• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Landasan Teori

2.2.1. Pengertian Konsumsi Secara Mikro

Didalam ilmu ekonomi diartikan sebagai pengguna barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan manusiawi (the use of goods services in the satisfaction of human wants). Konsumsi haruslah dianggap sebagai maksud serta tujuan yang essensisl daripada produksi. Atau perkataan lain, produksi adalah alat bagi konsumsi (Rosyidi, 2004 : 147).

Apabila dipergunakan tanpa kualitas apapun, maka istilah

“konsumsi ” itu didalam ilmu ekonomi akan secara umum diartikan sebagai penggunaan barang-barang dan jasa-jasa yang secara langsung akan memenuhi kebutuhan manusia. Tetapi harap dingat bahwa beberapa macam barang, seperti mesin-mesin maupun bahan mentah, dipergunakan untuk menghasilkan barang lain. Hal ini dapat kita sebut sebagai konsumsi produktif (Production Consumption), sedangkan konsumsi yang langsung dapat memuaskan kebutuhan disebut konsumsi akhir (Final Consumption). (Rosyidi,2004:147-148).

Pada hakekatnya konsumsi timbul karena adanya kebutuhan-kebutuhan manusia yang harus dipenuhi, dan ini mendorong terjadinya kegiatan ekonomi, kegiatan ini dibagi menjadi tiga macam :

1. Produksi

Produksi adalah segala kegiatan yang menjunjung tinggi faedah barang, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia. Produksi secara langsung yaitu produksi yang

menggunakan factor produksi alam dan tenaga kerja, sedangkan produksi tidak langsung menggunakan factor produksi temuan yaitu modal dan keahlian.

2. Distribusi

Distribusi adalah penyalur barang-barang produksi dari produsen sehingga dapat diterima oleh para konsumen akhir. System distribusi mencakup :

a) Sistem Liberal (bebas), barang dan jasa didistribusikan oleh perusahaan swasta.

b). Sistem Terpimpin, barang dan jasa didistribusikan oleh perusahaan Negara atau koperasi.

c). Sistem Campur Tangan, barang dan jasa didistribusikan oleh perusahaan Negara dan swasta. Biasanya yang didistribusikan oleh perusahaan Negara adalah keperluan vital, seperti air dan listrik.

Setiap Negara akan berbeda dalam system pendistribusian barang dan jasa untuk sampai pada konsumen. Hal ini tergantung kepada system perekonomian yang dianut. System distribusi di Indonesia berbeda dengan sistem distribusi ekonomi liberal. System distribusi di Indonesia harus berjalan lancar dan adil, usaha untuk mempersingkat jalan distribusi yang panjang dari perusahaan ke konsumen mendorong pemerintah menekan harga untuk lebih mudah dan pendistribusian akan adil dan merata.

3. Konsumsi

Dalam pengertian sehari-hari istilah konsumsi biasanya dengan memakan makanan atau meminum minuman, tetapi dalam ilmu ekonomi berarti penggunaan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan manusia. Konsumsi dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk mengurangi atau menghabiskan kegunaan barang dan jasa, baik secara langsung maupun secara berangsur-angsur, atau cara pemakaian barang konsumsi ini masing-masing orang berlainan tergantung dari sikap lingkungan hidupnya dan cara hidupnya. Selain itu besar kecilnya penghasilan seseorang berpengaruh pada tingkat konsumsi mereka (Rosyidi, 2004 : 56).

Akan tetapi karena kebutuhan-kebutuhan yang terbatas sedangkan penghasilan itu sendiri adalah terbatas, maka setiap orang merasa bahwa dirinya belum mencapai suatu kemakmuran. Dengan demikian jika seseorang ingin menambah konsumsi maka ia harus menambah penghasilan (Bintari dan Suprihatin, 1997 : 49)

 Ciri-ciri melakukan konsumsi (konsumen) adalah :

1. Kualitas produksi, karena konsumen senantiasa menginginkan

barang yang baik sesuai dengan nilai uang yang dikeluarkan untuk memperoleh barang tersebut.

2. Adil dan jujur didalam transaksi perdagangan.

3. Data barang, karena konsumen senantiasa menginginkan data

barang yang akan dibeli, misalnya tanggal kadarluarsa, cara pemakaian barang, dan lain-lain.

2.2.1.1 Teori Perilaku Konsumen Dan Permintaan

Perekonomian terdiri dari tiga kelompok subyek ekonomi, yaitu konsumen dan produsen pemilih factor produksi. Setiap konsumen harus menentukan bagaimana cara mengalokasikan uang miliknya terhadap barang dan jasa yang ada di pasar. Penjumlahan dari seluruh barang dan jasa yang diminta oleh masyarakat menunjukkan permintaan pasar. Permintaan diartikan sebagai keinginan yang didukung oleh kekuatan daya beli atau keinginan apa saja disebut sebagai permintaan potensial, maka jumlah yang diminta (quantity demanded) adalah jumlah total suatu komoditi yang diinginkan semua rumah tangga untuk membeli. Tiap barang dan factor produksi mempunyai harga. Yang dimaksud dengan harga adalah tingkat kemampuan suatu barang untuk dengan barang lain.

Suatu barang mempunyai harga karena harga barang itu berguna (mempunyai kegunaan) dan langka, artinya jumlah yang tersedia kurang dibandingkan dengan jumlah diperlukan. Jika orang mengatakan permintaan, maka yang dimaksud adalah permintaan yang disertai daya beli (money demand) terhadap suatu benda (Kadariah, 1994 : 1).

Yang mengartikan permintaan suatu jenis barang adalah sejumlah barang yang dibeli (atau pembeli) bersedia membelinya pada tingkat harga yang berlaku pada suatu pasar tertentu dan dalam waktu tertentu. Definisi permintaan adalah bahwa permintaan merupakan sederetan angka menunjukkan banyaknya satuan barang yang diminta pada berbagai tingkat harga dan juga barang yang diselidiki dalam suatu pembicaraan

mengenai masalah permintaan adalah satu jenis barang saja dan bahwa permintaan itu terjadi dipasar serta waktu yang juga tertentu.

Permintaan adalah keinginan yang disertai dengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang yang bersangkutan. Setiap orang boleh saja ingin kepada apapun yang diinginkannya, tetapi jika keinginannya itu tidak ditunjang dengan kesediaan membeli serta kemampuan untuk membeli, maka keinginannya itupun hanya akan tinggal keinginan saja. Disini jelaslah bahwa keinginan memang tidak membawa pengaruh apa-apa terhadap harga, sedangkan permintaan berpengaruh (Rosyidi, 2004 : 239).

 Dari hypotesa diatas dapat disimpulkan, bahwa :

1. Apabila harga suatu barang naik, maka pembeli akan mencari barang

lain yang dapat digunakan sebagai pengganti barang tersebut, dan sebaliknya apabila harga barang tersebut turun, konsumen akan menambah pembelian terhadap barang tersebut.

2. Kenaikkan harga menyebabkan pendapatan riil konsumen berkurang,

sehingga memaksa konsumen mengurangi pembelian, terutama barang yang akan naik harganya.

 Pengaruh Faktor Bunga Terhadap Permintaan :

a). Harga Barang Lain.

Hubungan suatu barang dengan barang lain dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) golongan :

1. Barang Pengganti / Barang Subsidi, yaitu apabila suatu barang dapat menggantikan fungsi barang lain. Harga barang subsidi dapat mempengaruhi permintaan terhadap yang digantikannya. Contoh : Minyak tanah dan Gas.

2. Barang Pelengkap / Complementer, yaitu apabila suatu

barang selalu digunakan secara bersama. Contoh : Gula dan Kopi.

3. Barang yang tidak saling berhubungan. Contoh : Kapal terbang dan Sandal jepit.

b). Pendapatan Konsumen

Berhubungan pendapatan konsumen akan menimbulkan perubahan permintaan terhadap berbagai jenis jenis barang.

 Jenis barang dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam,

yaitu :

1. Barang Normal, yaitu barang yang permintaannya akan

meningkat apabila pendapatan konsumen naik. Barang mewah / barang lux, barang kebutuhan sehari-hari. 2. Barang inferior / barang bermutu rendah, yaitu barang

yang diminta konsumen berpenghasilan rendah, apabila pendapatan konsumen tersebut naik maka permintaan terhadap barang inferior akan menurun.

c). Corak Distribusi Pendapatan.

Jika pemerintah menaikkan pajak pada orang kaya, untuk menaikkan pendapatan yang berpenghasilan rendah, maka corak permintaan barang berubah.

d). Cita Rasa Masyarakat / Selera.

Perubahan cita rasa mayarakat akan merubah permintaan terhadap suatu barang.

e). Jumlah Penduduk.

Pertambahan penduduk akan diakui oleh adanya kesempatan kerja. Dengan demikian akan merubah daya beli masyarakat, selanjutnya akan menambah permintaan berbagai barang.

f). Prediksi Masa Yang Akan Datang

jika konsumen memprediksi akan adanya kenaikkan harga suatu barang dimana yang akan datang, maka permintaan terhadap barang tersebut meningkat.

2.2.1.2Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan

Perubahan pendapatan konsumen artinya apabila konsumen memiliki jumlah pendapatan yang lebih maka konsumen mampu untuk membeli barang-barang yang digunakan sehingga akan mempengaruhi jumlah permintaan.

Perubahan harga barang yang berkaitan artinya apabila permintaan peningkatan harga barang pertama akan menyebabkan kenaikkan

permintaan harga barang kedua dan sebaliknya penurunan harga barang pertama akan menyebabkan penurunan harga barang kedua.

Perubahan jumlah atau komposisi konsumen artinya ekspektasi mempengaruhi permintaan contohnya konsumen yang menduga akan mengalami kenaikkan pendapatan bisa meningkatkan permintaan sebelum pendapatan belum meningkat.

Perubahan selera konsumen artinya permintaan justru barang dipengaruhi oleh selera konsumen. Konsumen akan meningkatkan jumlah permintaan apabila barang tersebut memiliki kegunaan bagi konsumen dengan harga yang terjangkau.

Gambar 1 : Kurva Akibat Pergesaran Permintaan terhadap Keseimbangan.

Sumber : Raharjo, 2000, Pengantar Teori Ekonomi Mikro, LPFE, Universitas Indonesia, Jakarta, Hal : 46.

D1 D0 Q0 Q1 0 P1 P0 E0 E1 S Kuantitas

Keterangan :

Pada kurva diatas ditunjukkan bahwa kurva permintaan bergeser ke kanan kerena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan bergeser dari E0 ke E1. Perpindahan ini menunjukkan bahwa kenaikkan permintaan menyebabkan harga naik dari 0o ke P1 dan kuantitas barang bertambah dan Q0 ke Q1. Akibat dari pergesaran ini menyebabkan harga turun dan kuantitas barang akan berkurang.

2.2.1.3 Teori Perilaku Produsen Dan Penawaran.

Aktivitas dalam suatu perekonomian banyak ditentukan oleh dua subyek ekonomi sebagai pelaku transaksi didalam pasar kedua factor tersebut adalah : konsumen yaitu mereka yang mengkonsumsi atau menggunakan sejumlah barang dan jasa sehingga terbentuklah permintaan, factor lainnya adalah : produsen yaitu mereka menyediakan atau menjual sejumlah barang dan jasa sehingga terbentuklah penawaran

Wujud permintaan terhadap suatu barang dan jasa belum merupakan syarat cukup untuk mewujudkan transaksi didalam pasar. Permintaan hanya dapat dipenuhi apabila penjual (produsen) akan menyediakan sejumlah barang yang diperlukan tersebut. Perilaku penjual dalam menyediakan dan memasarkan suatu jenis barang kepada konsumen dipasar tersebut dengan penawaran (supply).

Penawaran adalah hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Secara spesifik, penawaran menunjukkan seberapa banyak produsen suatu barang mau dan mampu menawarkan per periode pada

berbagai kemungkinan tingkat harga, hal ini diasumsikan konstan, hukum penawaran menyatakan bahwa jumlah yang ditawarkan biasanya secara langsung berhubungan dengan harganya. Jadi, semakin rendah harganya, jumlah yang ditawarkan semakin sedikit ; semakin tinggi harganya, semakin tinggi juga jumlah yang ditawarkan. (William, A. 2000: 47).

Gambar 2 : Kurva Akibat Pegesran Penawaran Terhadap Keseimbangan.

Sumber : Raharjo, 2000, Pengantar Teori Ekonomi Mikro, LPFE, Universitas Indonesia, Jakarta, Hal : 46.

Keterangan :

Pada kurva diatas ditunjukkan bahwa kurva penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi berarti penawaran telah bertambah kenaikkan penawaran dari titik keseimbangan bergeser dari E0 ke E1 dan berarti harga turun dari P0 ke P1 dan kuantitas barang bertambah dan Q0 ke Q1. Akibat dari pergesaran ini menyebabkan harga turun dan kuantitas barang akan berkurang.

S1 S0 Q0 Q1 0 P0 P0 E0 E1 D Kuantitas

2.2.1.4 Pengertian Elastisitas Secara Mikro

Teori Elastisitas adalah mengukur kepekaan satu variable dengan variabel lainnya secara spesifik. Elastisitas adalah sautu bilangan yang menunjukan persentase perubahan yang terjadi pada satu variable sebagai reaksi atas setiap satu persen kenaikkan pada variable lain. Ekonom biasa mengukur kecepatan tanggapan (responsiveness) dengan menggunakan konsep elastisitas. Elastisitas adalah konsep umum yang dapat digunakan untuk mengkuantifikasi tanggapan satu variable ketika variable lain berubah.

2.2.1.5 Teori Elastisitas Permintaan Dan Penawaran

Jika dikaitkan dengan teori elastisitas permintaan ataun elastisitas penawaran maka Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai pasar monopoli tidak berpengaruh karena perubahan variable atau kondisi lain

yang mengganggu, karena berapapun tarif atau harga air per m3 yang

diberlakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), permintaan sambungan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah tetap karena air merupakan sarana penunjang kehidupan yang penting, sebaliknya dengan permintaan besar atau kecil sekalipun pemenuhan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan tetap diperhatikan pengadaannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

2.2.1.6 Elastisitas Permintaan

Menurut Sugiarto (2002 : 102), Elastisitas permintaan adalah suatu ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga

atau faktor-faktor lainnya terhadap perubahan permintaan suatu komoditas. Secara umum penaksiran elastisitas permintaan berguna bagi perusahaan maupun bagi pemerintah. Adapun manfaat dari penaksiran elastisitas permintaan :

1. Bagi perusahaan (produsen), elastisitas permintaan dapat menjadi

landasan dalam menyusun kebijakan penjualannya. Bila diketahui sifat responsive permintaan atas komoditas yang dihasilkan perusahaan, pihak perusahaan dapat menentukan perlu tidaknya untuk menaikkan harga jual komoditas yang dihasilkan.

2. Bagi pemerintah dapat digunakan untuk meramalkan kesuksesan dari

kebijakan tertentu yang akan dilakasanakan secara umum elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi :

a). Elastisitas permintaan terhadap harga (price elasticity of

demand).

b). Elastisitas permintaan terhadap pendapatan (income elasticity of demand).

c). Elastisitas permintaan silang harga (cross price elasticity of demand).

2.2.1.7 Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran adalah suatu ukuran kuantitatif yang menujukkan besarnya pengaruh perubahan harga maupun factor-faktor lainnya terhadap perubahan penawaran komoditas tersebut. Untuk mencari elastisitas penawaran terhadap harga dengan cara biasa dipergunakan.

Rumus :

ηЅ = Persentase perubahan jumlah komoditas X yang ditawarkan

Persentase perubahan harga

( Sugiarto, 2002 : 129) Keterangan:

ηЅ = Elastisitas penawaran terhadap harga (price elasticity of supply).

 Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran adalah :

1. Sifat Perubahan Biaya Produksi.

Penawaran suatu komoditas merupakan penawaran yang tidak elastis bila kenaikkan penawaran hanya dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya tambahan yang sangat tinggi.

a). Kapasitas produksi telah mencapai tingkat yang tinggi sehingga untuk menambah produksi harus dilakukan investasi baru.

b). Faktor-faktor produksi yang diperlukan untuk meningkatkan produksi sangat sulit untuk diperoleh.

2. Jangka Waktu Analisis.

Dalam menganalisis pengaruh waktu terhadap elastisitas penawaran biasanya dibedakan tiga jenis jangka waktu :

a). Masa Amat Singkat

para penjual tidak dapat menambah penawarannya sehingga dengan demikian penawarannya bersifat tiadk elastis sempurna.

b). Jangka Pendek

Dalam kapasiatas alat-alat produksi yang ada tidak ditambah. Tetapi setiap perusahaan masih dapat menaikkan produksi

menggunakan kapasitas yang tersedia dengan cara menggunakan faktor-faktor produksi termasuk modal secara lebih insentif.

c). Jangka Panjang.

Dalam produksi dan jumlah komoditas yang ditawarkan dapat dengan mudah ditambah, oleh karenanya penawarannya bersifat elastis (Sugiarto, 2002 : 135-136).

2.2.1.8 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran

Jumlah barang yang ditawarkan produsen kepada konsumen sangat dipengaruhi oleh : harga, barang itu sendiri, ongkos produksi, tujuan perusahaan tersebut dan tingkat teknologi yang telah digunakan. Pengeluaran mempunyai peranan sangat besar dalam menentukan besarnya ongkos produksi, tanpa adanya kenaikkan produktivitas dan efisiensi kenaikkan harga factor produksi akan menaikkan ongkos produksi. Tujuan perusahaan dalam teori ekonomi melalui dimisalkan perusahaan berusaha untuk memaksimumkan keuntungan tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting didalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan, kemajuan teknologi ini telah dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi mutu suatu barang dan dapat menciptakan barang-barang baru.

Dengan demikian penawaran akan suatu barang akan berbeda sifatnya akan terjadi dalam tujuan yang ingin dicapai masing-masing perusahaan, tingkat teknologi memegang peranan yang sangat penting didalam menentukan banyaknya jumlah barang yang dapat ditawarkan,

kemajuan teknologi ini telah dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi mutu suatu barang dan dapat menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungan dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi dapat memberikan dua manfaat yaitu :

a). Produksi dapat ditambah dengan lebih cepat dan ongkos produksi yang lebih murah, sehingga dengan demikian dapat dicapai keuntungan yang lebih tinggi.

b). Manfaat tersebut dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi cenderung untuk menimbulkan kenaikkan penawaran.

2.2.1.9 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi

Dalam ilmu ekonomi makro dikenal adanya hubungan antara tingkat pendapatan nasional dengan tingkat konsumsi masyarakat yang bersifat positif.

Hal ini dimaksudkan bahwa makin tinggi tingkat pendapatan masyarakat, maka tingkat konsumsi juga meningkat. Menurut Rahardja Prathama, (2004 : 38), bahwa konsumsi tergantung pada besarnya tingkat pendapatan dan keinginan untuk mengkonsumsi.

Jadi kecenderungan untuk mengkonsumsi marginal MPC (Marginal Propensity To Consume). MPC ini didapat dengan

menggunakan rumus : MPC =

Y C

atau MPC adalah konsep yang

memberikan gambaran tentang berapa konsumsi akan bertambah bila pendapatan disposibel bertambah satu unit atau pertambahan pendapatan

0 P A B R M K E D C C G H I Linier Pendapatan (Y) K ons um si ( C )

yang dipergunakan untuk keperluan konsumsi, demikian pula sebaliknya semakin kecil MPC, semakin kecil pula pendapatan yang dikonsumsi sedangkan (c) adalah tingkat konsumsi dan (y) adalah pendapatan penduduk.

Gambar 3 : Fungsi Konsumsi Linier

Keterangan :

1. Tingkat pendapatan sebesar 0P maka konsumsi sebesar 0G segitiga sama

kaki adalah segitiga OPR. Oleh karena itu terdapat di saving (tabungan negatif) sebesar RM arti dari di saving, kebutuhan konsumsi dapat ditutup dengan pendapatan yang dimiliki.

2. Tingkat pendapatan sebesar 0A maka konsumsi sebesar 0H segitiga sama

kaki adalah segitiga 0AK. Titik K adalah BEP (Break Even Point). Garis

0A adalah BEI (Break Even Income) dan garis 0H adalah BEC (Break

Even Consumption). Oleh karena itu konsumsi sama dengan pendapatan

pada waktu BEP (Break Even Point), dikatakan bahwa konsumsi dapat

3. Tingkat pendapatan 0B maka konsumsi sebesar 0I segitiga sama kaki adalah segitiga OBE. Oleh karena itu ada sisa pendapatan sebesar DE setelah digunakan untuk keperluan konsumsi.

Gambar 4 : Fungsi Konsumsi Non Linier

Keterangan :

Bahwa MPC maupun MPS tidak selalu konstan. MPC selalu semakin menjadi kecil dengan meningkatnya pendapatan MPS semakin besar seiring dengan meningkatnya pendapatan MPC menunjukkan segitiga-segitiga CAB, BDE, dan EFG yakni ditunjukkan oleh sisi miring segitiga siku-siku.

Hubungan pendapatan disposibel dan konsumsi Keynes

menjelaskan bahwa konsumsi saat ini (current consumption) sangat

dipengaruhi oleh oleh pendapatan disposibel saat ini (current consumption income). Menurut Keynes, ada batas konsumsi minimal yang tidak tergantung tingkat pendapatan, artinya tingkat konsumsi tersebut harus

Linear 0 A D F C B E G Pendapatan ( Y ) K ons um si ( C ) C

dipenuhi, walaupun tingkat pendapatan sama dengan nol. Jika pendapatan disposibel meningkat maka konsumsi juga akan meningkat. Hanya saja peningkatan konsumsi tersebut tidak sebesar peningkatan pendapatan disposibel.

Dokumen terkait