• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengumpulan data harus disesuaikan dengan rumusan masalah:

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

B. Pengumpulan data harus disesuaikan dengan rumusan masalah:

1. Bagaimana prosedur penerapan ta’zir yang dilakukan oleh pengurus

pondok pesantren an-nur klego, candirejo, tuntang, semarang tahun 2017-2018 ?

2. Apa faktor Penghambat dan Pendukung dalam penerapan ta’zir yang

dilakukan oleh pengurus pondok pesantren an-nur klego, candirejo, tuntang, semarang tahun 2017-2018 ?

KEMENTERIAN AGAMA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA Jl. Tentara Pelajar No. 02 Phone (0298) 323706 Salatiga 50721 Website : www.iainsalatiga.ac.idmail:[email protected] PEDOMAN WAWANCARA

A. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur

1. Apa tujuan pengurus disini mengadakan program penegasan ta’zir? 2. Sudah berjalan berapa tahun penerapan ta’zir ini dilakukan?

3. Mungkinkah dengan adanya penegasan ta’zir para santri disini menjalankan gegiatan dengan tertib serta disiplin yang maksimal? 4. Bagaimana tanggapan para santri mengenai penerapan ta’zir

disini?

5. Bagaimana metode pelaksanaan ta’zir dilakukan? 6. Apakah bentuk-bentuk ta’zir disini bu?

7. Adakah problem yang dialami, sebagai penasehat sendiri dalam penerapan ta’zir disini buk?

8. Dari berbagai prolem itu apakah ada tips lain untuk penerapan

9. Jenis pelanggaran yang seperti apa yang biasa santri melanggar? 10.Kepada siapa saja ta’zir itu diterapkan?

11.Apa dampak mereka setelah terkena ta’zir?

12.Apakah ada faktor pendukung dalam penerapan ta’zir disini ? 13.Kedisiplinan yang bagaimana ketika penerapan ta’zir sudah

diperlakukan?

14.Apakah hasilnya selalu 100% dari semua kegiatan yang dijalankan?

B. Pengurus Pondok Pesantren An-Nur.

1. Apa tujuan pengurus disini mengadakan program penegasan ta’zir? 2. Mungkinkah dengan adanya penegasan ta’zir para santri disini

menjalankan gegiatan dengan tertib serta disiplin waktu?

3. Bagaimana tanggapan para santri mengenai penerapan ta’zir

disini?

4. Bagaimana metode pelaksanaan ta’zir dilakukan? 5. Apakah jenis-jenis ta’zir disini mbak?

6. Adakah problem yang dialami pengurus sendiri dalam penerapan

ta’zir disini mbak?

7. Dari berbagai prolem itu apakah ada tips lain untuk penerapan

ta’zir?

8. Jenis pelanggaran yang seperti apa yang biasa santri melanggar? 9. Kepada siapa saja ta’zir itu diterapkan?

11.Apa saja yang menyebabkan santri melanggar peraturan disini? 12.Apakah ada faktor pendukung dalam penerapan ta’zir disini mbak? 13.Apakah hasilnya selalu mencapai 100% dalam meninggkatkan

disiplin santri?

14.Disiplin yang bagaimana ketika penerapan ta’zir sudah

diperlakukan. C. Santri 1

1. Bagaimana tanggapan mbak choir mengenai sebuah peraturan ataupun tata tertib disini?

2. Apakah anda setuju dengan adanya penegasan ta’zir disini mbak

choir?

3. Apakah semua kegitan disini sudah kamu jalankan dengan lancar sesuai dengan peraturan yang ada mbak?

4. Apa penyebab kamu melanggar tata tertib disini?

5. Apakah ada faktor terberat sehingga kamu melanggar peraturan yang ada disini?

6. Apakah ada keluhan dalam menyikapi ataupun mematuhi penegasan ta’zir disini mbak choir?

7. Apa yang membuat kamu agar semangat dalam menjalankan semua kegiatan disini mbak?

8. Mungkinkah dengan adanya ta’zir kamu bisa menjalankan kegiatan dengan tertib?

D. Santri dua

1. Bagaimana tanggapan mbak ela sendiri mengenai penerapan ta’zir

disini?

2. Apakah mbak ela setuju dengan penerapan ta’zir disini?

3. Apakah semua kegitan-kegiatan disini sudah kamu jalankan dengan tertib mbak ela?

4. Apakah mbak ela setuju dengan metode penerapan ta’zir disini? 5. Apa yang membuat kamu agar semangat dalam menjalankan

semua kegiatan disini mbak ela?

6. Mungkinkah dengan adanya ta’zir kamu bisa menjalankan kegiatan dengan tertib mbak ela?

7. Perubahan yang seperti apa pada diri mbak ela, setelah adanya

ta’zir diterapkan mbak?

8. Menurut mbak ela sendiri sebagai santri apakah dengan adanya

penerapan ta’zir disini hasilnya selalu mencapai 100% dari semua

Transkip wawancara dengan pengasuh

Kode informan : H

Jabatan : Pengasuh

Hari/tanggal : Sabtu , 25 November 2017

Tempat : Ndalem bu nyai

Waktu : Pukul 20:20-20:33 WIB

P Assalamu’alaikum wr . Wb

H Walaikumsalam wr. Wb

P Maaf bu afif, saya mengganggu waktu istirahat malam Bu afif, saya mahasiswi dari IAIN Salatiga yang membutuhkan beberapa informasi dari bu afif berkaitan dengan judul skripsi yang saya angkat tentang konsep penerapan ta’zir dalam meningkatkan disiplin santri pondok pesantren an-nur putri disini.

H Ya, silahkan

P Apa tujuan pengurus disini mengadakan program penegasan ta’zir? H Ya...tujuanya di adakan penegasan ta’zir yaitu yang pertama untuk

mendisiplinkan santri dalam hal kegiatan maupun mentaati peraturan yang ada, dimana latar belakang pola kehidupan santri disinikan rata-rata dari kalangan mahasiswa dan dari gejolak semua kegiatan disini santri pada umumnya harus ada penegasan dari semua jenis kegiatan, mereka belum bisa menyesuaikan dengan kondisi semua kegiatan yang mereka jalani, Dan yang kedua dengan adanya ta’zir pengasuh bermaksud agar santri mempunyai koreksi pada diri mereka agar bisa melatih tanggung jawab mereka sebagai santri. Yang ketiga dengan adanya ta’zir pengasuh bermaksud agar santri melatih kesadaran serta melatih kedewasaan agar mereka bisa hidup disiplin .

P Mungkinkah dengan adanya penegasan ta’zir para santri disini menjalankan gegiatan dengan tertib serta disiplin yang maksimal? H Kalau dikatan masalah hasil maksimal dalam penegasan ta’zir di

pondok sini belum secara keseluruhan santri bisa menjalankan semua kegiatan dengan disiplin mungkin 80-90 % dalam kisaranya dari semua santri yang bisa dikatakan disiplin, tapi saya sebagai pengasuh mempunyai impian untuk menuja jalan yang diharapkan nantinya untuk itu dengan harapan kenapa ada penegasan ta’zir, karena tujuan saya agar santri bisa menerapkan pola pikir kehidupan di pondok yang sebenarnya dan sebagaimana mestinya mereka menduduki sebagai santri disini. P Mulai tahun berapa penerapan ta’zir ini di terapkan bu?

H Sebenarnya dari dulu sudah ada istilah penerapan diadakanya ta’zir , namun untuk di pertegas lagi karena untuk mendisiplinkan santri ya sekitar 3 tahun sudah berjalan sampai saat ini.

P Bagaimana tanggapan para santri mengenai penerapan ta’zir disini? H Tanggapan mereka dari yang saya lihat setelah ta’ziran itu di tegaskan

mungkin sebagian bisa menerima, dan kemungkinan sebagian juga belum bisa menerima soalnya itu kembali ke pribdi masing-masing, kadang santri sadar dengan sendirinya, dan ada juga kesadaran santri juga harus di tekan dan tegaskan dengan ta’ziran tersebut, soalnya namanya orang banyak itu ya....ono seng manut, ono seng ora.

P Bagaimana metode pelaksanaan ta’zir dilakukan?

H Untuk metode yang kami terapkan disini mengunakan sistem secara bertahab dalam menangani santri, yaitu semua santri akan dipantau oleh penanggung jawab masing-masing kamar, jadi satu kamar mempunyai petugas istilahnya mengabsen dari semua kegiatan yang dilaksanakan

disini , dari kegiatan sholat jama’ah, mengaji, piket masak, piket kebersihan dan kegiatan rutinan itu nanti semua ada absen sendiri-sendiri semua pelanggaran yang di langgar bagi mereka, dan bagi yang melanggar mereka akan ditindaklanjuti seminggu setelah pelanggaran di

lakukan meraka akan menerima hukuman sesuai dengan kadar ta’zir

yang sudah di tetapkan, namun ada juga santri yang selalu apa namanya...emmmbbb... istilahnya continue....terus menerus melakukan pelanggaran ...la itu biasanya yang sudah, bahkan sering terjadi seketika pengurus tidak mampu menganinya,,mereka menyerahkan kepada kita, istilahnya diserahkan ke pihak selanjutnya. P Apakah jenis-jenis ta’zir disini bu?

H Untuk jenisnya kami menggunakan sesuai pelanggaran yang mereka lakukan, untuk jenis peribadahan yaitu ubudiyah, kita hukum sesuai dengan yang dilanggar, namun ketika mereka melanggar pelanggaran yang masuk kategori non ubudiyah mereka juga menerima hukuman yang setimpal, semisal di hukum perbuatan, ataupun denda, karena dengan kadar ta’zir yang yang telah disepakati dari awal.

P Adakah problem yang dialami bu afif sebagai penasehat sendiri dalam penerapan ta’zir disini buk?

H Kalau problemnya Ya... pastilah ada ya mbak namanya menjalankan suatu itu pasti ada cela-cela tersendiri.

P Bagaimana bu Afif.... ?

H Yang pertama kalau yang kelihatan dari pihak pengasuh seketika pengurus sendiri tidak bisa mengyelesaikan masalah khususnya dalam

hal ta’ziran mereka diserahkan ke kami, untuk yang kedua namanya

juga banyak orang itu ada yang mudah ada yang sudah diatur dalam melaksanakan kegiatan disini. Terus yang ketiga dalam mencapai tujuan kedisiplinan yang kita capai saya harus selalu on time untuk memantau dari semua pengurus khususnya bidang kegiatan dan keamanan soalnya mereka yang berperan aktif dalam mengatasi tata tertib dan semua kegiatan di pondok pesantren khususnya putri sini.

P Dari berbagai prolem itu apakah ada tips lain untuk penerapan ta’zir? H Untuk tips khusus mungkin dari pengasuh sendiri kita harus selalu

obyek pertama dalam diperlakukanya ta’zir.

P Jenis pelanggaran yang seperti apa yang biasa santri melanggar?

H Kebanyakan santri yang saya ketahui mereka melanggar itu pada kegiatan ubudiyah semisal ngak ikut jamaah ataupun ngaji, misalnya ngaji sorogan, setoran hafalan dan diskusi umum semisal ada batsaul masail, tapi kalau non ubudiyah paling banyak santri melanggar itu masalah kepulangan ke rumah baik izin resmi ataupun tidak resmi istilahnya (kabur) karena dari kalangan santri kan mahasiswa, jadi dimana-mana mahasiswa itu maunya bebas. Beda dari santri umumnya pelajar misalnya.

P Kepada siapa saja ta’zir itu diterapkan?

H Ya.... Semua yang tinggal diasrama sini baik itu santri maupun pengurus ataupun santri kalong, jadi dari santri mukim maupun non mukim semua mempunyai aturan dan tanggung jawab yang sama.

P Apa dampak mereka setelah terkena ta’zir?

H Dari yang saya lihat biasanya santri yang kena ta’zir akan sedikit jera istilahnya meraka semakin kesini semakin ketakutan gitu, karena apa , mereka yang selalu melanggar peraturan yang ada mereka lama-kelamaan akan menghadap pengasuh secara langsung dalam menerima imbalan yang mereka terima.

P Apakah ada faktor pendukung dalam penerapan ta’zir disini bu?

H Untuk faktor pendukung istilahnya untuk mencapai strategi yang saya gunakan dalam mencapai ketertipan santri dalam meningkatkan disiplin sanri yang pertama saya meminta bantuan kepada pengurus satu dengan yang lainya agar selalu ada konfirmasi dan mendukung satu sama lain, yang kedua setiap kamar untuk ditegaskan mempunyai pemimpin untuk mengkondisikan, mengatur, mengajak serta memberi contoh yang baik kepada anggota kamarnya, Yang ketiga dalam menangani permasalahan sekiranya pihak pengurus tidak bisa menyelesaikan sendiri maka , dari pihak pengurus menyerahkan ke pihak ke 3 yaitu pengasuh.

P Disiplin yang bagaimana ketika penerapan ta’zir sudah diperlakukan? H Harapan saya sebagai penasehat untuk disiplin banyak sekali

perubahanya setelah diadakan ta’zir semisal disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin dalam hal kegiatan yang menyangkut tata tertib pondok itu harapan saya sebagai pengasuh disini, seketika santri sudah waktunya sholat pengurus tidak harus mengoyak-oyak mereka bisa jalan dengan sendirinya misalnya begitukan...., terus sudah waktunya madrasah ataupun kegiatan malam sudah mulai berjalan maka ketika bel berbunyi mereka langsung pada lari dan lebih mempunyai kesadaran sendiri-sendiri dan langsung masuk dikelasnya masing-masing tanpa pengurus manggil per kelas masing-masing, biasanya begitu sebelum diadakanya penegasan ta’zir disini mbak, jadi dengan sendirinya mereka mempunyai kepekaan terhadap aturan yang ada, dan juga masalah perpulangan mereka dengan tertib masuk pondok sesuai kesepakan dari awal, bahkan dalam kegiatan non ubudiyah pun meraka lebih giat dalam menjalankan tugasnya .

P Terimakasih bu afif atas informasi dan waktunya? Assalamualaikum.. H Iya sama-sama, waalaikumsalam

Transkip wawancara dengan pengurus

Kode informan : T

Jabatan : Pengurus

Hari/tanggal : Selasa, 21 November 2017

Tempat : Di Kamar Pengurus Pondok Pesantren Putri

Waktu : Pukul 10:20-10:35 WIB

P Assalamu’alaikum wr . Wb

T Walaikumsalam wr. Wb

P Maaf mbak esti, saya mengganggu waktu istirahat mbak esti, saya mahasiswi dari IAIN Salatiga yang membutuhkan beberapa informasi dari mbak esti berkaitan dengan judul skripsi saya tentang konsep penerapan ta’zir dalam meningkatkan disiplin santri pondok pesantren an-nur putri disini, sebelumnya kenapa saya meminta informasi dari mbak esti karena mbak esti sebagai salah satu seksi kegiatan di pondok putri disini.

T Ya, silahkan

P Apa tujuan pengurus disini mengadakan program penegasan ta’zir? T Pertama, sebelum penerapan ta’zir di sahkan kami selaku kepengurusan

mengadakan rapat dengan pengasuh mengenai pola kegiatan disini, dari hasil rapat memutuskan bahwa segera mungkin sebuah lembaga harus mempunyai tindakkan yang jelas mengenai perkembangan kegiatan disini yaitu dengan diadakanya penegasan ta’zir karena dengan adanya

ta’zir pengurus bermaksud untuk menghentikan tingkah laku yang salah

agar tidak diulangi lagi namun pada kenyataannya santri tetap saja masih mengulangi dan melanggar peraturan pondok pesantren yang telah ditetapkan. Yang kedua dengan adanya ta’zir pengurus bermaksud agar santri mempunyai koreksi bagi dirinya sendiri, akan tetapi santri tidak merasakan hal tersebut bahkan sebuah tata tertib bagi mereka

adalah sebuah peraturan yang hal biasa dan mereka tidak jera bila ditegur oleh pengurus pondok pesantren maka muncullah pemikiran bagi kepengurusan tersebut untuk menindak lanjuti permasalahan ini. Yang ketiga dengan adanya ta’zir pengurus bermaksud agar santri terbiasa disiplin dan belajar bertanggung jawab atas perilaku yang telah diperbuat, namun rasa tanggung jawab pada diri santri belum ada karena jika santri telah melakukan kesalahan santri tidak sadar diri menyerahkan diri kepada seksi keamanan tetapi seksi keamanan harus memanggilnya terlebih dahulu kemudian santri baru mengakuinya. Dari pernyataan inilah suatu kepengurusan pondok dan khususnya pengasuh untuk menegaskan serta membuat penegasan penerapan ta’zir segera dijalankan agar santri membiasakan hidup dengan disiplin sesuai peraturan yang ada serta menumbuhkan kesadaran pada diri santri. P Mungkinkah dengan adanya penegasan ta’zir para santri disini

menjalankan gegiatan dengan tertib serta disiplin waktu?

T Insyaallah, memang dari awal para santri sebagian kelihatan pada mengeluh mereka pada keberatan dengan adanya penegasan ta’zir,karna mungkin pada diri santri sudah ada yang perpengalaman mondok dan sebagian belum pernah mondok sama sekali, mungkin mereka yang belum punya pengalaman awal mula hidup pada kondisi yang serba tertib dan serba antri untuk hidup bersama mereka agak drop, tapi mereka yang sudah punya pengalaman hidup di asrama ataupun dipondok mereka sudah memaklumi,tapi dengan berjalanya waktu akan mengikuti tradisi sesuai kondisi yang ada, dan nantinya mereka akan memaklumi dengan kondisi yang ada.

P Bagaimana tanggapan para santri mengenai penerapan ta’zir disini?

T Tanggapan mereka mungkin ada yang keberatan, dan sebagian ada yang setuju, tetapi namanya sebuah lembaga pasti disitulah ada peraturan maka maau tidak mau ya.... harus mematuhi peraturan yang ditegaskan di sebuah lembaga disini.

P Bagaimana metode pelaksanaan ta’zir dilakukan?

T Metode pelaksanaan bagi santri yang melanggar akan di tindak lanjuti oleh bidang kegiatan masing-masing, metode yang pengurus jalankan ada dua yang pertama jika mereka melanggar dalam bidang ubudiyah akan ditindak lanjuti seminggu setelahnya dan yang kedua jika mereka melanggar pelanggaran non ubudiyah mereka akan disidang oleh bidang keamanan terlebih dahulu sebelum terkena ta’ziran, mereka dipanggil untuk ditanya sesuai dengan pelanggaran yang mereka langgar, sampai santri Dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu. Karena program dari awal sebelum dijankan adanya ta’zir dari pihak kepengurusan, pengasuh maupun pihak santri sendiri kita sudah mengadakan sosialisasi bersama, dan jenis hukumanyapun diberikan harus jelas sehingga santri dapat memahami dengan konsekuensi dari kesalahan yang mereka lakukan dan bahkan ketika ada santri baru mereka dari awal sudah diberitahu untuk tata tertib dan semua kegiatan-kegiatan yang nantinya akan mereka wajib dijankan pada santri disini.

P Apakah jenis-jenis ta’zir disini mbak?

T Jenis ta’zir disini ada hukuman denda(uang) yang harus mereka bayar sesuai pelanggaran non ubudiyah semisal masalah perpulangan, piket rutinan pondok, roan bersama dan lain-lain dan hukuman badan ataupun tindakan misalnya bersih-bersih lingkungan pondok, ndalem bu nyai, lingkungan pondok, serta hafalan.

P Adakah problem yang dialami pengurus sendiri dalam penerapan ta’zir

disini mbak?

T Kalau problemnya yang jelas pasti ada. P Bagaimana mbak problemnya bisa dijelaskan?

T Yang pertama dari pengurus sendiri kita harus tahan banting ketika ada omongan dari belakang, dan yang kedua saya ataupun pengurus yang lain harus bisa menjadi contoh kepada bawahanya karna menjadi pemimpin itu tidak gampang banyak cobaan yang harus saya terjang.

Terus Problem yang ketiga kebanyakan santri disinikan dari kalangan mahasiswa jadi sebagian santri khususnya yang aktivis mereka banyak izinnya, banyak libur ngajinya jadi disinilah faktor kecemburuan yang sering muncul dari kalangan santri disini.

P Dari berbagai prolem itu apakah ada tips lain untuk penerapan ta’zir? T Untuk tips khusus mungkin dari pengurus sendiri saya serta rekan-rekan

pengurus lainya setiap kegiatan mungkin kita bisa mengawali istilahnya kita ajak-ajak dulu untuk mengawali karna kita pengurus itu sebagai contoh bawahannya.

P Jenis pelanggaran yang seperti apa yang biasa santri melanggar?

T Kebanyakan santri melanggar itu pada kegiatan ubudiyah semisal ngak ikut jamaah ataupun ngaji, misalnya ngaji sorogan, setoran hafalan dan diskusi umum semisal ada batsaul masail, tapi kalau non ubudiyah paling banyak santri melanggar itu masalah kepulangan ke rumah baik izin resmi ataupun tidak resmi istilahnya (kabur)

P Kepada siapa saja ta’zir itu diterapkan?

T Ya,,,, semua yang tingal disini baik santri ataupun pengurus kita ngak membedakan, baik itu banyak kegiatan ataupun ngak kita semua wajib mentaati peraturan karna kebanyakan santri disini dari kalangan mahasiswa, baik itu mahasiswa lama maupun mahasiswa baru serta dari kalangan santri sekolah menengah atas.

P Apa dampak mereka setelah terkena ta’zir?

T Biasanya santri yang kena ta’zir akan sedikit jera sehingga dia lebih disiplin dalam mentaati peraturan yang telah ditetapkan dan mereka mempunyai usaha agar tidak mengulangi kesalahan yang telah mereka perbuat.

P Apa saja yang menyebabkan santri melanggar peraturan disini?

T Penyebab yang pertama itu dari faktor teman, ketika melihat temanya di

ta’zir kok tidak jera na itu nanti akan menjadi racun buat temen-temen

belum memunculkan jati diri mereka, mungkin dari mereka ada yang sudah berpengalaman mondok ada juga yang belum pernah sama sekali. P Apakah ada faktor pendukung dalam penerapan ta’zir disini mbak? T Untuk faktor pendukung yang pertama saya dan pengurus lainya harus

selalu ada konfirmasi dan mendukung satu sama lain, yang kedua setiap komplek semisal komlek atas dan bawah itu sudah ada penanggung jawab dari pengurus sendiri-sendiri, bahkan setiap kamarpun kita kasih penanggung jawab masing-masing, serta setiap 2 minggu sekali kita dari pengurus mengadakan sosialisali dengan penanggung jawab kamar (ketua kamar) masing-masing. Yang ketiga dalam menangani permasalahan khususnya dalam permasalahan ta’zir seketika itu dalam lingkup pengurus sulit untuk di pecahkan dan tidak ada titik temu dalam menangani permasalahan itu kita serahkan ke pihak pengasuh nanti kita sosialisi agar mempunyai keputusan yang tepat. Itulah jalan ketika suatu kepengurusan mengambil jalan dalam menangani suatu permasalahan. P Apakah hasilnya selalu mencapai 100% dalam meninggkatkan disiplin

santri.

T Sebelum adanya penegasan ta’zir banyak sekali keluhan-keluhan pengurus khususnya seksi kegiatan mereka sangat kualahan dalam menggani santri yang melanggar peraturan. Jadi sebelum adanya penegasan ta’zir santri yang disiplin dari kegiatan ,jamaah, mengaji, masalah kepulangan ke pondok, telat masuk pondok hanya 50 persen santri yang tertib dalam mentaati peraturan yang berlaku. Namun sesudah adanya penerapan ta’zir santri lebih tertib dan lebih semangat dalam menjalankan kegiatan yang awalnya itu sebuah paksaan lama-kelamaan akan menjadi sebuah kebiasaan, dan hasilnyapun 85-90 % santri lebih disiplin dibandingkan sebelum adanya penerapan ta’zir ini. P Disiplin yang bagaimana ketika penerapan ta’zir sudah diperlakukan?

T Untuk disiplin banyak sekali perubahanya setelah diadakan ta’zir

mereka bisa jalan dengan sendirinya, terus sudah waktunya madrasah ketika bel berbunyi mereka langsung pada lari dan lebih antusias langsung masuk dikelasnya masing-masing tanpa pengurus manggil per kelas masing-masing jadi dengan sendirinya mereka mempunyai kepekaan terhadap aturan yang ada, dan juga masalah perpulangan mereka dengan tertib masuk pondok sesuai kesepakan dari awal, bahkan dalam kegiatan non ubudiyah pun meraka lebih giat dalam menjalankan tugasnya .

P Terimakasih mbak esti atas informasi dan waktunya?