• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Tianjauan Pustaka 1. Tentang Persepsi

8. Pengertian Komunitas

Komunitas atau kelompok, sebagai wadah dan wahana manusia untuk melangsungkan hidupnya, karena dengan berkelompok manusia dapat memenuhi kebutuhan, mengembangkan diri, mengembangkan potensi, serta aktualisasi diri. Hal ini semuanya bertolak dari pemikiran bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang tetap memiliki keinginan untuk bergabung dengan orang lain.

Menurut Chaplin (2005) komunitas adalah "Sejumlah orang-orang yang berinteraksi dengan sesama lainnya". Interaksi ini (proses interaksi) membedakan bentuk kelompok-kelompok bersama dengan kelompok lainnya. Mengenai komunitas dalam kaitannya dengan ketergantungan, maka unsur yang terkandung dalam sebuah komunitas yang dinamis adalah menunjukkan saling ketergantungan masing-masing anggota yang merealisasikannya dalam persamaan tujuan. Komunitas menurut Hendropuspito (1989:57) ialah "Suatu kelompok

commit to user

territorial yang membina hubungan para anggotanya dengan menggunakan sarana-sarana yang sama untuk mencapai tujuan yang sama". Oleh sebab itu, komunitas mampunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1) Kesatuan hidup yang teratur dan tetap

Komunitas bukanlah suatu kumpulan sementara atau kerumunan, maka harus dikatakan bahwa komunitas termasuk jenis kelompok sosial yang memiliki warna tersendiri dalam hal kebersamaan.

2) Bersifat territorial

Unsur utama dan khas yang menandai suatu kelompok sosial sebagai komunitas ialah unsur tanah daerah yang sama tempat kelompok itu berada. Dengan kata lain, anggota-anggota dari komunitas benar-benar "terpaku dan terpadu" pada tanah territorial tersebut

3) Tidak mengandung pengertian regionalisme

Kata region mengandung arti wilayah yang cukup luas, dapat meliputi satu propinsi atau lebih. Dalam suatu komunitas tidak mengandung pengertian tersebut, sebab dalam komunitas tidak menonjolkan nilai-nilai kebesaran dan keunggulan suatu wilayah atau propinsi atas wilayah atau propinsi lain.Komunitas merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yanghidup bersama. Oleh sebab itu diperlukan beberapa persyaratan bagi sebuahkomunitas, yaitu :

1) Sebagai anggota kelompok harus sadar bahwa dia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan.

2) Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.

3) Ada satu faktor yang dimiliki bersama, sehingga hubungan mereka bertambah erat. Faktor tersebut dapat merupakan nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama dan lain-lain.

4) Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku. 5) Bersistem dan berproses. (Soerjono Soekanto, 2002:115).

Berdasarkan persyaratan di atas maka dapat dikatakan tidak setiap himpunan orang bisa disebut sebagai kelompok (komunitas). Untuk menjadi kelompok diperlukan kesadaran pada anggota-anggotanya akan ikatan yang sama

commit to user

yang mempersatukan mereka. Kelompok mempunyai tujuan dan organisasi (tidak selalu formal) dan melibatkan interaksi di antara anggota-anggotanya. Menurut Baron dan Byrne dalam Jalaluddin Rakhmat (1989:160) "Kelompok mempunyai dua tanda psikologis, yaitu: (1) anggota-anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok, (2) nasib anggota-anggota kelompok saling tergantung sehingga hasil setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain".

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa komunitas adalah sekumpulan manusia secara fisik yang melakukan interaksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama, terdiri atas dua atau lebih individu yang mehunjukkan saling ketergantungan. Suatu komunitas biasanya memiliki nilai-nilai sendiri yang harus dipatuhi oleh anggota-anggotanya.

b. Bentuk-bentuk Komunitas

Menunit Mappiare (1982:158) "Bentuk-bentuk komunitas dibedakan menjadi: 1) komunitas chums (sahabat karib); 2) komunitas cliques (komunitas sahabat); 3) komunitas crowds ( komunitas banyak remaja) dan; 4) komunitas yang diorganisir". Bentuk-bentuk komunitas tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Komunitas Chums (sahabat karib)

Yaitu komunitas remaja yang bersahabat karib dengan ikatan persahabatan yang sangat kuat. Anggota komunitas biasanya terdiri dari 2-3 remaja dengan jenis kelamin sama, memiliki minat, kemampuan dan kemauan-kemauan yang hampir sama. Bahkan beberapa persamaan membuat mereka menjadi akrab, walaupun kadang-kadang terjadi juga perselisihan, tetapi dengan mudah mereka lupakan.

2) Komuinitas Cliques (komunitas sahabat)

Komunitas ini biasanya terdiri dari 4-5 remaja yang memiliki minat, kemampuan dan kemauan-kemauan yang relatif sama. Biasanya terjadi dari penyatuan dua pasang sahabat karib atau dua chums yang terjadi pada tahun-tahun pertama masa remaja awal. Jenis kelamin remaja dalam suatu cliques umumnya

commit to user

sama. Pada pertengahan dan akhir remaja awal umumnya terjadi cliques dengan anggota yang berlainan. Dalam cliques ini remaja' pada mulanya banyak melakukan kegiatan bersama.

3) Komunitas Crowds (komunitas banyak remaja)

Biasanya terdiri dari banyak remaja, lebih besar dibandingkan dengan cliques, Karena besarnya komunitas, maka jarak emosi antara anggota juga agak renggang. Biasanya dari chums menjadi cliques, dan dari sini tercipta crowds. Dengan demikian terdapat jenis kelamin berbeda serta terdapat keragaman kemampuan minat dan kemauan diantara para anggota crowds. Hal yang sama dimiliki mereka adalah rasa takut diabaikan atau tidak diterima oleh teman-teman dalam crowds. Dengan kata lain, remaja ini sangat membutuhkan penerimaan peer-groupnya.

4) Komunitas yang diorganisir

Merupakan komunitas yang sengaja dibentuk dan diorganisir oleh orang dewasa yang biasanya melalui lembaga-lembaga tertentu, misalnya sekolah. Umumnya komunitas ini timbul atas kesadaran orang dewasa bahwa remaja sangat membutuhkan penyesuaian pribadi dan sosial, penerimaan dan ikut serta dalam komunitas-komunitas, Berdasarkan hal itu, maka komunitas-komunitas yang diorganisir dan dibentuk dengan sengaja terbuka bagi semua remaja dalam lembaga atau yayasan yang bersangkutan. Anggota komunitas terdiri dari remaja-remaja baik yang telah memiliki sahabat maupun remaja-remaja yang belum mempunyai komunitas.

5) Komunitas Gangs

Merupakan komunitas yang terbentuk dengan sendirinya dan pada umumnya merupakan akibat peiarian dari empat jenis komunitas tersebut di atas. Dalam empat jenis komunitas sebelumnya, mayoritas remaja terpenuhi kebutuhan pribadi dan sosialnya, mereka belajar memahami teman-teman mereka dan peraturan-peraturan yang ada. Tetapi ada remaja yang gagal dalam memenuhi kebutuhan tersebut, antara lain disebabkan ditolak oleh teman sepergaulan, atau tidak dapat menyesuaikan diri dalam komunitas. Remaja-remaja yang tidak puas ini "melarikan diri" dan membentuk komunitas tersendiri yang dikenal dengan

commit to user

"gangs". Anggota gangs dapat berlainan jenis dapat pula sama. Kebanyakan remaja anggota gangs menghabiskan waktu tanpa melakukan kegiatan, kadang-kadang mengganggu remaja lain yang bukan anggota mereka. Ada juga gangs yang kalem, tetapi kebanyakan gangs adalah bertingkah laku agresif dan menyimpang.

Berdasarkan kelima bentuk komunitas di atas, maka dalam penelitian ini kelompok punk merupakan salah satu dari komunitas gangs yang dibuat oleh remaja yang mempunyai perilaku menyimpang. Komunitas punk pada awalnya terbentuk dari kelompok bermain remaja yang memiliki kesenangan yang sama. Di tengah lingkungan keluarga dan masyarakat mereka merasa tidak berarti, merasa tidak nyaman dengan aturan-attiran yang membatasi kebebasan mereka. Di dalam komunitas punk, mereka merasa mendapatkan perlindungan, keberadaanmereka diakui oleh anggota yang lain dan bebas berekspresi sesuai kehendak mereka. Lambat laun perilaku mereka berada diluar kontrol orang dewasa dan semakin tidak terkendali. Akhirnya perilaku mereka mengarah ke perilaku menyimpang, dan keberadaannya dapat mengganggu dan meresahkan masyarakat sekitar.

Kartini Kartono (2005:12) mengatakan "Pada umumnya remaja yang tergabung dalam suatu gangs memiliki sifat yang sangat agresif, suka berkelahi dengan siapapun terutama dengan anak yang bukan anggota mereka tanpa suatu sebab yang jelas, dengan tujuan untuk mengukur kekuatan kelompok sendiri". Menurut mereka masyarakat luas dan keluarganya menolak dan memusuhi mereka, sehingga membatasi mereka dalam bertingkah laku. Remaja yang merasa senasib tersebut lalu saling bersimpati dan menggerombol menjadi satu membentuk komunitas sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka. Anggota dari gangs kebanyakan adalah laki-laki walaupun ada juga anak perempuan yang ikut di dalamnya. Dalam aktivitas gangs, mayoritas masyarakat menganggap bahwa gangs sama sekali tidak mencerminkan manfaat positif bagianggotanya, Contohnya begadang sampai larut malam, mabuk-mabukan, kecenderungan sex bebas, berjudi, dan hal-hal lain yang bersifat destruktif. Menurut Iman Budhi Santosa (2001:69) ada tiga motivasi dasar yang melatarbelakangi perilaku gangs,

commit to user

yaitu: a) motivasi pemberontakan; b) justifikasi (pembenaran) dan; c) eksistensi. Motivasi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

a) Motivasi pemberontakan, yaitu sebagai manifestasi untuk melepaskan diri dari budaya yang sudah mapan yang dianggap membelenggu dan tidak sesuai dengan aspirasi remaja.

b) Justifikasi (pembenaran), nasehat orang tua dianggap kuno, ketinggalan jaman bagi mereka, sedangkan dalam hati mereka juga menyadari bahwa perilaku mereka akan sulit untuk diterima oleh orang tua.

c) Eksistensi, kebebasan yang mereka peroleh dalam gangs dapat dijadikan sebagai jembatan untuk memperoleh posisi yang diakui oleh atiggota yang lain.