• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.2 DASAR TEORI

2.2.9 Pengukuran Kekentalan (Viskositas)

Kekentalan (viskositas) merupakan karakteristik yang kadang-kadang dinamakan pula sebagai geseran fluida. Karena itu kekentalan dapat diukur dengan mengukur geseran atau gaya geserannya (shear force). Salah satu metode ini adalah metode Viscograf.

Pengukuran kekentalan dapat pula dilakukan lewat pengukuran beda tekanan lewat bejana licin yang dialiri fluida. penghambatnya adalah tabung logam dengan dinding licin. Tekanan diukur lewat sadapan di kedua ujung tabung. Laju ukuran dan densitas dan percepatan gravitasi dijaga tetap.

Sifat-sifat kerapatan dan berat jenis adalah ukuran dari “beratnya” sebuah fluida. Namun jelas bahwa sifat-sifat ini saja tidak cukup untuk mengkarakterisasi secara khas bagaimana fluida berperilaku karena dua fluida (misalnya air dan minyak) yang memiliki nilai kerapatan hampir sama memiliki perilaku yang berbeda ketika mengalir. Tampaknya ada sifat tambahan yang diperlukan untuk menggambarkan “fluiditas” dari fluida.

Kekentalan yang sering disebut sebagai viskositas dalam satuan poise dapat dianggap sebagai gesekan antar bagian dalam suatu fluida. Viskositas untuk semua

17

fluida sangat dipengaruhi oleh temperatur, jika temperatur naik, kekentalan gas ternyata bertambah sedangkan kekentalan cairan berkurang.

Kecepatan fluida kental yang mengalir melalui pipa tidak sama di seluruh penampang lintangnya. Lapisan paling luar yang melekat pada dinding pipa mempunyai kecepatannya nol dan berangsur-angsur ke tengah semakin besar sehingga kecepatan paling besar berada di tengah penampang, seperti gambar 2.8[15].

Gambar 2.8 Distribusi kecepatan aliran fluida kental[15].

Jika ada gerak antara fluida (cairan atau gas) dengan benda lain, selalu terjadi gaya yang melawan gerak tersebut yang disebut gaya kekentalan. Bila sebuah benda berbentuk bola, bergerak dengan kecepatan rendah di dalam suatu medium (cairan atau gas), maka besar gaya kekentalan adalah:

Fv = -6 ᴨ ὴ r v

(2.1) dengan:

Fv = gaya gesekan yang melawan gerakan (dyne) ὴ = koefisien kekentalan (poise)

r = jari-jari bola (cm)

v = kecepatan bola relatif terhadap medium (cm/s)

Tanda minus (-) pada persamaan 2.1 menunjukkan arah Fv berlawanan dengan arah v. Persamaan tersebut dikenal dengan hukum Stokes. Adapun syarat-syarat pemakaian hukum Stokes adalah:

a. Ruangan atau medium tidak terbatas (ukurannya cukup besar)

b. Tidak ada turbulensi (penggelinciran) pada medium, praktisnya kecepatan v tidak besar.

18 2.2.10 Fungsi Oli

Fungsi oli mesin dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Sebagai pelumasan

Oli mesin melumasi metal yang bersinggungan dalam mesin dengan cara membentuk lapisan film oli. Lapisan oli (oil film) tersebut berfungsi mencegah kontak langsung antara permukaan metal dan membatasi keausan dan kehilangan tenaga yang minim.

b. Bersifat pendingin

Pembakaran menimbulkan panas dan komponen mesin akan menjadi panas.

Hal ini akan menyebabkan keausan yang cepat, bila tidak diturunkan temperaturnya. Untuk melakukan oli mesin harus disirkulasi di sekeliling komponen-komponen agar dapat menyerap panas dan mengeluarkannya dari mesin.

c. Sebagai perapat

Oli mesin membentuk semacam lapisan antara torak dan silinder. Ini berfungsi sebagai perapat (seal) yang dapat mencegah hilangnya tenaga mesin.

Sebaliknya apabila ada kebocoran maka gas campuran yang dikompresikan atau gas pembakaran akan menekan di sekeliling torak dan masuk ke dalam bak engkol dan ini berarti akan kehilangan tenaga.

d. Sebagai pembersih

Kotoran akan mengendap dalam komponen-komponen mesin. Ini menambah pergesaran dan menyumbat saluran oli. Oli mesin akan membersihkan kotoran yang menempel tersebut untuk mencegah tertimbun di dalam mesin.

e. Sebagai penyerap tegangan

Oli mesin menyerap dan menekan tekanan lokal yang bereaksi pada komponen tersebut yang dilumasi, serta melindungi agar komponen tersebut tidak menjadi tajam saat terjadinya gesekan-gesekan pada bagian-bagian yang saling bersinggungan[16].

19

Tabel 2.3 Viskositas untuk beberapa jenis larutan pada suhu ruang[16].

Approximate Viscosities of Common

Sour Cream 100,000 cps

Peanut Butter 250,000 cps

2.2.11 Firebase

Firebase Realtime Database memungkinkan penulis untuk membuat aplikasi kolaboratif dan kaya fitur dengan menyediakan akses yang aman ke database, langsung dari kode sisi klien. Data disimpan di drive lokal. Bahkan saat offline sekalipun, peristiwa realtime terus berlangsung, sehingga pengguna akhir akan merasakan pengalaman yang responsif. Ketika koneksi perangkat pulih kembali, Realtime Database akan menyinkronkan perubahan data lokal dengan update jarak jauh yang terjadi selama klien offline, sehingga setiap perbedaan akan otomatis digabungkan.

Realtime Database menyediakan bahasa aturan berbasis ekspresi yang fleksibel, atau disebut juga Aturan Keamanan Firebase Realtime Database, untuk

20

menentukan metode strukturisasi data dan kapan data dapat dibaca atau ditulis.

Ketika diintegrasikan dengan Firebase Authentication, developer dapat menentukan siapa yang memiliki akses ke data tertentu dan bagaimana mereka dapat mengaksesnya.

Realtime Database adalah database NoSQL, sehingga memiliki pengoptimalan dan fungsionalitas yang berbeda dengan database terkait. API Realtime Database dirancang agar hanya mengizinkan operasi yang dapat dijalankan dengan cepat. Hal ini memungkinkan penulis untuk membangun pengalaman realtime yang luar biasa dan dapat melayani jutaan pengguna tanpa mengorbankan kemampuan respon. Ilustrasi Firebase Realtime Database dapat dilihat pada Gambar 2.9[17].

Gambar 2.9 Ilustrasi Firebase Realtime Database[17].

2.2.12 QUALITY of SERVICE (QoS)

QoS merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari satu layanan. QoS digunakan untuk mengukur sekumpulan atribut kinerja yang telah dispesifikasikan dan diasosiasikan dengan suatu layanan. QoS mengacu pada kemampuan jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada traffic jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefinisikan atribut-atribut layanan jaringan yang disediakan[18].

21 a. Throughput

Throughput merupakan kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut kategori throughput dapat dilihat pada tabel 2.4[19].

Tabel 2.4 Kategori Throughput[20].

Kategori Throughput Throughtput (bps) Indeks

Bad 0 – 338 kbps 0

Poor 338 – 700 kbps 1

Fair 700 – 1200 kbps 2

Good 1200 kbps – 2,1 Mbps 3

Excelent >2,1 Mbps 4

Untuk persamaan perhitungan Throughput dapat dilihat rumus berikut :

Throughput = 𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝐷𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝐿𝑎𝑚𝑎 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛

(2.2) b. Packet Loss

Packet Loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan kategori degradasi dapat dilihat pada tabel 2.5[19].

Tabel 2.5 Kategori Degredasi[20].

Kategori Degredasi Packet Loss Indeks

Poor >25 % 1

Medium 12 – 24 % 2

Good 3 – 4 % 3

Perfect 0 – 2 % 4

Untuk persamaan perhitungan Packet Loss dapat dilihat rumus berikut : Packet Loss = 𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝐷𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚−𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝐷𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎

𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝐷𝑎𝑡𝑎 𝐷𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚 x 100%

(2.3)

22 c. Delay

Delay (Latency) adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari titik asal ke titik tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama kategori delay dapat dilihat pada tabel 2.6[19].

Tabel 2.6 Kategori Delay[20].

Kategori Degredasi Delay (s) Indeks

Poor >450 s 1

Medium 300 – 450 s 2

Good 150 – 300 s 3

Perfect <150 s 4

Untuk persamaan perhitungan delay dapat dilihat rumus berikut :

Delay (Latency) = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑎𝑘𝑒𝑡 𝐷𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎

(2.4) 2.2.13 IC Regulator 7805

IC Regulator atau yang sering disebut sebagai regulator tegangan (voltage regulator) merupakan suatu komponen elektronik yang melakukan suatu fungsi yang terpenting dan berguna dalam perangkat elektronik baik digital maupun analog. Hal yang dilakukan oleh IC regulator ini adalah menstabilkan tegangan yang melewati IC tersebut. Setiap IC regulator mempunyai rating tegangannya sendiri-sendiri. Salah satunya IC regulator dengan nomor seri 7805 merupakan regulator tegangan sebesar 5 volt, yang artinya selama tegangan masukkan lebih besar dari tegangan keluaran maka akan dikeluarkan tegangan sebesar 5 volt. IC regulator 7805 ini mempunyai 3 buah kaki, yaitu kaki tegangan masukan yang biasa sering disebut Vin, kaki ground (0V) dan yang ketiga adalah kaki tegangan keluaran atau Vout seperti pada Gambar 2.10[21].

23

Gambar 2.10 IC Regulator 7805[21].

2.2.14 ADC (Analog to Digital Converter)

Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input analog menjadi

kode – kode digital. ADC banyak digunakan sebagai Pengatur proses industri, komunikasi digital dan rangkaian pengukuran/ pengujian. Umumnya ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya, tekanan/ berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan menggunakan sistim digital (komputer).

ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip, yaitu kecepatan sampling dan resolusi. Kecepatan sampling suatu ADC (Analog to Digital Converter) menyatakan seberapa sering sinyal analog dikonversikan ke bentuk

sinyal digital pada selang waktu tertentu. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan dalam sample per second (SPS).

Resolusi ADC menentukan ketelitian nilai hasil konversi ADC (Analog to Digital Converter). Sebagai contoh: ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit data

digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 255 (2n – 1) nilai diskrit.

ADC 10 bit memiliki 10 bit output data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 1024 nilai diskrit. Dari contoh diatas ADC (Analog to Digital Converter) 10 bit akan memberikan ketelitian nilai hasil konversi yang jauh lebih

baik daripada ADC (Analog to Digital Converter) 8 bit.

Prinsip kerja ADC (Analog to Digital Converter) adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan referensi. Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5 volt. Jadi,

24

jika menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) 10 bit dengan skala maksimum 1024, akan didapatkan bilangan decimal = 5120 (bentuk decimal) atau 1010000000 (bentuk biner). Hasil konversi ADC dapat dinyatakan dalam rumus persamaan 2.5[22].:

𝐴𝐷𝐶 =𝑉𝑖𝑛. 1024 𝑉𝑟𝑒𝑓

(2.5)

25 BAB III

PERANCANGAN SISTEM

3.1 ALAT DAN BAHAN

Ada beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan dalam perancangan dan pembuatan “Alat Monitoring Kelayakan Oli Mesin Sepeda Motor Menggunakan Node McuESP8266 Dengan interface smartphone”, daftar alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan perancangan ini dapat dilihat pada tabel 3.1 dan 3.2 :

Tabel 3.1 Alat dan Bahan

No Alat dan Bahan Jumlah

1. Laptop 1

2. Smartphone 1

3. NodeMCU ESP8266 1

4. Sensor Viscosity 1

6. Power Supply 1

7. IC Regulator 7805 1

Tabel 3.2 Perangkat Lunak

No Perangkat Lunak Jumlah

1. Google Firebase 1

2. Software MIT App Inventor 1

3. Software Arduino 1

3.1.1 Laptop

Pada perancangan tugas akhir ini dibutuhkan sebuah laptop yaitu digunakan untuk alat dalam mengolah seluruh bahan data yang ada, selain itu laptop digunakan untuk memberikan pengkodingan pada sistem serta sebagai media pengambilan hasil data. Spesifikasi laptop yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu 1 buah

26

laptop dengan dibekali prosessor Intel(R) Core(TM) i3-6006U, kecepatan clock sebesar 2.00 GHz, dan RAM memory sebesar 4GB.

3.1.2 Smartphone

Pada perancangan alat tugas akhir ini smartphone yang digunakan sebagai alat yang mempunyai aplikasi android dalam perancangan sistem monitoring ini.

Spesifikasi pada smartphone yang digunakan yaitu prosesor Snapdragon 712 dengan speed core sebesar 2.3 GHz, penggunaan OS Android Pie 9.0, RAM sebesar 4GB dan internal 64.

3.1.3 NodeMCU ESP8266

Pada perancangan alat tugas akhir ini NodeMCU ESP8266 sebagai mikropengendali dari sistem ini. Pada perangkat ini digunakan sebagai pengendali utama dan digunakan sebagai media pengiriman hasil data kepada website yang telah tersedia. Pengiriman hasil data tersebut menggunakan modul wifi ESP8266 yang telah terpasang pada NodeMCU NodeMCU yang akan digunakan yaitu NodeMCU yang dilengkapi GPIO, PWM, IIC, 1-wire, dan ADC.

3.1.4 Sensor optic throught beam (viscosity)

Pada perancangan prototype syarat tugas akhir ini dibutuhkanya 1 sensor viscosity atau sensor viskositas. Basic dari sensor ini menggunakan optic throught beam. Cara kerja dari sensor ini dengan membaca pada cairan yang mengalir pada pipa tempat lubang masuk cairan melewati sensor dan mengeluarkannya lagi melalui pipa untuk jalur keluar. Suplay tegangan yang di butuhkan dari sensor ini yaitu DC 0-5V, menggunakan sensor optic throught beam dengan output analog 05V, output analog ini dapat di hubungkan dengan pin analog pada Arduino uno dan NodeMCU 8266. yang kemudian akan dikirimkan ke MIT app inventor.

3.1.5 Power Supplay

Sumber tegangan yang fungsi utamanya adalah untuk mengubah arus AC menjadi arus DC yang kemudian diubah menjadi daya atau energi sesuai kebutuhan komponen yang akan digunakan.

27 3.1.6 IC Regulator 7805

IC regulator dengan nomor seri 7805 merupakan regulator tegangan sebesar 5 volt, yang artinya selama tegangan masukkan lebih besar dari tegangan keluaran maka akan dikeluarkan tegangan sebesar 5 volt. IC regulator 7805 ini mempunyai 3 buah kaki, yaitu kaki tegangan masukan yang biasa sering disebut Vin, kaki ground (0V) dan yang ketiga adalah kaki tegangan keluaran atau Vout.

3.1.7 Software Arduino IDE

Arduino IDE dibuat dari bahasa pemrograman JAVA. Arduino IDE juga dilengkapi dengan library C/C++ yang biasa disebut Wiring yang membuat operasi input dan output menjadi lebih mudah. Arduino IDE ini dikembangkan dari software Processing yang dirombak menjadi Arduino IDE khusus untuk pemrograman dengan Arduino. Program yang ditulis dengan menggunaan Arduino Software (IDE) disebut sebagai sketch. Sketch ditulis dalam suatu editor teks dan disimpan dalam file dengan ekstensi .ini. Teks editor pada Arduino Software memiliki fitur” seperti cutting/paste dan seraching/replacing sehingga memudahkan dalam menulis kode program.

Pada Software Arduino IDE, terdapat semacam message box berwarna hitam yang berfungsi menampilkan status, seperti pesan error, compile, dan upload program. Di bagian bawah paling kanan Software Arduino IDE, menunjukan board yang terkonfigurasi beserta COM Ports yang digunakan.

3.1.8 Software Firebase

Pada perancangan alat tugas akhir ini software firebase digunakan untuk menyimpan hasil data dari perancangan atau sebagai database, yang nantinya data ini sebagai acuan untuk diteruskan ke aplikasi android.

3.1.9 Software MIT App Inventor

Pada perancangan alat tugas akhir ini software MIT app inventor digunakan untuk membuat implementasi perancangan sistem alat rancang bangun yang penulis buat sebagai aplikasi dimana pengguna dapat monitoring kejernihan dan viskositas dari sebuah oli mesin menggunakan android, dimana data monitoring tersebut diambil dari database pada software firebase. Design view yang tersedia

28

terdiri dari lima komponen dasar yaitu palette, viewer, component, media and properties. Code block pada app inventor digunakan untuk mengatur dan melakukan jalannya program yang dibuat.

3.2 ALUR PENELITIAN

Gambar 3.1 Flowchart Alur Penelitian

Dapat dilihat dari gambar 3.1 flowchart dapat dijelaskan mengenai alur penelitianya sistem sebagai berikut :

1. Alur penelitian diawali dengan memahami studi literatur yang sudah ada.

2. Berikutnya menganalisa hal-hal yang dibutuhkan antara lain kebutuhan fungsional maupun non fungsional.

3. Perancangan alat monitoring oli mesin dengan skema yang sudah ditentukan.

29

4. Mengaplikasikan program pada alat rancang bangun alat monitoring oli mesin dengan keluaran nilai analog lalu di proses pada mikrokontroler untuk mengolah data menjadi nilai satuan digital.

5. Alat monitoring membaca viskositas dari sebuah cairan oli mesin dengan kebutuhan tegangan 5 volt, untuk berikutnya di olah pada mikroprosesor dan diterima oleh firebase.

6. Jika sukses lalu selanjutnya menganalisa hasil kinerja program serta kesimpulannya

3.2.1 STUDI LITERATUR

Alur penelitian yang dilakukan dalam meemnuhi tugas akhir ini yaitu menggunakan studi literatur, dimana pada alur untuk melakukan pengumpulan data refrensi dari buku artikel, jurnal, dan situs yang berkaitan dengan materi tugas akhir ini untuk menjadi pertimbangan penulis dan membuat konsep lebih yang lebih baru.

Analisis kebutuhan yang digunakan yaitu kebutuhan fungsional dan non fungsional.

Maksud dari kebutuhan fungsional dan non fungsional adalah kebutuhan yang diperlukan pada proses perancangan alat. Perancangan perangkat keras ini dilakukan agar mempermudah proses yang nantinya akan dilakukan secara bertahap. Perancangan perangkat lunak dan instalasi program, dimana pada alur ini dilakukan dengan cara membuat flowchart. Dalam flowchart terdapat step by step proses jalannya perancangan alat.

Dalam perancangan perangkat lunak ini digunakan bahasa pemrograman arduino. Kemudian pada pengujian alat rancang bangun, dimana proses ini bertujuan menguji perangkat atau alat rancang bangun yang telah dibuat sudah sesuai dengan rencana dan dapat berfungsi dengan baik sesuai apa yang di inginkan penulis. Pengujian yang akan dilakukan adalah menguji setiap bagian blok sistem, jika ada kesalahan akan dilanjutkan dengan menguji sistem secara keseluruhan.

Terakhir Pengumpulan data, setelah alat diuji dan berhasil maka dilanjutkan dengan mengambil dan mengumpulkan data yang diperlukan dari hasil pengujian pada perancangan alat yang dibuat dan dari hasil pengumpulan data penulis dapat membuat Analisa tentang alat rancang bangun yang sudah di buatnya, Dari analisa keseluruhan dapat kesimpulan dari tugas akhir yang penulis buat ini.

30

3.2.2 FLOWCHART ALUR KESELURUHAN

Mulai

Gambar 3.2 Flowchart Keseluruhan Alat Rancang Bangun Monitoring Oli Mesin

Dapat dilihat pada gambar 3.2 flowchart keseluruhan alat rancang bangun monitoring oli mesin dapat dijelaskan mengenai alur jalannya sistem sebagai berikut :

31

1. Membuka kran oli mesin, Untuk proses diawali dengan pengguna membuka kran pada selang berdiameter 4 cm dan panjang lebih dari 20 cm untuk aliran oli mesin yang yang takan dilakukan pengukuran viskositas dan untuk menentukan kondisi kualitas oli dari mesin tersebut.

2. Menentukan viskositas dan kondisi kualitas oli mesin, Sensor viscosity membaca viskositas dan kondisi kualitas oli mesin yang memiliki tegangan referensi 5V bersumber dari NodeMCU 8266 dimana sensor sendiri menggunakan infrared yang berperan sebagai transmiter dan photodioda yang berperan sebagai receiver terdapat pada masing-masing sisi selang yang dialiri oli mesin atau objek yang akan diukur. Dimana tegangan yang dihasilkan oleh sensor berupa sinyal tegangan analog.

3. Upload data hasil dari pada pembacaan sensor ke mikrokontroler, mendapatkan nilai viskositas dengan satuan centipoise serta kondisi kualitas oli mesin berhasil terbaca dengan penerimaan sinyal analog yang di konversi menjadi nilai digital.

4. Data masuk database menggunakan platform Google Firebase, dengan mikrokontroler NodeMCU yang sudah terhubung dengan internet dan menyesuaikan api key pada firebase dengan script program pada software Arduino Uno.

5. Akses Data pada Aplikasi Android, pengguna kendaraan yang akan memonitoring kualitas oli mesin harus terhubung ke internet terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil pada database. Kemudian pengguna dapat melihat atau mengetahui kualitas oli mesin pada aplikasi yang sudah disiapkan menggunakan MIT App Inventor dengan nama label “Monitoring Kualitas Oli Mesin” pada smartphone yang sudah terinstall aplikasi tersebut.

3.2.3 BLOK DIAGRAM SISTEM PERANGKAT KERAS

Pada alur tahapan ini akan dijelaskan perancangan sistem dimulai dari perancangan perangkat keras, perancangan perangkat lunak dan pemodelan struktur data. Untuk blok diagram sistem prototype viskositas oli dapat dilihat pada gambar 3.3.

32

Gambar 3.3 Blok Diagram sistem prototype viskositas oli

Pada gambar 3.3 blok diagram sistem alat monitoring kondisi kualitas cairan oli mesin. NodeMCU ESP8266 berfungsi sebagai otak sistem atau mengubah nilai analog ke digital untuk menggerakan sistem yang menerima daya dari power supply, power supply NodeMCU menggunakan tegangan dari aki sepeda motor dengan melewati rangkaian IC LM7805 sebagai penurun tegangan dari sumber aki 12V menjadi keluaran 5V untuk NodeMCU. Berikutnya nilai yang sudah di konversi akan diolah pada mikrokontroler, sehingga nilai yang diterima pada Nodemcu dalam bentuk digital dalam satuan viskositas centipoise, sensor viscocity berfungsi sebagai inputan yang mengirim nilai digital data ke NodeMCU.

Setelah menerima data, data tersebut akan di proses dan diteruskan menuju output.

Output dari sistem ini yaitu firebase dan aplikasi pada android yaitu app inventor.

nodemcu akan mengirim data ke google firebase menggunakan jaringan Wi-Fi, dimana pada web ini data akan disimpan secara real time, data tersebut dikirim ke aplikasi android yang dibuat menggunakan app inventor. Aplikasi pada smartphone berbasis android menampilkan kondisi oli mesin dengan 4 parameter hasil monitoring dari sensor viskositas cairan oli mesin.

3.2.4 FLOWCHART ALUR SISTEM

Pada tugas akhir ini akan dibuat flowchart sebagai sistematika dari perancangan alat. Berikut merupakan flowchart alur perangkat lunak pada mikrokontroler dan flowchart alur perangkat lunak pada aplikasi:

33 a. Flowchart Alur Pada Mikrokontroler

Mulai

Hasil Pembacaan Sensor Mendapatkan Nilai Viskositas dan mengirimkan ke Firebase

Gambar 3.4 Flowchart Alur Mikrokontroler

Diagram flowchart alur mikrokontroler pada di atas gambar 3.4 menunjukan alur kerja mikrokontroler sesuai dengan script yang digunakan untuk pengukuran nilai viskositas dari objek oli mesin yang dimonitoring, mikrokontroler akan

34

melakukan tindakan sesuai program yang dimasukan, dimana semua perangkat yang terhubung akan berjalan dan dikendalikan oleh mikrokontroler. Pada proses yang pertama dengan memasukan konektivitas inisialisasi Wi-Fi yang digunakan supaya NodeMCU mendapat konektivitas jaringan Wi-Fi dan dapat terhubung pada platform google firebase untuk mengirimkan database kondisi monitoring dimana akan diteruskan pada halaman monitoring aplikasi.

Proses berikutnya sensor viscocity membaca viskositas objek oli mesin yang dimonitoring dan mendapatkan nilai berupa satuan viskositas yaitu centipoise, jika hasil pembacaan sensor mendapatkan nilai digital kurang dari 50 cps maka dikategorikan pada kondisi “Oli Belum di Masukan” dimana kondisi sebenarnya sensor belum mendeteksi adanya objek oli mesin, kondisi berikutnya dengan parameter “Masih Layak 85cps -140cps” dimana kondisi sebenarnya sensor melakukan pembacaan oli mesin dengan kualitas masih baik atau baru dan kurang dari 3000 km pemakaian kendaraan. Dengan parameter selanjutnya adalah “Kurang Layak, kurang dari 85cps” dimana sensor melakukan pembacaan kondisi oli mesin dengan penggunaan lebih dari 3000 km atau viskositas oli mesin kurang dari 85 centipoise. Dan kategori yang terakhir adalah kondisi oli mesin “Wajib Ganti”

dengan kondisi sensor membaca viskositas objek oli mesin sudah tidak layak dimana kondisi oli mesin terlalu encer karena terkontaminasi lebih banyak hasil pembakaran dan volume oli mesin dapat berubah karena memungkinkan oli mesin

dengan kondisi sensor membaca viskositas objek oli mesin sudah tidak layak dimana kondisi oli mesin terlalu encer karena terkontaminasi lebih banyak hasil pembakaran dan volume oli mesin dapat berubah karena memungkinkan oli mesin