• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGERTIAN, TIPE-TIPE KARATERISTIK RING

Dalam dokumen Struktur Aljabar (Halaman 53-65)

Definisi 4.1:

Himpunan yang tidak kosong R terhadap dua operasi yang disajikan dengan tanda-tanda + dan merupakan suatu ring bila dan hanya bila memenuhi sifat-sifat berikut:

a. sifat tertutup pada operasi +

Untuk setiap a,b , dapat ditemukan dengan tunggal elemen c , sedemikian hingga

b. sifat asosiatif terhadap operasi

Untuk setiap a,b,c berlaku

c. Ada elemen identitas terhadap operasi . Ada sedemikian hingga untuk setiap berlaku

d. Setiap elemen mempunyai invers terhadap operasi . Untuk setiap dapat ditemukan sedemikian

e. Sifat komutatif terhadap operasi . Untuk setiap berlaku f. Sifat tertutup terhadap operasi (perkalian). Untuk setiap a,b , dapat

ditemukan dengan tunggal c sedemikian hingga

g. Sifat asosiatif terhadap operasi (perkalian). Untuk setiap a,b,c berlaku

h. Sifat distributif operasi terhadap operasi . Untuk setiap a,b,c berlaku: i.

ii.

Himpunan terhadap operasi yang disajikan dengan tanda dan merupakan suatu Ring yang sifat-sifatnya di kelompokkan menjadi 3, yaitu:

 Sifat-sifat a,b,c,d dan e menyatakan bahwa terhadap operasi merupakan suatu Grup Abelian.

 Sifat-sifat f dan g menyatakan bahwa terhadap operasi bersifat tertutup dan asosiatif.

 Sifat h menyatakan bahwa terhadap operasi-operasi dan berlaku sifat distributif kiri dan sifat distributif kanan.

Contoh 1:

Tunjukkan bahwa { } merupakan suatu Ring terhadap operasi-operasi penjumlahan modulo 6 dan perkalian modulo 6.

Jawab:

Untuk menunjukkan bahwa E merupakan suatu Ring terhadap operasi penjumlahan dan perkalian, susun table operasi penjumlahan dan perkalian modulo 6.

Table (E,+) + 0 1 2 3 4 5 0 0 1 2 3 4 5 1 1 2 3 4 5 0 2 2 3 4 5 0 1 3 3 4 5 0 1 2 4 4 5 0 1 2 3 5 5 0 1 2 3 4 Table (E, ) 0 1 2 3 4 5 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 3 4 5 2 0 2 4 0 2 4 3 0 3 0 3 0 3 4 0 4 2 0 4 2 5 0 5 4 3 2 1

1. Tunjukkan bahwa E terhadap operasi penjumlahan modulo 6 merupakan grup abelian jika , maka:

a) Sifat tertutup terpenuhi : mod 6 Misal:

. , 3 b) Sifat asosiatif terpenuhi.

Berdasarkan table (E,+)

Jadi, Terbukti

c) Elemen identitas dalam E terhadap operasi penjumlahan modulo 6 adalah 0, sebab untuk setiap maka

Misal: , 4 mod 6 = 4 , 5 mod 6 = 5

d) Setiap elemen E mempunyai invers terhadap operasi .

Missal: 3 dapat ditentukan ( sedemikian hingga maka

0 mod 6 = 0

e) Sifat komutatif terhadap . Missal: ,

Himpunan E memenuhi kelima sifat grup abelian.

2. Tunjukkan bahwa E tertutup dan asosiatif terhadap operasi (perkalian). Untuk setiap

a) Sifat tertutup terpenuhi untuk operasi . Missal: .

, 3

b) Sifat asosiatif terpenuhi untuk operasi . Misal:

berdasarkan table (E, )

Jadi, terbukti 3. Sifat distributif operasi terhadap operasi terpenuhi.

i. Distributif kanan

Misal:

Jadi, terbukti ii. Distributif kiri

Misal:

Jadi, terbukti

Telah ditunjukkan bahwa himpunan E merupakan Grup Abelian, bersifat tertutup dan asosiatif terhadap perkalian, dan bersifat distributif operasi terhadap operasi , sehingga dapat dikatakan bahwa himpunan E merupakan Ring.

Contoh 2:

C = {(a, b) | a dan b bilangan-bilangan real}. Operasi-operasi penjumlahan dan perkalian pada C berturut-turut didefinisikan sebagai berikut:

dan Tunjukkan bahwa C merupakan suatu Ring. Jawab:

I. Tunjukkan bahwa C memenuhi sifat Grup Abelian, yaitu:

1. Menurut defenisi penjumlahan pada C, C bersifat tertutup terhadap penjumlahan, yaitu jumlah dua pasangan berurutan merupakan suatu pasangan berurutan pula. 2. Sifat asosiatif penjumlahan pasangan-pasangan berurutan mengikuti sifat asosiatif

((a,b) + (c, d)) + (e, f) = (a + c, b + d) + (e, f) = ((a + c) + e, (b + d) + f) = (a + (c + e), b + (d + f)) = (a, b) + ((c, d) + (e, f))

3. C terhadap penjumlahan tersebut mempunyai elemen identitas, yaitu (0, 0), maka untuk setiap (a, b) C sedemikian hingga , maka

(a, b) + (0, 0) = (0, 0) + (a, b) = (a, b)

4. Setiap (a, b) C mempunyai invers terhadap penjumlahan, dapat ditentukan sedemikian hingga , maka

(a, b) + (-a, -b) = (-a, -b) + (a, b) =( 0, 0)

5. Sifat komulatif penjumlahan pasangan-pasangan berurutan mengikuti sifat komulatif penjumlahan bilangan-bilangan real sebagai berikut:

(a, b) + (c, d) = (a + c, b + d) = (c + a, d + b)

= (c, d) + (a, b), untuk setiap (a, b) , (c, d) Є C Jadi (C, +) merupakan suatu Grup Abelian

II. Tunjukkan bahwa C bersifat tertutup dan asosiatif terhadap perkalian.

6. Menurut defenisi perkalian pasangan-pasangan berurutan tersebut, perkalian dua pasangan berurutan merupakan suatu pasangan berurutan pula. Jadi C bersifat tertutup terhadap perkalian.

7. Sifat asosiatif perkalian pasangan-pasangan berurutan dalam C mengikuti sifat-sifat asosiatif dan distributif perkalian dalam himpunan bilangan real.

((a,b) . (c,d)) . (e,f) = (ac – bd, ad + bc) . (e, f)

= ((ac – bd) e – (ad + bc) f, (ac – bd) f + (ad + bc) e) = (ace – bde – adf – bcf, acf – bdf + ade + bce) = ((ace – adf) – (bcf + bde), (acf + ade) + (bce- bdf) = (a (ce – df) – b (cf + de), a (cf + de) + b (ce – df) = (a, b) . (ce – df, cf + de)

= (a, b) . ((c, d). (f, f))

8. Sifat distributif kiri perkalian terhadap penjumlahan pada C ditunjukkan sebagai berikut:

(a, b) , ((c, d) + (e, f) = (a, b) . (c + e, d+ f)

= (a (c + e) – b (d + f), a (d + f) + b (c + e) = (ac + ae – bd – bf, ad + af + bc + be) = ((ac – bd) + (ae – bf), (ad + bc) + (af + be)

= (ac – bd, ad + bc) + (ae - bf, af + be) = (a, b) . (c, d) + (a, b) . (e, f)

Sifat distributif kanan perkalian terhadap penjumlahan pada C, yaitu: ((c, d) + ( e, f) . (a, b) = (c+e,d+f).(a,b)

= ((c+e).a-(d+f).b),((c+e).b+(d+f).a) =(ca+ea-db-fb, cb+eb+da+fa) = ((ca-db)+(ea-fb), (cb+da)+(eb+fa)) =(ca-db,cb+da)+(ea-fb,eb+fa) =(c, d) . (a, b) + (e, f) . (a, b).

Karena C terhadap operasi penjumlahan dan perkalian memenuhi semua sifat-sifat Ring, maka (C,+, ) merupakan suatu Ring.

Contoh3:

Misalkan B adalah himpunan bilangna bulat. Operasi-operasi dan berturut-turut didefenisikan sebagai berikut.

Untuk setiap berlaku dan .

Tunjukkan bahwa B merupakan suatu Ring komutatif! Apakah B merupakan Ring dengan elemen satuan?

Jawab:

I. Diperhatikan B terhadap operasi

1. B terhadap operasi bersifat tertutup, sebab jika maka yaitu .

2. Sifat asosiatif pada B ditunjukkan, maka

3. Elemen identitas dalam B terhadap adalah -1, sebab dan

4. Jika a maka invers a terhadap adalah –(a+2) dan (-a-2), sebab dan

5. Sifat komutatif terpenuhi, , maka

II. Perhatikan B terhadap operasi

6. B terhadap operasi bersifat tertutup, sebab jika maka yaitu .

7. Sifat asosiatif pada B ditunjukkan sebagai berikut: Dari (i) dan (ii) disimpulkan bahwa 8. Sifat distributif kiri terhadap ditunjukkan sebagai berikut:

Sifat distributif kanan terhadap pada B.

terbukti Jadi merupakan suatu Ring .

SIFAT-SIFAT RING

Misalkan R adalah suatu Ring dengan operasi-operasi penjumlahan dan perkalian. Elemen identitas terhadap penjumlahan dalam R dinyatakan dengan 0. Elemen identitas terhadap perkalian (elemen satuan) dalam R dinyatakan dengan 1 dan invers terhadap penjumlahan dinyatakan dengan (-a). Maka untuk setiap berlaku :

dan

Teorema 4.1

Misalkan R adalah suatu Ring dengan operasi-operasi perkalian dan penjumlahan, maka: i. untuk setiap

ii. – dan – untuk setiap iii. untuk setiap

iv. untuk setiap

v. – – dan – untuk setiap

Bukti :

i. sifat elemen identitas 0 dan R sifat distribusi kiri.

sifat elemen identitas 0 dan R

sifat kanselasi dalam grup R terhadap penjumlahan. Kemudian,

sifat elemen identitas 0 dan R sifat distribusi kanan

sifat elemen identitas dalam R

sifat kanselasi dalam grup R terhadap penjumlahan

Karena elemen sembarang dalam R, maka untuk setiap , berlaku

ii. maka

maka Jadi

. sifat kanselasi dalam grup aditif Jika dapat ditemukan sedemikian hingga ( )

sifat asosiatif penjumlahan sifat asosiatif penjumlahan sifat elemen identitas penjumlahan sifat invers penjumlahan.

Ini berarti bahwa

iii. sifat distributif kiri sifat invers penjumlahan

Jadi adalah invers dari , yaitu

sifat distributive kanan sifat invers penjumlahan

sifat elemen identitas penjumlahan Jadi adalah invers dari , yaitu

Sehingga

iv. Gunakan sifat bahwa dan – ( ) v. maka – TIPE-TIPE RING

Misalkan R adalah suatu ring dengan elemen satuan u, maka u sendiri adalah invers terhadap perkalian dari u yaitu = u. Tetapi elemen-elemen R yang lain belum tentu mempunyai invers terhadap perkalian. Misalnya, himpunan bilangan bulat terhadap penjumlahan dan perkalian aritmetika merupakan suatu ring dengan elemen satuan u=1 dan = 1. Tapi elemen-elemen lainnya tidak mempunyai invers terhadap perkalian dalam himpinan bilangan bulat.

Defenisi 4.2

Misalkan R suatu Ring dengan elemen identitas terhadap penjumlahan adalah z, suatu elemen a z dalam R disebut pembagi nol, jika ada suatu elemen b z dalam R sedemikian sehingga a b = z atau b a = z.

Selanjutnya elemen identitas terhadap penjumlahan dalam u suatu ring disebut elemen nol. Dalam aritmetika, apabila hasil kali dua bilangan real a dan b sama dengan 0 maka a = 0 atau b = 0. Maka ring bilangan bulat tidak memuat pembagi nol.

Contoh:

i) H = { } terhadap penjumlahan modulo 6 dan perkalian modulo 6 merupakan suatu ring. Ring H ini memuat pembagi nol, sebab 2.3 = 0 dan 3.2 = 0 ii) M adalah himpunan semua matriks berordo 2 x 2 . M terhadap penjumlahan dan perkalian matriks merupakan suatu ring. Ring M ini pun memuat pembagi nol, sebab:

*

+ * + = * + dan * + * + = * +

Dari defenisi 4.2 tersebut dapat dimengerti bahwa ring R tidak memuat pembagi nol, jika dan hanya jika untuk setiap a,b R berlaku jika a.b = z, maka a = z atau b = z, atau dapat dikatakan bahwa ring R tidak memuat pembagi nol jika dan hanya jika untuk setiap a,b R jika a z dan b z maka a.b z.

z adalah elemen nol dari R.

Defenisi 4.3

Jika R suatu ring komutatif dengan elemen satuan dan tidak memuat elemen pembagi nol maka R disebut daerah integral (integral domain).

KARAKTERISTIK SUATU RING

Misalkan R suatu ring dengan operasi – operasi penjumlahan dan perkalian. Elemen sembarang dan suatu bilangan bulat positif, maka :

.

Jika dengan adalah elemen nol dalam R. Untuk setiap dan bilangan – bilangan bulat berlaku :

i. ii. iii.

Definisi 4.4

Misalkan R suatu ring dengan elemen nol adalah . Jika untuk setiap ada bilangan bulat positif terkecil sedemikian sehingga maka dikatakan bahwa ring R mempunyai karakteristik . Jika tidak ada bilangan positif demikian maka dikatakan bahwa ring R mempunyai karakteristik nol atau tak berhingga.

Contoh

i. { } adalah suatu ring dengan penjumlahan modulo 7 dan perkalian modulo 7. Elemen identitas terhadap penjumlahan modulo 7 adalah 0. Untuk setiap , Misalnya

dan sebagainya. Dan ring tidak ada bilangan bulat positif , sehingga . Jadi Ring B mempunyai karakteristik 7.

ii. Misalkan { } adalah suatu Ring. Operasi penjumlahan pada M didefinisikan sebagai berikut :

+ a b c d a b c d c d a b d c b a a b c d b a d c

Berdasarkan tabel di atas, elemen identitas terhadap penjumlahan (elemen nol) dari M adalah c. Karena a + a = b + b = c + c = d + d = c. Maka ring M mempunyai karakteristik 2.

Dalam dokumen Struktur Aljabar (Halaman 53-65)

Dokumen terkait