• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Landasan Teori

3. Pengertian Pembelajaran Tematik

Menurut Depdiknas: 2006, Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis dari pada model pembelajaran terpadu. Istilah pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaan sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. (Trianto, 2011, h. 147). Pembelajaran tematik termasuk jenis pembelajaran yang menyatukan beberapa mata pelajaran ke dalam tema tertentu.

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengkaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. (Nuraeni, 2018, h. 27).

Pembelajaran tematik dengan mengkaitkan beberapa mata pelajaran menjadi tema, maka dalam pembelajaran tematik ini guru juga lebih kreatif karena harus bisa mengkaitkan pelajaran yang satu dengan yang berikutnya serta berpengaruh juga kepada siswa dalam hal ini sisw menjadi terus termotivasi dalam pembelajaran, karena tema yang ditentukan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

24 Tematik adalah salah satu model pembelajaran terpadu (integrated learning) pada jenjang taman kanak-kanak (TK/RA) dan sekolah dasar (SD/MI) untuk kelas awal (kelas 1, 2 dan 3) yang didasarkan pada tema-tema tertentu yang kontekstual dengan dunia anak. (Prastowo, 2013, h. 122). Tematik adalah pembelajaran terpadu pada jenjang TK dan SD untuk krlas awal, dengan tema yang mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa dapat memahami dengan mudah.

Pembelajaran tematik adalah program pembelajaran yang berangkat dari satu tema/ topik tertentu dan kemudian dielaborasi dari berbagai aspek atau ditunjau dari berbagai perspektif mata pelajaran yang bisa diajarkan di sekolah (Kadir dan Asrohah, 2015, h. 1). Pembelajaran Tematik menggunakan tema dalam pembelajaran yang sudah ada, maka tema tersebut dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran dengan menyesuaikan dengan pelajaran yang di sekolah.

Pembelajaran tematik adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam tema dengan proses pembelajaran yang bermakna disesuaikan dengan perkembangan siswa. Pembelajaran yang dilaksanakan berkaitan dengan pengalaman dan lingkungan siswa. (Akbar, A’yun, Satriyani, Widodo, Paranimmita dan Ferisa, 2017, h. 17). Pembelajaran Tematik adalah pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam tema sehingga pembelajaran menjadi bermakna, pembelajaran temaik bisa

25 disesuaikan dengan lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih konkrit dengan kehidupan sehari-hari.

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, pembelajaran tematik yaitu menggabunkan beberapa pelajaran menjadi tema, yang didalmnya terdapat berbagai aspek yang akan berguna untuk siswa, guru dapat mengembangikan tema yang ada dengan lingkungan sekolah sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna.

a. Keunggulan Pembelajaran Teamtik

1) Dapat mennggurang overlapping antara berbagai mata pelajaran, karena mata pelajaran disajikan dalam satu unit.

2) Menghemat pelaksanaan pembelajaran terutama dari segi waktu karena pembelajaran tematik dilaksanakan secara terpadu antara beberapa mata pelajaran.

3) Anak didik mampu melihat holistik hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/ materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir.

4) Pembelajaran menjadi holistik dan menyeluruh akumulasi pengetahuan dan pengaman anak didik tidak tersegmentasi pada disiplin ilmu atau mata pelajaran tertentu, sehingga anak didik akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang saling berkaitan antara satu sama lain.

5) Keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan lainnya akan menguatkan konsep yang telah dikuasai anak didik., karena didikung dengan pandangan dari berbagai perspektif. Kadir dan Asrohah, 2015, h. 26)

26 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keunggulan dari pembelajaran tematik yaitu dalam hal wkatu lebih efektif, dalam hal pembelajaran lebih bermakna, sehingga tujuan pembelajaran tercapai siswa menjadi lebih bisa mengeksplor dirinya karena lebih banyak melakukan.

b. Kelemahan Pembelajaran Tematik

1) Pembelajaran menjadi lebih kompleks dan menuntut guru untuk mempersiapkan diri sedemikian rupa supaya ia dapat melaksanakanya dengan baik.

2) Persiapan yang harus dilakukan oleh guru pun lebih lama. Guru harus merancang pembelajaran tematik dengan memperhatikan keterkaitan antara berbagai pokok materi tersebar dibeberapa mata pelajaran.

3) Menuntut penyediaan alat, bahan, sarana dan prasarana untuk berbagai mata pelajaran yang dipadkan secara serentak. (Kadir dan Asrohah, 2015, h. 26).

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kelemahn pembelajaran tematik yaitu kompetensi guru yang harus ditingkatkan guna tercapainya pembelajaran tematik yang sistematis serta harus adanya sarana dan prasarana yang menunjang dalam proses pembelajaran.

c. Karakteristik Pembelajaran Tematik 1) Berpusat pada siswa

Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai sebjek belajar, sedangkan guru lebih banyak berperan

27 sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar.

2) Memberikan pengalaman langsung

Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak.

3) Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas

Dalam pembelajaran tematik, pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa.

4) Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran

Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran.

5) Bersifat fleksibel

Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya, bahkan mengkaitkan dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada.

6) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. (Majid, 2017, h. 89).

28 Berdasarkan uraian di atas dapat dispimpulkan karakteristik pembelajaran tematik yaitu menekankan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran dan sistem tematik itu sendiri dalam proses pembelajaran.

d. Pembelajaran Tematik yang sesuai dengan Karakteristik Perkembangan Siswa

Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, karakteristik cara anak belaja, konsep belajar dan pembelajaran bermakna, maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awal SD sebaiknya dilakukan dengan pembelajaran tematik, berikut ini karakteristik perkembangan siswa:

1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu

2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama

3) Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih baik mendalam dan berkesan 4) Kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan

mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa

5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas

6) Siswa lebih bergairah karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain

7) Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus. (Sumantri, 2016, h. 176)

29 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik perkembangan siswa dalam pembelajaran tematik siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dimana guru hanya menjadi fasilitator.

Dokumen terkait