• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penggunaan Gadget

METODE PENELITIAN 3.1 Desain Peneliti

3. Penggunaan Gadget

Gadget memiliki berbagai macam manfaat dan memiliki berbagai macam dampak, baik dampak yang positif maupun negatif. Dampak negatif dari penggunaan gadget yang terlalu lama akan menghambat perkembangan sosial dan emosi anak. Anak akan malas melakukan aktivitas bersama temannya karena terlalu asik menggunakan gadget, dan emosi anak juga akan mulai tidak terkontrol jika terlalu lama menggunakan gadget. Hal ini dikarenakan anak kurang dapat mengontrol emosi yang keluar jika jika aktivitas dalam penggunaan gadgetnya terganggu. Anak juga merasa lebih nyaman bersama gadgetnya dibandingkan dengan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Dampak ini yang dapat menghabat beberapa tahapan perkembangan yang harusnya dilaluinya.

3.9.1 Blue Print Perkembangan Sosial dan emosional

No Dimensi Indikator Nomer Item Jumlah

Soal

2 Emosional Anak mulai belajar mengungkapkan yang tepat dan emosi yang kurang tepat, serta mengetahui dampak dari

3.9.2 Kisi-kisi kuesioner penggunaan gadget No Aspek Nomer

Item

Item

1 Indikator Penggunaan

1 Mulai kapan anak menggunakan gadget?

2 2 Berapa lama anak menggunakan gadget dalam

34

Gadget satu hari?

3 3 Apa saja yang diakses anak saat menggunakan gadget?

4 4 Apakah orang tua menentukan apa saja yang

boleh diakses oleh anak?

5 5 Apakah Orang tua mendampingi saat anak

menggunakan gadget?

3.10 Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskripstif dan Regersi Linear Sederhana, untuk memperkirakan secara kuantitatif pengaruh dari beberapa variabel independen secara bersama‐sama maupun secara sendiri‐sendiri terhadap variabel dependen. Tehnik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS 16.

3.8 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan persyaratan analisis regresi berganda.Yang bertujuan untuk memperoleh hasil analisis yang valid. Dalam uji asumsi klasik ini meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokolerasi.

3.8.1 Uji Normalitas Data

Uji Normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval ataupun rasio. Jika analisis menggunakan metode parametrik maka persyaratan normalitas harus terpenuhi. Jika data tidak berdistribusi normal atau jumlah sampel sedikit dan jenis data adalah nominal atau ordinal maka metode yang digunakan adalah statistik nonparametrik. Uji normalitas menggunakan uji one sample Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikasi 5% atau 0,05. Data dinyatakan berdistribusi normal jika signifikasi lebih besar dari 5% atau 0,05.

3.8.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat korelasi antara variabel bebas (independen). Dalam model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Multikolinearitas dapat diketahui

35

dengan beberapa cara salah satunya dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF) yang dihasilkan oleh variabel-variabel independen (Ghozali, 2005). Jika nilai tolerance > 0,10 dan Variance Inflation Factor (VIF) < 10, maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada penelitian tersebut. Dan sebaliknya jika tolerance <

0,10 dan Variance Inflation Factor (VIF) > 10, maka terjadi gangguan multikolinieritas pada penelitian tersebut.

3.8.3 Uji Heterokedastisitas

Pengujian ini digunakan untuk menguji suatu model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk mengetahuinya digunakan grafik scatter plot, yaitu dengan melihat pola-pola tertentu pada grafik (Ghozali, 2005). Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastitas adalah dengan menggunakan grafik Scatterplot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Apabila nilai probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan lima persen dan grafik scatterplot, titik-titik menyebar di atas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heterokedastisitas (Ghozali, 2005). Jika terdapat pola tertentu yang teratur, seperti bergelombang, melebar kemudian menyempit maka menunjukkan telah terjadi heteroskedastisitas.

3.8.4 Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t -1). Secara sederhana adalah bahwa analisis regresi adalah untuk melihat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, jadi tidak boleh ada korelasi antara observasi dengan data observasi sebelumnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi atau tidak terjadi autokorelasi. Untuk mengetahuinya dengan cara membandingkan nilai D-W dengan nilai d dari tabel

36

3. Tidak ada kesimpulan jika: dL ≤ D-W≤ dU atau 4 – dU ≤ D-W≤ 4 – dL

Apabila hasil uji Durbin-Waston tidak dapat disimpulkan apakah terdapat autokerelasi atau tidak maka dilanjutkan dengan runs test.

3.9 Pengujian Hipotesis

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen baik secara simultan maupun secara parsial mempengaruhi variabel dependen dengan uji T (t-test) dan uji F (F-(t-test) dengan tingkat signifikasi (α) 5% atau α = 0,05.

3.9.1 Uji t

Uji statistik t ini digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Kesimpulan yang diambil dalam uji t ini adalah dengan melihat signifikansi (α) dengan ketentuan : α < 5% : Ha diterima. Berarti variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. α > 5% : Ha ditolak. Berarti variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

3.9.2 Uji F

Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen yang terdapat dalam persamaan regresi secara bersama-sama berpengaruh terhadap nilai variabel dependen. Dalam uji F kesimpulan yang diambil adalah dengan melihat signifikansi (α) dengan ketentuan : α < 5% : Ha diterima. Berarti variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. α > 5%: Ha ditolak.

Berarti variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

3.9.3 Uji Koefisien Determinasi (R2 )

Uji koefisien determinasi (R2 ) dilakukan untuk melihat seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2005). Nilai R2 berada antara 0 dan 1. Semakin mendekati 1 atau 100% maka semakin besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak perduli

37

apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (memiliki nilai t yang signifikan atau tidak). Oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik. Tidak seperti R2 , nilai adjusted R 2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model (Kuncoro, 2003).

3.10 Rencana Pembahasan BAB I Judul

Bab Judul penelitian adalah pernyataan singkat tentang masalah/variabel, subjek penelitian/objek, metode penelitian, tempat ataupun waktu penelitian sesuai dengn jenis penelitian.

BAB II Latar Belakang

Pada bagian Latar Belakang ini memberikan rasional dan alasan logis mengapa masalah tersebut menarik untuk diteliti, menarik perhatian peneliti dan tidak menimbulkan masalah sosial nantinya

Rumusan Masalah memuat tentang bagaimana masalah-masalah penelitian dirumuskan dengan suatu model dengan menggunakan suatu pertanyaan.

Tujuan penelitian menjelaskan gambaran capaian hasil penelitian yang diinginkan dan menemukan jawaban-jawaban atas masalah

Kajian Penelitian

Memuat hasil-hasil penelitian sebelumnya relevan dengan penelitian yang telah dilakukan.

Konsep dan Teori Yang Relevan

Bab ini membahas tentang teori-teori dari literatur berupa buku-buku, ensiklopedia, jurnal-jurnal, karya tulis ilmiah dan lain sebagainya.

BAB III Metode Dan Teknik Penggalian Data

Metodoe penelitian yang menjelaskan tentang jenis dan metode penelitian, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data

BAB IV Hasil dan Pembahasan Penelitian

Bab ini berisikan tentang pembahasan hasil penelitian dan juga hasil analisis penelitian. Dari bab ini dapat mengetahui apakah penelitian

38

yang dilakukan tersebut sudah berjalan dengan hasil yang benar, logis dan dapat diujikan serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BAB V Simpulan dan Saran

Bab akhir ini merupakan simpulan merupakan uraian hasil-hasil penelitian yang diperoleh, dan saran-saran yang diusulkan sebagai bahan masukan bagi penelitian.

BAB VI Pustaka Acuan atau Bibliogafi

Daftar Pustaka adalah semua jenis acuan yang ditulis dalam proposal penelitian berupa buku, jurnal, skripsi, makalah, artikel dan sebagainya.

39 BAB IV

Dokumen terkait