HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data
C. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik Kruskal Wallis, yang hasilnya tertera pada tabel berikut ini:
Tabel 4.20. Ringkasan Uji Non Parametrik tipe Kruskal Wallis Prestasi Kognitif
Uji Signifikansi Keputusan Keterangan
Model Pembelajaran 0,00 < 0,05 Ho ditolak Ada pengaruh Aktivitas belajar 0,109 > 0,05 Ho diterima Tidak ada pengaruh Kreativitas 0,418 > 0,05 Ho diterima Tidak Ada pengaruh Model-Kreativitas 0,000 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi Aktivitas-Kreativitas 0,320 > 0,05 Ho diterima Tidak ada interaksi Model-Aktivitas Belajar-Kreativitas 0,001< 0,05 Ho ditolak Ada interaksi
Tabel 4.21. Ringkasan Uji Non Parametrik tipe Kruskall Wallis Prestasi Afektif
Uji Signifikansi Keputusan Keterangan
Model Pembelajaran 0,000 < 0,05 Ho ditolak Ada pengaruh Aktivitas belajar 0,000 < 0,05 Ho diterima Ada pengaruh Kreativitas 0,269 > 0,05 Ho diterima Tidak Ada pengaruh Model-Aktivitas belajar 0,000 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi Model-Kreativitas 0,001 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi Aktivitas-Kreativitas 0,002 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi Model-Aktivitas Belajar-Kreativitas 0,001< 0,05 Ho ditolak Ada interaksi
Tabel 4.22. Ringkasan Uji Non Parametrik tipe Kruskall Wallis Prestasi Psikomotorik
Uji Signifikansi Keputusan Keterangan
Model Pembelajaran 0,154 > 0,05 Ho diterima Tidak Ada pengaruh Aktivitas belajar 0,351 > 0,05 Ho diterima Tidak Ada pengaruh Kreativitas 0,000 < 0,05 Ho ditolak Ada pengaruh Model-Aktivitas belajar 0,471 > 0,05 Ho diterima Tidak Ada interaksi Model-Kreativitas 0,001 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi Aktivitas-Kreativitas 0,000 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi Model-Aktivitas Belajar-Kreativitas 0,005 < 0,05 Ho ditolak Ada interaksi
Hipotesis untuk hasil belajar siswa dapat disimpulkan bahwa sebagai berikut : 1. Pengujian Hipotesis Pertama
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Ho: Tidak ada pengaruh penggunaan model MFI dan POGIL terhadap prestasi
belajar kognitif dan afektif serta psikomotorik.
Ha : Ada pengaruh penggunaan model MFI dan POGIL terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif serta psikomotorik.
Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi prestasi belajar kognitif dan afektif 0,000 (<0,05: Ho ditolak) dan 0,154 (>0,05: Ho diterima) untuk prestasi belajar psikomotorik. Pada uji hipotesis pertama ini, Ho ditolak yang artinya ada pengaruh penggunaan model MFI dan POGIL terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, tetapi tidak memberikan pengaruh pada hasil belajar psikomotorik.
2. Pengujian Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak ada pengaruh aktivitas belajar tinggi rendah terhadap prestasi belajar.
Ha : Ada pengaruh aktivitas belajar tinggi rendah terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi 0,109 (>0,05: Ho diterima) pada prestasi belajar kognitif dan signifikansi 0,000 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar afektif, 0,351 (>0,05: Ho diterima). Kesimpulan pada uji hipotesis kedua ini, tidak ada pengaruh aktivitas belajar tinggi rendah terhadap prestasi belajar kognitif maupun psikomotorik, namun ada pengaruh terhadap prestasi belajar afektif.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak ada pengaruh kreativitas tinggi rendah terhadap prestasi belajar.
Ha : Ada pengaruh kreativitas tinggi rendah terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi 0,418 (>0,05: Ho diterima) pada prestasi belajar kognitif dan signifikansi 0,269 pada prestasi belajar afektif, (>0,05: Ho diterima) dan 0,000 (<0,05: Ho ditolak). Pada uji hipotesis ketiga ini, tidak ada pengaruh kreativitas tinggi rendah terhadap prestasi belajar kognitif dan afektif, namun ada pengaruh untuk prestasi belajar psikomotorik.
4. Pengujian Hipotesis Keempat
Hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak Ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar.
Ha : Ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan aktivitas belajar siswa terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi 0,000 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar kognitif dan signifikansi 0,000 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar afektif, serta 0,47(>0,05: Ho diterima) pada prestasi belajar psikomotorik. Pada uji hipotesis keempat ini, disimpulkan ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan aktivitas belajar terhadap
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id prestasi belajar kognitif maupun afektif, tetapi tidak ada interaksi terhadap prestasi belajar psikomotorik.
5. Pengujian Hipotesis Kelima
Hipotesis kelima dalam penelitian ini adalah :
Ho : Tidak Ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar.
Ha : Ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi 0,000 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar kognitif dan signifikansi 0,001 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar afektif, serta 0,001(<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar psikomotorik. Pada uji hipotesis kelima ini, disimpulkan ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI dengan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif serta psikomotorik.
6. Pengujian Hipotesis Keenam
Hipotesis keenam dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak ada interaksi antara aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar.
Ha : Ada interaksi antara aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi 0,320 (>0,05: Ho diterima), pada prestasi belajar kognitif dan signifikansi 0,002 pada prestasi belajar afektif, dan 0,000 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar psikomotorik. Pada uji hipotesis keenam disimpulkan, tidak ada interaksi antara aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi kognitif namun ada interaksi pada prestasi belajar afektif dan psikomotorik.
7. Pengujian Hipotesis Ketujuh
Hipotesis ketujuh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Ho : Tidak ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI, dengan aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar.
Ha : Ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI, dengan aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar.
Berdasarkan uji non parametrik Kruskall Wallis, diketahui signifikansi 0,001 (<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar kognitif dan signifikansi 0,000(<0,05: Ho ditolak) pada prestasi belajar afektif, serta 0,005 (Ho ditolak) pada prestasi belajar psikomotorik. Pada uji hipotesis ketujuh ini, semua Ho ditolak yang artinya ada interaksi antara model pembelajaran POGIL dan MFI, dengan aktivitas belajar dan kreativitas siswa terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, maupun psikomotorik.