TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Modal Ventura
Isilah modal ventura pada dasarnya berasal dari bahasa Inggris “venture capital”. Venture sendiri berarti usaha mengandung resiko, sehingga modal ventura banyak yang mengartikan sebagai penanaman modal yang mengandung resiko pada suatu usaha atau perusahaan.
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 1988, menyatakan bahwa “Perusahaan modal ventura (PMV) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (invesste company) untuk jangka waktu tertentu.”
Pengertian atau defenisi yang dibuat oleh para sarjana, maka modal ventura disebut sebagai suatu bentuk kerjasama pembiayaan antara PMV dengan perusahaan PPU. Untuk pembiayaan suatu usaha dalam bentuk equity participation atau pinjaman yang dikonversi menjadi saham, dilakukan untuk jangka menengah dan panjang, yaitu 5 sampai dengan 10 tahun, dikenakan bunga, dengan resiko investasi tinggi serta terlibat dalam manajemen perusahaan yang dibiayainya dengan tujuan untuk memperkecil resiko atas investasi yang ada melalui capital gains. Mitra kerja dari PMV adalah perusahaan-perusahaan yang potensial untuk dibiayai dan dianggap bisa berkembang. Perusahaan modal ventura menyediakan beberapa nilai tambah dalam bentuk advis manajamen dan
memberikan kontribusi terhadap keseluruhan strategi perusahaan yang bersangkutan. Resiko yang relatif tinggi ini akan dikonpensasikan dengan kemungkinan return yang tinggi pula, yang biasanya didapat melalui capital gains yang bersifat medium term (Majalah Usahawan, 1991).
Clinton Richardson mendefinisikan modal ventura sebagai sejumlah dana yang di investasikan ke dalam PPU yang cukup beresiko tinggi bagi investor. PPU tersebut biasanya dalam kondisi tidak memungkinkan mendapatkan kredit dari perbankan dan perusahaan pemodal ventura biasanya mengharapkan return yang tinggi, sehingga memerlukan PPU yang benar-benar memiliki prospek yang bagus. Perusahaan modal ventura juga memberikan bantuan manajemen untuk memberikan nilai tambah terhadap investasinya (Kadarisman, 1992).
Robert T. White yang telah dikutip dan diterjemahkan oleh Anggi dan Effendi (1992) menyatakan bahwa modal ventura adalah “The business of providing financing and business development help to enable the formation and carly development of emerging growth business is a wide range of technology and not technologi area”. Dapat diterjemahkan bahwa suatu bisnis penyediaan pembiayaan dan bisnis bantuan pengembangan untuk mendapatkan bentuk dan perkembangan awal dari pertumbuhan bisnis dan dalam tingkat yang luas di bidang teknologi dan non teknologi.
Buku Oxford Advanced Leaner’s Dictionary menyatakan kata venture diartikan dengan “Project or undertaking, esp a commercial one where is a risk of fairule, embark on a risky, doubtful, etc”. Venture capital disebut “Money investee in a new enterprise, esp risky one”. Secara bebas pengertian tersebut
dapat diterjemahkan, modal ventura (venture capital) adalah (sejumlah) uang yang diinvestasikan pada perusahaan yang baru berdiri dan emngandung resiko yang sangat tinggi (Kadarisman, 1992).
The Bank of England Quarterly Bulletin menyebutkan, “Modal ventura sebagai suatu aktifitas dengan nama pihak investor mendukung bakat-bakat enterpreneur dengan skill financial dalam bisnis, untuk memanfaatkan pasar dan karenanya akan mendapatkan capital gains yang bersifat long terms” (Fuady, 1996).
Lorenz (1985) dalam bukunya yang berjudul Venture Capital To Day, menyatakan modal ventura adalah “The investment of long term, risk eguity finance where the primary reward for its, providers (the Venture Capitalist) is an eventual capital gain rather than interest income or devident field”. Dapat diterjemahkan modal ventura adalah bentuk investasi jangka panjang, sutua pembiayaan modal (eguity) yang mengandung resiko dalam mana imbalan utama bagi penyedia dananya bukan pendapatan dari bunga ataupun deviden tetapi capital gain.
“Modal ventura adalah suatu sumber pembiayaan yang penting untuk memulai suatu perusahaan yang melibatkan resiko investasi tetapi juga menyimpan potensi keuntungan diatas rata-rata keuntungan investasi dalam bentuk lain, karena itu modal ventura disebut juga sebagai risk capital,” adalah pengertian modal ventura yang terantum dalam Directory Business Term (Fuady, 1996).
Kadarisman (1992) juga menyebutkan pengertian modal ventura sebagai suatau usaha pembiayaan yang mengandung resiko kepada pembentukan suatu bisnis baru untuk pelunasan ataupun refinancing. Sedangkan bisnis yang dibiayai dapat berupa pertanian, industry kecil bahkan jasa-jasa.
Dipo (1993) menambahkan, modal ventura adalah suatu dana usaha dalam bentuk saham atau pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham. Dana tersebut bersumber dari perusahaan modal ventura yang mengharapkan adanya keuntungan dari investasinya tersebut.
Berdasarkan dari pengertian-pengertian tersebut, maka modal ventura disebut sebagai suatu bentuk kerjasama pembiayaan antara PMV dengan perusahaan lain (PPU) untuk membiayai suatu usaha dalam bentuk equity participation atau pinjaman yang dapat dikonversi menjadi saham, dilakukan untuk jangka menengah dan panjang, tidak dikenakan bunga, dengan resiko investasi yang tinggi serta terlibat dalam manajamen perusahaan yang dibiayainya dengan tujuan memperkecil resiko atas investasinya, dengan harapan kemungkinan memperoleh keuntungan diatas rata-rata investasi yang ada melalui capital gains.
Modal ventura sering disebut sebagai “risk capital” atau “modal dengan resiko tinggi”. Hal ini disebabkan penyertaan modalnya ke dalam PPU, perusahaan modal ventura tidak menerima sesuatu sebagai jaminan atas modal tersebut, karena prinsipnya PMV hanya berpegang pada kegiatan PPU saja. PMV berkeyakinan bahwa kegiayan PPU tersebut akan memperoleh keuntungan di masa akan datang, sehingga PMV akan mendapatkan keuntungan juga berupa
“capital gain”. Keyakinan inilah yang secara tidak langsung dapat menjadi jaminan bagi PMV. Namun demikian apabila PPU dikemudian hari mengalami kerugian sehingga tidak dapat memberikan keuntungan bagi PMV, maka resiko tidak dikembalikannya modal yang disertakan itu harus ditanggung oleh PMV.
Dari berbagai pengertian dan defenisi modal ventura tersebut diatas, lebih lanjut dapat dikemukakan bahwa :
a. Pembiayaan modal ventura terutama diberikan kepada perusahaan yang baru mulai tumbuh dan biasanya belum mendapatkan kepercayaan oleh lembaga perbankan untuk memperoleh kredit bank.
b. Pembiayan modal ventura merupakan pembiayaan yang beresiko tinggi (high risk), tetapi juga merupakan pembiayaan yang memiliki potensi keuntungan yang tinggi pula (high return) yang biasanya didapatkan melalui capital gains yang bersifat medium term atau long term.
c. Pembiayaan modal ventura merupakan investasi/penanaman dana jangka panjang.
d. Pembiayaan modal ventura biasanya dilakukan dalam bentuk partisipasi equity (penyertaan modal) dan atau pinjaman yang bisa dialihkan menjadi saham kepada perusahaan-perusahaan yang berpotensi untuk berkembang.
e. Pembiayaan modal ventura diberikan dalam bentuk “paket pembiayaan”, yaitu suntikan dana atau modal yang disertai dengan
penempatan dan pembinaan manajemen pada perusahaan pasangan usaha.
f. Pembiayaan modal ventura juga untuk mendukung bakat-bakat entrepreneur dengan skill financial untuk memanfaatkan pasar, dengan jalan alih manfaat yang diberikan dalam dampingan manajemen oleh perusahaan pemodal ventura.
Perusahaan ataupun usaha yang menjadi sasaran dari modal ventura tidak terbatas pada industri tertentu, namun pada umumnya mempunyai karakteristik, antara lain :
1. Perusahaan yang berusaha dalam pasar yang sedang tumbuh dan bersifat inovatif, dan mempunyai potensi untuk berkembang dengan cepat di masa mendatang, seperti usaha pengembangan perangkat lunak untuk industri komputer. Perusahaan yang ingin melakukan ekspansi usaha, namun karena beberapa keterbatasan seperti nilai asset di bawah ketentuan yang berlaku di pasar modal, belum dapat menghimpun dana melalui pasar modal maupun melakukan pinjaman dari bank.
2. Perusahaan yang ingin melakukan restrukturisasi hutang-hutangnya yang sudah sangat mengganggu tingkat kesehatan perusahaan, misalnya karena beban bunga yang tinggi atau resiko hutang dan modal yang sudah tidak sehat.
3. Perusahaan yang telah mempunyai pangsa pasar yang baik namun perlu menggantikan fasilitas produksi yang lebih canggih untuk memenuhi tuntutan kualitas yang lebih baik dari konsumen setianya.
4. Perusahaan yang memerlukan benih modal dalam mengembangkan suatu produk baru yang akan dilempar ke pasar.
5. Untuk mengantisipasi kerugian tersebut PMV harus selektif dalam memilihnya PPU-nya dan biasanya venture capital merupakan pengusaha professional yang memiliki naluri dan ketajaman bisnis yang tinggi, karena PMV juga dapat secara aktif terlibat dalam pengoperasian PPU tersebut.
Aplikasi modal ventura dapat dibedakan dengan fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan pada pelaksanaan kredit bank. Pembayaran bunga atas pinjaman dan pengembalian pinjaman pokok serta penyediaan jaminan merupakan salah satu persyaratan yang demikian, pihak bank selaku kreditur dapat memperkecil resiko yang mungkin terjadi dalam pemberian kredit. Sebab, jika kreditur wanprestasi, maka jaminan kredit yang disebabkan oleh debitur, dapat dilelang dan diambil sebagai pelunasan pinjaman pokok beserta bunganya.
Seorang debitur bank apabila mengalami kerugian-kerugian dalam usaha yang didanai dengan kredit bank, debitur tidak dapat mengajukan alasan kerugian tersebut kepada pihak bank supaya dibebaskan dari segala kewajiban yang berkaitan dengan beban kredit tersebut. Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perbankan memang tidak disebutkan secara eksplisit jaminan yang harus disediakan oleh penerima kredit. Akan tetapi sesuai dengan prinsip prudential
banking yang menuntut kehati-hatian dari pihak bank dalam menguncurkan kreditnya, secara teoritis dan praktis umumnya pemberian kredit bank selalu diiringi dengan pemberian jaminan atas pinjaman dari peserta kredit.
Fuady (1996) menyatakan “Bahwa dalam setiap pemberian kredit harus selalu ada unsur yang sering disebut dengan “Prinsip 5C yaitu singkatan dari unsur-unsur character, capacity, capital, condition of economy and collateral”.
Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa salah satu dasar pertimbangan pemberian kredit bagi debitur yang diharuskan oleh prinsip tersebut adalah tersedianya jaminan. Dengan demikian, secara umum untuk memperoleh kredit perbankan harus tersedia jaminan atas pinjaman tersebut.
Berdasarkan kebutuhan PPU, selain memberikan bantuan dana PMV juga menyertakan dampingan manajemen ke PPU. Dalam konstruksi yang demikian ini, PMV berarti mempunyai perpanjangan tangan dalam PPU karena dapat turut serta dalam menentukan arah dan kebijaksanaan bisnis PPU sebagai mitra usahanya sekaligus mengamankan investasinya. Dengan kata lain, investasi dalam praktek modal ventura mempunyai karakteristik (ciri) khusus bila dibandingkan dengan bentuk investasi yang lainnya.
Berhubungan dengan hal itu, Fuady (1996) mengemukakan beberapa karakteristik modal ventura antara lain sebagai berikut :
1. Pemberian bantuan financial dalam bentuk modal ventura ini tidak hanya menginvestasikan modal saja, tetapi juga ikut terlibat dalam manajemen perusahaan yang dibantunya.
2. Investasi yang dilakukannya tidaklah bersifat permanen, tetapi hanya bersifat sementara, untuk kemudian selesai masanya dilakukan divestasi.
3. Motif dari modal ventura yang murni tetap motif bisnis, yakni untuk mendapatkan keuntungan yang relatif tinggi, walaupun dengan resiko yang relatif tinggi pula.
4. Investasi dalam bentuk modal ventura yang dilakukan ke dalam perusahaan pasangan usaha bukanlah investasi jangan pendek.
5. Investasi tersebut bukan bersifat pembiayaan dalam bentuk pinjaman, tetapi dalam bentuk partisipasi equity, atau setidak-tidaknya loan yang dapat dialihkan ke equity (convertible).
6. Pada prinsipnya, modal ventura merupakan investasi tanpa jaminan collateral, karena itu lebih dibutuhkan kehati-hatian dan kesabaran.
7. Prototype dari pembiayaan dengan modal ventura adalah pembiayaan yang ditujukan kepada perusahaan kecil atau perusahaan baru, tetapi menyimpan potensi besar untuk berkembang.
8. Biasanya investasi modal ventura dilakukan terhadap perusahaan yang tidak punya akses untuk mendapatkan kredit perbankan.
Kadarisman (1992) mengemukakan beberapa ciri khas penyertaan modal dalam modal ventura yaitu :
1. Modal ventura merupakan modal saham yang disediakan sebagai “risk capital” kepada seorang individu atau perusahaan yang mempunyai gagasan tanpa jaminan pengembalian seperti halnya pinjaman.
2. Modal ventura merupakan investasi aktif. Pemasukan modal ventura dalam perusahaan biasanya disertai dengan keterlibatan dalam fungsi-fungso manajemen utama yang dapat menentukan sukses usaha.
3. Modal ventura dimasukan ke dalam suatu usaha untuk waktu sementara tujuannya untuk menarik kembali modal tersebut setelah usaha berjalan lancar dan nilai perusahaan meningkat. Keuntungan modal ventura diharapkan dari apresiasi nilai saham atau “capital gain”.
Dengan demikian dapat ditarik 2 unsur penting yang etrdapat di dalam berbagai pengertian modal ventura yang membedakan dengan perusahaan-perusahaan pembiayaan lainnya yaitu :
a. Perusahaan modal ventura bersifat aktif, karena ikut terlibat di dalam manajemen perusahaan pasangan usaha.
b. Tujuan jangka panjang adalah untuk memperoleh keuntungan (capital gain).
Sebagai salah satu lembaga pembiayaan yang juga mempunyai orientasi bisnis, pada sisi lain modal ventura mempunyai keunggulan dan kelemahan tertentu seoerti halnya bisang usaha lain. Keuntungan modal ventura menurut Fuady (1996) antara lain adalah (1) merupakan dana jangka pendek yang relatif
murah dengan sistem “repayment” yang cukup fleksibel, (2) sumber dana bagi perusahaan baru yang belum memenuhi syarat mendapat dana dari perbankan, (3) bantuan manajemen PMV dapat menambah majunya perusahaan penerima dana, (4) kerjasama dengan modal ventura yang sudah mapan dapat menambah kredibilitas perusahaan penerima dana, (5) perusahaan penerima dana dapat memperluas jaringan usaha melalui partner bisnis PMV, (6) merupakan salah satu perlindungan dan pemerataan kesempatan perusaha bagi perusahaan kecil.
Kelemahaan yang terkandung dalam PMV antara lain adalah (1) dalam jangka panjang pendanaan lewat modal sangat mahal, karena sistem bagi hasil yang ditetapkan dan return yang diperoleh PMV sangat besar, (2) modal ventura hanya diberikan kepada perusahaan yang mempunyai prospek usaha yang super bagus saja, (3) pendiri PPU dapat kehilangan kontrol kepemilikannya dari perusahaannya berhubung manajemen dan saham yang pegang oleh PMV. Serta apabila PPU memunjukkan gejala kegagalannya, perusahaan cenderung di take over atau dilikuidasi.
Jenis-jenis modal ventura yang dikaitkan dengan pertumbuhan kegiatan dunia usaha dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Seed-financing, yaitu modal paling awal pada tahap gagasan (idea stage) yang digunakan untuk studi kelayakan.
2. Star-up financing, yaitu tahap penyewaan ruang kerja, penyusunan organisasi, penyusunan business plan, product investigation, dan survey pemasaran, pengembangan produk dan pemasaran awal.
3. First-stage financing, yaitu tahap produksi dan pemasaran komersial dalam tahap awal.
4. Second-stage financing, yaitu modal untuk membiayai perluasan produksi dan pemasaran, terutama untuk mendukung piutang dan persediaan barang. Perusahaan telah menunjukkan perkembangan yang baik, tetapi belum memberikan keuntungan.
5. Third-stage financing, yaitu modal untuk perluasan usaha setelah melampaui break-event point, misalnya untuk perluasan fasilitas produksi, perluasan pasar dan pengembangan produk.
6. Brigde-financing, yaitu modal tahp akhir sebelum perusahaan dijual kepada pihak lain atau restrukturisasi finansial sebelum ditawarkan untuk pembiayaan lain (go public).
7. Acquisting-financing, yaitu penyediaan dana untuk membeli pemilikan suatu perusahaan oleh pihak luar perusahaan.
8. Management buy-out, yaitu penyediaan dana untuk memungkinkan pembelian suatu perusahaan oleh pihak management.