• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORI

C. Pluralisme Agama

2. Pengertian Pluralisme Agama

47

“ Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang yahudi, Shabiin, dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal shaleh maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

2. Pengertian Pluralisme Agama

Pluralisme agama menurut definisi John Hick yaitu:

“Religious pluralism is emphatically not a form of relativism. That would be a fundamental misunderstanding of critical realist principle, which requires criteria for distinguishing between perception and delusion. In contrast to this, for relativism anything goes”.48

Pluralisme agama adalah rasa empati bukan relativisme. Pluralisme beragama membangun pokok-pokok kesalahpahaman dari prinsip-prinsip realita kritis yang mana memerlukan criteria untuk membedakan antara persepsi dan khayalan. Dalam perbedaan ini, relativisme di hilangkan.

46

Alwi Sihab, Islam Inklusif Menuju Sikap Terbuka, Bandung: Mizan, 1999, 41-42.

47

Al-Qur‟anul Karim, Surah 5 : 69

48

John Hick, Religious Pluralism and Islam, Lecture Delivered to The Institute to Islamic Culture and Thougt, Tehran: 2005, 15.

Masyarakat di Negara-negara maju pluralisme agama sangat prinsip, mereka saling memahami dan saling menghormati satu sama lain, misalnya di Amerika. Madeline Albright dan David Gergen berpendapat:

Religious pluralism in free society requires both respect for individual difference and support for actions that contribute to the well-being of all; the absence of the first leads to repression and of the second to anarchy. The challenge for democracy is to ensure that exercise of personal freedom does not detract from-but in fact adds to-an overall sense of national unity. Amarica‟s great achievement is

that we have generally been able to do this”.49

Pluralisme agama dalam masyarakat bebas sangat menhormati terhadap perbedaan individu dan mendukung aktifitas dengan memberikan kontribusi demi kebaikan semua. Tak adanya yang pertama atau yang kedua, maka yang timbul adalah peneindasan dan anarki. Tantangan untuk demokrasi adalah menjamin kemerdekaan individu. Tetapi fakta yang ada adalah saling melengkapi serta mengerti bahwa itu semua bagian dari kesatuan bangsa. Amerika Negara besar yang berprestasi membangun pluralisme ini.

Tidak kalah dengan Amerika, bangsa Indonesia adalah bangsa yang masyarakatnya sangat majemuk dan plural. Indonesia juga sudah menerapkan pluralisme agama tersebut walaupun masih ada pro dan kontra mengenai masalah pluralisme beragama ini. Penerapan pluralisme agama ini di antaranya melalui pelaksanaan pendidikan agama konfesional di sekolah-sekolah yang siswanya plural.

Dari beberapa definisi di atas penulis menyimpulkan, pluralisme agama adalah toleransi terhadap agama lain dengan cara berinteraksi

49

Madeline Albrigt and David Gergen, Principled Pluralism Report of The Inclusive America Project, Whasington, D.C: The Aspen Institute, 2013, 8.

sosial di dalam masyarakat dengan prinsip “bagiku agamaku dan bagimu agamamu”.

Adapun pluralisme agama menurut penulis yaitu menghormati dan menghargai terhadap pemeluk agama lain untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

Islam sendiri menghargai pluralitas agama, karena tidak ada paksaan dalam menganut agama sebagaimana dalam Surah al-Baqarah ayat 256. Menurut M.Quraish Shihab tafsir ayat tersebut menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan tidak ada paksaan dalam menganut agama adalah menganut akidahnya. Ini berarti jika seseorang sudah memilih satu akidah, misalnya akidah Islam, dia terikat dengan tuntunan-tuntunannya, dia berkewajiban melaksanakan perintah-perintahnya. Dia terancam sanksi bila melanggar ketetapannya. Ayat ini menggunakan kata (

دشر

) rusyd yang mengandung makna jalan lurus. Kata ini pada akhirnya bermakna ketepatan mengelola sesuatu serta kemantapan dan kesinambungan dalam ketepatan itu. Ini bertolak belakang dengan (

يغلا

) al-ghayy, yang terjemahannya adalah jalan sesat. Jika demikian, yang menelusuri jalan lurus itu pada akhirnya melakukan segala sesuatu dengan tepat, mantap, dan berkesinambungan.50

50

M Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur‟an, Jakarta: Lentera Hati, 2002, 669.

Yang enggan memeluk agama ini pada hakekatnya terbawa oleh rayuan thaghut, kata (

توغاط

) thaghut terambil dari akar kata yang berarti melampaui batas. Barang siapa yang ingkar dan menolak ajakan thaghut, meraka adalah orang-orang yang memiliki pegangan yang kukuh pada buhul tali yang amat kuat. Berpegang teguh pada buhul tali yang amat kuat disertai dengan upaya sungguh-sungguh, bukan sekedar berpegang, sebagaimana dipahami dari kata (

كسمتسا

) istamsaka, yang menggunakan huruf-huruf sin dan ta bukan (

كسم

) masaka. Tali yang dipegangnya pun amat kuat, dilanjutkan dengan pernyataan tidak akan putus, sehingga pegangan yang berpegang itu amat kuat, materi tali yang dipegangnya kuat, dan hasil jalinan materi tali itu tidak akan putus.51

Kesungguhan untuk memegang gantungan itu disebabkan ayunan thaghut cukup kuat sehingga diperlukan kesungguhan dan kekuatan. Kata (

ةورع

) „urwah yang diatas diterjemahkan dengan gantungan tali adalah tempat tangan memegang tali, seperti yang digunakan pada pada timba guna mengambil air dari sumur. Ini memberi kesan bahwa yang berpegang dengan gantungan itu bagaikan menurunkan timba untuk mendapatkan air kehidupan.52

Manusia membutuhkan air (H2O), yang merupakan gabungan dua molekul hidrogen dan satu molekul oksigen untuk kelangsungan

51Ibid, 670.

52

hidup jasmaninya. Sedang untuk kebutuhan rohani manusia membutuhkan air kehidupan yang merupakan syahadatain, yakni gabungan dari kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa dan kepada kerasulan Nabi Muhammad.

Ayat ini merupakan perumpamaan keadaan seseorang yang beriman. Betapapun sulitnya keadaan, walaupun ibarat menghadap ke suatu jurang yang amat curam, dia tidak akan jatuh binasa karena dia berpegang dengan kukuh pada seutas tali yang amat kukuh, bahkan seandainya ia terjerumus masuk ke dalam jurang itu, ia masih dapat naik karena ia tetap berpegang pada tali yang menghubungkannya dengan dengan sesuatu yang diatas, bagaikan timba yang dipegang ujungnya.53

Tidak ada paksaan dalam menganut keyakinan agama: Allah menghendaki agar setiap orang merasakan kedamaian, maka agama-Nya dinamai Islam yakni damai. Tidak ada paksaan dalam agama menurut Surah al-Baqarah ayat 256 tersebut dipertegas lagi dalam Surah al-Maidah ayat 48:

لج الله ءاشولو...

بيل نكلو ةدحو ةما مكلع

مكتاء ام في مكول

ئلص

تساف

تيلخا اوقب

ج ... 54

“…Kalau Allah menghendaki , niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang

53Ibid, 671.

54

telah di berikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombak berbuat

kebajikan…”

Maksud tidak ada paksaan dalam agama dalam tafsir yang lain adalah janganlah kamu memaksa seseorang siapapun untuk memasuki agama Islam, karena agama Islam itu sudah jelas dan terang. Dalil-dalil dan argumentasinya sudah nyata sehingga seseorang tidak perlu dipaksa supaya masuk Islam. Namun sudah jelas orang yang ditunjukkan kepada Islam, dilapangkan hatinya, dan disinari mata hatinya oleh Allah, maka ia akan masuk kedalamnya secara terang benderang. Adapun orang yang buta hatinya, tuli pendengarannya, dan buta penglihatannya, maka tidaklah berguna memaksanya untuk memeluk Islam.55

Faqih Imani menafsirkan, bahwa memeluk suatu agama tidak boleh dilakukan dengan paksaan atau kekerasan. Ayat 256 ini juga merupakan jawaban yang tegas bagi mereka yang membayangkan bahwa Islam menggunakan kekerasan dan telah berkembang dan menyebar berkat kekuatan pedang dan semangat mati syahid. Ayat ini ditutup dengan kalimat Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Sebagai isyarat bahwa masalah keimanan dan kekafiran bukanlah sesuatu yang bisa dipenuhi hanya dengan berpura-pura,

55

Muhammad Nasib Ar-Ria‟I, Kemudahan Dari Allah Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, jilid 1, Jakarta: Gema Insani, 1999, 427.

karena Allah mendengar semua ucapan mereka, baik secara sembunyi maupun terbuka.56