• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian pendapatan

Dalam dokumen Makassar, 8 November Penulis (Halaman 28-35)

BAB I PENDAHULUAN

F. Pengertian pendapatan

Pembangunan ekonomi maupun pertumbuhan ekonomi mengandung pengertian adanya pertambahan hasil produksi atau incomeperkapitamasyarakat dalam suatu perekonomian.Pembangunan ekonomi perlu dipandang sebagai kenaikan didalam pendapatan perkapita karena itu merupakan suatu pencerminan timbulnya perbaikan dalam kesejahteraan ekonomi masyarakat.Tingkat

kemakmuran suatu Negara biasanya diukur dengan Gross National Produk (GNP) yaitu produk yang dihasilkan dan tingkat pendapatan.

Menurut Munawir, pendapatan meliputi sumber-sumber ekonomi yang diterima oleh perusahaan dari transaksi penjualan barang dalam penyerahan bahan terhadap pihak lain. Sukirno mengatakan, pendapatan merupakan istilah yang menerangkan barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksilkan kesuatu Negara dalam kurun waktu tertentu.

Sementara itu Boeediyono, mendefenisikan pendapatan yaitu sebagai saluranm penerimaan baik berupa uang maupun barang, baik dari pihak lain maupun pihak sendiri dengan jalan dinilaidengan jumlah uangatau jasa atas dasar harga yang berlaku pada saat itu.

Defenisi pendapatan menurut Christopher dan Bryan lowes, uang yang berbentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos dan laba bersama juga dengan bantuan, tunjangan pengangguran pension, usia lanjut dll.

1. Macam-macam Pendapatan

Dalam hal ini departemen pendidikan membedakan pendapatan antara lain;

a. Pendapatan yang diterima pegawai, karyawan-karyawati atau orang lain secara teratur karena suatu pekerjaan atau jabatan. Pendapatan itu dapat berupa gaji, upah, honorarium, uang lembur, premi atau tunjangan untuk keluarga, tunjangan jabatan dan pembayaran lain sejenis dengan nama apapun.

b. Pendapatan yang diterima oleh pegawai, karyawan-karyawati atau orang lain yang tingkat pemberiaannyaitu tidak tetap dan biasanya diberikan sekali saja dalam setahun. Pendapatan tersebutdapat berupa jasa produksi, bonus, tunjangan hari raya (THR), premi dan pendapatan yang sejenisnya.

Disisi lainMunawir berpendapat bahwa pendapatan timbul diakibatkan oleh beberapa hal seperti;

1. penyerahan barang atau penjualan 2. penyerahan jasa

3. penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak lain yang menghasilkan;

a. pendapatan biaya b. pendapatan deviden

c. pendapatan royalty atau sewa

4. pendapatan dari penghentian aktiva selain barang dengan tidak termnasuk sebagai pendapatan adalah aktiva-aktiva yang didapat dari transaksi pembelian, penarikan piutang, setoran modal pemilik, kenaikan nilai aktiva perusahaan yang berasal dari penilaiaan kembali (revalusi) penyesuaian modal.

Menurut na’im pendapatan adalah;

1. suatu aliran masuk asset netto sebagai hasil dari penjualan atau jasa.

2. Suatau aliran keluar atau jasa oleh suatu perusahaan atau langganannya.

3. Pendapatan dari hasil penciptaan barang atau jasa adalah suatu perusahaan pada satu periode tertentu.

Dari kedua pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa pendapatan merupakan banyaknya penerimaan yang diterima dari hasil memproduksi barang-barang atau jasa baik dikalangan sendiri ataupun pihaklain pada masa tertentu dinilai dari mata uang.

Untuk menstabilkan pendapatan produsen hasil pertanian berbagai Negara banyak melalui campur tangan pemerintahdalam pemantauan produksi dan harga. Campurtangn tersebut menurut sukirno, dapat dikatakan dengan beberapa cara;

1. membatasi atau menentukan quota tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap-tiap produsen.

2. Melakukan pembelian-pembelian barang yang ingin distabilkan harganya dipasaran bebas.

3. Memberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar adalah lebih rendah daripada harga yang dianggap sesuai dengan pemerintah.

Di sisi lain Na’im, berpendapat ada 2 cara menstabilkan harga barang atau jasa dari hasil pertanian guna menjaga hasil pendapatan para petani;

1. Menjaga jumlah produksi

Untuk menjaga agara produksi mencapai tingkat yang berlebihan sehingga menimbulkan masalah-masalah yang menyebabkan kemerosotan pendapatan produsen, hasil pertamnian, pemerintah dapat membatasi jumlah produksi yang ditetapkan oleh produsen.kebijakan membatasi produksi kalau dibandingkan dengan penentuan produksi dengan pasar bebas, akan menimbulkan dua macam perubahan.

Dalam kebijakan ini menurut Sukirno, ada dua cara menganalisis campur tangan pemerintah yaitu;

1. Harga barang yang akan naik.

2. Jumlah yang diproduksi dan dijual para petani 3. Campur tangan dalam jual beli

Cara lain yang dapat dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga agar petani menerima hargayang wajar yaitu dengan melakukan jual beli hasil pertanian yang harganya distabilkan. Untuk melaksanakan campur tangan ini pemerintah perlu mendirikan badan yang akan melakukan jual beli barang dan menyimpan stock barang tersebut yang akan diperjual belikan.

Menurut Sukirno ada 2 cara menganalisis campur tangan pemerintah yaitu;

1. Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang ditentukan pasar.

2. Pemerintah menstabilkan harga pada tingkat yang lebih tinggi dengan keseimbangan pasar bebas.

2. Distribusi Pendapatan

Penghapusan kemiskinan dan berkembangnya ketidak merataan distribusi pendapatan merupakan inti dari proses pembangunan.

Meskipun titik perhatian kita ada masalah ketidakmerataan seringkali tercurah pada masalah ketidakmerataan distribusi pendapatan dan kekayaan, hal tersebut merupakan bagian kecil dari masalah ketidak merataan.Misalnya, ketidakmerataan kekuasaan, prestasi, kepuasan kerja, tingkat partisipasi, dan kebebasan untuk memilh.

Sebuah cara yang paling sederhana untuk menganalisi masalah distribusi pendapatan dan kemiskinan adalah dengan menggunakan analisis kurva kemungkinan produksi (production possibility curve = PPC). Atau batas kemungkinan produksi (production possibility flontier

= PPF). Untuk menggambarkan analisis tersebut, produksi barang dalam sebuah perekonomian dibagi menjadi 2 jenis baran, masing-masing adalah;

1. Barang-barang kebutuhan pokok(necessitygoods), seperti makanan pokok, pakaian, perumahan, dll.

2. Barang-barang mewah seperti mobil mewah, televise, pakaian mewah dll.

Pendapatan (income) adalah adalah total penerimaan (uang dan bukan uang) seseorang atau suatu rumah tangga selama periode

tertentu.Pendapatan merupakan konsep aliran (flow cocept) ada 3 sumber penerimaan untunk rumah tangga yaitu;

1. Gaji damn upah adalah adalah balas jasa terhadap kesediaan menjadi tenga kerja. Besar gaji atau upah seseorang secara teoritis sangat tergantung dari produktivitasnya. Ada beberapa factor yang mempengaruhi produktivitas, yaitu;

a. keahlian(skill) adalah kemampuan teknis yang dimilki seseorang untuk mampu menangani pekerjaan yang dipercayakan.akan tinggi jabatan seseorang, keahlian yang dibutuhkan makin tinggi,karena itu gaji atau upahnya makin tinggi.

b. Mutu modal manusia (Human Capital)adalah kapasitas pengetahuan, keahlian dan kemampuan yang dimiliki seseorang, baik karena bakat bawaan maupun hasil pendidikan dan pelatihan.

c. kondisi kerja (working condutions) adalah lingkungan dimana seseorang bekerja. Penuh resiko atau tingkat kondisi kerja makin berat, bila resiko kegagalan bila resiko kegagalan dan kecelakaan makin tinggi. Untuk pekerjaan makin berisiko tinggi upah atau gaji makin besar, walaupun tingkat keahlian yang dibutuhkan tidak jauh berbeda.

2. Pendapatan dari asset produktif

Asset produktif adalah asset yang memberikan pemasukan atau balas jasa penggunaannya.Ada dua kelompok asset produktif, pertama

asset finansial (finansial assets), seperti deposito yang menghasilkan pendapatn bunga, saham yang menghasilkan deviden dan keuntungan atas modal (capital Gain) bila diperjual belikan.Kedua asset bukan finansial (real assets), seperti rumah yang memberikan penghasilan sewa.

3. pendapatan dari pemerintah (transfer payment)

Pendapatan dari pemerintah atau penerimaan transfer (transfer payment) adalah pendapatan uyang diterima bukan sebagai balas jasa atau input yang diberikan. Di Negara-negara yang telah maju, penerimaan transfer diberikan, misalnya dalam bentuk tunjangan penghasilan bagi para penganggur (unemployment compentatin), jaminan bagi orang-orang miskin dan pendapatan rendah.

Dalam dokumen Makassar, 8 November Penulis (Halaman 28-35)

Dokumen terkait