BAB IV PENYAJIAN DATA
4.1. Pengertian Penyajian Data
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhana, jelas agar mudah dibaca. Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain-lain.
Dalam penelitian ini peneliti akan membuat laporan hasil penelitian yang telah dilakukan secara langsung terjun kelapangan, wawancara dan membuat dokumentasi.
4.2. Peranan Pemerintah Daerah
Seperti yang telah dikatakan Sjaifudin (1995:66-75), peranan pemerintah disini yang akan diterapkan dalam upaya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah Peningkatan Kemampuan finansial, pengembangan pemasaran, pengembangan sumber daya manusia, strategi pengaturan dan pengendalian.
Maka dari pernyataan diatas peneliti melakukan wawancara bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan yang pada saat itu diwakili oleh Bapak Ir. Nurdin Asyari, M. Si selaku Kepala Bidang Pembinaan
dan Pengembangan untuk menanyakan hal tersebut diatas yang diterapkan di Kecamatan Medan Tembung pada tanggal 16 Maret 2016 di kantor beliau yaitu : Bagaimana peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kota Medan dalam memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Kecamatan Medan Tembung ?
Jadi sebenarnya banyak peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan seperti membuat seminar. Kemarin itu ada seminar produk. Dimana produk itu biar berkembang, itu salah satunya. Agar dikenal dimana seorang pelaku Usaha kecil Menengah mengerti tentang manajemen soal pembukuan-pembukuan, jangan nanti mereka berusaha tapi gak ngerti mengelolanya. Dan salah satunya lagi yang paling berperan memberikan pendidikan tentang berdagang secara online selama 2 hari. Secara tidak langsung itu adalah proses pemberdayaan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan. Dan tahun 2010 maaf kalau saya tidak lupa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan pernah mengeluarkan modal Cuma kemarin itu di stop oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan karena Usaha Kecil Menengah itu sendiri karena banyak yang tidak mengembalikan kembali bantuan pinjaman modal tanpa bunga dan agunan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan tersebut.
Namun peneliti melakukan pendalaman lagi mengenai peranan pemerintah daerah dalam hal ini peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kota Medan dalam melakukan pemberdayaan bagi Usaha
Kecil dan Menengah, Khususnya yang ada di Kecamatan Medan Tembung dari sumber yang lain dengan melakukan wawancara bersama Bapak Ir. Deni Mirza. MM selaku Ketua di Lembaga UKM CENTER SUMUT pada tanggal 17 Februari 2016 di Kantor Sekretariat UKM CENTER SUMUT di Jalan Puri No. 18 Kecamatan Medan Kota.
Bagaimana Peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan bagi pelaku Usaha ?
Jadi kalau Peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu perindag itukan berarti perindustrian dan perdagangan jadi peranan dari dinas itu cenderung kepada 2 hal yang pertama itu industri kecil, menengah, besar dan perdagangan. Perdagangan itu cenderung kepada sektor pengusaha besar. Memang sedikit berbeda leading sektor Usaha Kecil dan Menengah atau UKM Koperasi. UKM Koperasi semua lini Usaha Kecil dan Menengah apakah industri, perdagangan, jasa, agrobisnis dan lain sebagainya itu ke dalam ruang lingkup usaha mikro kecil, UKM tadi. Tapi memang kalau Dinas Perindustrian dan Perdagangan memang kami fokuskan tentang industrinya, home indutry dan perdagangan. Sebenarnya di negara ini urusan usaha mikro, kecil, menengah dan besar adalah leading sectornya di Dinas atau Kementerian Perindustrian dan Perdagangan . Namun pemerintahkan punya Kementerian Perindustrian dan Perdagangan di daerah namanya dinas. Hanya untuk fokusnya umumnya dinas itu mengayomi yang kelasnya menengah besar. Jadi sebenarnya leading Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk membantu pelaku usaha bisnis yang kelasnya menengah dan besar. Kelas mikro, kecil dan
menengah itu lebih cenderung pembinaannya kepada seperti koperasi dan kementeriannya kementerian koperasi. Maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kabupaten/kota cenderung mengayomi sektor industri dan perdagangan yang notabeni mereka yang pengusaha menengah dan besar. Mereka sebatas mengayomi dan sebatas nilai APBD. Semua mereka ayomi yang konsentarsinya UMKM. Dinas, kementerian perindustrian dan perdagangan cenderung level pembinaannya fokus kepada yang sifatnya industri dan perdagangan yang melihat kelasnya. Tapi kenyataanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengayomi dan memberikan perhatian kepada sektor yang mikro kecil. Jadi memang terjadi satu tarik-menarik sesama pemerintah. Kenapa ini terjadi ? Sebenarnya kebingungan program. Kalau analisa abang dinas kita tidak kreatif karena mereka melakukan pembinaan yang itu-itu juga. Contohnya ibu Nur Cahaya juga dibantu dan diayomi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG). Jadi DISPERINDAG merasa oh ibu Nur Cahaya itu adalah binaan kami, Dinas UKM dan Koperasi bilang juga kamilah pembina ibu Nur Cahaya, semua mengakui. Kenapa bisa seperti itu ? karena ibu Nur Cahaya sudah punya nama. Tapi yang melahirkan ibu Nur Cahaya itulah perpanjangan tangan pemerintah, siapa itu ? itulah Lembaga UKM CENTER SUMUT. Itulah awalnya karena ibu Nur Cahaya itulah yang kita ayomi kita kenalkan ke semua dinas, BUMN. Tetapi pemerintah menganggap itu binaan kami, wajarlah karena itu masyarakat dan tanggung jawab sekaligus dibawah naungan pemerintah. Tetapi apakah pemerintah ataupun dinas ini memperhatikan ibu Nur Cahaya ini
sepenuhnya sebatas APBD, Lepas program pameran selesai. Bagaimana keluhan ibu Nur Cahaya ? “ kami kesulitan terhadap pemasaran kami yang tidak lancar” itu tidak ada di gubris oleh pemerintah tadi. Maka kita tidak seperti itu. Lembaga ini dari awal terbentiuk tetap memperhatikan semua pelaku usaha walaupun nama pemerintahan kita tetap ada tercantum sebagai pembina UKM silahkan saja. Tetapi yang mendampingi sepenuhnya adalah lembaga UKM CENTER SUMUT ini. Jadi setelah itu karena keterbatasan APBD DISPERINDAG Kota Medan memberikan pelatihan dan lainnya mereka terbatas kerja dengan APBD. Karena kelanjutannya tidak ada lagi dana yang turun kelapangan.
Selain melakukan wawancara dengan Bapak Ir. Nurdin Asyari, M. Si dan Bapak Ir. Deni Mirza, MM peneliti juga melakukan wawancara bersama Ibu Dra. Nur Cahaya yaitu pelaku usaha membatik yang ada di Kecamatan Medan Tembung di kediaman rumahnya.
Untuk peranan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, apakah ibu mengetahui peranan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan ?
Saya tidak tahu, pokoknya apa yang saya rasakan dan apa yang dibuat mereka sama ibu itulah yang ibu tahu sebenarnya apa yang kira-kira ada hak-hak ibu juga ibu gak tahu. Apa kewajiban ibu itu saja yang ibu tahu. Palingan perlu mereka untuk pameran segala macam itu saja. Namun diikutkan di pameran ada juga sekali-sekali tapi kalau untuk keluar negeri itu kayaknya gak ada,ntah mungkin pelaku usaha yang lainlah batik nggak. Mungkin ada pergantian. Tapi memang ibu belum pernah, tapi kalau di
Kota Medan sendiri pernah dan malah untuk keterlibatan Disperindag dengan ibu itu, ibu dibawa lomba guguskandalimuto ada BKM Disperindag bawa kami dulu di tahun 2010 kita menang tingkat SUMUT kita dibawa ke Lombok. Kemudian di tahun 2015 kita menang tingkat Provinsi kita dibawa ke Padang dan kita juara tiga untuk Indonesia. Artinya pendeknya Disperindag, Dinas Koperasi itu adalah membina kita.
Untuk yang pertama kalinya, apa sebenarnya yang melatarbelakangi ibu untuk menjadi seorang pelaku Usaha Kecil Menengah ?
Saya dulu bekerja di Dinas Kesehatan sebagai perawat. Awal mulanya saya menekuni pekerjaan membatik ini dikarenakan saya menawarkan diri dan kebetulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan membuat pelatihan pada masa itu. Dan pada saat yang bersamaan juga saya sudah pensiun dari Dinas Kesehatan tersebut. Saya berfikir karena saya sudah tidak ada pekerjaan lagi jadi saya fikir barang kali bagus juga ini untuk di kembangkan. Ya Alhadulillah disitulah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan membuat event pelatihan dan memanggil pelatih untuk melatih kami. Namun setelah itu berhenti tidak berkelanjutan lagi.
Bagaimana proses Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan itu untuk mengetahuinya ?
Sebenarnya mereka malah, mereka mengetahui ibu deluan, mereka pun yang mengikutkan ibu peserta pelatihan membatik tahun 2008, Memang mereka sudah tahu otomatis terus berkelanjutan.
Apa yang dilakukan Dinas perindustrian dan perdagangan Kota Medan dalam mengembangkan produksi usaha ibu ?
Nah, itu tadi yang ibu bilang kalau keluar negeri belum pernah, hmm itu saja diikutkan lomba kebetulan kita memang potensi, menang kita maka keluarlah kita keluar dari Kota Medan itu saja. Upaya untuk mengembangkan produksi belum pernah dan gak ada. Perkembangan kami ya mungkin juga ntah tercapai kita gak tahu ntah di pantau dari jarak jauh. Tetapi setahu kami misalnya ada bantuan seperti peralatan belum pernah. Ini malah mau kami coba mudah-mudahan berhasil dari Kementrian.
4.3. Proses Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah
Dalam peraturan pemerintah nomor 20 tahun 2005 ditetapkan kewenangan pemerintah di bidang perkoperasian bertujuan untuk memfasilitasi sistem distribusi bagi pengusaha kecil dan menengah serta memfasilitasi kerjasama bagi pengusaha kecil dengan badan usaha lain. Dilihat dari pengertian pemberdayaan, maka pemberdayaan Usaha kecil dan Menengah (UKM) adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas potensi yang sudah dimiliki sendiri oleh Usaha kecil dan Menengah (UKM) itu sendiri.
Proses pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak jauh berbeda dari pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan usaha kecil dan menengah sebagai suatu kebijakan yang harus tetap direalisasikan secara serius dan lebih memfokuskan pada upaya-upaya yang membuat pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah dapat lebih pandai dan mampu mengembangkan komunikasi antar mereka sehingga pada akhirnya mereka dapat saling berdiskusi secara konstruktif
dan mengatasi permasalahan yang ada. Jadi, ketika agen pengubah, baik yang berasal dari lembaga pemerintah maupun nonpemerintah telah menyelesaikan kebijakan pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) tersebut, pemberdayaan usaha kecil dan menengah sebagai suatu proses dapat terus berlangsung.
Hasil wawancara bersama Bapak Zulfikar, SH selaku Kepala Seksi Sarana di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan mengenai pernyataan diatas. Langkah-langkah apa saja yang harus di tempuh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dalam melakukan pemberdayaan UKM, khususnya para pelaku usaha yang ada di Kecamatan Medan Tembung ?
Salah satunya adalah pelatihan-pelatihan, bahkan nanti setelah pelatihan itu kita berkeinginan mereka itu bisa membuat lebih dari apa yang dilatihkan itu. Setelah jadi mereka coba pamerkan. Kami tidak akan tutup mata kalau ada pelaku UKM yang benar-benar bagus pasti kami akan coba untuk memperkenalkan hasil produksinya ke daerah-daerah lain dengan cara dibawa ke pameran-pameran.
Adakah program lain selain program tahunan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan untuk para pelaku UKM ?
Programnya seperti membuat pelatihan-pelatihan, mengikutkan pelaku UKM ke acara pameran-pameran, memberangkatkan pelaku UKM baik dalam maupun ke luar negeri seperti Malaysia, Belanda dan lain sebagainya. Kalau untuk bantuan permodalan kita mengarahkan pelaku usaha itu langsung ke Bank. Baik Bank SUMUT dan Bank Indonesia yang
sekaligus itu menjadi mitra dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.
Pada kesempatan yang sama peneliti juga bertanya kepada Bapak Ir. Nurdin Asyari, M. Si mengenai proses pemberdayaan yang telah dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan kepada pelaku usaha yang ada di Kecamatan Medan Tembung.
Bagaimana peranan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kota Medan dalam memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada di Kecamatan Medan Tembung ?
Dalam rangka pemberdayaan UKM di Kecamatan Medan Tembung kita sudah mengadakan pelatihan-pelatihan pembuatan souvenir dan handycrafft, khusus Kecamatan Medan Tembung. Dan ada juga disana pengrajin kita dalam pembuatan batik, itu kita bawa ke pameran-pamean yang berrsifat skala Nasional. Jadi UKM yang ada di Kecamatan Medan Tembung khususnya adalah batik, souvenir dan handycrafft. Dan khusus di Kecamatan Medan Tembung ada satu pengrajin yaitu yang batik itu dulu pernah kita bawa magang sampai ke Pekalongan. Untuk pelatihan pembuatan membatik, yaitu ibu Nur Cahaya namanya.
Pelatihan-Pelatihan seperti apakah yang sering diberikan kepada para pelaku UKM sebagai proses pemberdayaan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kota Medan ?
Bentuk pelatihannya secara langsung di kantor kecamatan-kecamatan, bukan Kecamatan Medan Tembung saja. Nah itu sudah kita lakukan bagaimana cara pembuatan souvenir, langsung di Kantor kecamatannya.
Sesering apa pelatihan-pelatihan tersebut dilakukan bagi para pelaku UKM ?
Pelatihan itu sudah menjadi program tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, itu sudah masuk menjadi agenda kita. Bukan saja di Kecamatan Medan Tembung bahkan kecamatan lain juga ada sudah kita lakukan pelatihan-pelatihan. Baik itu souvenir, handycrafft, mabel, dan makanan sehat itu juga ada kita buat pelatihan.
Kira-kira dalam setahun itu ada berapa kali pelatihan tersebut dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan kepada para pelaku UKM ?
Dalam satu tahun itu untuk Kota Medan, karena kitakan tidak fullkan pada satu kecamatan saja, itu bisa 4-6 kali dalam setahun pelatihan-pelatihan itu kita buat secara bergiliran.
Bentuk bantuan seperti apa saja yang sudah diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan kepada para pelaku UKM di Kecamatan Medan Tembung ?
Untuk Kecamatan Medan Tembung, kalau saya tidak salah kemarin itu ada pelatihan mabel. Dalam pelatihan mabel itu alat-alat untuk pelatihan itu di serahkan, diberikan dalam artian di fasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan untuk Kecamatan Medan Tembung.
Bagaimana bentuk sosialisasi yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dalam mengembangkan usaha produksi bagi para pelaku UKM, Khususnya yang ada di Kecamatan Medan Tembung ?
Kalau Kecamatan Medan Tembung itu tadi, pengrajin yang ada disana itu kita bawa untuk mengikuti pameran-pameran, sebagai sosialisasi bentuk pengenalan dari hasil produksinya ke masyarakat luas. Dan kemarin juga pihak kecamatan saya lihat pada saat acara MTQ ada pameran, berarti Kecamatan Medan Tembung ikut juga berperan, apa-apa produk UKM yang ada di Kecamatan Medan Tembung di tampilkan mereka di stand kecamatannya. Nah itu berarti pameran yang dilakukan itu tidak hanya diluar saja tetapi juga didalam kecamatan itu sendiri.
Kira-kira ada atau tidak sistem pengawasan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan kepada para pelaku UKM agar jangan putus begitu saja setelah diberikan pelatihan-pelatihan tersebut ?
Memang itu salah satu kendala juga. Kita buat pelatihan-pelatihan namun setelah itu berhenti dalam artian tidak di kembangkannya basic yang sudah kami berikan. Memang tidak sedikit juga yang masih mengembangkan apa yang sudah ia dapat dari pelatihan-pelatihan yang di berikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan. Salah satu bentuk pengawasannya mungkin pada saat pameran kita pantau, ada atau tidaknya kreatifitas pelaku UKM itu dari tiap-tiap kecamatan itu. Seperti kemarin contohnya di acara MTQ, itukan seluruh kecamatan wajib ikut serta dan wajib punya stand. Nah pada saat itulah Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kota Medan melihat memang hasil pelatihan kita itu ada pamerkan mereka di acara tersebut.
Untuk lebih dalam lagi peneliti melakukan Wawancara bersama Bapak M. Taufik selaku Bendahara Umum UKM CENTER SUMUT.
Kemarin Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan membuka apa saja pak untuk pelatihan Usaha Kecil Menengah ?
Kalau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan memang banyak contohnya seperti membatik, membordir, mengolah makanan ringan seperti lumpia, keripik dan macam-macamlah jadi mereka ini bukan membuka tetapi memang binaan atau membina dan memberikan kesempatan. Jadi adanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan artinya Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan ini sebagai jembatanlah bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah. Dimana Usaha Kecil Menengah ini agar bisa dikenal produk-produknya sekalian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan membantu untuk Usaha Kecil Menengah ini maju. Salah satu contohnya seperti kemarin itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan itu membantu seperti berbentuk peralatan. Di samping itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan ingin memperkenalkan Usaha Kecil menengah di Sumatera Utara ini ke Provinsi lain agar bisa menasional selain pelatihan. Seperti tempo hari kemarin kami ke Surabaya, jakarta sampai ke luar negeri yaitu ke Jepang. Dan biayanya ini semua dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan. Jadi para pelaku Usaha Kecil Menengah mempromosikannyalah
produk-produk apa yang mau dipromosikannya dan pada waktu itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan menetukan umpanya barang yang ini yang dibawa, tidak semua barang.
Menurut bapak, apakah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan mengetahui bahwa ada berapa banyak para pelaku Usaha Kecil Menengah yang ada di Kecamatan Medan tembung ?
Ya saya rasa tahu. Karena yang saya ketahui untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah yang ada di Kecamatan Medan Tembung ada beberapa yang benar-benar berhasil dan bertahan. Kalau untuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan mereka mengetahui sikit banyaknya untuk jumlah para pelaku Usaha Kecil Menegah dari kami UKM CENTER SUMUT paling tidak database para pelaku Usaha Kecil Menengah itu yang kami berikan kepada mereka. Nah dari situlah mereka tahu daerah-daerah mana para pelaku Usaha kecil Menengah ini. Kemarin itukan sempat pembagian klaster-klaster, daerah sini ini produknya daerah yang ini pula lain lagi nah seperti itulah.
Seberapa sering Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan membuat event atau merekrut bahkan pelatihan bagi para calon pelaku Usaha Kecil Menengah ?
Setahu saya dalam kurun waktu 1 tahun hanya 4 kali mereka buka pelatihan seperti seminar termasuk juga di dalamnya.
Setelah mendapatkan hasil jawaban dari Bapak Ir. Nurdin Asyari, M. Si dan Bapak M. Taufik peneliti juga menanyakan hal yang sama kepada Bapak Ir. Deni Mirza, MM yaitu:
Adakah proses pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan terhadap para pelaku Usaha Kecil dan Menengah ?
Ada, maka pemberdayaan yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan terhadap pelaku usaha, kita dilibatkan oleh pemerintah, itu dalam hal misalnya ada satu dari sisi perizinan. Sekali lagi kita bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam membuat perizinan, karena pada saat itu adalah yang mengeluarkan izin usaha adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan belum badan atau satu atap. Disaat inilah terjadi MOU atau persetujuan, perjanjian yang kita lakukan di UMA, ada MOU antara UKM CENTER SUMUT dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan masalah perizinan dan di saksikan oleh gubernur Bank Indonesia, Deputi dua dari kementerian BUMN Koperasi, dan lain-lain, ini saat kita sedang kerjasama dengan UMA, kita ada pemberdayaan kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan supaya membantu perizinan murah kepada pelaku UKM. Kita bermitra dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam hal misalnya satu poin legalitas usaha. Jadi Lembaga UKM CENTER SUMUT, mewakili pelaku usaha menandatangani kerjasama MOU dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk memudahkan dan membuat biaya murah dalam hal perizinan. Yang tanda tangan adalah UKM CENTER SUMUT dengan Kadis Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada masa
itu yaitu bapak Basrul Muhallim. Kita membantu UKM supaya memiliki izin, tetapi dengan biaya murah sesuai APBD dan proses cepat. Itulah upaya pemberdayaan UKM CENTER SUMUT dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan langsung bersentuhan dengan pelaku UKM. Kenapa harus punya izin ? agar supaya mereka naik kelas, dipandang oleh Bank, di pandang oleh BUMN sebab dia punya izin. Ada juga kerjasama UKM CENTER SUMUT kita dengan Badan Pertahanan Nasional, agar pelaku usaha dapat mensertifikatkan bangunan rumahnya. Hal ini berguna untuk menaikkan harga dan sebagai penguat jaminan dalam melakukan pinjaman modal kepada Bank.
Namun peneliti tidak pernah lupa untuk bertanya langsung kepada pelaku usahanya dalam hal ini adalah Ibu Dra. Nur Cahaya, pelaku usaha membatik di Kecamatan Medan Tembung karena dalam hal ini pelaku usaha adalah orang yang secara langsung yang merasakan proses pemberdayaan yang dilakukan dan diberikan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan.
Adakah proses pemberdayaan bagi karyawan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, contohnya seperti cara mengembangkan produksi atau teknik ?
Ada. Ada pelatihan keluar tahun lalu yang mereka kasih pada masyarakat