dokumen untuk mendukung wawancara yang dapat digunakan untuk menunjang keabsahan hasil peneliti.

D. Sumber Data

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai penelitian atau subyek dari mana data itu diperoleh. sumber data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, adapun perbedaannya yaitu sumber data primer merupakan sumber data yang secara langsung memberikan data kepada peneliti, sedang sumber data sekunder merupakan sumber data yang tidak memberikan informasi secara langsung kepada peneliti. (Sugiyono, 2014, hal. 225)

Sumber data yang penulis gunakan ada dua yaitu:

2. Sumber data primer

Sumber data primer yaituH.Suhaili Anwar,SE selaku direktur pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

3. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder berupa rekapitulasi keterlambatan kehadiran kerja karyawan 2018 dan rekapitulasi absen karyawan tahun 2018 pada PT.BPR-LPN Padang Magek. karyawan itu sendiri untuk member check.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dimaksud dalam penelitian ini untuk memperoleh bahan-bahan, keterangan, dan informasi yang dapat dipercaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dimana pewawancara (peneliti atau yang diberi tugas melakukan pengumpulan data) dalam mengumpulkan data mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai. (Sugiyono, 2014, hal. 224). Adapun wawancara yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Wawancara dilakukan secara langsung dengan direktur untuk mengetahui aturan disiplin kerja karyawan yang ditulis berdasarkan hasil wawancara dengan direktur Pada PT.

BPR-LPN Padang Magek.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah teknik pengumpulan informasi dengan cara mengumpulkan dokumen yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. Dokumen yang penulis gunakan yaitu rekapitulasi keterlambatan kerja karyawan dan rekapitulasi ketidakhadiran kerja karyawan tahun 2018 pada PT. BPR-LPN Padang Magek. Tujuan peneliti menggunakan metode ini adalah untuk melengkapi data yang sudah didapatkan dari hasil wawancara.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,

dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.(Sugiyono, 2010, hal. 139)

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis data dengan cara sebagai berikut:

a. Menghimpun data-data mengenai aturan disiplin kerja yang berkaitan dengan yang penulis teliti, yaitu berupa dokumen-dokumen terkait serta wawancara dengan direktur dan karyawan pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

b. Membaca, menelaah, dan mencatatdata-data atau hasil yang telah dikumpulkan.

c. Membahas masalah-masalah yang telah diajukan berdasarkan teori-teori yang berkaitan mengenai indikator faktor yang mempengaruhi disiplin kerja. kemudian menganalisa menggunakan teknik kualitatif.

Dari uraian hasil wawancara yang diperoleh, kemudian mengelompokkan data mengenai rekapitulasi keterlambatan kehadiran kerja karyawan dan rekapitulasi absenkaryawan tahun 2018 dalam sebuah tabel lalu disimpulkan berdasarkan kesimpulan, yang terdapat pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

G. Teknik Penjaminan Keabsahan

Dalam penelitian untuk menjamin keabsahan data dari penelitian penulis melakukan member check. Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data.

Tujuan member check adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data.

Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti data tersebut valid, sehingga semakin dipercaya, tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbagai penafsirannya tidak disepakati oleh pemberi data, maka peneliti melakukan diskusi dengan pemberi data dan apabila perbedaannya tajam, maka peneliti harus merubah temuannya, dan harus menyesuaikan dengan apa yang

diberikan oleh pemberi data. Jadi, tujuan member check adalah agar informasi yang diperoleh dan akan digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan apa yang dimaksud sumber data atau informan.

(Sugiyono, 2014, hal. 442)

Dalam penelitian ini untuk menjamin keabsahan data, penulis kembali untuk wawancara dengan sumber data sebelumnya yaitu direktur BPR-LPN Padang Magek. Data yang diberikan kemudian melakukan proses pengecekan kembali wawancara dengan karyawan PT. BPR LPN agar data yang diperoleh tidak berubah.

66 BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum BPR Nagari Padang Magek

1. Sejarah Berdirinya BPR-LPN

Bank Perkreditan Rakyat Lumbung Pitih Nagari Padang Magek selanjutnya disebut BPR LPN Padang Magek dulunya adalah Lembaga Simpan Pinjam yang didirikan oleh tokoh-tokoh masyarakat Padang Magek. Berdasarkan keputusan Gubernur Kepala Daerah TK I Sumatera Barat No.362/GSB-1977 tanggal 15 Oktober 1977 sama Peraturan Daerah Propinsi Daerah TK I Sumatera Barat No.1 tahun 1982 tentang Lumbung Pitih Nagari, maka berdirilah Lembaga Simpan Pinjam di Nagari Padang Magek yang bernama Lumbung Pitih Nagari (LPN) Padang Magek.

Kemudian Perda tahun 1988 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.1064/KMK.00/1988 tanggal 27 Oktober 1988 (Pakto 1988) sama Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.279/KMK.01/1989 tanggal 25 Maret 1989 tentang pendirian dari usaha Bank Perkreditan Rakyat. Lembaga dana dan kredit pedesaan diberi status sebagai Bank Perkreditan Rakyat termasuk Lumbung Pitih Nagari di Sumatera Barat.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan diatas, Lumbung Pitih Nagari Padang Magek melalui surat No.08/LPN-P/PM/1990 tanggal 31 Januari 1990 mengajukan permohonan pengukuhan izin usaha Lumbung Pitih Nagari menjadi Bank Perkreditan Rakyat yang diperkuat oleh surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat.

a) No. 143/222/Pemdes-1990 tanggal 9 Maret 1990 b) No. 143/287/Pemdes-1990 tanggal 4 Agustus 1990 c) No. 581/2158/Perek-1990 tanggal 20 September 1990 d) No. 143/2606/Pemdes-1990 tanggal 8 Oktober 1990

Mengenai penerusan permohonan Pengukuhan Izin Usaha Lumbung Pitih Nagari sebagai Bank Perkreditan Rakyat.

Pada tanggal 25 Oktober 1990 Lumbung Pitih Nagari Padang Magek berubah menjadi Bank Perkreditan Rakyat Lumbung Pitih Nagari berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Kep-449/KM.13/1990 tentang Pemberian Izin Usaha sebagai Bank Perkreditan Rakyat Lumbung Pitih Nagari (BPR LPN) Padang Magek, maka berjalan operasional Bank sampai saat sekarang dan berdasarkan Keputusan Departemen Kehakiman Republik Indonesia Direktorat Jendral Hukum dan Perundang-Undangan No. C2 12.D11HT.01.01.TH.97 menjadi Perusahaan Terbatas, maka menjadi PT. BPR LPN Padang Magek.

2. Visi dan Misi a. Visi

Visinya adalah menjadikan Bank Perkreditan Rakyat yang mampu menjalankan fungsinya dalam memberikan layanan perbankan kepada masyarakat dengan baik, dengan menggunakan prinsip kehatian-hatian dan mengutamakan kepuasan nasabah serta selalu menjunjung tinggi kepercayaan yang telah diberikan masyarakat.

b. Misi:

1) Menjalankan aktivitas BPR yang unggul dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi rakyat kecil.

2) Memberikan pelayanan prima kepada nasabah.

3) Mengembangkan sumber daya manusia profesional.

4) Memberikan keuntungan yang maksimal bagi segenap stakeholder.

3. Struktur Organisasi PT. BPR LPN Padang Magek Gambar 3. 1

Struktur Organisasi

B. Pembahasan

Berdasarkan data yang penulis dapatkan, melalui wawancara dengan pihak Direktur yaitu H.Suhaili Anwar,SE. Aturan disiplin kerja dan Faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek adalah:

1. Aturan Disiplin Kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek

a) Hari kerja Senin sampai dengan Jumat dengan jam masuk kerja08.00 WIB, istirahat kerja jam 12.00-13.00 WIB, dan pulang kerja jam 17.00 WIB dengan mesin absen sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang sama halnya dengan perusahaan lain.

b) Semua karyawan berpakaian seperti seragam wajib Senin dengan Kamis, selain hari itu bebas.

c) Karyawan yang melanggar aturan seperti keterlambatan masuk kerja dan ketidakhadiran, karyawan diberi sanksi dikurangi absennya dan dikurangi uang makan. Namun dampak sanksi dan pengaruhnya bagi karyawan pada PT. BPR-LPN Padang magek karena setiap keterlambatan pendapatannya atau gaji yang diterima akan berkurang.

d) Pengambilan cuti bagi karyawan yang sudah bekerja lebih 1 tahun selama 2 minggu.

e) Aturan disiplin kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek hanya secara lisan, permasalahannya belum ada aturan disiplin kerja secara tertulis.

2. Faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

Berdasarkan teori menurut Malayu Hasibuan mengenai faktor yang mempengaruhi disiplin kerja, maka penulis mengacu pada tujuh teori tersebut yang diantaranya:

a. Tujuan dan kemampuan

Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai. Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara

ideal, serta cukup menantang bagi kemampuan pegawai. Hal ini berarti bahwa tujuan (pekerjaan) yang dibebankan kepada pegawai harus sesuai dengan kemampuan pegawai bersangkutan, agar dia bekerja dengan sungguh-sungguh dan disiplin dalam mengerjakannya.

(Sinambela, 2017, hal. 357)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa karyawan pada PT. BPR-LPN Padang Magek bekerja sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing, tetapi kedisiplinannya kurang efektif, dilihat dari ketidakhadiran karyawan dan masih ada karyawan yang terlambat untuk datang tepat waktu.

b. Teladan pemimpin

Teladan pemimpin sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya atau para karyawan, dengan teladan pimpinan yang baik, kedisiplinan karyawan pun akan ikut baik tetapi jika teladan pimpinan kurang baik (kurang disiplin), karyawan pun akan kurang disiplin atau tidak disiplin. (Suroyo, 2016, hal. 7)

Bedasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti adalah Dari segi keteladanan waktu seperti pimpinan datang lebih awal atau tepat waktu dibandingkan karyawan. Dari sikap inilah pimpinan mencontohkan sikap disiplin waktu terhadap karyawan. Meskipun pimpinan terkadang terlambat masuk, tetapi dengan alasan tertentu.

Sedangkan wawancara dengan karyawan mengatakan bahwa karyawan lebih awal datang atau tepat waktu dibandingkan pimpinan.

Dari segi inilah kurangnya kedisiplinan yang baik pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

c. Balas jasa

Balas jasa (gaji) ikut mempengaruhi kedisiplinan pegawai karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan pegawai terhadap perusahaan. Apabila kecintaan pegawai semakin baik terhadap pekerjaan, kedisiplinan mereka akan semakin baik pula. Balas jasa

berperan penting untuk menciptakan kedisiplinan pegawai. Artinya semakin besar balas jasa maka semakin baik pula kedisiplinan pegawai. Sebaliknya, apabila balas jasa kecil maka kedisiplinan pegawai menjadi rendah. Pegawai sulit untuk berdisiplin baik selama kebutuhan-kebutuhan primernya tidak terpenuhi dengan baik.

(Sinambela, 2017, hal. 357)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa saat ini belum ada penghargaan (reward) atau tunjangan gaji yang diberikan kepada karyawan yang disiplinnya baik, sehingga belum terciptakanya kedisiplinan yang baik pada karyawan PT. BPR-LPN Padang Magek.

d. Keadilan

Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan pegawai karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting, dan diperlakukan sama dengan manusia lainnya. Keadilan yang dijadikan dasar kebijaksanaan dalam pemberian balas jasa (pengakuan) atau hukuman, akan merangsang terciptanya kedisiplinan pegawai yang baik. Seorang manajer yang cakap dalam memimpin selalu berusaha bersikap adil terhadap semua bawahannya. Dengan keadilan yang baik, akan menciptakan kedisiplinan yang baik pula. Jadi, keadilan harus diterapkan dengan baik pada setiap perusahaan agar kedisiplinan pegawai perusahaan baik pula. (Sinambela, 2017, hal. 357)

Berdasakan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa pimpinan PT. BPR-LPN Padang Magek belum adanya penghargaan dan tunjangan gaji bagi karyawan yang disiplinnya baik, melainkan karyawan yang disiplin dan tidak disiplin gaji yang diterima sama.

e. Pengawasan

Tindakan nyata dan paling efektif dalan mewujudkan kedisiplinan pegawai perusahaan. Dengan pengawasan berarti atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, semangat kerja dan prestasi kerja bawahannya. Hal ini berarti atasan harus selalu hadir di

tempat kerja untuk mengawasi dan memberikan petunjuk jika ada bawahannya yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kepengawasan lebih efektif dalam meransang kedisiplinan dan moral kerja pegawai. Pegawai merasa mendapat perhatian, bimbingan, petunjuk, pengarahan, dan pengawasan dari atasannya.(Sinambela, 2017, hal. 357)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa pihak direktur selalu melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan, seperti melakukan pengecekan ulang laporan keuangan yang diberikan karyawan pada setiap harinya dan laporan tersebut dibukukan langsung setiap sorenya.Direktur juga memantau karyawan yang melanggar aturan seperti keterlambatan masuk kerja dan ketidakhadiran karyawan maka diberi sanksi dikurangi absennya dan dikurangi uang makan

f. Ketegasan

Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi kedisiplinan pegawai perusahaan. Pimpinan harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum setiap pegawai yang indisipliner sesuai dengan sanksi hukuman yang telah ditetapkan.

Pimpinan yang berani menindak tegas dalam menerapkan hukuman bagi pegawai yang indisipliner akan disegani dan diakui kepemimpinannya oleh bawahannya. Dengan demikian, pimpinan akan memelihara kedisiplinan pegawai perusahaan.(Sinambela, 2017, hal. 358)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa pimpinan melakukan teguran bagi karyawan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan, seperti keterlambatan dan ketidakhadiran maka akan diberi teguran secara lisan dan bila terulang kembali maka akan diberikan surat peringatan.

g. Hubungan Kemanusiaan

Hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama pegawai ikut menciptakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahaan.

Hubungan-hubungan baik bersifat vertikal dan horizontal. Seorang manajer harus berusaha menciptakan suasana kemanusiaan yang serasi serta memikat baik secara vertikal maupun horizontal. Dengan terciptanya human relationship yang serasi akan mewujudkan lingkungan dan suasana kerja yang nyaman. (Sinambela, 2017, hal.

358)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa terjalinnya hubungan yang harmonis antara atasan dengan bawahan dan sesama karyawan, maka dapat menciptakan kedisiplinan yang baik sehinggatercapainya tujuan perusahaan.

Berdasarkan tujuh faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek, yang paling berpengaruh adalah balas jasa dan keadilan yang mana sampai saat ini belum ada penghargaan (reward) dan tunjangan gaji bagi karyawan yang disiplinnya baik, sehingga tidak memotivasi karyawan untuk disiplin dalam bekerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek.

Dalam meningkatkan kedisiplinan karyawan adalah seharusnya ada tambahan gaji bagi karyawan yang disiplinnya baik, agar karyawa termotivasi dalam kedisiplinan. Namun adanya faktor pada disiplin kerja yaitu beberapa faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek, yang paling berpengaruh adalah balas jasa dan keadilan yang mana sampai saat ini belum ada penghargaan (reward) dan tunjangan gaji bagi karyawan yang disiplinnya baik, sehingga tidak memotivasi karyawan untuk disiplin dalam bekerja padaPT. BPR-LPN Padang Magek. Sedangkan Sanksi hukum dan ketegasan yang ditetapkan pada PT. BPR-LPN Padang Magek masih biasa, dilihat dari masih banyak karyawan yang melanggar aturan seperti absensi yang mana sanksi yang ditetapkan adalah dikurangi absensinya dan juga dikurangi uang makannya. Karena dilihat dari sanksi yang ditetapkan perusahaan masih

ringan, oleh sebab itu banyak karyawan yang melanggar aturan yang mana telah ditetapkan oleh perusahaan itu sendiri, sehingga tidak menimbulkan efek jera terhadap karyawan yang melanggar.

Dampak perusahaan terhadap disiplin dapat berpengaruh pada besar gaji yang diberikan, adanya aturan yang tertulis yang mana aturan tersebut di pasang di tempat-tempat tertentu untuk mengingatkan pada karyawan akan peraturan yang telah diterapkan, adanya sanksi yang nyata, peran atasan yang mana atasan harus tegas dan selalu memberikan motivasi kepada karyawan agar karyawan bekerja dengan baik. Penelitian ini membahas tentang manajemen disiplin kerja karyawan pada PT. BPR LPN Padang Magek, dimana seluruh karyawan PT. BPR LPN Padang Magek berjumlah 15 orang yang dijadikan sebagai objek yang diteliti.

Adapun teknik yang dilakukan dalam penelitian ini berupa wawancara terbuka. Untuk mendapatkan data yang sesuai dengan penelitian ini, maka penulis melakukan wawancara dengan direktur dan karyawan 07 Agustus 2019 dan 08 Agustus 2019 dengan daftar wawancara yang terlampir.

Manajemen dalam sebuah perusahaan akan dapat memperbaiki kinerja perusahaan jika memiliki disiplin kerja yang baik untuk membantu perusahaan dalam mencapai hasil yang maksimum dari usaha yang dijalankan PT. BPR-LPN Padang Magek.

75 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan pada bab sebelumnya terkait dengan penelitian pada PT. BPR-LPN Padang Magek dalam manajemen disiplin kerja karyawan dapat diambil kesimpulan bahwa

1. Aturan disiplin kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek:

a. Hari kerja Senin sampai dengan Jumat dengan jam masuk kerja08.00 WIB, istirahat kerja jam 12.00-13.00 WIB, dan pulang kerja jam 17.00 WIB dengan mesin absen sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang sama halnya dengan perusahaan lain.

b. Semua karyawan berpakaian seperti seragam wajib Senin dengan Kamis, selain hari itu bebas.

c. Karyawan yang melanggar aturan seperti keterlambatan masuk kerja dan ketidakhadiran, karyawan diberi sanksi dikurangi absennya dan dikurangi uang makan. Namun dampak sanksi dan pengaruhnya bagi karyawan pada PT. BPR-LPN Padang magek karena setiap keterlambatan pendapatannya atau gaji yang diterima akan berkurang.

d. Pengambilan cuti bagi karyawan yang sudah bekerja lebih 1 tahun selama 2 minggu.

e. Aturan disiplin kerja pada PT. BPR-LPN Padang Magek hanya secara lisan, permasalahannya belum ada aturan disiplin kerja secara tertulis.

Jadi, Karyawan yang melanggar aturan disiplin seperti keterlambatan masuk kerja dan ketidakhadiran, karyawan diberikan sanksi

Jadi, Karyawan yang melanggar aturan disiplin seperti keterlambatan masuk kerja dan ketidakhadiran, karyawan diberikan sanksi

Dokumen terkait