Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai yaitu, mengembangkan multimedia interaktif berbasis flash yang tepat dan menarik untuk meningkatkan pemahaman dalam pembelajaran tematik kelas IV di SDS Muhammadiyah Pasir Jaya.
5 F. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa multimedia interaktif berbasis flash di kelas IV. Adapun spesifikasi produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut:
1. Multimedia Interaktif berbentuk file
2. Fonts yang digunakan Mv Boli, Arial, dan Comic Sans MS
3. Multimedia interaktif berisi materi Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 1 4. Adanya gambar yang sesuai denga materi yang dipelajari, seperti padi,
petani, nelayan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai.
5. Penggunaan bahasa dalam media dipilih kosakata sederhana dalam kalimat-kalimat pendek dalam setiap slide
6. Adanya audio dan video untuk menambah penjelasan materi pelajaran.
G. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
1. Pengembangan adalah penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.
2. Multimedia Interaktif adalah suatu multimedia yang dlengkapi dengan akat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
3. Flash animasi yang bergerak dalam suatu produk yaitu Macromedia Flash yang merupakan pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
6 4. Tematik adalah program pembelajaran yang berangkat dari satu tema/ topik tertentu dan kemudian dielaborasi (penggarapan) dari berbagai aspek atau ditinjau dari beberapa persperktif/inti dari mata pelajaran yang biasa diajarkan di sekolah.
5. Multimedia interaktif berbasisi Flash adalah suatu software yang digunakan untuk mengimplementasikan pembelajaran tematik yang menarik dalam pembelajaran.
Dari asumsi di atas disimpulkan bahwa penelitian ini adalah proses mengembangkan Multimedia interaktif berbasis Flash pada pembelajaran tematik yang ditunjukan kepada siswa kelas IV SDS Muhammadiyah Pasir Jaya. Multimedia interaktif ini dikembangkan untuk memberikan penyajian materi tematik dengan lebih menarik dan konkret.
H. Definisi Istilah
1. Metode penelitian dan pengembangan yaitu penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tertentu, dimulai dari analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut agar dapat berfungsi di masyarakat.
2. Multimedia interaktif yaitu suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Multimedia interaktif yang dikembangkan yaitu berbasis Flash.
7 3. Flash yang digunakan sebagai alat bantu yaitu Macromedia Flash.
4. Tematik adalah program pembelajaran yang berangkat dari satu tema/ topik tertentu dan kemudian dielaborasi dari berbagai aspek atau ditinjau berbagai perspektif mata pelajaran yang bisa diajarkan di sekolah. Tematik yang digunakan sebagai materi yaitu Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 1.
I. Manfaat Penelitian
Hasil penelitan ini diharapkan dapat bermanfaat baik untuk kepentingan teoritis maupun praktis.
1. Manfaat teoritis
Pengembangan multimedia interaktif berbasis flash dapat memberikan konstribusi ilmu pengetahuan bagi pemecahan masalah dalam pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu pengembangan multimedia interaktif salah satu cara untuk meningkatkan motivasi ada proses pembelajaran berlangsung.
2. Manfaat Praktis
Adapun secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu:
a. Bagi sekolah
Sebagai pelengkap media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
8 b. Bagi Guru
Diharapkan hasil penelitian ini memberikan alternatif dalam pembelajaran di kelas sehingga dapat mempermudah guru dalam mengajarkan materi, dan meningkatkan kreatifitas guru dan membangun inovasi dalam pengembangan bahan ajar.
c. Bagi Siswa
Penerapan media pembelajaran ini dalam bentuk multimedia interaktif berbasis Flash diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran tematik.
9
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Multimedia Interaktif
Istilah multimedia secara etimologis berasal dari kata “multi” dan
“media”. Multi berarti banyak atau jamak dan media berarti sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi seperti teks, gambar, suara, video.
Sedangkan secara terminologis multimedia adalah kombinasi berbagai media seperti teks, gambar, suara, animasi, video dan lain-lain secara terpadu dan sinergis melalui komputer atau peralatan elektronik lain untuk mencapai tujuan tertentu. (Surjono, 2017, h. 2). Multimedia adalah secara etimologis dan terminologis mempunyai keterkaiatan satu dengan yang lainnya yaitu sama-sama menggabungkan berbagai komponen dalam satu produk guna menyampaikan informasi untuk tujuan tertentu.
Secara umum, kata multimedia berasal dari dua kata dalam bahasa latin, yaitu multi dan mdium. Multi memiliki arti bermacam-macam/banyak, sedangkan medium memiliki arti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. (Asmoro dan Pramono, 2019, h. 3). Multimedia adalah gabungan dari satu atau lebih komponen media yang bertujuan untuk menyapaikan informasi.
Multimedia yaitu berhubungan dengan penggunaan lebih dari satu macam media untuk menyajikan informasi. Misalnya, video musik adalah
10 bentuk multimedia karena informasi menggunakan audio, suara dan video.
(Munir, 2015, h. 2). Multimedia adalah suatu media yang menggabungkan beberapa komponen yaitu suara, video dan audio, sehingga penyapaian informasi lebih menarik dan pesanya tersampaikan.
Multimedia adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan, atau isi pelajaran.
(Arsyad, 2014, h. 162). Multimedia adalah menyatukan gambar, suara video teks dibuat dengan manarik sehingga informasi atau pelajran yang disampaikan kepada siswa dapat menambah keingin tahuan tentang materi yang diajarkan.
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya.
(Firmansyah, 2019, h. 2). Multimedia interaktif adalah suatu sistem yang dapat digunakan dengan pengguna sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Dari pengerian di atas dapat ditarik kesimpulan, multimedia interaktif adalah media yang dapat digunakan oleh siapa saja sesuai tujuan yang pengguna ingin capai, yang didalmnya mencangkup gambar, audio, visual, animasi dengan mempunyai masing-masing keutamaanya.
a. Karakteristik Multimedia Pembelajaran
1) Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
11 2) Bersifat interaktif, dalam pengertian ini memiliki kemampuan untuk
mengakomodasikan respon pengguna.
3) Bersifat mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa sehingga pengguna dapat menggunakan tanpa bimbingan orang lain. (Daryanto, 2012, Hal. 55)
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik multimedia pembelajaran yaitu dengan menggabungkan beberapa unsur media untuk menunjang multimedia menjadi lebih menarik sehingga informasi tersampaikan, sehingga penyamapian informasi lebih bermakana dan adanya respon dan antusias yang baik untuk pengguna.
b. Tujuan Multimedia dalam Pendidikan
Mutimedia yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dalam menggunakan aplikasi multimedai itu siswa tentu melakukan aktivitas atau berinteraksi denganya misalnya dengan mengklik tombol-tombol navigasi (next, back, home), mengklik menu, memilih alternatif jawaban, menulis teks, menggeser objek, dan lain-lain. (Surjono, 2017. Hal, 3).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan multimedia dalam pembelajaran untuk meningkatkan respon peserta didik dalam proses belajar di kelas, dengan adanya multimedia interaktif siswa bisa lebih mengeksplor keingintahuanya terhadap materi
12 pembelajaran maupun media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.
c. Fungsi Multimedia Pembelajaran
1) Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
2) Mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengontrol laju kecepatan belajaranya.
3) Memperhatikan bahwa siswa mengikuti suatu urutan yang jelas dan terkendalikan.
4) Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, amupun percobaan. (Daryanto, 2012, h. 55).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan fungsi multimedia pembelajaran yaitu untuk meningkatkan respon dalam pembelajaran di kelas, karena siswa bisa langsung berpartisipasi dalam menggunakan media tersebut sehingga siswa sangat tertarik dalam pembelajaran.
d. Manfaat Multimedia Pembelajaran
1) Dapat belajar sesuai waktu dan kesempatan yang tersedia 2) Dapat belajar di ruang kelas atau tempat yang berbeda
3) Dapat belajar dengan tutor yang sabar (Multimedia sebagai tutor) 4) Dapat belajar secara aktif dan menerima feedback
5) Dapat meningkatkan aspek motivasi dalam belajar secara mudah/kolaboratif. (Rusli Hermawan dan Supuwiningsih, 2017, h. 3)
13 Berdasarka uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat multimedia pembelajaran yaitu guru bisa menjadi fasilitator dan multimedia menjadi media yang membuat siswa aktif dalam memahami materi pembelajaran hingga proses evaluasi belajar.
e. Prinsip- prinsip Multimedia 1) Koheren (Coherent)
Multimedia yang dibuat sebaiknya bersifat sederhana dengan menghilangkan kata-kata yang tidak diperlukan. Antar kata-kata (tulisan), suara, dan gambar harus saling terkait dan mudah dipahami.
2) Mengandung Petunjuk/ Simbolisasi (Signaling)
Siswa akan mudah mempelajari materi jika isi multimedia mengandung petunjuk-petunjuk yang mengacu pada pemahaman materi. Hal ini selaras dengan temuan Bates dan Gallagher (1977) bahwa siswa akan tertarik untuk mempelajari materi yang lebih mendalam ketika petujuk-petunjuk yang mengarah pada pemahaman materi yang lebih mendalam.
3) Hindari Pemborosan (Avoid Redundancy)
Siswa akan lebih mudah belajar melalui kombinasi antara media grafis dan narasi dari pada dengan kombinasi antara grafis, narasi, dan teks pada layar karena dianggap sebagai sesuatu yang berlebihan.
4) Tata Letak Materi yang Baik (Spatial Contiguity)
Pengaturan tata letak antar materi yang saling berdekatan akan memudahkan siswa dalam memahami lebih dalam.
14 5) Pengaturan Gambar (Temporal Contiguity)
Siswa akan lebih mudah memahami materi jika gambar dan tulisan ditampilkan secara bersamaan dari pada berurutan. Jadi, gambar dan tulisan ditekankan pada suatu lembar yang sama.
6) Segmentasi (Segmenting)
Siswa akan lebih tertarik pada video yang mengarah pada materi dengan durasi yang tidak terlalu panjang dari pada video yang berdurasi sangat panjang. Durasi video yang ideal adalah seperti ukuran video standar di situs berbagi video Youtube, yakni sekitar 10-12 menit.
7) Pelatihan Awal (Pre-Training)
Pelatihan awal dalam pemanfaatan multimedia akan bermanfaat ketika siswa mengoperasikan multimedia pada proses pembelajaran yang sesungguhnya.
8) Modalitas/ Pengendalian (Modality)
Siswa akan lebih mudah memahami materi dengan mengamati kombinasi antara grafis dan narasi dari pada hanya tampilan animasi dan teks pada layar. Hal ini mencerimnkan perlu dipahami bahwa peserta didik dapat lebih mudah menggabungkan pendengarnya dan tampil pada saat bersamaan untuk saling memperkuat pemahaman.
9) Multimedia
Penggunaan gabungan lebih dari satu media pembelajaran akan menjadikan siswa belajar dengan lebih baik. Penggunaan penggabungan
15 kata dan gambar akan lebih efektif dari pada menggunakan kata-kata saja.
10) Personalisasi (Personalization)
Siswa akan lebih bisa dengan mudah memahami materi jika kata-kata yang digunakan di dalam multimedia tersebut menggunakan kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari yang tidak terlalu kaku seperti kata-kata yang digunakan dalam kalimat-kalimat formal.
11) Suara (Voice)
Suara/ komentar yang ada dalam multimedia hendaknya menggunakan suara manusia asli dan bukan menggunakan siara mesin seperti suara yang bisa dihasilkan oleh Google translator.
12) “Tanpa” Gambar Presenter (“No” Image)
Saat melakukan pembelajaran melalui multimedia, akan lebih baik jika siswa bisa melihat langsung pembicara yang membawakan materi.
(Suryani, Setiawan dan Putria, 2018, h. 202)
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan prinsip-prinsip multimedia yaitu gabungan bagaimana multimedia interaktif dalam menarik untuk siswa dalam proses pembelajaran dengan memperhatikan semua unsur yang harus ada dalam multimedia.
f. Aspek Multimedia Pembelajaran 1) Umpan Balik
Setelah melakukan respon, siswa harus segera diberi umpan balik berupa komentar, pujian, peringatan atau perintah tertentu bahwa respon
16 siswa tersebut benar atau salah. Umpan balik akan semakin menarik dan menambah motivasi belajar apabila disertai ilustrasi suara, gamar atau video.
2) Percabangan
Percabangan adalah beberapa alternatif jalan yang perlu ditempuh oleh siswa dalam kegiatan belajarnya melalui program multimedia pembelajaran.
3) Penilaian
Untuk mengetahui seberapa jauh siswa memahami materi yang dipelajari, pada setiap sub-topik siswa perlu diberi tes atau soal-soal latihan.
4) Monitoring Kemajuan
Program multimedia pembelajaran akan lebih efetif bila selalu memberi informasi kepada siswa pada bagian mana dia sedang bekerja, apa yang akan dibelajari berikutnya dan yang akan dicapai selesai nanti.
5) Petunjuk
Guru yang baik adalah yang bila memberi petunjuk kepada siswa ke arah pencapaian jawaban yang benar. Demikian juga program multimedia pembelajaran yang efektif adalah yang bisa melakukan hal seperti itu.
6) Tampilan
Program multimedia pembelajaran dikerjakan melalui layar monitor, maka perlu dipikirkan perecnacaan tampilan yang baik. Perencanaan
17 tampilan layar monitir meliputi jenis informasi, komponen tampilan, dan keterbacaan. (Surjono, 2017, h. 35).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek dalam multimedia pembelajaran selain untuk meyanpaikan informasi atau sebagai alat bantu dalam pembelajaran, multimedia juga dapat membantu guru untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap pembelajaran, dan meningkatkan respon siswa terhdapat pembelajaran di kelas.
g. Komponen Multimedia 1) Teks
Teks dapat membentuk kata atau narasi dalam multimedia yang menyajikan bahasa. Kebutuhan kets bergantung kepada penggunaan aplikasi multimedia. Teks digunakan untuk menjelaskan gambar.
Penggunaan teks pada multimedia perlu memperhatikan penggunaan jenis huruf, ukuran huruf, dan style hurufnya (warna, bold, italic).
2) Grafik
Grafik berarti juga gambar (image, picture, atau drawing). Gambar merupakan sarana yang tepat untuk menyajikan informasi, apalagi pengguna sangat berorientasi pada gambar yang bentuknya visual (visual oriented).
3) Gambar (Image atau visual diam)
Elmen gambar digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu lebih jelas.gambar digunakan dalam presentasi atau penyajian multimedia
18 karena lebih menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingkan dengan teks.
4) Video (Visual Gerak)
Video juga sebagai sarana untuk menyampaikan informasi yang menarik, langsung dan efektif. Video pada multimedia digunakan untuk menggambarkan suatu kegiatan atau aksi. Video menyediakan sumberdaya yang kaya dan hidup bagi aplikasi multimedia.
5) Animasi
Animasi adalah suatu tampilan yang menggabungkan antara media teks, grafik dan suara dalam suatu aktivitas pergerakan. Dalam multimedia, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layer.
6) Audio (Suara, bunyi)
Audio didefinisikan sebagai macam-macam bunyi dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi, dan sebaginya yang bisa didengar untuk keperluan suara latar, penyampaian pesan, dan macam-macam disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
7) Interaktivitas
Kompnen ini sangat penting dalam multimedia interaktif. Komponen lain seperti teks, suara, video dan foto dapat disampaikan di media lain seperti TV, VCD player, tetapi komponen interaktif hanya dapat ditampilkan di komputer. Aspek interaktif pada multimedia dapat berupa navigasi, simulasi, permainan dan latihan. (Munir, 2015, h. 16)
19 Pada komponen multimedia ini peneliti menggunakan teks, grafik, gambar, video, audio dan bisa sebagai interaktivitas. Dengan komponen-komponen tersebut siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.
h. Ciri-Ciri Multimedia
1) Komunikasi dua arah (two way communication) 2) Aktivitas fisik dan mental
3) feedback langsung 4) drag and drop 5) Input data
6) f, Mouse klik, mause enter
7) Selesction, drawing, masking (Dermawan, 2017, h. 33)
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aspek multimedia pembelajaran gabungan beberapa komponen yang terdapat dalam multimedia interaktif, hal ini untuk membuat multimedia interaktif yang menarik dalam penyampaian informasi maupun materi pelajaran sehingga siswa dapat termotivasi dalam belajar dan meningkatnya interaksi siswa dalam proses belajar.
2. Pengertian Flash
Flash adalah software untuk membuat animasi 2 Dimensi yang biasanya digunakan untuk berbagai keperluan di internet (Widada, 2010. h.
10). Flash yaitu sebuah software yang digunakan dalam membuat produk yang didalamnya terdapat gambar, video, dan audio.
20 Flash merupakan software berbasis animasi yang juga dilengkapi teks dan audio. Adanya animasi tersebut sangat efektif dalam membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak dalam biologi dan mengatur cara belajarnya, seperti merumuskan strategi belajar, merencanakan aktivitas belajar, mengelola informasi hingga mengevaluasi proses belajaranya (Wahyuningsih, Jamaludin, & Karnan, 2015 Vol. X No. 1). Flash adalah software yang dapat membantu proses pembelajaran dan evaluasi proses belajaranya yang dibuat menarik untuk siswa.
Macromedia Flash merupakan salah satu software yang digunakan untuk membuat animasi, game, website, medis presentasi, media pembelajaran dan lain sebagainya. (Haerudin, 2017. h. 1). Macromedia Flash adalah software yang dapat membantu untuk membuat media pembelajaran.
Macromedia Flash 8 merupakan salah satu program komputer yang dapat digunakan dalam mengembangkan pembuatan media pembelajaran dalam bentuk animasi. Macromedia Flash memiliki fitur yang menyediakan keperluan untuk membuat animasi dan menyajikan animasi yang interaktif.
Tampilan interface, fungsi dan pilihan palet yang beragam, serta kumpulan tools yang lengkap, sangat membantu dalam pembuatan animasi yang menarik. Macromedia Flash 8 dapat menampilkan suatu animasi pembelajaran yang interaktif dan mudah digunakan sehingga dapat menarik minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. (Wulandari, 2015. Vol 2, No. 1) Macromedia Flash dapat digunakan dalam media pembelajaran,
21 dikarenakan Macromedia Flash mempunyai komponen yang menarik di dalamnya, sehingga media pembelajaran yang dibuat dapat interaktif dan menarik untuk siswa.
Macromedia Flash adalah gabungan konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat menyampaikan materi pelajaran dengan lebih menarik, tidak monoton, dan memudahkan penyampaian. (Wahyuningsih, Jamaludin dan Karnan, 2015.
Vol. x No.1). Macromedia Flash adalah software yang di dalamnya terdapat gabungan konsep pembelajaran dengan fitur-fitur yang manarik.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, Flash adalah software animasi yang dielngkapi dengan audio, Flash dapat diaplikasikan dengan Macromedia Flash karena di dalamnya terdapat fitur-fitur yang menarik untuk pembuatan media pembelajaran.
a. Manfaat Macromedia Flash
Bagi seseorang yang berminat untuk membuat sebuah media interaktif seperti media pembelajaran yang menarik dan interaktif, software ini juga merupakan software yang cocok digunakan untuk membuat media interaktif baik media presentasi, media pembelajaran, dll. (Haerudin, 2017, h. 6).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari Macromedia Flash yaitu memuat media dengan multimedia interaktif berbasis flash yang digunakan untuk menyampaikan suatu materi atau informasi dengan tujuan tertentu.
22 b. Kelebihan Macromedia Flash
1) Animasi dan gambar yang dihasilkan sangat konsisten dan fleksibel untuk ukuran jendela dan resolusi layar berapapun pada monitor.
2) Kualitas gambar terjaga
3) Waktu kemunculan (loading time) program relatif cepat 4) Program yang dihasilkan interaktif
5) Mudah dalam membuat animasi
6) Dapat diintegraskan dengan beberapa program lain
7) Flash dapat mengimpor hampir semua gambar dan file-file audio sehingga lebih hidup
8) Hasil akhir Flash memiliki ukuran yang lebih kecil (setelah dipublish) 9) Hasil akhir dapat disimpan dalam berbagai macam bentuk seperti .avi,
.gif, .mov, .exe, dan format lainnya.
10) Dapat dimanfaatkan untuk membuat film pendek atau kartun, presentasi, media pembelajaran dan lainsebaginya. (Haerudin, 2017, h.
7)
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan kelebihan dari Macromedia Flash yaitu suatau software yang berperan sangat penting dalam membuat media interaktif karena adanya kualitas yang menarik bagi pengguna.
c. Kekurangan Macromedia Flash
1) Pengguna harus tahu script yang digunakan dalam Macromedia Flash 2) Perlu banyak referensi, seperti buku dan video tutorial
23 3) Kurang dalam 3d (pembuatan 3d sangat sulit). (haerudin. 2017, h. 8) Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kekurangan dalam Macromedia Flash pada saat proses pembuatan media karena banyaknya langkah-langkah ditambah dengan script dan harus banyak melihat refresni mengenai Macromedia Flash.
3. Pengertian Pembelajaran Tematik
Menurut Depdiknas: 2006, Pembelajaran tematik sebagai model pembelajaran termasuk salah satu tipe/jenis dari pada model pembelajaran terpadu. Istilah pembelajaran tematik pada dasarnya adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaan sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. (Trianto, 2011, h. 147). Pembelajaran tematik termasuk jenis pembelajaran yang menyatukan beberapa mata pelajaran ke dalam tema tertentu.
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengkaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada peserta didik. (Nuraeni, 2018, h. 27).
Pembelajaran tematik dengan mengkaitkan beberapa mata pelajaran menjadi tema, maka dalam pembelajaran tematik ini guru juga lebih kreatif karena harus bisa mengkaitkan pelajaran yang satu dengan yang berikutnya serta berpengaruh juga kepada siswa dalam hal ini sisw menjadi terus termotivasi dalam pembelajaran, karena tema yang ditentukan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
24 Tematik adalah salah satu model pembelajaran terpadu (integrated learning) pada jenjang taman kanak-kanak (TK/RA) dan sekolah dasar (SD/MI) untuk kelas awal (kelas 1, 2 dan 3) yang didasarkan pada tema-tema tertentu yang kontekstual dengan dunia anak. (Prastowo, 2013, h. 122). Tematik adalah pembelajaran terpadu pada jenjang TK dan SD untuk krlas awal, dengan tema yang mudah dimengerti oleh siswa sehingga siswa dapat memahami dengan mudah.
Pembelajaran tematik adalah program pembelajaran yang berangkat dari satu tema/ topik tertentu dan kemudian dielaborasi dari berbagai aspek atau ditunjau dari berbagai perspektif mata pelajaran yang bisa diajarkan di sekolah (Kadir dan Asrohah, 2015, h. 1). Pembelajaran Tematik menggunakan tema dalam pembelajaran yang sudah ada, maka tema tersebut dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran dengan menyesuaikan dengan pelajaran yang di sekolah.
Pembelajaran tematik adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam tema dengan proses pembelajaran yang bermakna disesuaikan dengan perkembangan siswa. Pembelajaran yang dilaksanakan berkaitan dengan pengalaman dan lingkungan siswa. (Akbar, A’yun, Satriyani, Widodo, Paranimmita dan Ferisa, 2017, h. 17). Pembelajaran Tematik adalah pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran ke dalam tema sehingga pembelajaran menjadi bermakna, pembelajaran temaik bisa
25 disesuaikan dengan lingkungan sekolah sehingga pembelajaran menjadi lebih konkrit dengan kehidupan sehari-hari.
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, pembelajaran tematik yaitu menggabunkan beberapa pelajaran menjadi tema, yang didalmnya terdapat berbagai aspek yang akan berguna untuk siswa, guru dapat mengembangikan
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, pembelajaran tematik yaitu menggabunkan beberapa pelajaran menjadi tema, yang didalmnya terdapat berbagai aspek yang akan berguna untuk siswa, guru dapat mengembangikan