• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. PENGUJIAN HIPOTESIS

Dengan dipenuhinya dua syarat sebagaimana pada point B yaitu sampel terdistribusi normal dan homogen maka dapat dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis yang digunakan adalah anava 3 jalan. Pemetaan katagori analisis dengan menggunakan anava 3 jalan adalah sebagai mana ditampilkan dalam tabel 4.12. Pemetaan ini kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 16. Kriteria

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

83

penerimaan hipotesis adalah jika nilai sig .< 0,05 maka H0 diterima dan sebaliknya jika nilai sig > 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil dari uji anava disajikan dalam tabel 4.13

Tabel 4.12 Pemetaan analisis menggunakan anava

Kemampuan Berpikir Abstrak tinggi Kemampuan Berpikir Abstrak

rendah Motivasi berprestasi tinggi Motivasi berprestasi rendah Motivasi berprestasi tinggi Motivasi berprestasi rendah

Inkuiri 10 Siswa 6 siswa 4 siswa 15 siswa

CTL 18 siswa 2 siswa 5 siswa 10 siswa

Tabel 4.13 Hasil uji Anava

Source

Type III Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

Model 14.884 1 14.884 .143 .706 Abtrak 789.022 1 789.022 7.595 .008 Motivasi 1402.822 1 1402.822 13.503 .000 model * abtrak 1253.013 1 1253.013 12.061 .001 model * motivasi 99.614 1 99.614 .959 .331 abtrak * motivasi 131.607 1 131.607 1.267 .265

model * abtrak * motivasi .108 1 .108 .001 .974

Corrected Total 14067.771 69

Berdasarkan dari tabel 4.13 di atas maka dapat diperhatikan kolom source dan signifikan. Hipotesis pertama menyatakan bahwa H01 = tidak ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan CTL terhadap prestasi belajar siswa. H11 = ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan CTL terhadap prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang diperoleh dari hasil analisis terkait dengan

commit to user

model adalah 0,706. Nilai ini lebi besar daripada 0,05 artinya H01 diterima dan H11 ditolak sehingga tidak ada pengaruh model pembejaran yang digunakan dalam penelitian ini. Hipotesis kedua menyatakan H02 = tidak ada pengaruh kemampuan berpikir abstrak tinggi rendah terhadap prestasi belajar. H12 = terdapat pengaruh kemampuan berpikir astrak tinggi dan rendah. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,008. Nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai 0,05. Artinya H02 ditolak dan H12 diterima. Jadi terdapat pengaruh nilai kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar dalam penelitian ini. Hipotesis ketiga menyatakan H03 = tidak ada pengaruh motivasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. H13 = terdapat pengaruh motivasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,000. Nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai 0,05. Artinya H03 ditolak dan H13 diterima. Jadi terdapat pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa dalam penelitian ini.

Hipotesis keempat menyatakan H04 = tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan CTL dengan kemampuan berpikir abstrak siswa terhadap prestasi belajar siswa. H14 = terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan CTL terhadap kemapuan berpikir abstrak siswa terhadap prsetasi belajar siswa. Nilai signifikan yang diperoleh adalah 0,001 artinya H04 ditolak dan H14 diterima. Jadi ada interaksi antara model yang digunakan dalam penelitian dengan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa. Hipotesis kelima menyatan H05 = tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan CTL dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

85

belajar siswa. H15 = terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan CTL dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang didapatkan adalah 0,331. Nilai ini lebih besar daripada 0,05 artinya H05 diterima dan H15 ditolak. Jadi tidak ada interaksi antara model yang digunakan dalampenelitian dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa. Hipotesis keenam H06 = tidak terdapat interaksi antara kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah dengan motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. H16 = terdapat interaksi antara kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah dengan motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang didapatkan adalah 0,265. Nilai yang didapatkan lebih besar daripada 0,05 artinya dalam penelitian ini H06 diterima dan H16 ditolak. Jadi tidak ada intraksi antara kemampuan berpikir abstrak tinggi dan rendah dengan motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Hipotesis terakhir adalah H07 = tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan CTL dengan motivasi berprestasi siswa dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa. H17 = terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dan CTL dengan motivasi berprestasi siswa dan kemampuan berpikir abstrak terhadap prestasi belajar siswa. Nilai signifikan yang didapatkan adalah 0,974. Nilai yang didapat lebih besar jika dibandingkan dengan 0,05 artinya H07 diterima dan H17 ditolak. Jadi tidak ada interaksi antara model yang digunakan dengan kemampuan berpikir abstrak dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar siswa.

commit to user

Setelah melakukan uji hipotesis perlu kiranya dilakukan uji lanjut anava. Uji lanjut anava yang dilakukan adalah dengan menggunakan uji Schaffe, uji ini hanya dilakukan pada hipotesis 2, 3 dan 4 karena H0 pada hipoteisis ini ditolak. Uji Scheffe yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi program SPSS 16 yang secara terperinci dideskripsikan pada tabel 4.14

Pada tabel 4.14 Nilai α yang digunakan adalah 0,05 dengan dua hipotesis yaitu H0 = ada perbedaan signifikan antara factor dan H1 = tidak ada perbedaan yang signifikan antara factor. Terima H0 jika nilai sig < 0,05. Berdasarkan tabel 4.16 maka dapat diartikan 1) tidak ada perbedaan prestasi yang diperoleh siswa kelas CTL dan inkuiri (P value = 0,810). 2) ada perbedaan prestasi yang dipeoleh siswa berdasarkan faktor kemampuan berpikir abstrak dan motivasi berprestasi. Untuk lebih jelasnya hubungan antara faktor dapat dideskripsikan pada tabel 4.15

Tabel 4.14 Hasil uji Scheffe efek hubungan antara faktor

No Source df Mean Square F Sig.

1 Corrected Model 7 999.946 8.771 .000 2 Intercept 1 162420.833 1.425E3 .000 3 Model 1 6.660 .058 .810 4 Faktor 3 1522.382 13.354 .000 5 model * faktor 3 426.869 3.744 .015 6 Error 62 114.002 7 Total 70 8 Corrected Total 69

Pada tabel 4.14 pada baris ke 5 kolom ke dua (faktor) nilai sig yang diperoleh adalah 0,000 jika dibandingkan dengan nilai α atau resiko kesalahan yang diambil sebesar 0,05. Tentunya nilai sig yang diperoleh < p value. Kejadian ini

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

87

memberikan arti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar yang dipeoleh oleh masing-masing siswa. Sedangkan pada baris ke empat kolom kedua (model) nilai

sig yang diperoleh adalah 0,810 jika dibandingkan dengan nilai α atau resiko kesalahan yang diambil maka nialai sig > α maka tidak ada perbedaan hasil

prestasi belajar anatara siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model inkuiri dan CTL.

Dokumen terkait