Hasil Penelitian dan Pembahasan
2. Pengujian Kolinearitas
Untuk mendeteksi apakah model regresi mengalami Kolinearitas, dapat diperiksa menggunakan Variance Inflation Factor (VIF).
Hipotesis :
H0 : terjadi Kolinearitas antara variabel bebas H1 : tidak terjadi Kolinea-
ritas antara variabel bebas
Kriteria pengujian kolinea- ritas:
a). Mempunyai nilai VIF di sekitar angka >1
b). Mempunyai angka toleransi mendekati angka < 1
Berdasarkan hasil pengujian di atas diperoleh nilai toleransi 0,935 masih di bawah angka 1 Maka terdapat dugaan bebas adanya kolinearitas antara variabel perhatian orangtua dengan variabel interaksi teman sebaya.
Pengujian Hipotesis Penelitian
Untuk melukiskan dan menguji hubungan antar variabel penelitian. Peneliti dalam hal ini menggunakan analisis jalur (Path Analysis).
1. Menentukan koefisien jalur berdasarkan koefisien korelasi
Dengan menggunakan SPSS 20 diperoleh hasil tertera pada Tabel 11, Tabel 12 dan Tabel 12. Tabel 9 ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. Perhatian orangtua kemampuan pemecahan masalah kimia Between Groups (Combined) 2874.051 30 95.802 .948 .554 Linearity 525.007 1 525.007 5.193 .027 Deviation from Linearity 2349.044 29 81.002 .801 .736 Within Groups 5155.900 51 101.096 Total 8029.951 81 Koefisien Jalur P21 Tabel 11 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -2.238E-015 .107 .000 1.000 Zscore: Perhatian orangtua 256 .108 .256 2.366 .020
a. Dependent Variable: Zscore: interaksi teman sebaya
Tabel 10 Kolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) Perhatian orangtua .935 1.070 Interaksi teman sebaya .935 1.070
Pengaruh Perhatian Orangtua dan Interaksi Teman Sebaya
Interpretasi hasil penelitian
1. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi perhatian orangtua yang signifikan dan memiliki pengaruh yang kuat yaitu 0,321 lebih besar dari 0,05 terhadap
KoefisienJalur P31 dan P32 Tabel 12 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.288E-016 .106 .000 1.000 Zscore: perhatian orangtua .313 .110 .313 2.838 .006 Zscore: interaksi teman sebaya .032 .110 .032 .291 .771
a. Dependent Variable: Zscore: kemampuan pemecahan masalah kimia
Tabel 13
Rangkuman Hasil Analisis Korelasi
Hubungan Antar Variabel Korelasi Nilai
Perhatian orangtua dengan kemampuan pemecahan masalah kimia
r13 0,321
Interaksi teman sebaya dengan kemampuan pemecahan masalah kimia
r23
0,112 Perhatian orangtua
dengan interaksi teman sebaya r12 0,256 (X2) (X1) r13= 0,321 (p31= 0,313) r12= 0,256 (p21= 0,256) r23 = 0,112 (p32 =,032)
>
(X3)Diagram Hasil Angka Koefisien dan Koefisien Jalur
kemampuan pemecahan masalah kimia siswa.
Besarnya pengaruh perhatian orangtua terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa adalah KD = P132 x 100% =
0,313 x 0,313 x 100% = 9,797 %. Sisanya sebesar 90,203 % dipengaruhi oleh faktor- faktor lain di luar perhatian orang tua. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Slameto (2013: 61), orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya, dapat menyebabkan anak kurang atau tidak berhasil dalam belajarnya. Sementara Safaria (2005: 24) menyatakan bahwa anak sangat membutuhkan bimbingan dan pengarahan dari orang tua untuk dapat memiliki dan mengembangkan kecerdasan interpersonal yang tinggi. Hardwinoto dan Setiabudhi (2006:36) menjelaskan, supaya anak dapat belajar dengan baik, mereka memerlukan lingkungan yang menyenangkan agar mereka dapat mengingat dengan baik informasi yang diterima.
2. Temuan penelitian menunjukkan terdapat korelasi interaksi teman sebaya terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa, ditunjukkan oleh angka koefisien korelasi sebesar 0,112 lebih besar dari 0,05. Akan tetapi terdapat pengaruh yang tidak
Pengaruh Perhatian Orangtua dan Interaksi Teman Sebaya
signifikan interaksi teman sebaya terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil angka koefisien jalur 0,032 lebih kecil dari 0,05. Besarnya pengaruh interaksi teman sebaya terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa adalah KD = P322 x 100% =
0,032 x 0,032 x 100% = 0,102 % Sisanya sebesar 99,898 % dipengaruhi oleh faktor- faktor lain di luar interaksi teman sebaya. Hal ini sesuai dengan pendapat Farrington dalam Santrock ( 2014: 93), memiliki teman sebaya dapat menjadi keuntungan dalam perkembangan, namun ada jenis tertentu dari teman sebaya yang dapat merugikan perkembangan.
Berdasarkan temuan penelitian tersebut, kemampuan pemecahan masalah kimia dapat dipengaruhi oleh interaksi teman sebaya.
3. Temuan penelitian menunjukkan, terdapat korelasi yang signifikan perhatian orangtua dengan interaksi teman sebaya siswa. Hal ini ditunjukan oleh angka koefisien jalur sebesar 0,256 dan sig > 0,05. Besar pengaruh perhatian orangtua terhadap interaksi teman sebaya adalah sama dengan KD = P122
x 100% = 0,256 x 0,256 x 100% = 6,55 %. Sisanya sebesar 93,45 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar perhatian orangtua. Hasil penelitian membuktikan, adanya pengaruh yang signifikan perhatian orangtua terhadap interaksi teman sebaya siswa. Orang tua sangat berperan dalam pembentukan kemampuan berpikir karena di sinilah tahap awal dari pendidikan anak. Perhatian yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak hanya berpengaruh pada perilaku anak, melainkan juga berpengaruh pada pergaulan anak dan dalam berinteraksi dengan teman sebayanya . 4. Temuan penelitian menunjukkan bahwa
tidak terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan perhatian orangtua terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa melalui interaksi teman sebaya. Hal ini dapat terlihat dari besar pengaruh tidak langsungnya yakni P12 x P23 x 100% = 0,256 x 0,032 x 100% = 0,81 %. Sedangkan
sisanya sebesar 99,19 % di pengaruhi oleh faktor lainnya.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah kimia dapat dilakukan melalui peningkatan interaksi teman sebaya. Dengan membandingkan temuan yang lain dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah kimia siswa oleh perhatian orangtua melalui interaksi teman sebaya lebih tinggi daripada langsung dari perhatian orangtua. Dari teman sebaya remaja menerima umpan balik mengenai kemampuan mereka. Kecenderungan untuk bergabung dengan teman sebaya didorong oleh keinginan untuk mandiri, sebagaimana yang diungkapkan oleh Hurlock (2014 : 92) bahwa melalui hubungan teman sebaya remaja berpikir mandiri, kreatif, dan berani mengambil keputusan. Hal ini menunjukan bahwa akan lebih efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah jika dilakukan dengan membangun perhatian orangtua melalui interaksi yang positif dengan teman sebayanya.
Simpulan
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Terdapat pengaruh langsung yang signifikan perhatian orangtua terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa. Hal tersebut dibuktikan oleh t hitung 2,838 > t tabel 1,980.
2. Terdapat pengaruh langsung yang tidak signifikan interaksi teman sebaya terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia siswa. Hal ini dibuktikan oleh t hitung 0,29 < t tabel 1,980.
3. Terdapat pengaruh langsung yang signifikan perhatian orangtua terhadap interaksi teman sebaya siswa Hal ini dibuktikan oleh t hitung 2,37 > t tabel 1,980. 4. Terdapat pengaruh tidak langsung yang tidak signifikan perhatian orangtua terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia melalui interaksi teman sebaya siswa.
Pengaruh Perhatian Orangtua dan Interaksi Teman Sebaya
Hal ini dibuktikan oleh t hitung 0,073 < t tabel 1,980 .
Implikasi
Implikasi sebagai refleksi dari kesimpulan dikemukakan sebagai berikut.
1. Untuk meraih kemampuan pemecahan masalah kimia yang baik pada siswa, dapat dilakukan dengan memberikan perhatian yang baik dari orangtua siswa, tidak cukup hanya diperoleh dari guru saja
2. Untuk menciptakan kemampuan peme- cahan masalah kimia yang baik pada siswa, dapat dilakukan dengan meningkatkan interaksi yang positif dengan teman sebaya. Melalui interaksi teman sebaya, siswa akan lebih semangat, santai, gembira dan lebih komunikatif dalam memahami dan menyelesaiakan permasalahan yang dihadapi.
3. Untuk menumbuhkan interaksi teman sebaya yang baik pada siswa, dapat dilakukan dengan memperbaiki perhatian orangtua siswa itu sendiri. Untuk menum- buhkan interaksi yang positif terhadap teman sebaya, tidak cukup hanya dari dalam diri anak itu sendiri atau dari guru saja, tetapi harus ada bimbingan/nasehat dari orang tua.
4. Kemampuan pemecahan masalah kimia dapat dilakukan melalui adanya interaksi teman sebaya. Dari hasil penelitian ini ditemukan fakta, baik perhatian orangtua maupun interaksi teman sebaya sendiri jauh lebih baik pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah kimia, dibandingkan dengan perhatian orangtua melalui interaksi teman sebaya.