• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian

C. Pengujian Month of the Year Effect

Pengujian menggunakan variabel bulan dalam setahun dengan

menggunakan metode regresi OLS dan ARCH/GARCH. Permodelan ini akan

dipilih dengan hasil output yang paling baik menggambarkan month of the

year effect.

1. Metode Regresi OLS

Terlebih dahulu, data return pasar penutupan selama periode

2007-2012 akan diuji menggunakan RegresiOrdinary Least Square.

a. Uji Stasioneritas

Tabel 4.3

Uji Stasioneritas DataReturn

Null Hypothesis: RETURN has a unit root Exogenous: Constant

Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=11)

t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -7.419159 0.0000 Test critical values: 1% level -3.525618

5% level -2.902953

10% level -2.588902

*MacKinnon (1996) one-sided p-values.

Sumber:Data penelitian yang diolah (2013).

Dari hasil uji Augmented Dickey Fuller (ADF) t-statistic

menunujukan angka -7,419159 lebih rendah dari critical values

5% sebesar -2,90293. Hal ini mengindikasikan bahwa data tidak

memiliki masalah unit root atau data telah stasioner.

2) Uji Stasioneritas DataAbnormal Return

Tabel 4.4

Uji Stasioneritas DataAbnormal Return

Null Hypothesis: ABNORMAL_RETURN has a unit root Exogenous: Constant

Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=11)

t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -7.706220 0.0000 Test critical values: 1% level -3.525618

5% level -2.902953

10% level -2.588902

*MacKinnon (1996) one-sided p-values.

Sumber:Data penelitian yang diolah (2013

Dari hasil uji Augmented Dickey Fuller (ADF) t-statistic

5% sebesar -2,90293. Hal ini mengindikasikan bahwa data tidak

memiliki masalah unit root atau data telah stasioner.

b. Uji Autokorelasi

1) Uji Autokorelasi DataReturn

Autokorelasi menunjukan korelasi diantara anggota

serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu atau ruang.

Untuk mendeteksi adanya autokorelasi dapat menggunakan

Lagrange Multiplier test(LM Test).

Tabel 4.5

Uji Autokorelasi DataReturn

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 0.052112 Prob. F(2,58) 0.9493 Obs*R-squared 0.129150 Prob. Chi-Square(2) 0.9375

Sumber: Data penelitian yang diolah (2013)

Uji autokorelasi menggunakan Lagrange Multiplier test

(LM Test) untuk memperkuat pendugaan. Hasilnya adalah, nilai

Prob. Chi-Square(2) dari Obs*R-squared menunjukan angka

0,9375 yang berada diatas α=5%. Hal ini menunjukan bahwa

2) Uji Autokorelasi DataAbnormal Return Tabel 4.6

Uji Autokorelasi DataAbnormal Return

Sumber: Data penelitian yang diolah (2013)

Hasil uji autokorelasi menggunakan Lagrange Multiplier

test (LM Test) adalah, nilai Prob. Chi-Square(2) dari

Obs*R-squared menunjukan angka 0,8861 yang berada diatas α=5%. Hal

ini menunjukan bahwa permodelan tidak terdapat autokorelasi.

c. Uji Heteroskedastisitas

1) Uji Heteroskedastisitas DataReturn

Tabel 4.7

Uji Heteroskedestisitas DataReturn

Heteroskedasticity Test: White

F-statistic 1.423998 Prob. F(11,60) 0.1860 Obs*R-squared 14.90546 Prob. Chi-Square(11) 0.1869 Scaled explained SS 10.41591 Prob. Chi-Square(11) 0.4934

Sumber: Data penelitian yang diolah (2013)

Selanjutnya akan dilakukan uji keberadaan heterokedastis

sebagai salah satu uji kelayakan model menggunakan metode

regresi Ordinary Least Squared. Pengujian menggunakan White

Heterokedsticity test menunjukan hasil Prob. Chi-Square(11) dari

Obs*R-Squared tidak signifikan pada level α=5% yaitu 0,1869.

Hal ini mengindikasikan bahwa permodelan tidak memiliki

Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:

F-statistic 0.097725 Prob. F(2,58) 0.9070 Obs*R-squared 0.241813 Prob. Chi-Square(2) 0.8861

masalah heterokedastisitas. Hal ini Berarti Regresi OLS dapat

digunakan pada permodelan.

2) Uji Heteroskedastisitas DataAbnormal Return Tabel 4.8

Uji Heteroskedastisitas DataAbnormal Return

Heteroskedasticity Test: White

F-statistic 1.535048 Prob. F(11,60) 0.1429 Obs*R-squared 15.81257 Prob. Chi-Square(11) 0.1482 Scaled explained SS 11.72313 Prob. Chi-Square(11) 0.3848

Sumber: Data penelitian yang diolah

Selanjutnya akan dilakukan uji keberadaan heterokedastis

sebagai salah satu uji kelayakan model menggunakan metode

regresi Ordinary Least Squared. Pengujian menggunakan White

Heterokedsticity test menunjukan hasil Prob. Chi-Square(11) dari

Obs*R-Squared tidak signifikan pada level α=5% yaitu 0,1482.

Hal ini mengindikasikan bahwa permodelan tidak memiliki

masalah heterokedastisitas. Hal ini berarti Regresi OLS dapat

Tabel 4.9

Hasil Uji Regresi OLS DataReturn

Dependent Variable: RETURN Method: Least Squares Date: 07/16/13 Time: 01:14 Sample: 2007M01 2012M12 Included observations: 72

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. JANUARI -0.019516 0.449500 -0.043417 0.9655 FEBUARI -0.336642 0.449500 -0.748925 0.4568 MARET 0.845370 0.449500 1.880690 0.0649 APRIL 1.403618 0.449500 3.122624 0.0028 MEI 1.348064 0.449500 2.999032 0.0039 JUNI 0.458877 0.449500 1.020862 0.3114 JULI 0.987924 0.449500 2.197829 0.0318 AGUSTUS -0.441093 0.449500 -0.981298 0.3304 SEPTEMBER 0.988678 0.449500 2.199507 0.0317 OKTOBER 0.046322 0.449500 0.103052 0.9183 NOVEMBER -0.558540 0.449500 -1.242581 0.2189 DESEMBER 0.604896 0.317844 1.903121 0.0618 R-squared 0.472503 Mean dependent var 0.998485 Adjusted R-squared 0.375795 S.D. dependent var 0.985431 S.E. of regression 0.778556 Akaike info criterion 2.488261 Sum squared resid 36.36899 Schwarz criterion 2.867705 Log likelihood -77.57739 Hannan-Quinn criter. 2.639319 F-statistic 4.885882 Durbin-Watson stat 1.920444 Prob(F-statistic) 0.000024

Sumber: Hasil Output Eviews 7

Berdasarkan hasil output diatas maka nampak bahwareturn

Januari, Februari, Maret, Juni, Agustus, Oktober, November,

Desember tidak signifikan secara statistik pada α=5%, sedangkan

bulan perdagangan April, Mei, Juli, September memiliki

Tabel 4.10

Hasil Uji Regresi OLS DataAbnormal Return

Dependent Variable: ABNORMAL_RETURN Method: Least Squares

Date: 08/13/13 Time: 17:59 Sample: 2007M01 2012M12 Included observations: 72

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. JANUARI -0.040921 0.427781 -0.095658 0.9241 FEBRUARI 0.292966 0.427781 0.684849 0.4961 MARET -0.841436 0.427781 -1.966976 0.0538 APRIL -1.387888 0.427781 -3.244386 0.0019 MEI -1.377477 0.427781 -3.220048 0.0021 JUNI -0.478527 0.427781 -1.118626 0.2678 JULI -0.965697 0.427781 -2.257456 0.0276 AGUSTUS 0.370543 0.427781 0.866198 0.3898 SEPTEMBER -1.014236 0.427781 -2.370923 0.0210 OKTOBER -0.100597 0.427781 -0.235159 0.8149 NOVEMBER 0.234685 0.427781 0.548611 0.5853 DESEMBER -0.564286 0.302487 -1.865488 0.0670 R-squared 0.459304 Mean dependent var -1.006668 Adjusted R-squared 0.360177 S.D. dependent var 0.926302 S.E. of regression 0.740939 Akaike info criterion 2.389215 Sum squared resid 32.93944 Schwarz criterion 2.768659 Log likelihood -74.01174 Hannan-Quinn criter. 2.540273 F-statistic 4.633466 Durbin-Watson stat 2.022613 Prob(F-statistic) 0.000044

Sumber: Hasil Output Eviews 7

Berdasarkan hasil output diatas maka nampak bahwareturn

Januari, Februari, Maret, Juni, Agustus, Oktober, November tidak

signifikan secara statistik pada α=5%, sedangkan bulan

perdagangan April, Mei, Juli, September, Desember memiliki

probabilitas < 0,05 yang artinya signifikan pada tingkat 5%.

2. Metode ARCH GARCH

Metode selanjutnya yang akan digunakan dalam memprediksi ada

tidaknyaMonth of the Year Effectadalah ARCH/GARCH. Model yang

digunakan yaitu GARCH (1,1).

Tabel 4.11

Hasil Uji GARCH (1,1) DataReturn

Dependent Variable: RETURN

Method: ML - ARCH (Marquardt) - Normal distribution Date: 07/16/13 Time: 01:20

Sample: 2007M01 2012M12 Included observations: 72

Convergence achieved after 75 iterations Presample variance: backcast (parameter = 0.7)

GARCH = C(13) + C(14)*RESID(-1)^2 + C(15)*GARCH(-1)

Variable Coefficient Std. Error z-Statistic Prob. JANUARI 0.041920 0.469488 0.089290 0.9289 FEBRUARI -0.332070 0.665097 -0.499281 0.6176 MARET 1.049901 0.307382 t3.415628 0.0006 APRIL 1.015992 0.318526 3.189671 0.0014 MEI 1.251441 0.430312 2.908217 0.0036 JUNI 0.182308 0.350041 0.520819 0.6025 JULI 0.865994 0.382834 2.262061 0.0237 AGUSTUS -0.285180 0.373577 -0.763375 0.4452 SEPTEMBER 1.003903 0.371430 2.702808 0.0069 OKTOBER -0.016681 0.454760 -0.036681 0.9707 NOVEMBER -0.423369 0.611492 -0.692355 0.4887 DESEMBER 0.543313 0.269810 2.013688 0.0440 Variance Equation C 0.048820 0.028106 1.736964 0.0824 RESID(-1)^2 -0.163721 0.047011 -3.482606 0.0005 GARCH(-1) 1.092305 0.072780 15.00834 0.0000 R-squared 0.434708 Mean dependent var 0.998485 Adjusted R-squared 0.331071 S.D. dependent var 0.985431 S.E. of regression 0.805965 Akaike info criterion 2.382277 Sum squared resid 38.97481 Schwarz criterion 2.856583 Log likelihood -70.76198 Hannan-Quinn criter. 2.571100 Durbin-Watson stat 1.900199

Sumber: Hasil Output Eviews 7 (2013)

Tabel hasil 4.6 menunjukan bahwa koefisien variabel

sementara Januari, Februari, Juni, Agustus, September Oktober,

November, tidak signifikan. Koefisien ARCH (1) dan GARCH (1)

pada variance equation juga menunjukan hasil yang signifikan.

Berikut akan dilakukan diagnostic check lebih lanjut sebagi uji

kelayakan untuk model tersebut (Shochrul R. Ajija, 2011:112):

1. Hasil penjumlahan koefisien ARCH dan GARCH tidak

lebih dari 1 (α+β<1).

Penjumlahan kedua koefisien menunjukan nilai

lebih kecil dari satu yaitu 0.928584 yang mengindikasikan

bahwa model telah mencapai stasioner.

2. Tidak ada lagi ARCHeffect.

Tabel 4.12

Hasil Uji ARCH-LM Data Return Heteroskedasticity Test: ARCH

F-statistic 0.022883 Prob. F(1,69) 0.8802 Obs*R-squared 0.023539 Prob. Chi-Square(1) 0.8781

Sumber: Data penelitian yang diolah (2013)

Berdasarkan uji ARCH-LM tabel 4.4, p-value

Obs*R-squared sudah menunjukan angka yang signifikan

(lebih besar dari α=5%), yang menunjukan tidak adanya

gangguan heteroskedestisitas. Hal ini menunjukan bahwa

2) Uji GARCH (1,1) Data Abnormal Return

Tabel 4.13

Hasil Uji GARCH (1,1) DataAbnormal Return

Sumber: Hasil Output Eviews 7 (2013)

Tabel hasil 4.13 menunjukan bahwa koefisien variabel

Maret, April, Mei, Juli, September, Desember signifikan pada level

α=5%, sementara Januari, Februari, Juni, Agustus, Oktober, Dependent Variable: ABNORMAL_RETURN

Method: ML - ARCH (Marquardt) - Normal distribution Date: 08/13/13 Time: 18:25

Sample: 2007M01 2012M12 Included observations: 72

Failure to improve Likelihood after 125 iterations Presample variance: backcast (parameter = 0.7)

GARCH = C(13) + C(14)*RESID(-1)^2 + C(15)*GARCH(-1)

Variable Coefficient Std. Error z-Statistic Prob. JANUARI -0.128812 0.385761 -0.333917 0.7384 FEBRUARI 0.269325 0.590565 0.456046 0.6484 MARET -1.055949 0.273728 -3.857665 0.0001 APRIL -0.927922 0.304560 -3.046759 0.0023 MEI -1.287398 0.405954 -3.171293 0.0015 JUNI -0.213351 0.262077 -0.814076 0.4156 JULI -0.866688 0.340488 -2.545431 0.0109 AGUSTUS 0.234701 0.343401 0.683461 0.4943 SEPTEMBER -1.006332 0.375357 -2.680996 0.0073 OKTOBER -0.063874 0.439309 -0.145398 0.8844 NOVEMBER 0.270444 0.676814 0.399584 0.6895 DESEMBER -0.506650 0.244425 -2.072824 0.0382 Variance Equation C 0.043561 0.026193 1.663040 0.0963 RESID(-1)^2 -0.155410 0.048150 -3.227610 0.0012 GARCH(-1) 1.088077 0.068298 15.93143 0.0000 R-squared 0.412372 Mean dependent var -1.006668 Adjusted R-squared 0.304641 S.D. dependent var 0.926302 S.E. of regression 0.772426 Akaike info criterion 2.301684 Sum squared resid 35.79855 Schwarz criterion 2.775989 Log likelihood -67.86061 Hannan-Quinn criter. 2.490506 Durbin-Watson stat 1.991792

November, tidak signifikan. Koefisien ARCH (1) dan GARCH (1)

pada variance equation juga menunjukan hasil yang signifikan.

Berikut akan dilakukan diagnostic check lebih lanjut sebagi uji

kelayakan untuk model tersebut (Shochrul R. Ajija, 2011:112):

1. Hasil penjumlahan koefisien ARCH dan GARCH tidak

lebih dari 1 (α+β<1).

Penjumlahan kedua koefisien menunjukan nilai

lebih kecil dari satu yaitu 0.932667 yang mengindikasikan

bahwa model telah mencapai stasioner.

2. Tidak ada lagi ARCHeffect.

Tabel 4.14

Hasil Uji ARCH-LM DataAbnormal Return

Sumber: Data penelitian yang diolah (2013)

Berdasarkan uji ARCH-LM tabel 4.14, p-value

Obs*R-squared sudah menunjukan angka yang signifikan

(lebih besar dari α=5%), yang menunjukan tidak adanya

gangguan heteroskedestisitas. Hal ini menunjukan bahwa

sudah tidak terdapat ARCH-Effectpada permodelan.

Heteroskedasticity Test: ARCH

F-statistic 4.415584 Prob. F(1,69) 0.0393 Obs*R-squared 4.270298 Prob. Chi-Square(1) 0.3388

Tabel berikut merupakan rangkuman daru uji keberadaan

month of the year effect untuk semua model pada masing-masing

variabel tidak bebas.

Tabel 4.15

Rangkuman Uji KeberadaanMonth of the Year Effect

Bulan Perdagangan

Metode

Return Abnormal Return

OLS GARCH (1,1) OLS GARCH (1,1) Januari -0.0195 0.04192 -0.0409 -0.128812 Februari -0.3366 -0.33207 0.29297 0.269325 Maret 0.84537 1.049901* -0.8414* -1.055949* April 1.40362* 1.015992* -1.3879* -0.927922* Mei 1.34806* 1.25144* -1.3775 -1.287398* Juni 0.45888 0.182308 -0.4785 -0.213351 Juli 0.98792* 0.865994* -0.9657* -0.866688* Agustus -0.4411 -0.28518 0.37054 0.234701 September 0.98868* 1.003903* -1.0142* -1.006332* Oktober 0.04632 -0.016681 -0.1006 -0.063874 November -0.5585 -0.42337 0.23469 0.270444 Desember 0.6049 0.543313* -0.5643 -0.50665*

Sumber : Hasil Olahan Peneliti (2013) Ket :*Signifikan pada level 5%

Tampak pada hasil pengujian untuk masing-masing

variabel terikat menunjukan nilai return yang beragam dan hasil

analisis GARCH lebih baik dalam menggambarkan month of the

series mempunyai tingkat volatilitas yang tinggi. Volatilitas data

adalah sesuatu yang sering kali terjadi di pasar keuangan yang sulit

di hindari. Pada kondisi seperti itu maka perilaku data time series

sangat berbeda dengan asumsi bahwa data time series

kecenderungannya mempunyai varian kesalahan pengganggu

(error term) yang konstan dari waktu ke waktu, berdasarkan

kenyataan bahwavarian residualdaritime seriestidak konstan dan

banyak mengalami perubahan dari suatu periode ke periode yang

lain (heteroskedastis).

Terjadinya heteroskedastis, karena berhubungan langsung

dengan variable independen, untuk itu agar permodelan terbebas

dari masalah heteroskedastis maka hanya perlu transformasi

persamaan regresi. Model GARCH berbeda dengan asumsi

tersebut, heteroskedastisitas terjadi karena data time series

menunjukan unsure volatilitasnya. Untuk itu karena tingginya

volatilitas data, diperlukan permodelan sebagai pendekatan untuk

mengukur masalah volatilitas residual. Salah satu pendekatan

untuk memprediksi volatilitas varian residual adalah dengan

memasukan variabel independen yang mampu memprediksi

volatilitas residual, karena itulah dirasa model GARCH lebih baik

dalam memprediksi (Hamja, 2012:266).

Untuk hasil perhitungan pada variabel tidak bebas return

Desember menunjukan nilai probabilita yang signifikan pada level

5% dan memiliki return positif. Hal ini mengindikasikan bahwa

terjadimonth of the year effect.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tidak terjadi

tingkat pengembalian yang tinggi pada Januari. Adapun tingkat

pengembalian yang tinggi terjadi pada Desember sehingga dapat

disebut December effect. Manurung (1996, 2006, dan 2008) telah

ditemukan adanya efek Desember. Penelitian tersebut juga

menemukan bahwa bursa mengalami penurunan pada Juli sampai

Oktober dan mengalami kenaikan pada November. Broto (2011)

mendukung hasil penelitian Manurung tersebut, yang menyatakan

efek Desember yang terjadi di Indonesia. Terjadinya tingkat

pengembalian pada Desember dikarenakan bursa saham Indonesia

belum efisien dan banyak pihak (terutama investor asing)

menyatakan bursa Indonesia merupakan bursa spekulasi dan masih

jauh untuk bursa investasi. (Idhamazhari.blogspot.com)

Faktor utama yang membuat pernyataan tersebut

dikarenakan investor yang masih dikuasai oleh sedikit investor

yang sudah bisa memahami permainan saham tersebut. Artinya,

jumlah investor yang setiap hari melakukan perdagangan tidak

begitu banyak dan paling banyak 10.000 investor walaupun

rekening investor sudah mencapai ratusan ribu. Berdasarkan empiri

melakukan transaksi pada Desember untuk mendapatkan tingkat

pengembalian yang lebih baik. Untuk mendapatkan hasil investasi

yang lebih baik sekali, investor melakukan pembelian pada

pertengahan Oktober dan menjualnya pada akhir Desember.

Penelitian ini mendukung penelitian Andrew Worthington

(2011) melakukan pengujian pada pasar saham di Australia pada

periode 1996-2008 dengan menggunakan pendekatan regresi

berganda. Hasilnya menunjukan bahwa return tertinggi ada pada

bulan April, Juli dan Desember meskipun ini hanya terjadi pada

perusahaan dengan kapitalisasi yang kecil.

Untuk hasil perhitungan pada variabel tidak bebasabnornal

return saham pada bulan Maret, April, Mei, Juli, dan September

dan Desember menunjukan nilai probabilita yang signifikan pada

level 5% dan memiliki abnormal return negatif. Dari hasil output

tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat fenomena month of the year

effect. Hal ini sejalan dengan penelitian Eleftherios Giovanis

(2009) pada 55 pasar modal di dunia dengan menggunakan model

GARCH. Hasilnya adalah ditemukannya December effect pada 20

pasar modal dengan return tertinggi di bulan tertentu. Sementara

itu February effect terdapat pada 9 pasar modal yang di ikuti

dengan January and April effect masing-masing di 7 dan 6 pasar

Ricky Chee dan Venus Khim (2012) juga melakukan

penelitian dimana ditemukan November effect pada Index Nikei

225 diTokyo Stock Exchange (TSE) dengan menggunakan metode

TGARCH.Hasil penelitian ini konsisten dengan bukti sebelumnya

yang mendukung hipotesis tax-loss selling pada pasar saham di

U.S. dan U.K. Adanya month of the year effect di TSE

menunjukkan bahwa melalui strategi waktu investasi yang benar,

manajer keuangan, konselor keuangan dan investor bisa

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Dari hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah

dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil penelitian menunjukan ditemukan adanya fenomena Month of

the Year Effect pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2012

dengan menggunakan model GARCH. Hal ini ditunjukan pada bulan

perdagangan Januari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, September, dan

Desember memiliki return positif sedangkan Februari, Agustus,

Oktober dan November memiliki return negatif. Namun hanya pada

bulan perdagangan Januari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, September,

dan Desember yang memiliki pengaruh signifikan terhadap return

saham.

2. Hasil penelitian menunjukan ditemukan adanya fenomena Month of

the Year Effect pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2007-2012

dengan menggunakan model GARCH. Hal ini ditunjukan pada bulan

perdagangan Februari, Agustus dan November memiliki abnormal

return positif sedangkan Januari, Maret, April, Mei, Juni, Juli,

September, Oktober dan Desember memilikiabnormal return negatif.

Namun hanya pada bulan perdagangan Maret, April, Mei, Juli,

September, dan Desember yang memiliki pengaruh signifikan

3. Hasil penelitian menunjukan bahwa model GARCH lebih baik

menggambarkan month of the year effect daripada model OLS. Hasil

perhitungan pada variabel tidak bebas return saham untuk bulan

perdagangan Maret, April, Mei, Juli, September, dan Desember

menunjukan nilai probabilita yang signifikan pada level 5% dan

memiliki return positif dan hasil perhitungan pada variabel tidak

bebas abnornal return saham untuk bulan perdagangan Maret, April,

Mei, Juli, dan September dan Desember menunjukan nilai probabilita

yang signifikan pada level 5% dan memilikiabnormal returnnegatif

B. Implikasi

1. Implikasi Bagi Investor

Bagi investor sebaiknya memperhatikan resiko dalam melakukan

investasi. Karena resiko bisa jadi merupakan salah satu pertimbangan

bagi investor untuk memegang sebuah aset dalam rangka mendapatkan

return yang diinginkan. Namun resiko tersebut tidak menjadi penyebab

keberadaan month of the year effect. Selain itu, investor dapat

mempelajari pola return pasar sebagai salah satu strategi dalam

melakukan jual beli saham dimasa yang akan datang dalam rangka

2. Implikasi Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi tambahan dan

pertimbangan bagi perusahaan dalam melakukan kebijakan yang

berhubungan dengan investasi.

3. Implikasi Bagi Akademik

Analisis terhadap anomali dapat dilakukan dengan metode

GARCH yang memiliki kemampuan untuk memformulasikan sebuah

model yang tepat untukreturndan melakukan estimasi terhadapmonth of

the year effect. Hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan

pengetahuan bagi penelitian selanjutnya.

C. Saran

Disadari bahwa penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan dan

keterbatasan. Karenanya, berikut akan disajikan saran-saran terkait untuk

perkembangan penelitian selanjutnya.

1. Peneliti yang akan datang disarankan dapat menggunakan teknik analisis

lain dalam mengestimasi return saham dan abnormal return. Peneliti

dapat menggunakan metode Box Jenkins (ARIMA) serta

membandingkannya dengan metode yang telahdigunakan dalam

penelitian ini, untuk mengetahui model mana yang memberikan hasil

2. Peneliti berikutnya sebaiknya perlu melakukan analisis terhadap semua

emiten yanglisted di BEI agar dapat memberikan pandangan yang lebih

luas lagi bagi para investor yang ingin berinvestasi.

3. Periode pengamatan pada penelitian yang akan datang sebaiknya

diperpanjang agar diperoleh hasil penelitian yang lebih baik lagi.

4. Peneliti yang akan datang perlu mencoba untuk membedakan antara

saham berkapitalisasi kecil dan besar. Hal ini untuk mendapatkan

gambaran dan bukti empiris yang sesuai dengan penelitian-penelitian

yang ada di luar negeri. Sehingga dapat diperoleh bukti lain mengenai

pengaruh bulan perdagangan terhadap return saham dan abnormal

Dokumen terkait