• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : KAJIAN HUKUM TENTANG KEPEMILIKAN SILANG

A. Pengertian, Jenis-jenis dan Klasifikasi Saham

Perseroan terbatas adalah suatu badan hukum. Sebagai suatu badan hukum, perseroan terbatas pada hakekatnya merupakan kumpulan atau asosiasi modal (yang ditujukan untuk menggerakkan kegiatan perekonomian dan atau tujuan khusus lainnya)54

Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-undang ini serta peraturan pelaksananya.

dan hal ini juga terefleksi dalam ketentuan defenisi mengenai perseroan terbatas dalam UUPT yang berbunyi :

55

Modal dalam perseroan selanjutnya dibagi-bagi kedalam saham-saham yang menunjukkan besarnya bagian penyertaan dari setiap penyetor modal kedalam

Karenanya semua perbuatan hukum yang dilakukan oleh perseroan terbatas akan selalu dipertanggungkan dengan harta perkumpulan modal yang kemudian akan tampak dalam keadaan harta kekayaan perseroan tersebut baik pengurangan atau pertambahannya.

54

Gunawan Widjaja,I, Op.Cit., h.1. 55

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

perseroan. Secara umum struktur permodalan dalam perseroan terbatas terdiri dari modal dasar56, modal dikeluarkan/ditempatkan57 dan modal disetor.58

Berbicara tentang saham, UUPT hanya menyebutkan bahwa modal dasar perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham,59 dan saham merupakan benda

bergerak yang memberikan hak kepemilikan kepada pemiliknya.60

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Namun jika dicermati secara seksama, maka penjabaran mengenai pengertian saham tidak ditemukan didalam UUPT. Dengan demikian perlu kiranya ditelusuri beberapa literatur tambahan untuk memperoleh pengertian saham tersebut.

61

56

Modal dasar adalah modal minimum suatu perseroan terbatas. Menurut Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, minimal modal dasar adalah Rp.50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah).

57

Modal dikeluarkan/ditempatkan/yang diambil bagian adalah modal perseroan yang telah disepakati untuk dimasukkan kedalam perseroan oleh para pendiri (sebelum perseroan terbatas berdiri) atau oleh para pemegang saham (setelah perseroan terbatas berbadan hukum). Menurut Pasal 33 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, minimal modal ditempatkan adalah 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar, yakni: 25%x Rp.50.000.000,- atau sama dengan Rp.12.500.000,-(dua belas juta lima ratus ribu rupiah), yang harus ditempatkan dan disetor penuh.

58

Modal disetor adalah bagian dari modal yang dikeluarkan/ditempatkan/yang diambil bagian diatas yang disetorkan oleh pendiri atau pemegang saham kepada perseroan terbatas. UUPT mengharuskan setiap lembar saham dari modal yang diambil bagian diatas oleh pendiri atau pemegang saham harus disetor penuh. Ini berarti tidak ada lagi utang pendiri atau pemegang saham kepada perseroan terbatas. Sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa modal perseroan adalah modal disetor perseroan. Lihat Gunawan Widjaja, I, Op.Cit., h. 7.

59

Pasal 31 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 60

Pasal 60 ayat (1) jo. Pasal 52 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

61

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2000), h.977.

, dilihat dari sudut pandang ekonomis saham berarti surat bukti bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas deviden dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor; saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagi di pemilikan dan pengawasan.

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

Dalam Kamus Istilah Hukum Fockema Andreae62

Sementara itu dalam Kamus Khusus Pasar Uang dan Modal

dikemukakan, aandeel (Belanda), saham (Indonesia) adalah hak pada sebagian modal suatu perseroan; andil dalam perseroan atau perusahaan, bagian-bagian modal pada perusahaan yang telah dibagi-bagi pada akte pendirian.

63

dijelaskan, saham adalah surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas deviden dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor. Oleh John Downs dan Jordan Elliot Goodman64

Rumusan tentang saham dijabarkan dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.24/32/Kep/Dir, tanggal 12 Agustus 1991 tentang Kredit Kepada Perusahaan Sekuritas Dan Kredit Dengan Agunan Saham. Dalam Pasal 1 butir c disebutkan, saham adalah surat bukti pemilikan suatu perseroan terbatas, baik yang diperjualbelikan di Pasar Modal maupun yang tidak.

menyebutkan :

Saham (share) adalah unit kepemilikan ekuitas dalam suatu perseroan. Kepemilikan ini diwakili oleh suatu sertifikat saham yang menyebutkan nama perusahaan dan nama pemilik saham. Banyaknya saham yang dikuasakan kepada perseroan untuk diterbitkan dirinci dalam anggaran dasar perseroan. Biasanya perseroan tidak menerbitkan semua saham yang diterbitkan.

65

Dari berbagai pengertian saham diatas, secara sederhana saham berarti bagian dari modal suatu perusahaan dalam hal ini perseroan terbatas. Dengan demikian

62

Terjemahan H.Boerhanoedin St.Batuah, dkk., Kamus Istilah Hukum Fockema Andreae Belanda-Indonesia, (Bandung: Binacipta, 1983), h.2.

63

Departemen Keuangan RI-Badan Pelaksana Pasar Modal, Kamus Khusus Pasar Modal dan Uang, (Jakarta: Tanpa Penerbit, 1974), h.49.

64

John Downs dan Jordan Elliot Goodman, Kamus Istilah Keuangan dan Investasi, (Jakarta: Elex Media Komputindo, 1994), h.525.

65

Sentosa Sembiring, Hukum Perusahaan Tentang Perseroan Terbatas, (Bandung: CV.Nuansa Aulia, 2006), h.49.

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

saham sebagai bagian dari modal menunjukkan bukti kepemilikan yang disertai hak- hak sebagaimana melekat pada saham yang dimilikinya.

Sehubungan dengan UUPT yang menekankan pentingnya penyetoran modal perseroan, Gunawan Widjaja kemudian menyebutkan: ”saham adalah bukti telah dilakukannya penyetoran penuh modal yang diambil bagian oleh para pemegang saham perseroan terbatas. Yang juga berarti saham menunjukkan bagian kepemilikan bersama dari seluruh pemegang saham dalam suatu perseroan terbatas”.66

1. Bukti penyertaan pemegang saham dalam perseroan terbatas yang disertai hak- hak yang melekat pada saham;

Dari pengertian saham secara sederhana diatas jika digabungkan dengan pengertian saham menurut Gunawan Widjaja maka saham adalah :

2. Bukti pemilikan harta bersama yang terikat dalam perseroan terbatas, yang keberadaanya telah melalui mekanisme pendaftaran di Menteri Hukum dan HAM.

Sebelum pengesahan diajukan kepada Menteri Hukum dan HAM, para pendiri perseroan diwajibkan untuk melaksanakan penyetoran penuh setiap lembar saham yang diambil bagian kedalam perseroan.

66

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

2. Jenis-jenis Saham67

Pada dasarnya hak-hak atas saham sangat tergantung pada jenis saham yang dimiliki. Sebagaimana disebutkan didalam klasifikasi saham yang menyebutkan dapat diterbitkanya beberapa jenis saham dari klasifikasi yang berbeda, hal ini berfungsi sebagai daya tarik bagi pemilik modal agar bersedia menanamkan modal dalam suatu perseroan terbatas yang menerbitkan saham. Dan bagi para pendiri yang menghendaki eksistensinya diakui sebagai pendiri perusahaan, karenanya bagi pendiri diberikan hak-hak khusus dalam kepemilikan perusahaan.

Sebagaimana halnya piutang-piutang yang dikenal dalam teori maupun praktik, saham sebagai piutang dapat dibagi kedalam:

1. Saham atas nama (op naam) yaitu saham yang hanya mengakui pihak yang namanya tercantum dalam saham perseroan, Daftar Pemegang Saham dan Daftar Perseroan sebagai pemiliknya. Cara peralihan saham atas nama dilakukan dengan akta pemindahan hak (baik akta notaril ataupun akta dibawah tangan) dan salinan aktanya harus disampaikan secara tertulis kepada perseroan;

2. Saham atas tujuk (on bearer, aan toonder) yaitu saham yang mengakui pihak yang menguasai fisik saham tersebut sebagai pemiliknya. Sehingga peralihan saham tersebut kepada pihak lainnya cukup hanya dengan menyerahkan fisik surat saham tersebut.68

67

Munir Fuadi, II, Op.Cit., h.28-34., lihat Gunawan Widjaja, I, Op.Cit., h.35-37 dan Sentosa Sembiring, Op.Cit., h.50-52.

68

Lihat Pasal 49 ayat (4) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

3. Saham kepada pembawa (to the bearer) yaitu saham yang kepada siapa pembawanya dianggap sebagai pemilik dan kepadanya berlaku Pasal 1977 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Perdata, yaitu barang siapa yang menguasainya, dia adalah pemiliknya (bezit berlaku sebagai titel sempurna).

Dari ketiga jenis saham tersebut, Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 (UUPT) hanya mengenal saham atas nama, dimana dikatakan oleh Pasal 48 ayat (1) UUPT bahwa saham perseroan dikeluarkan atas nama pemiliknya. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 yang digantikan oleh UUPT mengakui keberadaan saham atas tunjuk. Saham atas tunjuk menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 ini hanya dapat dikeluarkan jika modal sudah disetor penuh. Dalam UUPT tidak dikenal lagi pengeluaran saham yang disetor penuh. Bahkan terhitung sejak pendirian pertama kali, seluruh pendiri sudah diwajibkan untuk melakukan penyetoran penuh atas setiap bagian modal dasar yang diambil bagian oleh masing-masing pendiri. Dalam hal ini tidak ada lagi penyetoran sebagian (50%) seperti yang dikenal dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 sebelumnya.

Disamping ketiga jenis saham tersebut, praktik hukum juga mengenal berbagai jenis saham lainnya, yaitu :69

1. Saham biasa (ordinary share, common share) yaitu saham yang kepada pemegangnya tidak diberikan syarat-syarat khusus, dan tidak didahulukan dari yang lainnya, namun didalamnya terdapat hak-hak seperti :

a. Hak suara di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);

69

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

b. Hak menerima pembagian dividen;

c. Hak menerima sisa kekayaan dalam proses likuidasi.

2. Saham preferens (preferred shares, preferrence shares) merupakan saham yang kepada pemegangnya diberikan hak terlebih dahulu dalam hal pembagian dividen dan/atau dalam hal likuidasi tetapi saham preferen tidak memiliki hak suara. 3. Saham preferen kumulatif, ini merupakan saham preferen yang selain diutamakan

dalam dividen dan dalam likuidasi, tetapi juga jika dalam satu tahun tidak dapat diberikan dividen penuh karena alasan apapun, maka dividen untuk tahun tersebut dapat diberikan pada tahun-tahun berikutnya.

4. Saham preferens kumulatif profit sharing yang kadangkala disebut sebagai ”saham preferens kumulatif partisipasi”, merupakan saham preferens yang setelah mendapat hak-hak istimewa sebagai saham preferens, pemegangnya masih berhak atas dividen dan/atau likuidasi seperti haknya pemegang saham biasa.

5. Saham preferen nonkumulatif, saham seperti ini merupakan saham preferens yang jika dalam satu tahun tidak dapat diberikan keistimewaannya terhadap dividen, maka hak keutamaan tersebut akan hangus, jadi tidak bisa diperhitungkan untuk tahun setelah itu.

6. Saham prioritas merupakan saham dengan mana pemegangnya mempunyai hak- hak khusus pada RUPS atau pada dewan direksi. Keistimewaan seperti ini sering disebut dengan kontrol oligarkis. Biasanya saham prioritas ini diberikan kepada para pendiri atau dewan komisaris. Keistimewaan pemegang saham prioritas untuk melakukan kontrol terhadap perusahaan, dapat dilakukan misalnya melalui

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

pemberian hak veto terhadap perubahan anggaran dasar, pemberian rekomendasi yang mengikat oleh pemegang saham prioritas terhadap pengangkatan, suspensi atau pemberhentian direktur.

7. Saham pendiri (founder’s share) merupakan saham yang diberikan kepada para pendiri atas jasa-jasanya. Saham ini diperoleh para pendiri tanpa menyerahkan sejumlah uang kepada perusahaan, tetapi cukup dengan jasa-jasanya yang telah diberikan sebagai pendiri.

8. Saham bonus merupakan saham yang diberikan kepada pemegang saham yang sudah ada tanpa harus membayar apapun kepada perseroan. Saham bonus ini diberikan sebagai ganti hak menagih dari pemegang saham kepada perseroan atas dana lebih (surplus) dari modal yang ditempatkan. Surplus tersebut dapat terjadi karena adanya keuntungan, hasil yang sangat baik dari operasi penilaian kembali aktiva tetap dan sebagainya.

9. Saham konversi, ini merupkan saham yang dikonversi dari satu jenis saham kepada jenis saham yang lainnya. Misalnya saham preferens yang dapat diubah menjadi saham biasa.

10.Saham disetujui (assented shares) merupakan saham-saham yang disetujui untuk ditukar dengan saham-saham baru jika perusahaan tersebut direorganisasi.

11.Saham tidak disetujui ( non assented shares), ini merupakan kebalikan dari saham disetujui tersebut diatas. Dalam hal ini saham-saham tersebut tidak disetujui oleh pemiliknya untuk ditukar dengan saham baru jika terjadi reorganisasi perusahaan.

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

12.Saham yang dinilai (assessable share), merupakan saham-saham yang dapat dinilai/dibebani kepada pemiliknya untuk membayar kewajiban-kewajiban perusahaan dalam hal perusahaan tersebut pailit. Misalnya dinilai dengan harga minimal saham tersebut.

13.Saham dibayar penuh (paid up share), saham seperti ini disebut juga “saham tidak dinilai/non assessable share”. Saham seperti ini telah dibayar penuh oleh pemegangnya sehingga tidak lagi merupakan saham yang dinilai. Saham yang dibayar penuh tersebut tidak boleh lagi dibebankan kepada pemiliknya kewajiban membayar hutang-hutang perusahaan dalam hal perusahaan pailit.

14.Saham dinaikkan (watered share). Istilah watered share berasal dari watered cattle, yang berarti sapi yang dipaksa minum air sebanyak-banyaknya ketika hendak dijual, sehingga berat timbangannya menjadi tinggi. Dengan demikian, harganya pun akan bertambah mahal. Jadi, dengan “saham yang dinaikkan” dimaksudkan adalah sebagai saham yang nilai nominalnya dinaikkan sehingga menjadi lebih besar dari apa yang yang sebenarnya disetor oleh pemegangnya. 15.Saham donasi (donated share) merupakan saham-saham yang oleh pemiliknya

diserahkan kembali kepada perusahaan, dimana akibatnya perusahaan dapat menjual kembali saham-saham tersebut kepada pihak lain. Ini biasanya dilakukan agar perusahaan tersebut dapat memperoleh tambahan dana.

16.Saham tebusan (redeemable/callable share), merupakan saham yang ditarik kembali oleh perseroan yang mengeluarkannya atas kehendak perusahaan sendiri setelah dipenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya dapat ditebus kembali dengan

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

nilai nominal. Pengeluaran saham ini biasanya dimaksudkan untuk mendapatkan dana dari pihak pemegang saham untuk perseroan, dimana pada satu masa dana tersebut dibayar kembali dengan cara menebus saham-saham tersebut.

17.Saham treasury, merupakan saham-saham yang pernah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi kemudian dibeli kembali oleh perusahaan dan kemudian tetap dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. Saham-saham tersebut kelak dapat dibagi-bagikan kepada karyawan atau dapat pula dijadikan saham bonus misalnya.

18.Saham terjamin (guaranteed share), merupakan saham-saham yang dikeluarkan oleh perusahaan A tetapi dengan jaminan dari perusahaan B, yang dijamin dalam hal ini adalah pembagian dividen terhadap para pemegang saham.

3. Klasifikasi Saham

Perseroan terbatas dapat memiliki satu jenis saham atau beberapa jenis saham sekaligus. Pembagian saham kepada berbagai jenis tersebut disebut klasifikasi saham. Menurut penjelasan atas Pasal 53 ayat (1) UUPT : ”Yang dimaksud dengan klasifikasi saham adalah pengelompokan saham berdasarkan karakteristik yang sama”. Dan setiap saham dalam klasifikasi yang sama memberikan kepada pemegangnya hak yang sama pula.

Jika didalam perseroan terbatas terdapat lebih dari 1 (satu) klasifikasi saham, maka salah satu diantaranya diharuskan oleh UUPT merupakan saham biasa. Karenanya saham biasa mutlak ada dalam setiap perseroan terbatas. Yang dimaksud

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

dengan saham biasa adalah suatu saham yang memberikan hak kepada pemiliknya hal-hal berikut :

1. Hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS); 2. Hak menerima pembagian deviden;

3. Hak menerima sisa kekayaan dalam proses likuidasi.

Selain saham biasa yang mutlak ada pada setiap perseroan terbatas, maka perseroan terbatas dapat pula (tetapi tidak harus) mengeluarkan saham dalam klasifikasi lain seperti :70

a. Saham dengan hak suara atau tanpa hak suara;

b. Saham dengan hak khusus untuk mencalonkan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris;

c. Saham yang setelah jangka waktu tertentu ditarik kembali atau ditukar dengan klasifikasi saham lain;

d. Saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima deviden lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain atas pembagian deviden secara kumulatif atau nonkumulatif;

e. Saham yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima lebih dahulu dari pemegang saham klasifikasi lain atas pembagian sisa kekayaan perseroan dalam likuidasi.

Klasifikasi saham ini tidak berdiri sendiri tetapi suatu klasifikasi saham dapat merupakan gabungan antara 2 (dua) atau lebih klasifikasi. Dan dalam hal perseroan terbatas mengeluarkan lebih dari 1 (satu) klasifikasi saham maka besarnya modal yang disetor kedalam perseroan terbatas haruslah sama dengan jumlah total hasil perkalian antara nilai nominal tiap-tiap klasifikasi saham dengan jumlah saham yang dikeluarkan untuk tiap-tiap klasifikasi saham tersebut.

70

Juliana Citra : Kajian Hukum Tentang Kepemilikan Silang Saham Menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, 2009.

B. Pengaturan Mengenai Saham dan Arti Kepemilikan Saham oleh Pemegang