• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penguatan Kemampuan SDM dan Iptek Nasional

energi, SD pertanian, SD mineral,

2.2.7 Penguatan Kemampuan SDM dan Iptek Nasional

Dalam upaya mendukung salah satu pilar MP3EI, adalah melalui penguatan SDM dan Iptek nasional yang dapat dilakukan dengan cara 1) pemetaan kebutuhan dan kesiapan iptek, 2) informasi cluster – cluster teknologi, 3) melakukan

capacity building dalam membuat perencanaan, regulasi, public policy, dan lain-lain.

Selanjutnya keterlaksanaan MP3EI memerlukan percepatan transformasi inovasi dalam ekonomi yang dilakukan melalui pengembangan modal manusia berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi secara terencana dan sistematis dalam suatu Sistem Inovasi Nasional (SINas) serta berbagai upaya transformasi inovasi dalam kegiatan ekonomi. Salah satu tujuan MP3EI adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia lebih cepat, untuk itu kita harus secara terencana meningkatkan value added di dalam upaya mengejar

ketertinggalan bangsa saat ini. Jika berbicara percepatan berarti harus ada yang dilakukan diluar kebiasaan, bussines as

not usual serta memiliki koherensi dengan suatu proses

inovasi yang didalamnya terkandung iptek. Untuk itu inovasi menjadi bagian yang penting untuk pelaksanaan MP3EI. Untuk itu perlu membangun pertumbuhan berkualitas: (i) pertumbuhan tinggi, inklusif, (ii) berkeadilan dan berkelanjutan, dan kesejahteraan dirasakan di semua daerah dan oleh seluruh masyarakat, (iii) dilakukan dengan pendekatan “breakthrough” dan “Business As Not Usual”. ... melalui langkah-langkah cerdas, fokus, dan terukur, dan (i) menjadi big player ekonomi global yaitu sebagai 12 negara besar di dunia pada tahun 2025

Sebagai prediksi, setelah tahun 2010: dimana PDB ~ US$ 700 Milyar, atau pendapatan/kap US$ 3,005, dan melalui program kegiatan MP3EI, maka dapat pada tahun 2014: PDB US$ ~ 1,2 triliun, dengan pendapatan/kap:US$ ~ 4.800 dan Indonesia akan menjadi negara dengan tingkat ekonomi 14 besar dunia, dan pada tahun 2025 PDB menjadi US$ 3,8 –4,5 Trilyun, pendapatan/kap:13.000 –16.100 US$ (high income country), dan Indonesia menjadi terbesar ke-12 dunia

Untuk mendukung pencapaian sasaran MP3EI, maka diperlukan ” Thinking out of the box, dan untuk itu membutuhkan perubahan mindset yang antara lain dilakukan

dengan:

a) Menghidari ROI Marginal: pertumbuhan berkualitas tidak dapat diraih sendiri-sendiri -sektoral maupun administrasi kewilayahan semata

b) Asset sumber daya energy relatif berlimpah, memerlukan engineering akses wilayah bagi percepatan dan perluasan pertumbuhan ekonomi

c) Amanat UU 4/2009 tentang Minerba,maka setelah tahun 2014 tidak lagi diperbolehkan ekspor dalam bentuk bahan

Mainstreaming Iptek Dalam Pembangunan Nasional – DRN 2012

Mainstreaming Iptek Dalam Pembangunan Nasional – DRN 2012 37  baku atau dengan kata lain harus dalam bentuk produk olahan.

d) Perubahan iklim, pergeseran demografis global, posisi geografis dan geoekologis membentuk leverage ekonomi Indonesia di pasar dunia. Menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengembangan ekonomi Indonesia ke masa depan

e) Mengedepankan pendekatan solusi mencapai tujuan pembangunan, bukan berkutat pada pendekatan masalah yang dihadapi.

f) Menghasilkan strategi dan kebijakan pembangunan bernilai transformatif struktural, bukan incremental

g) Peningkatan Value Added Memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai kebutuhannya Mengintegrasikan pendekatan sektoral dan RegionalPemerintah dan Mendorong Inovasi

h) Menghubungkan pusat-pusat pertumbuhanutama untuk memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan prinsip keterpaduan, bukan keseragaman.

i) Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhanmelalui

inter-modal supply chain systems.

j) Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas. (pertumbuhan yang inklusif k) Penetapan dua pelabuhan hub internasional sebagai pintu

gerbang laut, satu di bagian barat Indonesia, satudi bagian Timur Indonesia

l) Menerapkan penuh doktrin strategis wawasan nusantara. Menseksamai dinamika strategis dunia

3 Rangkuman

Berdasarkan diskusi materi presentasi, maka dapat dirangkum bahwa MP3EI adalah merupalan pedoman komplemen pembangunan ekonomi yang mempunyai dasar / kekuatan hukum yaitu Perpres No. 32/2011, sehingga perlu dilaksanakan. Oleh karena itu MP3EI perlu mendapat masukan bagaimana MP3EI dapat dilaksanakan sesuai dengan target-target yang telah ditentukan. Berbagai masukan penting antara lain bahwa:

1) Perlunya antisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat (14%/tahun), yaitu dengan cara efisiensi dan difersifikasi sumber daya energi, khususnya dengan memanfaatkan sumber daya energi terbarukan dan meningkatkan kandungan lokal. Untuk perlunya penyamaan visi pengembangan energi di Indonesia. Selain itu, diperlukan kebijakan pemerintah sesuai dengan pasal 33, dimana pemakaian bbm merupakan alternatif terakhir setelah pemakaian sumber energi lainnya.

2) Dokumen MP3EI hendaknya merupakan dokumen yang hidup (life document) yang dapat diperbaiki setiap saat. Walaupun banyak permasalahan, kita harus yakin bahwa kita dapat melaksanakan. Produksi pangan selama ini turun sekitar 1,2%, sehingga perlu upaya peningkatan produksi pangan dengan:

- memanfaatkan lahan sub-optimal yang masih luas, khususnya di luar Jawa.

- mengimplementasikan hasil-hasil riset di bidang pertanian yang sudah banyak,.

- mendukung ketersediaan dan aksesibilitas pupuk dan benih yang selama ini sering terlambat.

- Melalukan investasi di bidang pertanian sebagaimana di Brasilia, dan sekaligus untuk mengurangi konversi lahan pertanian

Mainstreaming Iptek Dalam Pembangunan Nasional – DRN 2012

Mainstreaming Iptek Dalam Pembangunan Nasional – DRN 2012 39  - menerapkan pertanian spesifik lokasi (sepklok)

dimasa mendatang sangat penting mengingat perubahan iklim, yaitu dengan memanfaatkan varietas yang adaptif terhadap perubahan iklim.

3) Melaksanakan reformasi lahan / reformasi agraria sehinga lahan dapat dimanfaatkan sesuai dengan rencana tataruang, dan sekaligus dapat mengatur berbagai permasalahan seperti konversi lahan, pencaplokan tanah masyarakat, kebijakan desentralisasi (wewenang pemerintah pusat dan daerah), kepemilikan lahan / asset oleh investor asing dan lain-lain.

4) Melalukan pembangunan SDM, baik untuk pengembangan teknologi maupun untuk managemen sehingga berbagai masalah untuk penjadwalan, meningkatkan kandungan lokal (local content), pendekatan keamanan (security approach), dan lain-lain. Untuk itu, perlunya dilakukan pemetaan SDM dan sekaligus pemetaan sosial yang terkait dengan pembangunan MP3EI. Oleh karena itu dalam implementasi MP3EI perlu lebih melibatkan institusi riset, daripada dengan swasta. 5) Implementasi MP3EI perlu didukung dengan perubahan

mind set menuju otak sehat. Hal ini penting mengingat

Indonesia kaya akan SDA yang dalam pengelolaannya diperlukan otak sehat.

6) MP3EI perlu didukung dengan program strategi yang jelas untuk pelaksanaannya, serta bagaimana memperoleh anggaran yang memadai untuk mendukungnya. Program-program tersebut harus rinci dan implementatif (jangan sampai dead of detail).

7) Dalam pelaksanaan MP3EI juga harus dapat dipersiapkan SDM lokal, dan jangan hanya berorientasi pada target. Tetapi harus mampu mensejahterakan masyarakat bawah, menurunkan angka kemiskinan, dan bukan berpihak pada

pada pengusahan kelas atas, agar masyarakat tidak hanya menjadi ”penonton” dan ”buruh” dalam pembangunan MP3EI tersebut.

8) MP3EI juga perlu disosialisasi hingga ke lapisanan masyarakat bawah dan sekaligus dapat mendukung kebutuhan riset di daerah.

9) Mengingat luasnya bidang pelaksanaan MP3EI, maka perlu difokuskan pada 3-4 bidang yang penting / prioritas 10) MP3EI sebagai rencana induk masih banyak mempunyai

kelemahan karena belum disusun berdasarkan filosofi yang matang dan belum didukung dengan perundang-undangan, khususnya di bidang industri.

11) Pembangunan ekonomi harus dapat mengemban amanah konstitusi adalah untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Amanah konstitusi mencakup UUD 1945 pasal 33, MP3EI, SINas, dan Iptek telah tertata pada satu alur yang sama, yakni menuju terwujudnya kesejahteraan rakyat dan kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Dalam hal ini pembangunan harus dapat mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat (pro poor), dapat memberikan lapangan kerja (pro job) dan mensejahterakan masyarakat kalangan bawah.

2.2.7 Rekomendasi

MP3EI adalah dokumen yang telah mempunyai kekuatan hukum, namun dalam penyusunannya belum dilakasanakan secara konseptual, filosofis dan implementatif. Oleh karena itu agar MP3EI dapat mendukung visi dan misi RPJPN 2005-2025, maka perlu disempurnakan. Adapun saran / rekomendasi penyempurnaan MP3EI adalah sebagai berikut: 1) Pemetaan SDM dan Iptek dan selanjutnya digunakan

untuk mengidentifikasi kebutuhan SDM dan Iptek serta Mainstreaming Iptek Dalam Pembangunan Nasional – DRN 2012

Mainstreaming Iptek Dalam Pembangunan Nasional – DRN 2012 41  penyusunan program pengembangannya untuk mendukung MP3EI.

2) Pelaksanaan MP3EI perlu mengemban amanah konstitusi UUD ’45 khususnya pada pasal 31 ayat 5, dimana adalah untuk memajukan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu MP3EI dapat berperan sebagai wahana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat bawah Pelaksanaan MP3EI hendaknya juga dapat berkolaboratif dengan lembaga riset sebagai lembaga pengembang Iptek dan sekaligus sebagai sumber SDM berkualitas

3) Perlunya didukung dengan program dan strategi yang rinci serta dana yang realistis, serta memperhatikan aspek sosial, dan harus dilaksanakan dengan otak sehat.

4) MP3EI perlu disosialisasi hingga ke lapisanan masyarakat bawah dan sekaligus dapat mendukung kebutuhan riset di daerah.

5) Mengingat luasnya bidang pelaksanaan MP3EI, maka perlu difokuskan pada 3-4 bidang yang penting / prioritas 6) Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang terkait

dengan aset / lahan, sehingga pihak swasta dan asing dapat dikendalikan, dan bukan mendominasi.

BAB 3.

PENINGKATAN KOMPONEN IPTEK DALAM