• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGIKUTSERTAAN KEMBALI DALAM KEGIATAN SKNBI

Peserta yang dihentikan sementara keikutsertaannya dalam kegiatan SKNBI dapat diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI dengan tata cara sebagai berikut:

A. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara karena Bank tidak menyediakan pendanaan awal (prefund).

1. Pengikutsertaan kembali dilakukan secara otomatis pada kegiatan SKNBI sepanjang Bank telah menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal (prefund).

2. Dengan pengikutsertaan kembali, seluruh kantor Bank tersebut yang menjadi Peserta dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet dan Kliring Kredit. 3. Kepada Bank yang diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, PKN menyampaikan

surat pemberitahuan kepada kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI, pada tanggal pengikutsertaan kembali.

4. Pemberitahuan mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta merupakan tanggung jawab dari kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri sebagaimana dimaksud pada angka 3.

5. PKN menyediakan informasi melalui SSK mengenai pengikutsertaan kembali tersebut pada tanggal pengikutsertaan kembali, segera

setelah berakhirnya batas waktu penyediaan pendanaan awal (prefund). Informasi tersebut dapat diakses oleh seluruh Bank melalui TPK on-line untuk diteruskan kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta, dan oleh seluruh PKL melalui KPK untuk diteruskan kepada seluruh Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan.

B. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara karena rekening giro Bank di Bank Indonesia bersaldo negatif.

1. Pengikutsertaan kembali dilakukan secara otomatis pada kegiatan SKNBI setelah rekening giro Bank di Bank Indonesia tidak bersaldo negatif dan sepanjang Bank telah menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal (prefund).

2. Dengan pengikutsertaan kembali, seluruh kantor Bank tersebut yang menjadi Peserta dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet dan Kliring Kredit. 3. Kepada Bank yang diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, PKN menyampaikan

surat pemberitahuan kepada kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI, pada tanggal pengikutsertaan kembali.

4. Pemberitahuan mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta merupakan tanggung jawab dari kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri sebagaimana dimaksud pada angka 3.

5. PKN menyediakan informasi melalui SSK mengenai pengikutsertaan kembali tersebut pada tanggal pengikutsertaan kembali, segera setelah berakhirnya batas waktu penyediaan pendanaan awal (prefund). Informasi tersebut dapat diakses oleh seluruh Bank melalui TPK on-line untuk diteruskan kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta, dan oleh seluruh PKL melalui KPK untuk diteruskan kepada seluruh Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan.

C. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara karena adanya permintaan tertulis dari pihak yang berwenang dalam melakukan pengawasan Bank.

1. Pengikutsertaan kembali dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Dalam hal pihak yang berwenang dalam melakukan pengawasan Bank menetapkan batas waktu penghentian sementara, pengikutsertaan kembali dilakukan secara otomatis setelah batas waktu penghentian sementara yang ditetapkan berakhir dan sepanjang Bank telah menyediakan pendanaan awal

(prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan

pendanaan awal (prefund); atau

b. Dalam hal pihak yang berwenang dalam melakukan pengawasan Bank tidak menetapkan batas waktu penghentian sementara, pengikutsertaan kembali dilakukan setelah pihak yang berwenang dalam melakukan pengawasan Bank mengajukan permintaan untuk mengikutsertakan kembali Bank yang bersangkutan dan sepanjang Bank telah menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal (prefund).

2. Dengan pengikutsertaan kembali, seluruh kantor Bank tersebut yang menjadi Peserta dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet dan Kliring Kredit. 3. Kepada Bank yang diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, PKN menyampaikan

surat pemberitahuan kepada Kantor Pusat Peserta, UUS atau Kantor Cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri mengenai pengikutsertaan

kembali dalam kegiatan SKNBI, pada tanggal pengikutsertaan kembali.

4. Pemberitahuan mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta merupakan tanggung jawab dari kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri sebagaimana dimaksud pada angka 3.

5. PKN menyediakan informasi melalui SSK mengenai pengikutsertaan kembali tersebut pada tanggal pengikutsertaan kembali, segera setelah berakhirnya batas waktu penyediaan pendanaan awal (prefund). Informasi tersebut dapat diakses oleh seluruh Bank melalui TPK on-line untuk diteruskan kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta, dan oleh seluruh PKL melalui KPK untuk diteruskan kepada seluruh Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan.

D. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara karena Peserta dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara dalam kegiatan SKNBI.

1. Pengikutsertaan kembali dilakukan apabila:

a. Bank telah memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (3), Pasal 64 ayat (3), Pasal 65 ayat (3), Pasal 66 ayat (3) atau Pasal 86 ayat (2) huruf c PBI SKNBI; dan

b. Bank telah menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal (prefund). 2. Dengan pengikutsertaan kembali, seluruh kantor Bank tersebut yang menjadi Peserta

dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet dan Kliring Kredit. 3. Kepada Bank yang diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, PKN menyampaikan

surat pemberitahuan kepada kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI, pada tanggal pengikutsertaan kembali.

4. Pemberitahuan mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta merupakan tanggung jawab dari kantor pusat Peserta, UUS atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri sebagaimana dimaksud pada angka 3.

5. PKN menyediakan informasi melalui SSK mengenai pengikutsertaan kembali tersebut pada tanggal pengikutsertaan kembali, segera setelah berakhirnya batas waktu penyediaan pendanaan awal (prefund). Informasi tersebut dapat diakses oleh seluruh Bank melalui TPK on-line untuk diteruskan kepada seluruh kantornya yang menjadi Peserta, dan oleh seluruh PKL melalui KPK untuk diteruskan kepada seluruh Peserta di

Wilayah Kliring yang bersangkutan.

E. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara karena permintaan dari Peserta. 1. Dalam hal Peserta menetapkan batas waktu penghentian sementara, pengikutsertaan

kembali dilakukan secara otomatis setelah batas

waktu penghentian sementara yang ditetapkan berakhir dan sepanjang Bank telah menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal (prefund).

2. Dalam hal Peserta tidak menetapkan batas waktu penghentian sementara, pengikutsertaan kembali dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Kantor pusat Peserta, UUS, atau kantor cabang Peserta dari Bank yang kantor pusatnya berkedudukan di luar negeri (selanjutnya disebut Bank pemohon) menyampaikan surat permohonan kepada PKN mengenai pengikutsertaan kembali sebagian atau seluruh kantornya yang menjadi Peserta dalam kegiatan SKNBI. Surat permohonan dimaksud diajukan kepada Bagian Penyelenggaraan Setelmen c.q. PKN - Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, Gedung D Lantai 3, Jalan MH. Thamrin No. 2 Jakarta 10350. Surat permohonan tersebut harus sudah diterima oleh PKN paling lambat 6 (enam) hari kerja sebelum tanggal efektif pengikutsertaan kembali. Tembusan surat permohonan disampaikan juga kepada masing-masing PKL dimana kantor Bank yang akan diikutsertakan kembali terdaftar sebagai Peserta.

b. Surat permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a sekurang-kurangnya memuat informasi sebagai berikut:

1) alasan pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI;

2) daftar kantor Peserta yang akan diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI; dan

3) tanggal efektif pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI.

c. Dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah surat permohonan diterima secara lengkap, PKN menyampaikan secara tertulis persetujuan kepada Bank pemohon dengan tembusan kepada PKL dimana kantor Bank yang akan diikutsertakan kembali terdaftar sebagai Peserta.

d. Surat persetujuan sebagaimana dimaksud pada huruf c antara lain memuat informasi sebagai berikut:

1) Persetujuan pengikutsertaan kembali sebagian atau seluruh kantornya yang menjadi Peserta dalam kegiatan SKNBI.

2) Tanggal efektif pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI.

e. PKN menginformasikan kepada seluruh PKL dimana terdapat kantor Peserta yang akan diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, paling lambat 2 (dua) hari kerja sebelum tanggal efektif pengikutsertaan kembali.

f. PKL sebagaimana dimaksud pada huruf e menginformasikan kepada seluruh Peserta lainnya mengenai pengikutsertaan kembali Peserta tersebut paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal efektif pengikutsertaan kembali. g. Peserta yang disetujui untuk diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, harus

mengumumkan kepada nasabahnya mengenai pengikutsertaan kembali kantor yang bersangkutan dalam kegiatan SKNBI, paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal efektif pengikutsertaan kembali.

3. Dengan pengikutsertaan kembali, Peserta tersebut dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet dan Kliring Kredit.

F. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara karena Keadaan Darurat di lokasi Peserta yang mengakibatkan Peserta tidak dapat mengikuti kegiatan SKNBI.

1. Dalam hal Peserta menetapkan batas waktu penghentian sementara, pengikutsertaan kembali dilakukan secara otomatis setelah batas waktu penghentian sementara yang ditetapkan berakhir dan sepanjang Bank menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal

(prefund).

2. Dalam hal Peserta tidak menetapkan batas waktu penghentian sementara, pengikutsertaan kembali dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Setelah Keadaan Darurat berakhir, Peserta menyampaikan permohonan secara tertulis kepada PKL mengenai pengikutsertaan kembali sebagian atau seluruh kantornya yang sebelumnya dihentikan sementara karena mengalami Keadaan Darurat.

b. Surat permohonan sebagaimana dimaksud pada huruf a sekurang-kurangnya memuat informasi sebagai berikut:

1) alasan pengikutsertaan kembali, yaitu karena Keadaan Darurat telah berakhir;

2) daftar kantor Peserta yang akan diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI; dan

3) rencana tanggal efektif pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI. c. Dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah surat permohonan

diterima secara lengkap, PKL menyampaikan secara tertulis persetujuan kepada Peserta yang bersangkutan

dengan tembusan kepada PKN. Dalam hal penyelenggara SKNBI adalah PKL Selain BI, maka tembusan surat persetujuan juga disampaikan kepada PKL BI yang mewilayahi PKL Selain BI.

d. Surat persetujuan sebagaimana dimaksud pada huruf c antara lain memuat informasi sebagai berikut:

1) persetujuan pengikutsertaan kembali sebagian atau seluruh kantornya yang menjadi Peserta dalam kegiatan SKNBI.

2) tanggal efektif pengikutsertaan kembali dalam kegiatan SKNBI.

e. PKL menginformasikan kepada seluruh Peserta lainnya mengenai pengikutsertaan kembali Peserta tersebut paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal efektif pengikutsertaan kembali.

f. Peserta yang disetujui untuk diikutsertakan kembali dalam kegiatan SKNBI, harus mengumumkan kepada nasabahnya mengenai pengikutsertaan kembali kantor yang bersangkutan dalam kegiatan SKNBI, paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal efektif pengikutsertaan kembali.

g. Dengan pengikutsertaan kembali, Peserta tersebut dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet dan Kliring Kredit.

G. Pengikutsertaan kembali Peserta yang dihentikan sementara dalam Kliring Debet karena Warkat Debetnya tertolak oleh mesin baca pilah dan mengakibatkan terganggunya operasional Kliring Debet di Wilayah Kliring yang bersangkutan.

1. Pengikutsertaan kembali ditetapkan oleh PKL apabila masalah yang mengakibatkan tertolaknya Warkat Debet Peserta secara terus menerus telah teratasi dan dibuktikan dengan hasil uji Warkat Debet oleh PKL dan Bank telah menyediakan pendanaan awal (prefund) untuk Kliring Debet dan Kliring Kredit sesuai dengan jadwal penyediaan pendanaan awal (prefund).

2. PKL menyampaikan surat pemberitahuan kepada Peserta yang bersangkutan mengenai pengikutsertaan kembali dalam kegiatan Kliring Debet paling lambat pada tanggal yang sama dengan tanggal pengikutsertaan kembali yang ditetapkan PKL sebagaimana dimaksud pada angka 1.

3. PKL memberitahukan kepada seluruh Peserta lainnya mengenai pengikutsertaan kembali Peserta tersebut paling lambat 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal pengikutsertaan kembali yang ditetapkan PKL sebagaimana dimaksud pada angka 1.

4. Dengan pengikutsertaan kembali, Peserta yang bersangkutan dapat melakukan kembali seluruh kegiatan dalam Kliring Debet.

BAB XII