• Tidak ada hasil yang ditemukan

BENDAHARA Suci dan Aliful Aina

F. Temuan Penelitian

1. Implementasi ta’zir yang diterapkan oleh pengurus di pondok pesantren An-Nur putri.

Implementasi ta’zir yang dilakukan di pondok pesantren tersebut yang pertama hukuman harus disepakati oleh jajaran pengurus, santri

serta pengasuh dan yang kedua bemberian ta’zir kepada santri yang

telah melanggar harus jelas sehingga santri dapat memahami dengan baik konsekuansi kesalahan yang ia lakukan. Dan yang ketiga pemberian ta’zir sesuai dengan kadar atas kesalahanya dan yang keempat pemberian ta’zir harus didasari dengan jalinan rasa kasih dan sayang sehingga terwujudnya suatu kelembagaan yang diinginkan kedepannya nanti.

Seperti yang telah dituturkan oleh Ibu Afif (25/10/2017: 20.20-20.33). “Untuk metode yang kami terapkan disini mengunakan sistem

secara bertahab dalam menangani santri, yaitu semua santri akan dipantau oleh penanggung jawab masing-masing kamar, jadi satu kamar mempunyai petugas untuk mengabsen temannya dari semua

kegiatan yang dilaksanakan disini , dari kegiatan sholat jama’ah,

mengaji, piket masak, piket kebersihan dan kegiatan rutinan itu nanti semua ada absen sendiri-sendiri semua pelanggaran yang di langgar bagi mereka, dan bagi yang melanggar mereka akan ditindaklanjuti seminggu setelah pelanggaran di lakukan meraka akan menerima hukuman sesuai dengan kadar ta’zir yang sudah di tetapkan, namun ada juga santri yang selalu acuh tak acuh istilahnya continue. terus menerus melakukan pelanggaran. la itu biasanya yang sudah, bahkan sering terjadi seketika pengurus tidak mampu menganinya,,mereka

menyerahkan kepada kita, istilahnya diserahkan ke pihak selanjutnya”

Untuk metode pelaksanaan atau pemberian ta’zir kepada santri

pihak yang bersangkutan, atau seminggu setelah melanggar dan hukuman juga harus diukur sejauhmana efektifitas dan keberhasilanya untuk mengubah perilaku santri. Seperti yang disampaikan oleh mbak esti selaku pengurus di pondok pesantren An-Nur putri (22/11/2017: 15.00-15.16) di kamar pengurus:

“Metode pelaksanaan bagi santri yang melanggar akan di tindak lanjuti oleh bidang kegiatan masing-masing, metode yang pengurus jalankan ada dua yang pertama jika mereka melanggar dalam bidang ubudiyah akan ditindak lanjuti seminggu setelahnya dan yang kedua jika mereka melanggar pelanggaran non ubudiyah mereka akan disidang oleh bidang keamanan terlebih dahulu sebelum terkena

ta’ziran, mereka dipanggil untuk ditanya sesuai dengan pelanggaran yang mereka langgar, sampai santri Dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu. Karena program dari awal sebelum dijankan adanya

ta’zir dari pihak kepengurusan, pengasuh maupun pihak santri sendiri

kita sudah mengadakan sosialisasi bersama, dan jenis hukumanyapun diberikan harus jelas sehingga santri dapat memahami dengan konsekuensi dari kesalahan yang mereka lakukan dan bahkan ketika ada santri baru mereka dari awal sudah diberitahu untuk tata tertib dan semua kegiatan-kegiatan yang nantinya akan mereka wajib dijankan

pada santri disini”

2. Dampak positif bagi santri dalam penerapan ta’zir di pondok

pesantren An-Nur, Klego, Candirejo, Tuntang Semarang.

Setelah penerapan ta’zir diperlakukan banyak sekali perubahan

dalam kegiatan belajar mengajar, mentaati peraturan, serta disiplin dalam kegiatan beridahan kepada Allah SWT. dan membentuk perilaku santri sesuai dengan kodratnya sebagai santri. Seperti yang telah dituturkan oleh Ibu Afif (25/10/2017: 20.20-20.33).

“Harapan saya sebagai penasehat untuk disiplin banyak sekali

perubahanya setelah diadakan ta’zir semisal disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin dalam hal kegiatan yang menyangkut tata tertib pondok itu harapan saya sebagai pengasuh disini, seketika santri sudah waktunya sholat pengurus tidak harus memerintahkan sebagaimana

mestinya, namun mereka bisa jalan dengan sendirinya dengan tertib, ketika sudah waktunya madrasah ataupun kegiatan malam sudah mulai berjalan maka ketika bel berbunyi mereka langsung pada lari dan lebih mempunyai kesadaran sendiri-sendiri dan langsung masuk dikelasnya masing-masing tanpa pengurus manggil per kelas masing-masing, biasanya begitu sebelum diadakanya penegasan ta’zir disini mbak, jadi dengan sendirinya mereka mempunyai kepekaan terhadap aturan yang ada, dan juga masalah perpulangan mereka dengan tertib masuk pondok sesuai kesepakan dari awal, bahkan dalam kegiatan non

ubudiyah pun meraka lebih giat dalam menjalankan tugasnya”

Dalam perubahan kedisiplinan santri, seiring dengan berjalanya

suatu penegasan ta’zir yang dilakukan oleh seksi keamanan

khususnya, mereka berharap semua santri disiplin dalam hal apapun, serta kinerja kepengurusan menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan. Seperti yang disampaikan oleh mbak esti selaku pengurus di pondok pesantren An-Nur putri (22/11/2017: 15.00-15.16) di kamar pengurus:

“Untuk disiplin banyak sekali perubahanya setelah diadakan

ta’zir semisal sudah waktunya sholat pengurus tidak harus

mengoyak-oyak mereka bisa jalan dengan sendirinya, selanjutnya ketika sudah waktunya madrasah ketika bel berbunyi mereka langsung pada lari dan lebih antusias langsung masuk dikelasnya masing-masing tanpa pengurus manggil per kelas masing-masing jadi dengan sendirinya mereka mempunyai kepekaan terhadap aturan yang ada, dan juga masalah perpulangan mereka dengan tertib masuk pondok sesuai kesepakan dari awal, bahkan dalam kegiatan non ubudiyah pun

meraka lebih giat dalam menjalankan tugasnya”

Dampak perubahan kedisiplinan yang begitu kelihatan yaitu pada kegiatan secara umum pondok pesantren dan kegiatan yang harus wajib diikuti oleh semua santri dan sampai masalah perpulangan santri sudah bisa dikatakan tertib dalam mentaati peraturan, maka penegasan

secara umum. Jawaban yang hampir sama dengan pendapat santri satu, (22/11/2017: 10.22-10.33) di kamar santri.

“Perubahannya banyak sekali, yang pertama saya lebih tertib dalam menjalankan semua kegiatan yang telah ditentukan, yang kedua saya lebih berhati-hati dalam berbuat sesuatu yang menyebabakan suatu pelanggaran yang masuk ketetapan ta’zir di pondok . Dan yang ketiga saya baru sadar bahwa hidup tertib itu lebih tenang

dibandingkan kalau kita melanggar sesuatu”

Dan juga jawaban lain yang hampir sama dari santri mengenai peningkatan ataupun perubahan kedisiplinan setelah penegasan ta’zir

dilakukan. (22/11/2017: 10.22-10.33) di kamar santri.

“Menurut saya kegiatan berjalan 90% setelah adanya peraturan baru yaitu penegasan ta’zir, semua santri rata-rata mempunyai berubahan sendiri-sendiri, dan masih juga ada santri yang melanggar namun tidak begitu banyak seperti dulu,dan bedanya sekarang dengan sebelum adanya ta’ziran sangat begitu banyak. yang kelihatan adalah dari kegiatan, sholat berjamaah, mengaji sorogan, masalah kepulangan serta piket harian karena juga terdorong dari tindakan kepengurusan

BAB IV