• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengumpulan Data

Dalam dokumen Renstra RS Raudhah - Copy (Halaman 70-79)

Bab 6 ANALISIS SWOT di RSIA “Pondok Tjandra”

6.1 Pengumpulan Data

Bab 6

ANALISIS SWOT DI RSIA “PONDOK TJANDRA”

6.1 Pengumpulan Data

Langkah-langkah untuk menentukan Perencanaan Strategik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Pada langkah awal dalam penyusunan perencanaan Strategik yaitu dengan mengumpulkan data mengenai keunggulan dan kelemahan yang terdapat pada internal RSIA “Pondok Tjandra”, yang dapat disebut dengan data internal dan data Keunggulan serta kelemahan RSIA “Pondok Tjandra” pesaing dapat disebut dengan data eksternal. Dimana Keunggulan RS pesaing dapat dikategorikan menjadi Ancaman untuk internal RSIA “Pondok Tjandra” dan sebaliknya kelemahannya menjadi peluang.

Berikut data yang dapat disimpulkan berdasarkan pendapat petugas RSIA “Pondok Tjandra”Sidoarjo dimana menjadi Data Internal untuk perencanaan strategik

1) Data Internal, terdiri dari:

Keunggulan (Strength) RSIA “Pondok Tjandra”, antara lain :

 Kelebihan apa yang dimiliki oleh RSIA “Pondok Tjandra”

a. Hubungan pimpinan RSIA “Pondok Tjandra” dengan Karyawan baik b. Jumlah Tenaga Medis memadai dengan kualitas yang baik dan kompeten

sesuai bidang keahlian spesialisasinya.

c. Mempunyai ruang perawatan NICU, dan HCU untuk pelayanan pasien bayi dengan status emergensi.

d. Prasarana penunjang seperti USG 4 Dimensi, laboratorium, radiologi X-ray, dan instalasi farmasi

e. Ketersediaan kelas kamar perawatan rawat Inap, yaitu Ruang Kelas III, Ruang Kelas II, Ruang Keals I, dan Ruang VIP, sehingga pasien bisa memilih kelas perawatan sesuai kebutuhannya.

 Beberapa alasan yang membuat RSIA “Pondok Tjandra” lebih baik dari lainnya a. Memiliki tenaga medis yang cukup dan kompeten dibidangnya

b. Memiliki tenaga keperawatan dengan berpendidikan Diploma dan Sarjana c. Memiliki fasilitas peralatan medis dan penunjang medis yang representatif d. Memiliki sarana dan prasarana pelayanan yang baik dan bersih

e. Memiliki akses yang mudah dijangkau oleh pasien dari berbagai arah dan ada fasilitas jalan tol

 Keunikan yang dimiliki oleh RSIA “Pondok Tjandra”

a. Pada awalnya RSIA “Pondok Tjandra” berasal dari praktek pribadi dr. Supriyono, Sp OG., (K) Onk

b. Karena banyaknya permintaan pasien yang ingin melakukan persalinan di tempat praktek, selanjutnya oleh dr. Supriyono, Sp OG., (K) Onk dikembangkan menjadi Rumah Sakit Bersalin

c. Berkenaan dengan dr. Supriyono, Sp OG., (K) Onk mempunyai kompetensi bidang onkologi dan setiap persalinan tidak selalu normal, maka dikembangkan ruang operasi untuk memfasilitasi pasien dengan indikasi tindakan bedah.

d. Berdasarkan Permenkes No 56 tahun 2014 tentang klasifikasi rumah sakit, maka yang semula Rumah Sakit Bersalin diubah namanya menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak “Pondok Tjandra”

e. Mengikuti perkembangan dan dinamika rumah sakit dan upaya memenuhi persyaratan bahwa setiap rumah sakit harus terakreditasi, maka RSIA “Pondok Tjandra” pada bulan Mei 2016 akan dilakukan penilaian Akreditasi Versi 2012 untuk kategori Rumah Sakit Khusus Tipe C.

 Faktorpenyebab pasien merasakan puas dalam pelayanan di RSIA “Pondok Tjandra” a. Personal branding, karena pemilik RSIA “Pondok Tjandra” adalah dokter

senior dan sangat dikenal dikalangan masyarakat (pasien)

b. Pelayanan mengutamakan kualitas ditinjau dari pendekatan personal dan kualitas obat dan bahan

c. Tarif pelayanan dan pengobatan sangat kompetitif

d. Petugas melayani pasien dan pengunjung dengan ramah tamah

e. Keamanan dan kenyamanan dalam pelayanan rawat jalan dan rawat inap terjamin

 Persepsi pasien terhadap kelebihan RSIA “Pondok Tjandra”

a. Dokter Spesialis Kandungan dipimpin oleh dokter senior yang sudah dikenal oleh masyarakat tentang keahlian dan kecakapannya.

b. Fasilitas pelayanan yang cukup dan secara terus menerus dilakukan pembenahan dan penyempurnaan.

c. Ruang perawatan yang ditata secara teratur dan bersih sehingga membuat kenyamanan pasien yang berobat

d. Lingkungan rumah sakit yang menyatu dengan komplek perumahan sehingga terkesan suasana keakraban dengan lingkungan (hospitality)

e. Karyawan yang ramah (friendly) dan siap menjelaskan terhadap berbagai informasi yang dibutuhkan oleh pasien dan keluarga.

b) Kelemahan (Weakness)RSIA “Pondok Tjandra”, antara lain :

 Perhatian untuk ditingkatkan RSIA “Pondok Tjandra”

a. Penampilan tampak depan Rumah Sakit yang menghadap jalan raya (jalan tol) perlu direnovasi, sehingga kesan rumah sakit lebih mudah dikenal dilihat dari jalan raya.

b. Proporsi antara jumlah tenaga pelayanan dengan fasilitas ruang dan jumlah pasien diupayakan mendekati ideal

c. Kepatuhan petugas dalam menjalankan pelayanan ke pasien disesuaikan dengan standar prosedur operasional

d. Ketaatan petugas dalam kehadiran kerja di rumah sakit disesuaikan dengan jam kerja yang telah ditentukan

e. Belum melayani pasien peserta BPJS, sehingga berpengaruh dengan jumlah kunjungan pasien.

 Seharusnya dihindari oleh petugas RSIA “Pondok Tjandra”

a. Bersikap acuh dan tidak peduli dengan lingkungan kerja, karena hakikatnya rumah sakit seharusnya menjadi rumah kedua bagi karyawan’

b. Memberikan respons yang lambat / tidak cepat dalam memenuhi permintaan pasien terkait pelayanan di rumah sakit

c. Kehadiran dan kepulangan kerja yang “tidak tepat waktu” dari waktu kerja yang telah ditentukan

d. Bergerombol dan bersenda gurau pada saat pelayanan pasien, sehingga memberi kesan tidak serius dalam pelayanan.

e. Tidak menggunakan identitas dan seragam yang telah ditentukan saat waktu pelayanan pasien.

 Faktor yang kemungkinan menyebabkan kehilangan pasien

a. Belum menyelenggarakan pelayanan BPJS, karena pasien peserta BPJS belum bisa dilayani oleh rumah sakit

b. Rumah sakit sejenis sebagai kompetitor yang telah menyelenggarakan pelayanan bagi peserta BPJS

c. Kemungkinan pasien merasa tidak atau kurang puas selama menjalani pelayanan rawat jalam maupun rawat inap

d. Ketidaksesuaian antara harapan yang diinginkan dengan kenyataan yang diperoleh pasien saat pelayanan dan perawatan di rumah sakit.

e. Banyaknya rumah sakit pesaing yang kemungkinan memberikan penawaran pelayanan dan pengobatan yang lebih menarik sehingga pasien berhasrat “mencoba” pelayanan tersebut.

 Persepsi pasien sebagai suatu kelemahan RSIA “Pondok Tjandra”

a. IGD belum dapat melayani pasien secara maksimal setiap hari dalam waktu 24 jam terus menerus

b. Demikian pula pelayanan farmasi, laboratorium, dan radiologi belum bisa melayani secara terus menerus dalam waktu 24 jam.

c. Jika ada permintaan telepon dari pihak luar/pasien dalam waktu 24 jam belum bisa terlayani secara maksimal, karena petugas customer service masih bekerja paruh waktu

d. Petugas pelayanan, khususnya dibagian admisi sebaiknya ditingkatkan kemampuan komunikasinya, sehingga pasien merasakan puas dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan pelayanan rumah sakit

e. Sikap empati petugas saat memberikan pelayanan ke pasien “perlu ditingkatkan”, karena dengan lebih memahami dan merasakan kondisi pasien saat berobat akan berpengaruh terhadap kepercayaan pasien dalam menjalani pengobatan.

 Kegiatan pesaing sebagai usaha lebih baik dari RSIA “Pondok Tjandra”

a. Melakukan promosi melalui berbagai media dan aktifitas sosial di masyarakat agar lebih dikenal di masyarakat

b. Melakukan aktifitas kegiatan di rumah sakit yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil (msal: senam ibu hamil)

c. Melakukan praktek bersama dengan berbagai bidang spesialis diluar spesialis anak dan spesialis obsetri dan ginekologi, sehingga terkesan rumah sakit rame pengunjung

d. Personal branding dari dokter yang praktek di rumah sakit tersebut, sehingga pasien yang loyal dengan dokter tersebut akan berobat meskipun tanpa dilakukan promosi

e. Menyelenggarakan pelayanan BPJS, sehingga pasien peserta BPJS dapat dilayani.

2) Data Eksternal, terdiri dari:

Peluang (Opportunities) RSIA “Pondok Tjandra”, antara lain :

 Sektor yang di tekuni sedang mengalami kenaikan

a. Trend kebutuhan pasien yang sedang hamil cenderung merencanakan persalinan di rumah sakit khusus ibu dan anak

b. Rumah sakit khusus ibu dan anak berada dalam lingkungan komplek perumahan yang termasuk kelas menengah keatas, sehingga berpotensi menjadi pasien yang memenuhi target sasaran pemasaran

c. Kebanyakan pasien yang datang berobat adalah pasien yang loyal terhadap dokter, sehingga dengan pelayanan yang istimewa dan memuaskan diharapkan pasien dapat menjadi agen pemasaran dengan merekomendasikan hal positif kepada pihak lain (positive word of mouth)

d. Fasilitas pelayanan yang sangat memadai dalam memberikan pertolongan persalinan dan pemeriksaan kehamilan dan didukung tenaga medis yang kompeten sangat memungkinkan pasien puas atas pelayanan.

e. Tarif pelayanan dengan harga yang kompetitif memberikan kemungkinan sebagai alternatif pilihan pasien untuk berobat.

 Pemerintah sangat mendukung program pelayanan kesehatan ibu dan anak

a. Pemerintah secara teratur menyelenggarakan program imunisasi secara nasional yang memberi kemungkinan rumah sakit berperan serta dalam program tersebut.

b. Program pemerintah mengurangi angka kematian ibu khususnya saat melahirkan, memberikan peluang rumah sakit memberikan pelayanan persalinan dengan mengutamakan keselamatan pasien (patient safety) sehingga risiko kematian saat ibu melahirkan diperkecil

c. Demikian pula bagi bayi yang baru dilahirkan mengalami gangguan yang bersifat emergensi (kegawatdaruratan bayi) dapat dilayani oleh rumah sakit yang mempunyai fasilitas NICU maupun HCU

d. Program MEA, pemerintah mendorong pelayanan rumah sakit untuk lebih profesional dengan meningkatkan nilai kompetitif (competitive value) dalam menuju persaingan bebas diwilayah Asia.

e. Rumah Sakit Ibu dan Anak diwilayah Kabupaten Sidoarjo khususnya relatif belum banyak, sehingga sangat mungkin keberadaan RSIA “Pondok Tjandra” berkembang lebih baik dan lebih baik lagi.

d) Ancaman (Threats) RSIA “Pondok Tjandra”, antara lain :

 Hambatan yang dihadapi sekarang

a. Proporsinal jumlah tenaga medis dan keperawatan relatif belum sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh peraturan perundangan

b. Demikian pula proporsional jumlah tenaga kesehatan lainnya masih relatih kurang jika dibandingkan dengan syarat dan ketetapan peraturan perundangan

c. Rumah sakit belum terakreditasi (masih dalam proses penilaian), sehingga berpengaruh terhadap kunjungan pasien peserta BPJS

d. Keberadaan praktek dokter perseorangan yang realtif banyak dilingkungan komplek Pondok Tjandra yang pada umumnya juga menerima pasien hamil, sehingga setidaknya berpengaruh pada kunjungan pasien ke RSIA “Pondok Tjandra”

 Tindakan startegis yang dilakukan oleh pesaing

a. Strategi pemasaran yang dilakukan rumah sakit pesaing cenderung menggunakan prinsip manajemen rumah sakit terkini.

b. Pengenalan organisasi rumah sakit (corporate branding) yang cenderung lebih mengutamakan melakukan rekruitmen para tenaga medis yang sudah dikenal masyarakat luas (personal branding) sebagai icon – nya.

c. Hal ini berdampak pada kunjungan pasien, karena karakteristik masyarakat (pasien) pada umumnya lebih memilih dokter yang dianggap “terkenal” mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien tersebut.

d. Sehingga aspek keberadaan rumah sakit menjadi pilihan kedua dan cenderung mengikuti syaran dari dokter, setelah pasien memutuskan dokter mana yang akan merawatnya.

e. Rumah sakit pesaing mampu memberikan pelayanan dengan tarif yang kompetitif dan disertai dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

 Perkembangan teknologi yang menyebabkan ancaman bagi rumah sakit

a. Perkembangan sistem informasi manajemen rumah sakit berdampak pada efektifitas pelayanan karena banyak memberikan kemudahan dalam mengoperasikannya.

b. Bagi rumah sakit yang belum mempunyai fasilitas sistem informasi manajemen semacam ini tentunya akan ketinggalan dalam persaingan pelayanan perumahsakitan. c. Rumah sakit yang mempunyai teknologi berbasis internet akan mempunyai banyak

nilai keuntungan (advantage) dalam memberikan pelayanan ke pasien dan keluarga. d. Model pembayaran dengan tidak menggunakan cara tunai (cash), melainkan

menggunakan pembayaran berbasis kartu (card) dengan cara kredit atau debet, memberikan banyak kemudahan bagi pasien dalam melakukan transaksi.

e. Rumah sakit yang berkeinginan memenangkan persaingan, maka mau tidak mau harus memanfaatkan fasilitas teknologi semacam ini dalam menajalankan opersionalnya.

 Perubahan peraturan pemerintah yang berpengaruh pada perkembangan rumah sakit

a. Kebijakan pemerintah khususnya Permenkes No 56 tahun 2014, yang mewajibkan rumah sakit yang akan melayani pasien BPJS harus “terakreditasi".

b. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kunjungan pasien ke RSIA “Pondok Tjandra” karena rumah sakit sedang proses penilaian akreditasi JCI versi 2012.

c. Demikian pula dalam Permenkes tersebut mewajibkan rumah sakit dapat memenuhi jumlah tenaga medis dan keperawatan sesuai syarat yang telah ditentukan.

d. Hal ini mengakibatkan rumah sakit relatif belum bisa memenuhi jumlah personil secara proporsional sesuai syarat yang ditentukan.

e. Ketidakberdayaan organisasi profesi perumahsakitan dalam melakukan kompromi terhadap kebijakan Pemerintah, agar memberikan “fleksibilitas” pelaksanaan peraturan pemerintah tersebut sehingga rumah sakit diberi kesempatan memenuhi

kebutuhan personil disesuaikan dengan memperhatikan kondisi riil rumah sakit saat sekarang.

Dalam dokumen Renstra RS Raudhah - Copy (Halaman 70-79)

Dokumen terkait