commit to user 45 BAB IV
HASIL PENELITIAN
3. Pengujian Hipotesis Ketiga
Interaksi faktor utama penelitian dalam bentuk interaksi dua faktor menunjukkan ada interaksi antara modifikasi pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan. Dari hasil penghitungan diperoleh nilai F0 = 9.41 ternyata lebih besar dari Ft = 4,11 ( F0 > Ft ) pada taraf signifikansi 5% sehingga H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, modifikasi alat pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan tidak terdapat interaksi terhadap hasil belajar passing atas bolavoli.
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan hasil penelitian ini memberikan penafsiran lebih lanjut mengenai hasil analisis data yang telah dikemukakan sebelumnya. Berdasarkan pengujian hipotesis telah menghasilkan tiga simpulan yaitu: (1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bolavoli mini dan bola plastik terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. (2) ada perbedaan yang signifikan hasil belajar passing atas bolavoli antara siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi dengan siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. (3) ada interaksi antara modifikasi alat pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Simpulan analisis tersebut dapat dipaparkan secara rinci sebagai berikut:
1. Perbedaan Pengaruh Pembelajaran dengan Modifikasi Bolavoli Mini dan Bola Plastik terhadap Hasil Belajar Passing Atas Bolavoli
Berdasarkan pengujian hipotesis pertama menunjukkan, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan servis bolavoli dengan sasaran tetap dan berubah dari hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh yang
commit to user
53
signifikan antara pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bolavoli mini dan bola plastik terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Pada kelompok siswa yang diberi perlakuan pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bolavoli mini mempunyai peningkatan lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang diberi perlakuan pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bola plastik.
Pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bolavoli mini memberi dampak yang lebih baik terhadap peningkatan hasil belajar passing atas bolavoli. Hal ini karena, bolavoli mini memiliki karateristik yang hampir sama dengan bolavoli ukuran standar. Berdasarkan hal ini siswa akan lebih cepat beradaptasi dengan bolavoli ukuran standar. Sedangkan pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bola plastik bolanya sangat ringan, sehingga pantulannya kurang baik. Pantulan bola plastik yang kurang baik akan berdampak gerakan passing atas kurang baik. Selain itu, dibutuhkan waktu adaptasi yang agak lama untuk melakukan passing atas menggunakan bolavoli ukuran standar.
Berdasarkan hasil penghitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai Fo sebesar 7.32 > Ft 4.11. Dengan selisih perbedaan peningkatan sebesar 1.25 Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa, pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bolavoli mini dan bola plastik terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.
2. Perbedaan Hasil Belajar Passing Atas Bolavoli antara Siswa yang Memiliki Koordinasi Mata-Tangan Tinggi dengan Siswa yang Memiliki Koordinasi Mata-Tangan Rendah
Berdasarkan pengujian hipotesis kedua menunjukkan, ada perbedaan signifikan hasil belajar passing atas bolavoli antara siswa yang memiliki koordinasi tangan tinggi dengan siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini karena, siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan
commit to user
tinggi akan mampu mengkoordinasikan gerakan passing atas bolavoli lebih efektif dan efisien. Selain itu akan lebih cermat dan akurat mengarahkan bola pada teman seregunya. Sedangkan siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah gerakan passing atas bolavoli kurang efektif dan efisien serta operan-operan melalui passing atas kurang akurat.
Berdasarkan hasil penghitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai Fo 4.69 > Ft 4.11. Dengan selisih perbedaan peningkatan 1.55. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa, ada perbedaan hasil belajar passing atas bolavoli antara siswa yang memiliki koordiansi mata-tangan tinggi dengan siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.
3. Interaksi antara Modifikasi Alat Pembelajaran dan Koordinasi Mata-Tangan terhadap Hasil Belajar Passing Atas Bolavoli
Dari tabel 9 tampak tidak ada interaksi antara kedua faktor utama penelitian. Untuk kepentingan pengujian interaksi faktor utama terbentuklah tabel sebagai berikut:
Tabel 11. Pengaruh Sederhana, Pengaruh Utama dan Interaksi Faktor Utama terhadap Peningkatan Hasil Belajar Passing Atas Bolavoli
A1 A2 Rerata A1 - A2
B1 6.40 3.50 4.95 2.90
B2 3.20 3.60 3.40 -0.40
Retara 4.80 3.55 4.18 1.25
commit to user
55 3.5 6.4 3.6 3.2 0 1 2 3 4 5 6 7 A1 A2 B1 B2Grafik 3. Interaksi Modifikasi Alat Pembelajaran dan Koordinasi Mata-Tangan
Berdasarkan grafik tersebut menunjukkan, bentuk garis perubahan besarnya nilai peningkatan hasil belajar passing atas bolavoli berpotongan. Hal ini artinya, ada interaksi antara modifikasi alat pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa, dalam menerapkan pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi alat perlu mempertimbangkan tingkat koordinasi mata-tangan tinggi dan tingkat koordinasi mata-tangan rendah. Hal ini karena interaksi antara modifikasi alat pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan termasuk jenis interaksi independen. Siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan tinggi lebih cocok diberi pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bolavoli mini. Sedangkan siswa yang memiliki koordinasi mata-tangan rendah lebih sesuai diberi pembelajaran passing atas bolavoli dengan modifikasi bola plastik.
Berdasarkan hasil penghitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai Fo 9.41 > Ft 4.11. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa, ada interaksi antara modifikasi alat pembelajaran passing atas bolavoli dan koordinasi mata-tangan terhadap hasil belajar passing atas bolavoli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 14 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012.