• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGATURAN KEPEMILIKAN SAHAM ASING

A. Pengertian Saham

Istilah saham berasal dari bahasa inggris, yaitu share. Undang-undang yang secara khusus mengatur tentang saham belum ada, namun ketentuan-ketentuan saham selalu dikaitkan dengan keberadaan perusahaan terbatas (untuk selanjutnya disingkat PT). Sementara itu, ketentuan yang mengatur tentang PT diatur dalam Undang- undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Undang-undang ini terdiri dari atas 14 bab dan 161 pasal.

Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tidak memberikan pengertian dari saham. Dalam Undang-undang hanya disebutkan bahwa modal dasar perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham.102

Pengertian yang lebih konkrit mengenai arti dari saham diatur dalam Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.24/32/Kep/Dir tanggal 12 Agustus 1991 tentang Kredit Kepada Perusahaan Sekuritas dan Kredit Dengan Agunan Saham. Menurut Surat Keputusan ini saham adalah surat bukti pemilikan suatu perseroan terbatas, baik yang diperjual belikan di Pasar Modal maupun yang tidak. Sedangkan menurut Kamus Bank Indonesia saham adalah surat bukti kepemilikan atau bagian modal suatu perseroan terbatas yang dapat diperjual belikan, baik di dalam maupun di

102

luar pasar modal yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan memberikan hak atas dividen sesuai dengan bagian modal.

Telah dijelaskan di muka bahwa perseroan terbatas adalah badan hukum. Karenanya perseroan mempunyai kekayaan sendiri terpisah dari kekayaan masing- masing pemegang saham perseroan.103

Salah satu inti permasalahan perseroan adalah perlindungan Modal. Perlindungan modal sangat berkaitan erat dengan nilai nominal saham.104

Mengenai nilai nominal saham diatur pada pasal 49 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007, yang berisi ketentuan berikut:

a. Nilai nominal saham, harus dicantumkan pada atau diatas saham,

b. Nilai nominal saham yang harus dicantumkan diatas saham, dalam “mata uang rupiah”

Jadi setiap saham harus mempunyai nilai nominal yang dicantumkan diatas saham, karena arti dari nilai nominal adalah nilai yang tecantum pada saham tersebut.

Saham perseroan adalah suatu tanda masuk ikut serta dalam modal perseroan. Pembagian modal perseroan dalam saham-saham diatur dalam anggaran dasar.105

Perseroan Terbatas sebagai suatu badan usaha yang melakukan kegiatan usaha tentunya haruslah memiliki modal yang cukup untuk mendukung kegiatan usahanya tersebut. Modal perseroan terdiri dari:

1. Modal Dasar,

103H.M.N Purwosutjipto,Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia 2, Bentuk-bentuk Perusahaan, Cetakan ke 12,

(Jakarta: Penerbit Djambatan, 2008), hal 104

104Marisi P.Purba,Op.cit, hal 57 105Farida Hasyim,

2. Modal yang ditempatkan, 3. Modal yang disetor.

Modal dasar atau modal statute (maatschppelijk kapitaal atau authorized capitalatau nominal capital) merupakan keseluruhan nilai nominal saham yang ada dalam perseroan.106

Modal yang ditempatkan (geplaat capital atau issued capital atau allotted capital) merupakan modal yang disanggupi para pendiri untuk disetor kedalam kas perseroan pada saat perseroan didirikan.107

Modal yang disetor (gestort kapital atau paid up capital) merupakan modal Perseroan yang berupa sejumlah uang tunai atau bentuk lainnya yang diserahkan pada pendiri kepada kas perseroan pada saat perseroan didirikan.108

Saham dapat dikualifikasi menurut nama, hak dan nilainya. Saham menurut namanya dibagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Saham atas nama.

Saham yang mencantumkan nama pemegang atau pemiliknya,dan 2. Saham atas tunjuk.

Saham yang tidak mencantumkan nama pemegang atau pemiliknya. Ada 4 jenis saham yang dikenal dalam perseroan terbatas, yaitu:109

a. Saham biasa ialah Saham yang tidak mempunyai keistimewaan dan biasanya dijual untuk umum.

106

Ridwan Khairandy,Pengantar Hukum Dagang,(Yogyakarta: FH UII Press,2006),hal 42

107

Ibid, hal 43

108

Ibid

109

b. Saham preferent (saham prioritas) yaitu saham yang memberikan kepada pemiliknya hak melebihi dari pada saham biasa yang terdiri dari hak prioritas umpama dalam pembagian.

1) Sahampreferentkumulatif ialah saham yang jika pada satu tahun tidak

dibayarkan deviden karena perseroan menderita kerugian maka

devidenuntuk tahun itu dibayarkan tahun yang akan datang.

2) Saham preferent ialah saham preferent kumulatif ditambah sisa

keuntungan yang besarnya ditentukan dalam AD perseroan.

c. Saham bonus ialah saham yang diberikan kepada para pemegang saham lama.

d. Saham pendiri ialah saham yang diberikan kepada mereka yang termasuk orang-orang yang mendirikan perseroan.

Saham merupakan sejumlah uang yang di investasikan oleh investor dalam suatu perseroan. Atas investasi itu pada umumnya pemegang saham (aandelhouder, shareholder) mendapat keuntungan dari perseroan dalam bentuk dividen sebanding dengan besarnya uang yang di investasikan.110

Mengenai persyaratan kepemilikan saham dapat ditetapkan dalam Anggaran Dasar dengan memperhatikan persyaratan yang ditentukan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut penjelasan pasal 48 ayat 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 ,yang dimaksud dengan “instansi yang berwenang” adalah instansi yang berdasar

110

undang-undang berwenang mengawasi perseroan yang melakukan kegiatan usahanya di bidang tertentu.

Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham, yaitu:

1. Menerima Dividen.

Dividen adalah bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham yang biasanya dibagikan pada akhir tahun buku.

2. Capital gain.

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga jual beli dan jual saham.

3. Manfaatnonfinansial.

Manfaatnonfinansialyaitu mempunyai hak suara dalam menentukan arah dan kebijakan perusahaan.

Para pihak yang terkait dalam kaitan dengan saham, yaitu perseroan dan pemegang saham. Perseroan terbatas yang selanjutnya perseroan adalah: Badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya (pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007). Dan pemegang saham adalah pemilik surat bukti kesertaan dalam modal perusahaan atau peserta persekutuan dagang atau persero.

Didalam pasal 52,61, 62, dan 75 ayat 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang perseroan Terbatas ,telah ditentukan hak-hak pemegang saham. Hak- hak pemegang saham itu meliputi:

1. Diberi bukti pemilikan saham untuk saham yang dimilikinya;

2. Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam Rapat Umum Pemagang Saham

(RUPS);

3. Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi; 4. Menjalankan hak lainnya berdasarkan undang-undang ini; 5. Memberikan kepada pemiliknya hak yang tidak dapat dibagi;

6. Mengajukan gugatan terhadap perseroan ke pengadilan negeri apabila dirugikan karena tindakan perseroan yang dianggap tidak adil dan tanpa alasan wajar sebagai akibat keputusan RUPS, direksi, dan/atau dewan komisaris;

7. Meminta kepada perseroan agar sahamnya dibeli dengan harga yang wajar

apabila yang bersangkutan tidak menyetujui tindakan perseroan yang merugikan pemegang saham atau perseroan berupa:

a. perubahan anggaran dasar ;

b. pengalihan atau penjaminan kekayaan perseroan yang mempunyai nilai lebih dari 50% kekayaan bersih perseroan; atau

c. Penggabungan, peleburan, pengambilalihan, atau pemisahan.

8. Hak pemegang saham dalam forum RUPS.

Hak-hak itu meliputi:

b. Untuk melihat daftar pemegang saham dan daftar;

c. Untuk mendapatkan bahan-bahan rapat segera setelah panggilan RUPS. Pemegang saham bertanggung jawab hanya sebatas setoran atas seluruh saham yang dimiliki dan tidak bertanggung jawab sampai harta pribadi pemegang saham. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan, keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.