BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.2 Teori Pendapatan
Pendapatan merupakan factor penting bagi setiap orang dalam usaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin tinggi pendapatan yang diperoleh seseorang maka akan semakin banyak pula kebutuhan yang dapat dipenuhi. Oleh karena itu setiap Negara akan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup berkaitan dengan pendapatan perkapita yang diperoleh. Semakin tinggi pendapatan yang diperolehnya maka akan terdapat dana yang disisihkan sebagai modal untuk menjalankan usahanya. Beberapa pengertian tentang pendapatan yang dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain :
“Menurut Sukirno, (2003 : 391), dalam kegiatan perusahaan keuntungan ditentukan dengan cara mengurangkan berbagai biaya yang dikeluarkan dari penjualan yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan meliputi pengeluaran untuk bahan mentah, pembayaran upah, pembayaran bunga, sewa tanah, dan penghapusan. Apabila hasil penjualan yang diperoleh dikurangi dengan biaya-biaya tersebut diperolehlah keuntungan”.
Pendapatan seseorang individu dapat didefinisikan sebagai jumlah penghasilan yang diperoleh dari jasa-jasa produksi yang diserahkannya
pada waktu tertentu atau yang diperoleh dari harta kekayaannya (Boediono, 2000 : 170).
Pendapatan adalah menunjukkan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Pendapatan terdiri dari upah, atau penerimaan tenaga kerja. Pendapatan dari kekayaan seperti sewa, bunga, serta pembayaran transfer atau asuransi si penganggur (Samuelson, 1993 : 258).
Pendapatan adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam sautu perekonomian. Didalam konsep pendapatan adalah bentuk-bentuk pendapatan yang tidak diterima oleh perseorangan, melainkan diterima
oleh pemerintah maupun business. Kedua bentuk pendapatan yang tidak
diterima oleh perseorangan itu masing-masing adalah pajak laba perusahaan (diterima oleh pemerintah), dan laba tidak dibagi diterima (business). Untuk mendapatkan pendapatan perseorangan, maka kedua bentuk pendapatan ini harus dihilangkan (Mankiw, 2003 : 10).
Sehingga dapat disimpulakan bahwa pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dalam jangka waktu tertentu. Penghasilan yang dimaksudkan adalah jumlah total pendapatan yang dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah produksi yang dihasilkan dengan harga per m3 penjualannya.
2.2.2.1 Pengertian Pendapatan Perkapita
Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan standar hidup penduduk Negara yang bersangkutan, yang bisa diukur dengan
kenaikkan penghasilan riil perkapita. Pendapatan perkapita adalah sama dengan pendapatan nasional riil atau output secara keseluruhan yang dihasilkan selama satu tahun dibagi dengan jumlah seluruhnya (Suparmoko, 2000 : 28).
Salah satu kegunaan pendapatan regional adalah dapat digunakan untuk melihat perkembangan atau penurunan suatu daerah dari tahun ke tahun dengan mendukung pembangunan yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran.
Pendapatan perkapita adalah pendapatan domestic regional bruto didaerah yang bersangkutan dibagi jumlah penduduk didaerah tersebut (Sukirno, 2002 : 417).
Dengan rumus sebagai berikut :
Pendapatn perkapita =
uduk jumlahpend
PDRB
Jadi dapat disimpulkan pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk disuatu daerah yang bersangkutan.
“Menurut Sukirno, (2001 : 417), ada beberapa factor yang menimbulkan adanya perbedaan ditingkat pendapatan yaitu :
1). Pendapatan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan.
2). Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan.
3). Perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan.
Pendapatan perkapita merupakan factor penting dalam meningkatkan permintaan sambungan air bersih. Apabila pendapatan perkapita masyarakat meningkat maka akan mengakibatkan permintaan air bersih meningkat. Perhitungan pendapatan perkapita dalam penelitian ini berdasarkan atas perhitungan menurut harga tetap, perhitungan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan rata-rata dari penduduk suatu Negara dalam membeli barang-barang.”
Semakin tinggi pendapatan yang diperolehnya, maka akan terdapat dana yang dapat disisihkan sebagai modal untuk menjalankan kegiatan selanjutnya, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan nasional.
Pendapatan nasional saat ini masih tetap dianggap sebagai pilar utama penyangga politik ekonomi, artinya kearah pendapatan nasional itulah hampir semua kebijakan dibidang perekonomian difokuskan. Tak ada satu Negara pun didunia yang tidak memandang penting masalah pendapatan nasional. Untuk mengetahui arus terbentuknya pendapatan nasional, dapat dilihat pada gambar berikut :
Gambar 5 : Gross National Product
Pendapatan
Sumber : Rosyidi. Suherman, 2004, Pengantar Teori Ekonomi, Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro, Penerbit Duta Jasa, Surabaya, Halaman : 103.
Untuk membaca gambar tersebut diatas dapat dimulai dari sebelah manapun juga, sebab semuanya akan memberikan pengertian yang sama.
Produksi menciptakan pembuatan barang dan jasa business tentu
memerlukan jasa-jasa produktif dari semua factor produksi dan dari situ munculnya pendapatan, yakni berupa balas jasa untuk semua factor produksi. Selanjutnya, pendapatan akan menciptakan pengeluaran, sebab semua orang yang berpendapatan itu akan mengeluarkan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa, dan pada akhirnya pengeluaran akan menciptakan produk, sebab pengeluaran itu tentu bertujuan untuk ditukarkan dengan alat-alat pemuas kebutuhan hidup, yaitu barang dan jasa. Oleh karena itulah business harus memenuhi pengeluaran masyarakat dengan jalan produksi barang dan jasa (Rosyidi, 2004 : 103).
Sedangkan definisi dari pendapatan nasional menurut :
a). Mankiw (2003 : 10), prestasi ekonomi suatu bangsa atau Negara dapat dinilai dengan berbagai ukuran agregat. Secara umum, prestasi tersebut diukur melalui sebuah dengan istilah pendapatan nasional.
b). Sukirno (2005 : 28), pendapatan nasional adalah jumlah dari pendapatan factor-faktor produksi yang digunakan dengan produksi barang dan jasa dalam satu tahun tertentu. Dalam suatu
perhitungan pendapatan nasional, jumlah pendapatan itu disamakan produk nasional netto harga-harga factor.
c). Suparmoko (2000 : 11), pendapatan nasional adalah keseluruhan dari barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dari suatu Negara dalam periode tertentu.
d). Rosyidi (2004 : 102), pendapatan nasional adalah semua barang dan jasa yang tiap tahun dihasilkan oleh bangsa yang bersangkutan, diukur menurut harga pasar.
Pendapatan nasional merupakan nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu perekonomian Negara dalam satu tahun. Ada tiga metode perhitungan pendapatan nasional :
1. Metode Produksi
Pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap sector produksi dalam suatu Negara dalam waktu satu tahun. Sector produksi dibagi dalam dua sector yaitu pertanian, industri pengolahan, pertambangan dan galian, listrik, air dan gas, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, perdagangan, bank dan lembaga keuangan, sewa rumah, pertahanan, dan jasa-jasa lainnya, jumlah nilai produksi barang dan jasa akhir yang dihasilkan sector-sector tersebut selama satu tahun disebut Gross Domestic Product / Gross National Product.
2. Metode Pendapatan
Menurut metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan factor-faktor produksi yang digunakan dalam memproduksi barang-barang dan jasa-jasa. Faktor-faktor produksi terdiri dari modal, tanah, tenaga kerja, dan ketrampilan atau skill yang digunakan tersebut diberi balas jasa yang masing-masing bernama bunga, sewa, upah, gaji, dan laba. Karena factor-faktor produksi tersebut dimiliki oleh seseorang atau sekelompok dalam masyarakat, maka balas jasa kembali kepada masyarakat sebagai pendapatan masyarakat.
3. Metode Pengeluaran
Perhitungan pendapatan nasional dengan cara ini yaitu dengan menunjukkan seluruh pengeluaran dan lapisan masyarakat. Pendapatan yang diterima oleh semua lapisan masyarakat akan dibelanjakan pada berbagai barang dan jasa atau ditabung (Sukirno, 2002 : 36).
Pendapatan nasional dalam hal ini dapat ditinjau dari :
a). Pendapatan nasional harga berlaku dan harga tetap. Harga berlaku yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu Negara pada tahun tertentu dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku tahun tersebut. Harga tetap yaitu nilai dalam suatu tertentu dan akan digunakan untuk menilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun lalu.
b). Pendapatan nasional harga pasar dan harga factor. Harga pasar yaitu perhitungan nilai barang berdasarkan harga yang dibayar oleh pembeli. Sedangkan harga factor adalah nilai yang disumbangkan oleh factor-faktor produksi (Sukirno,2002 : 35).
2.2.3 Pengertian Rumah Tangga
Menurut Lipsey, dkk (1993 : 47) sebuah rumah tangga didefinisikan sebagai semua orang yang bertempat tinggal di bawah satu atap dan yang membuat keputusan keuangan bersama atau yang menyebabkab pihak lain mengambil keputusan keuangan bagi mereka. Anggota rumah tangga sering kali disebut konsumen. Teori ekonomi menempatkan sejumlah atribut bagi rumah tangga ini.
Rumah tangga juga bisa didefinisikan sebagai seseorang atau kelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik, biasanya tinggal bersama serta makan dari satu dapur yang dimaksud makan dari satu dapur adalah jika pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola secara bersama-sama menjadi satu (Regrestrasi penduduk akhir tahun, 2001 : x).
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian rumah tangga adalah sekelompok orang yang bertempat tinggal di bawah satu atap dan yang membuat keputusan keuangan bersama atau yang menyebabkan pihak lain mengambil keputusan yang konsisten serta berusaha memperoleh kepuasan maksimum atau kesejahteraan rumah tangga.