BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
6.1. Hasil Penelitian
6.1.3. Pengujian Kualitas Instrument Penelitian
Pada pengujian kualitas data ini, data harus memenuhi syarat pengujian validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Penjelasan pengujian validitas dan pengujian reliabilitas sebagai berikut:
6.1.3.1. Pengujian Validitas Instrument Penelitian
Tujuan dari dilakukannya uji validitas adalah untuk mengukur ketepatan suatu instrumen penelitian atau dengan kata lain bahwa uji ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana item pernyataan yang digunakan dapat menguji suatu
model dalam penelitian. kriteria pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai korelasi masing-masing item pertanyaan terhadap totalnya (rhitung) dengan r-Tabel, dimana item pertanyaan dikatakan valid jika rhitung lebih besar dari rTabel
(rhitung>rTabel). Besarnya nilai rTabel adalah sebesar 0,208 (n=91, α=5%). Hasil pengujian validitas instrument penelitian dapat dilihat sebagai berikut:
1. Hasil Pengujian Validitas Variabel Emotional Attachment Tabel 6.7: Uji Validitas Variabel Emotional Attachment
Item Kuesioner Kriteria Kesimpulan
Kesimpulan rhitung rTabel
Emotional Attachment 1 0,479 0,208 Valid Emotional Attachment 2 0,469 0, 208 Valid Emotional Attachment 3 0,486 0, 208 Valid Sumber: Data Primer Diolah, 2018
Tabel 6.7 menunjukkan bahwa setiap kuesioner dari variabel Emotional Attachment memiliki nilai yang valid, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap instrument yang menjadi indikator variabel Emotional Attachment mampu mengukur variabel tersebut, sehingga data dapat digunakan untuk pengujian berikutnya.
2. Hasil Pengujian Validitas Variabel Brand Love Tabel 6.8: Uji Validitas Variabel Brand Love
Item Kuesioner Kriteria Kesimpulan
Kesimpulan
Sumber: Data Primer Diolah, 2018
Tabel 6.8 menunjukkan bahwa setiap kuesioner dari variabel Brand Love memiliki nilai yang valid, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap instrument yang menjadi indikator variabel Brand Love mampu
mengukur variabel tersebut, sehingga data dapat digunakan untuk pengujian berikutnya.
3. Hasil Pengujian Validitas Variabel Brand Awarness Tabel 6.9: Uji Validitas Variabel Brand Awarness
Item Kuesioner Kriteria Kesimpulan
Kesimpulan
Sumber: Data Primer Diolah, 2018
Tabel 6.9 menunjukkan bahwa setiap kuesioner dari variabel Brand Awarness memiliki nilai yang valid, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap instrument yang menjadi indikator variabel Brand Awarness mampu mengukur variabel tersebut, sehingga data dapat digunakan untuk pengujian berikutnya.
4. Hasil Pengujian Validitas Brand Loyalty
Tabel 6.10: Uji Validitas Variabel Brand Loyalty Item Kuesioner Kriteria Kesimpulan
Kesimpulan
Sumber: Data Primer Diolah, 2018
Tabel 6.10 menunjukkan bahwa setiap kuesioner dari variabel Brand Loyalty memiliki nilai yang valid, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap instrument yang menjadi indikator variabel Brand Loyalty mampu mengukur variabel tersebut, sehingga data dapat digunakan untuk pengujian berikutnya.
6.1.3.2. Pengujian Reliabilitas Instrument Penelitian
Pengujian ini dilakukan untuk menjamin instrumen yang digunakan merupakan sebuah instrumen handal, konsisten, stabil dan dependibalitas, sehingga apabila digunakan berulang-ulang maka akan menghasilkan yang sama.
Reliabilitas yang tinggi ditunjukkan dengan nilai 1, reliabilitas dianggap sudah cukup memuaskan atau tinggi adalah lebih besar atau sama dengan 0,60. Untuk pengujian ini dilakukan dengan teknik Cronbach Alfa. Berdasarkan hasil olahan data dengan menggunakan SPSS dapat diketahui bahwa uji reliabilitas pada penelitian ini adalah seperti pada Tabel berikut ini:
Tabel 6.11: Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Item Kuesioner
Kriteria Kesimpulan
Kesimpulan rhitung Cronbach
Alfa l
Emotional Attachment 0,665 0,600 Realibel
Brand Love 0,803 0,600 Realibel
Brand Awarness 0,769 0,600 Realibel
Brand Loyalty 0,770 0,600 Realibel
Sumber: Data Primer Diolah, 2018
Tabel 6.11 menunjukkan bahwa ketiga instrumen penelitian pada variabel penelitian ini telah memenuhi unsur reliabilitas penelitian ini. Dengan demikian seluruh instrumen penelitian dapat mewakili variabel penelitian yang selanjutnya dapat dilakukan pengujian berikutnya
6.1.4. Pengujian Asumsi Klassik
Uji asumsi klasik ini dilakukan agar hasil penelitian ini dapat membentuk hasil yang BLUE (Best Linear Unbiazed Estimation) dan varians minimum, sehingga hasil penelitian dapat digunakan sebagai estimasi untuk menggambarkan kondisi dari setiap variabel. Hasil uji asumsi klasik pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Pengujian Normalitas Data
Pengujian normalitas data penelitian adalah untuk menguji apakah dalam model statistik variabel – variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak normal. Untuk menyakinkan pengujian normalitas ini penulis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov yang dapat dilihat pada Tabel 6.12 berikut ini:
Tabel 6.12: Pengujian Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 91
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.07996548 Most Extreme Differences Absolute .083
Positive .074
Negative -.083
Test Statistic .083
Asymp. Sig. (2-tailed) .152c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Untuk melihat uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov ini, apakah data telah terdistribusi secara normal atau belum, dapat dilihat pada nilai Asymp.sig (2-tailed). Data akan dikatakan normal jika nilai Asymp.sig (2-tailed) lebih besar dari nilai alpha penelitian (0,05). Tabel 6.12 menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig (2-tailed) adalah sebesar 0,152 lebih besar dari 0,05. Maka disimpulkan bahwa data telah terdistribusi secara normal, dengan demikian maka data dapat digunakan selanjutnya untuk mengestimasi kondisi setiap variabel penelitian.
2. Pengujian Multikolinearitas
Uji ini dilakukan untuk melihat apakah pada setiap variabel terjadi suatu hubungan atau saling mempengaruhi. Dalam uji ini sebaiknya variabel bebas terbebas dari masalah multikolinearitas. Dalam melakukan pengujian
Multikolinearitas digunakan pola membandingkan nilai VIF, dimana nilai VIF lebih kecil dari 5. Untuk melihat uji Multikolinearitas ini, dapat dilihat pada Tabel berikut ini:
Tabel 6.13: Pengujian Multikolinearitas
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
Emotional_Attachment .683 1.464
Brand_Love .665 1.505
Brand_Awarness .861 1.161
Pada Tabel 6.13 diketahui bahwa nilai VIF-nya bahwa variabel telah terbebas dari masalah Multikolinearitas. Hal ini diketahui bahwa nilai VIF Emotional Attachment adalah sebesar 1,464 nilai VIF Brand Love adalah sebesar 1,505 dan nilai VIF Brand Awarness adalah sebesar 1,161 lebih kecil dari 5. Ini menunjukkan bahwa variabel penelitian ini telah terbebas dari masalah Multikolinearitas.
3. Pengujian Heteroskedastisitas
Uji heterokedastisitas untuk melihat apakah data – data yang ada telah terwakili secara merata. Kondisi yang baik adalah data – data yang dimiliki dalam penelitian ini harus terbebas dari masalah heterokedastisitas. Pengujian heterokedastisitas ini adalah dengan menggunakan scatterplot. Dimana titik – titik yang terdapat pada gambar tidak membentuk pola tertentu, dan titik – titik tersebut menyebar keseluruhannya diantaranya titik 0 pada gambar.
Untuk melihat uji heterokedastisitas penelitian ini, dapat dilihat pada Gambar 6.1 berikut ini:
Gambar 6.1
Pengujian Heteroskedastisitas
Gambar 6.1 menunjukkan bahwa titik – titik yang terdapat pada gambar telah menyebar diantara titik 0 pada kotak gambar scatterplot diatas. Ini mengindikasikan bahwa data telah terpenuhi asumsi heterokedastisitas atau dengan kata lain bahwa data telah terbebas dari masalah heterokedastisitas.
6.1.5. Analisis Statistik
6.1.5.1. Persamaan Analisis Regresi Berganda
Untuk mengetahui hubungan yang terbentuk di antara variabel penelitian ini, maka dapat dilihat pada Tabel 6.14 berikut ini:
Tabel 6.14: Asumsi Model Penelitian
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
B Std. Error Beta
1 (Constant) -1.345 1.188
Emotional_Attachment .500 .129 .315
Brand_Love .279 .075 .306
Brand_Awarness .347 .065 .389
Melihat pada Tabel 6.14 diketahui bahwa model penelitian ini adalah sebagai berikut:
Brand Loyalty = -1,345 + 0,500X1 + 0,279X2 + 0,347X3
Hubungan yang terbangun dalam model penelitian ini adalah hubungan yang positif dan searah antara variabel bebas dengan variabel terikatnya.
Berdasarkan pada hasil asumsi regresi linear tersebut dapat diartikan sebagai berikut:
1. Jika variabel Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awarness diasumsikan tidak mengalami perubahan atau sama dengan 0, maka Brand Loyalty mengalami penurunan sebesar 1,345.
2. Jika Emotional Attachment mengalami perubahan sebesar 1 satuan tertentu, maka akan diikuti dengan peningkatan pada Brand Loyalty sebesar 0,500 satuan dengan asumsi variabel lainnya diasumsikan tidak mengalami perubahan apapun.
3. Jika Brand Love mengalami perubahan sebesar 1 satuan tertentu, maka akan diikuti dengan peningkatan pada Brand Loyalty sebesar 0,279 satuan dengan asumsi variabel lainnya diasumsikan tidak mengalami perubahan apapun.
4. Jika Brand Awarness mengalami perubahan sebesar 1 satuan tertentu, maka akan diikuti dengan peningkatan pada Brand Loyalty sebesar 0,347 satuan dengan asumsi variabel lainnya diasumsikan tidak mengalami perubahan apapun.
6.1.5.2. Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar variabel Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awarness mampu menjelaskan Brand Loyalty, maka dilakukan
penghitungan koefisiensi determinasi. Adapun hasil Koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 6.15 berikut ini:
Tabel 6.15: Koefisien Determinasi
a. Predictors: (Constant), Brand_Awarness, Emotional_Attachment, Brand_Love
b. Dependent Variable: Brand_Loyalty
Berdasarkan pada Tabel 6.15 diketahui bahwa nilai R2 adalah sebesar 0,607 atau sebesar 60,7% ini mengartikan bahwa kemampuan dari Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awarness dalam menjelaskan Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Gajah Mada adalah sebesar 0,607 dengan kata lain bahwa Metode Pelatihan, Materi Pelatihan dan Kualitas Pelatih menjelaskan Brand Loyalty adalah sebesar 60,70% Sisanya sebesar 39,30% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini.
6.1.5.3. Uji Simultan F (F-test)
Uji simultan dilakukan untuk menguji apakah Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awarness berpengaruh secara signifikan terhadap Brand Loyalty. Hasil pengujian secara simultan dapat dilihat seperti pada Tabel 6.16 berikut ini:
b. Predictors: (Constant), Brand_Awarness, Emotional_Attachment, Brand_Love
Tabel 6.16 menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah sebesar 0.000.
Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dibandingkan dengan nilai α sebesar 0.05.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama – sama Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awarness berpengaruh signifikan terhadap Brand Loyalty.
6.1.5.4. Pengujian Parsial (Uji t)
Uji parsial dilakukan untuk menguji pengaruh antara setiap variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Hasil uji parsial (uji t) untuk setiap faktornya dapat dilihat pada Tabel 6.17 berikut ini:
Tabel 6.17: Uji Parsial
Berdasarkan pada kriteria pengambilan keputusan bahwa apabila nilai probabilitas < nilai alpha sebesar 0,05, maka hipotesis diterima dan sebaliknya, apabila nilai sig. probabilitas > nilai alpha sebesar 0,05, maka hipotesis ditolak (Ghozali, 2001).
1. Pengaruh Emotional Attachment Terhadap Brand Loyalty
Tabel 6.17 menunjukkan bahwa nilai sig Emotional Attachment pada penelitian ini adalah sebesar 0.000. Jika dibandingkan dengan nilai alpha penelitian ini (0.05) maka diketahui bahwa 0.000<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Emotional Attachment terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada . Besarnya nilai koefisien Emotional Attachment terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada adalah sebesar 0.500. Hal ini memberikan gambaran bahwa besarnya kemampuan Emotional Attachment mempengaruhi
Model t Sig.
1 (Constant) -1.132 .261
Emotional_Attachment 3.875 .000
Brand_Love 3.713 .000
Brand_Awarness 5.368 .000
Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada secara parsial adalah sebesar 0.500 atau sama dengan 50%.
2. Pengaruh Brand Love Terhadap Brand Loyalty
Tabel 6.17 menunjukkan bahwa nilai sig Brand Love pada penelitian ini adalah sebesar 0.000. Jika dibandingkan dengan nilai alpha penelitian ini (0.05) maka diketahui bahwa 0.000<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Brand Love terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada. Besarnya nilai koefisien Brand Love terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada adalah sebesar 0.279. Hal ini memberikan gambaran bahwa besarnya kemampuan Brand Love mempengaruhi Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada secara parsial adalah sebesar 0.279 atau sama dengan 27,9%.
3. Pengaruh Brand Awarness Terhadap Brand Loyalty
Tabel 6.17 menunjukkan bahwa nilai sig Brand Awarness pada penelitian ini adalah sebesar 0.000. Jika dibandingkan dengan nilai alpha penelitian ini (0.05) maka diketahui bahwa 0.000<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Brand Awarness terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada. Besarnya nilai koefisien Brand Awarness terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada adalah sebesar 0.347. Hal ini memberikan gambaran bahwa besarnya kemampuan Brand Awarness mempengaruhi Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada secara parsial adalah sebesar 0.347 atau sama dengan 34,70%.
6.2. Pembahasan
6.2.1. Pengaruh Emotional Attachment Terhadap Brand Loyalty
Hasil penelitian ini jelas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Emotional Attachment terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada. Hal ini memberikan informasi bahwa emotional attachment nasabah ada yang perlu dikaji ulang agar menciptakan loyalitas merek yang kuat.
Diketahui bahwa nasabah pada umum kurang menyukai produk cicil emas yang ditawarkan oleh manajemen walaupun tidak sedikit yang menyukainya, namun hal ini perlu dikaji oleh manajemen agar brand loyalty Bank Syariah Mandiri akan menjadi kuat.
Catatan yang perlu untuk dikaji oleh manajemen diantaranya adalah pemberian informasi yang diberikan oleh karyawan Bank Syariah Mandiri masih kurang maksimal menurut persepsi nasabah. Faktor lainnya perlu untuk menjadi perhatian dan kajian yang mendalam adalah harga yang ditawarkan pada produk cicil emas di Bank Syariah Mandiri yang mungkin saja lebih mahal dibandingkan dengan perusahaan lain yang menjual produk cicil emas yang sama. Hal lainnya bisa saja yang menyebabkan emotional attachment nasabah rendah adalah manfaat dan keuntungan yang didapat dari produk cicil emas yang akan diterima oleh calon nasabah dan nasabah masih kurang menarik bagi nasabah.
Penyelesaian masalah seperti yang disebutkan tadi diharapkan dapat meningkatkan emotional attachment dalam menghadapi persaingan bisnis perbankan yang semakin kuat dan tajam.
6.2.2. Pengaruh Brand Love Terhadap Brand Loyalty
Hasil penelitian ini jelas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Brand Love terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada. Hal ini memberikan informasi bahwa Brand Love yang ada pada diri nasabah perlu dikaji ulang agar menciptakan loyalitas merek yang kuat.
Hasil ini membuktikan bahwa nasabah merasakan produk cicil emas yang ditawarkan oleh Bank Syariah Mandiri bukanlah satu-satunya produk cicil emas terbaik yang ada khususnya di Kota Medan. Artiya bahwa ada produk cicil emas perusahaan pesaing yang masih mereka anggap lebih baik. Hal ini semakin didukung dengan data bahwa nasabah sebenarya tidak memiliki keinginan yang sangat kuat untuk dapat memiliki produk cicil emas Bank Syariah Mandiri. Hal lainnya diketahui bahwa nasabah tidak memberikan penilaian yang baik bagi produk cicil emas Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada, namun hal ini bisa jadi disebabkan oleh fasilitas atau fitur dari produk cicil emas itu yang menjadikan mereka kurang menerima dengan baik atas produk cicil emas. Selanjutnya diketahui bahwa sebagian besar nasabah menyatakan bahwa mereka tidak memiliki ikatan emosional atas produk cicil emas yang ditawarkan oleh Bank Syariah Mandiri, artinya sejalan dengan hasil yang menunjukkan keinginan nasabah yang rendah untuk memiliki produk cicil emas Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada. Hal – hal tersebut harus dicermati untuk diambil solusinya agar brand loyalty nasabah menjadi tinggi di Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Gajah Mada.
6.2.3. Pengaruh Brand Awarness Terhadap Brand Loyalty
Hasil penelitian ini jelas menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Brand Awarness terhadap Brand Loyalty di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada.
Hal ini memberikan informasi bahwa Brand Awarness yang ada pada diri nasabah perlu dikaji ulang agar menciptakan loyalitas merek yang kuat.
Perlu untuk dicermati bahwa nasabah seharusnya dengan cepat mengenal dan paham terkait dengan produk cicil emas nasabah, namun data menunjukkan sebaliknya bahwa nasabah memiliki banyak pilihan terkait dengan produk cicil emas. Hal ini mungkin karena nasabah kurang mengenal dengan detail terkait produk cicil emas yang ditawarkan oleh perusahaan. Selanjutnya terkait dengan brand awarness ini adalah bahwa nasabah lebih memilih produk pesaing dibandingkan produk cicil emas Bank Syariah Mandiri.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
Berdasarkan pada penjelasan sebelumnya, maka penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan sebagai berikut:
1. Ada pengaruh Emotional Attachment terhadap brand loyalty pada produk Cicil Emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Area Medan Gajah Mada. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan nilai probabilitas penelitian dengan tingkat Alpha penelitian. Besarnya kontribusi Emotional Attachment dalam mempengaruhi brand loyalty adalah sebesar 0,500 satuan atau sebesar 50%.
2. Ada pengaruh Brand Love terhadap brand loyalty pada produk Cicil Emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Area Medan Gajah Mada. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan nilai probabilitas penelitian dengan tingkat Alpha penelitian. Besarnya kontribusi Brand Love dalam mempengaruhi brand loyalty adalah sebesar 0,279 satuan atau sebesar 27,90%.
3. Ada pengaruh Brand Awareness terhadap brand loyalty pada produk Cicil Emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Area Medan Gajah Mada. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan nilai probabilitas penelitian dengan tingkat Alpha penelitian. Besarnya kontribusi Brand Awareness dalam mempengaruhi brand loyalty adalah sebesar 0,347 satuan atau sebesar 34,70%.
4. Ada pengaruh Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awareness terhadap brand loyalty pada produk Cicil Emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Area Medan Gajah Mada. Hal ini dapat dilihat dari hasil perbandingan nilai probabilitas penelitian dengan tingkat Alpha penelitian. Besarnya
82
kemampuan Emotional Attachment, Brand Love dan Brand Awareness dalam menjelaskan brand loyalty pada produk Cicil Emas di Bank Syariah Mandiri Kantor Area Medan Gajah Mada adalah sebesar 60,70% sedangka sisanya sebesar 39,30% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian ini.
7.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini, maka perlu untuk diberikan saran-saran kepada manajemen perusahaan diantaranya sebagai berikut:
1. Seperti yang diketahui bahwa Emotional Attachment berpengaruh terhadap brand loyalty oleh sebab itu untuk meningkatkan Emotional Attachment pada diri nasabah dibutuhkan perbaikan atas produk cicil emas Bank Syariah Mandiri, seperti inovasi dan kreativitas dari petugas terkait dan manajemen Bank Syariah Mandiri untuk meningkatkan ketertarikan mereka untuk menggunakan produk cicil emas di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada.
2. Selanjutnya brand love yang berpengaruh terhadap brand loyalty maka promosi yang maksimal sangat diperlukan oleh Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada untuk memperkenalkan produk cicil emas tersebut, kemudian inovasi produk dan promosi yang intens untuk meningkatkan penjualan cicil emas di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada.
3. Selanjutnya brand awarness yang berpengaruh terhadap brand loyalty maka promosi dan inovasi adalah pilihan yang tepat untuk meningkatka brand loyalty nasabah di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada.
4. Kepada peneliti berikutnya diharapkan untuk dapat mengembangkan model penelitian ini lebih baik, termasuk dengan menambahkan variabel – variabel yang dapat meningkatkan brand loyalty nasabah di Bank Syariah Mandiri Medan Gajah Mada.
DAFTAR PUSTAKA
Aaker, David A. (2000), Manajemen Ekuitas Merek, Penerbit Mitra Utama, Jakarta
Ahuvia, A.C. (2005), “Beyond the Extended Self: Love Objects and Consumer’s Identity Narratives”, Journal of Consumer Research, Vol. 32, No. 1 Hal. 171 - 84
Aji Wira Tama & Wisnu Untoro (2016), “Faktor-Faktor Pembentuk Loyalitas Merek Pada Pengguna Ponsel Smartfren”, Jurnal Economia, Vol. 12 No. 2 Aldio Dwitama dan Rita (2015), “Pengaruh Strategi Pemasaran dan Marketing
Communication Terhadap Brand Awareness dan Dampaknya Pada Minat Menonton RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)”, Binus Business Review, Vol. 6 No. 1, Hal. 67 – 77
Alireza Amini, dkk (2012), “Effectiveness of Marketing Strategies and Corporate Image on Brand Equity as a Sustainable Competitive Advantage, IJCRB, June Vol 4 No. 2 pp 192 – 205
Angipora, Marius (2002), Dasar – Dasar Pemasaran, Edisi Kedua, Cekatan Kedua, Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Auditya Herdana (2015), “Analisis Pengaruh Kesadaran Merek (Brand Awareness) Pada Produk Asuransi Jiwa Prudential Life Assurance (Studi Pada Pru Passion Agency Jakarta), Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, Vol.
3 No. 1, Hal. 1 – 18
Bergkvist, L., & Larsen T. B., (2009), “Two Studies of Consequences and Actionable Antecedents of Brand Love”, Journal of Brand Management, Vol. 7, Hal. 504 – 518
Bovee, C.L., M.J. Houston and J. V. Thill (1995), Marketing, 2nd Ed. New York:
McCraw-Hill, Inc
Buchari, Alma (2007), Manajemen Pemasaran & Pemasaran Jasa, Penerbit Alfabeta, Bandung
Carroll, B & Ahuvia A., (2006), “Some Antencedents and Outcomes of Brand Love”, Marketing Letters, Vol. 17, No.2 Hal. 79 – 89
Daryanto, (2011), Sari Kuliah Manajemen Pemasaran, Penerbit PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, Bandung
Delano A. Yonantha, Rahardian Herdanto, Agus W. Soehadi, B. Realino Yudianto (2017), “Dampak Aspek Emosional Konsumen Terhadap Brand
Loyalty”, Asian Journal of Enterpreneurship and Family Business, Vol. 01 No. 01, Hal. 47 – 62
Djaslim Saladin (2004), Manajemen Pemasaran, Penerbit Linda Karya, Bandung Durianto, Darmadi, Sugiarto dan Sitinjak, Tony (2004), Brand Equity Ten:
Strategi Memimpin Pasar, Penerbit Pustaka Utama, Gramedia
Ferrinadewi, Erna (2008), Merek dan Psikologi Konsumen, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta
Fournier, S., (1998), “Consumers and their brands: Developing Relationship Theory in Consumer Research” Journal of Consumer Research, Vol. 24 No, 4, Hal. 343 - 73
Ghozali, Imam (2006), Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Penerbit Badan Penerbit Undip, Semarang
Giddens, (2002), Customer Loyalty: Menumbuhkan dan Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan, Edisi Revisi dan Terbaru, Penerbit Erlangga, Jakarta Harper, Boyd W., (2000), Manajemen Pemasaran: Suatu Pendekatan Strategis
Dengan Orientasi Global, Penerbit Erlangga, Jakarta
Hasan, Ali (2013), Marketing dan Kasus – Kasus Pilihan, Penerbit Center For Acedemic Publishing Service, Yogyakarta
Hersona, Sony, dkk (2013), “Analisis Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Minat Pembelian Jasa di Lembaga Speaking Karawang”, Jurnal Manajemen
Husni, Rifqi Ahmad (2010), “Analisis Pengaruh Brand Awareness Terhadap Brand Attitude Handphone Merek Nokia”, Karya Ilmiah, Univesitas Negeri Diponegoro, Semarang
Kasmir (2000), Manajemen Perbankan, Edisi Keenam, Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta
Keegan dan Green (2008), Global Marketing Edisi 5, Penerbit London Pearson Education
Kotler, Philip (2009), Manajemen Pemasaran, Edisi 13, Penerbit Erlangga, Jakarta Kotler, Philip dan Armstrong, Gary (2008), Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi 12
Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta
Kotler, Philip dan Armstrong, Gary (2012), Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi 13 Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta
Kotler, Philip dan Keller, Kevin Lane (2012), Marketing Management, Edisi 14, Penerbit Erlangga, Jakarta
Kriyantono, Rachmat (2007), Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh
Kriyantono, Rachmat (2007), Teknik Praktis Riset Komunikasi: Disertai Contoh