dijelaskan sebagai berikut:
F.2 PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Inspektorat Jenderal
1. Sampai dengan 31 Desember 2019 terdapat Revisi DIPA sebanyak 4 (empat) kali yang terdiri dari:
a. Revisi tingkat DJA sebanyak 2 (dua) kali, yaitu:
(1) Pada tanggal 26 Februari 2019, terdapat penambahan pagu yang berasal dari Pinjaman dan Hibah Luar
Negeri berupa hibah uang yaitu sebesar
Rp5.351.984.000,00.
(2) Pada tanggal 4 Oktober 2019 terdapat pergeseran pagu dari belanja barang ke belanja pegawai yaitu sebesar Rp1.769.381.000,00.
b. Revisi tingkat kanwil sebanyak 2 (dua) kali, yaitu:
(1) Pada tanggal 27 Juni 2019 dilakukan revisi tingkat kanwil dalam rangka updating Rencana Penarikan Dana Inspektorat Jenderal TA 2019.
(2) Pada tanggal 20 Desember 2019 dilakukan revisi tingkat kanwil yaitu dalam hal pemutakhiran POK. 2. Nilai perolehan BMN (Aktiva Tetap) Inspektorat Jenderal
sampai dengan 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp9.696.182.778,00, meliputi :
a. Peralatan & Mesin (Intra) Rp 9.643.003.453,00 b. Peralatan & Mesin (Ekstra) Rp 3.304.325,00 c. Aktiva Tetap Lainnya Rp 49.875.000,00
Jumlah Rp9.696.182.778,00
3. Terhadap BMN dengan nilai perolehan sebesar
Rp9.696.182.778,00 tersebut di atas, dapat diuraikan sebagai berikut :
1) BMN yang telah terbit Surat Keputusan tentang Penetapan Status Penggunaan (PSP) sebesar Rp7.303.380.205,00, dengan rincian sebagai berikut:
a. Peralatan dan Mesin (di luar Kendaraan Bermotor)
dengan nilai perolehan sampai dengan
Rp100.000.000,00 per unit, telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian
Catatan atas Laporan Keuangan - 136 -
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi Nomor 07 tanggal 31 Januari 2017 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara sejumlah 934 unit dengan nilai perolehan sebesar Rp3.591.024.200,00 dengan kondisi baik.
b.Kendaraan Bermotor, berupa 14 unit Kendaraan
Bermotor dengan nilai perolehan sebesar
Rp3.475.311.005,00 telah ditetapkan dengan Surat
Keputusan Menteri Keuangan Nomor:
KEP-144/KM.6/WKN.07/KNL.02/2017 tanggal 7 Agustus 2017 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
c. Peralatan dan Mesin (di luar Kendaraan Bermotor) yaitu 1(satu) unit Conference System (Sound System) senilai Rp148.250.000,00 telah ditetapkan dengan Surat
Keputusan Menteri Keuangan Nomor:
KEP-146/KM.6/WKN.07/KNL.02/2017 tanggal 7 Agustus 2017 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
d.Kendaraan Bermotor Roda 2 (dua), berupa 5 (lima) unit Kendaraan Bermotor Roda 2 (dua) dengan nilai perolehan sebesar Rp88.795.000,00 telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor:
KEP-256/KM.6/WKN.07/KNL.02/2018 tanggal 25
Oktober 2018 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
2) BMN yang belum diusulkan Penetapan Status
Penggunaannya sampai dengan 31 Desember 2019 yaitu sebesar Rp2.392.802.573,00, dengan rincian sebagai berikut:
(1) Pengadaan Tahun 2017
Peralatan dan Mesin (di luar Kendaraan Bermotor)
Catatan atas Laporan Keuangan - 137 - Rp100.000.000,00 per unit pengadaan Tahun Anggaran 2017 senilai Rp135.136.800,00, yaitu berupa Desktop AIO, Laptop, Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi.
(2) Pengadaan Tahun 2018 yaitu sebesar
Rp762.013.685,00, dengan rincian sebagai berikut: a. Peralatan dan mesin (di luar kendaraan bermotor)
dengan nilai perolehan sampai dengan
Rp100.000.000,00 per unit pengadaan Tahun Anggaran 2018 senilai Rp690.093.685,00, yaitu berupa Scanner, Projector, Printer, Printer Warna, Meja Kantor, Lemari Arsip Kaca, Scanner High Speed, Lemari Es, Dekstop Aio, White Board, Filling Cabinet, AC Split, TV Smart LG 43 Inch + Bracket, Meteran Gulung, Kursi Urbana, Storage Selving White, dan Camera Panasonic, Mobile File System, Laptop, Meteran Laser Dinding, Meteran Ketebalan Didnding. b. Peralatan dan mesin (kendaraan bermotor) dengan
nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 per unit pengadaan Tahun Anggaran 2018 senilai Rp71.920.000,00, yaitu berupa Kendaraan Roda 2 (dua).
(3) Pengadaan Tahun 2019 yaitu berupa Peralatan dan mesin (di luar kendaraan bermotor) dengan nilai perolehan sampai dengan Rp100.000.000,00 per unit yaitu sebesar Rp1.495.652.088,00, yaitu berupa Printer, Printer Warna, Handy Talky, TV LED, Penghancur Kertas, Kamera, Kulkas dan Lemari Arsip Kaca, Filling Cabnet , Lemari Pajangan Kaca, Loker, Kursi dan Meja Kantor, Laptop, Desktop AIO¸Scanner, AC Split, Rak Besi Arsip, Workstation Staff, Tablet, Printer, Kamera, Laptop Grafis, Drone, Printer Portable, LCD Projector, Komputer Desktop.
4. Pada Tahun Anggaran 2019 Itjen mengelola anggaran yang berasal dari Pinjaman dan Hibah Luar Negeri yaitu sebesar Rp5.351.984.000,00 berupa uang dan tergabung dalam DIPA
Catatan atas Laporan Keuangan - 138 - Itjen. Realisasi belanja dari dana PHLN tersebut sebesar Rp5.323.243.322,00 atau 99,46 persen yang secara keseluruhan digunakan untuk belanja barang diantaranya untuk membiayai kegiatan Pemantauan dan Evaluasi, Pengelolaan Data dan Informasi (Pembuatan Sistem Informasi Pengawasan (e- Controlling)), kegiatan Pengelolaan Kepegawaian (Penguatan Kapabilitas APIP, Diklat Audit Internal Berbasis Resiko, Diklat Audit PHLN), Kegiatan Analisa dan Pemantauan Hasil Pengawasan (Monitoring dan Pengawasan Dana Desa).
Realisasi Belanja Barang Dana PHLN per 31 Desember 2019 URAIAN PAGU 31 DESEMBER 2019 REALISASI %
Belanja Pengiriman Surat Pos 7.800.000 7.730.500 99,11 Belanja Bahan 312.310.000 308.402.400 98,75 Belanja Barang Untuk Persediaan Barang Konsumsi 78.000.000 78.000.000 100,00 Belanja Jasa Konsultan 27.000.000 27.000.000 100,00 Belanja Jasa Profesi 132.100.000 131.500.000 99,55 Belanja Jasa Lainnya 1.735.104.000 1.733.304.000 99,90 Belanja Perjalanan Dinas Biasa 2.055.397.000 2.051.496.509 99,81 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Dalam Kota 379.420.000 375.780.000 99,04 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota 624.853.000 623.174.928 99,73
Jumlah Belanja Barang Dana PHLN Bruto 5.351.984.000 5.336.388.337 99,71
Pengembalian Belanja Perjalanan Dinas Biasa (12.005.015) (0,58) Pengembalian Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota
(1.140.000) (0,18)
Jumlah Pengembalian Belanja (13.145.015) (0,25) Jumlah Belanja Barang Dana PHLN Netto 5.351.984.000 5.323.243.322 99,46
Direktorat Jenderal PPMD
1. Laporan Stunting
Stranas Percepatan Pencegahan Stunting mengamanatkan kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk mendorong Dana Desa membiayai kegiatan konvergensi pencegahan stunting di Desa. Kegiatan yang sudah dilakukan oleh Desa dalam upaya pencegahan Stunting hingga akhir tahun 2019 diantaranya:
A. Pembentukan dan Pelatihan Kader Pembangunan Manusia (KPM)
1. KPM adalah kader Desa yang bertugas melakukan pendataan sasaran (1.000 HPK) dan memantau 5 paket layanan konvergensi pencegahan stunting di Desa;
Catatan atas Laporan Keuangan - 139 - membentuk KPM;
3. Desember 2019: sebanyak 68.712 (94,9%) KPM sudah mengikuti pelatihan dasar.
B. Pembentukan Rumah Desa Sehat (RDS)
1. RDS sebagai Sekretarian Bersama merupakan ruang aktivitas bagi warga Desa dalam bergotong royong mendorong kegiatan promotif dan preventif di bidang kesehatan;
2. Penguatan kelembagaan RDS bekerja sama dengan Direktorat Promosi Kesehatan Ditjen Kesmas Kementerian Kesehatan;
3. Desember 2019: sebanyak 34.992 (46,7%) Desa telah membentuk Rumah Desa Sehat.
C. Fasilitasi Rembuk Stunting Tingkat Desa
1. Forum musyawarah antara masyarakat Desa dengan pemerintah Desa dan BPD untuk membahas pencegahan Stunting dan penanganan masalah kesehatan di Desa dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa;
2. Desember 2019: sebanyak 24.607 (74,4%) Desa pada kabupaten/kota lokus stunting telah melakukan rembuk stunting, dimana sekitar 48% usulannya diakomodir oleh Musyawarah Desa.
Rencana Aksi konvergensi pencegahan stunting di Desa dilakukan guna memastikan pemenuhan layanan sosial dasar di Desa bagi masyarakat miskin dan masyarakat rentan khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan
(HPK) agar dapat dipenuhi dengan baik, serta
meningkatkan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM). KPM akan melakukan pendataan sasaran 1000 HPK dan pemantauan cakupan 5 Paket Layanan Pencegahan Stunting di Desa bagi sasaran Rumah Tangga 1.000 HPK, meliputi:
1. Layanan Kesehatan Ibu dan Anak 2. Layanan Konseling Gizi Terpadu 3. Layanan Air Bersih dan Sanitasi
Catatan atas Laporan Keuangan - 140 - 4. Layanan Jaminan Sosial (PKH, NIK, JKN, Akta Lahir,
dll)
5. Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Untuk INEY (Inveting in Nutrition and Early Year) Program ada DLI-9 (Disbursement Linked Indicators) (tanggung jawab Kemendesa, PDTT): Pelaporan Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa terhadap Sasaran Rumah Tangga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui Scorecards (Pemenuhan PMK 193/PMK.07/2018 tentang Pengelolaan Dana Desa. Target DLI-9 tahun 2019 sebesar 70% Populasi Desa di 96 Kab/Kota melaporkan Scorecard (dilaporkan pada akhir Maret 2020). Saat ini baru mencapai 41 Kab/Kota. Saat ini baru mencapai 41 Kab/Kota yang masih akan bertambah, terdiri dari:
PROVINSI
KABUPATEN/KOTA (Scorecards Sudah Mencpai≥70% Populasi
Desa)
SUDAH ENTRY DI OMSPAN BELUM ENTRY DI OMSPAN
ACEH 1 Aceh Timur √
SUMATERA UTARA 2 Kota Gunungsitoli √
SUMATERA BARAT 3 Pasaman √
SMATERA BARAT 4 Pasaman Barat √
SUMATERA
SELATAN 5 Muara Enim √
LAMPUNG 6 Lampung Selaan √
LMPUNG 7 Lampung Tengah √
LAMPUNG 8 Lampung Timur √
BANGKA BLITUNG 9 Bangka Barat √
KEPULAUAN RIAU 10 Natuna √
KEPULAUAN RIAU 11 Lingga √
AWA TENGAH 12 Wonosobo √
JAWA TENGAH 13 Grobogan √
JAWA TENGA 14 Banyumas √
Catatan atas Laporan Keuangan - 141 -
D.I. YOGYAKARTA 16 Bantul √
JAWA TIMUR 17 robolinggo √
JAWA TIMUR 18 Nganjuk √
JAWA TIMUR 19 Trenggalek √
JAWA TIMUR 20 amongan √
JAWA TIMUR 21 Pamekasan √
JAWA BARAT 22 Cirebon √
JAWA BARAT 23 Majalenga √
JAWA BARAT 24 Indramyu √
BANTEN 25 Pandeglang √
BALI 26 Gianyr √
BALI 27 Buleleng √
NUSA TENGGARA
BARAT 28 Lombok Barat √
NUSA TENGGARA
BART 29 Lombok Tengah √
NUSA TENGGARA
BARAT 30 Lombok Timur √
NUSA TENGGARA
BARAT 31 Lomok Utara √
PAPUA 32 Puncak Jaya √
PAPUA 33 Intan Jaya √
PAPUA 34 Dgiyai √
KALIMANTAN
BARAT 35 Ketapang √
KALIMANTAN
TENGAH 36 Barito Timur √
KALMANTAN
SELATAN 37 Hulu Sungai Utara √
SULAWESI
TENGGARA 38 Buton √
SULAWESI BARAT 39 amasa √
MALUKU UTARA 40 Halmahera Selata √
MALUKU UTARA 41 KepulauanSula √
Catatan atas Laporan Keuangan - 142 - 2. Laporan Pinjaman Luar Negeri
Kronologi Penetapan Anggaran Tahun 2019 direktorat jenderal PPMD Tahun 2019, sebagai berikut :
1. Pagu Indikatif Kemendesa PDTT tahun 2019 sebesar
Rp4.325.623.104.000,00 berdasarkan Surat Menteri
Keuangan Nomor S-166/MK.2/2018 tanggal 18 Oktober 2018, dan anggaran Direktorat Jenderal PPMD sebesar
Rp2.175.133.778.000,00 (rupiah murni sebesar
Rp2.155.133.778.000,00 dan loan Pamsimas sebesar Rp20.000.000.000,00).
2. Persetujuan Komisi V DPR RI tanggal 30 Oktober 2018,
pagu alokasi Kementerian Desa PDTT Tahun 2019
sebesar Rp4.325.623.104.000,00 dan anggaran
Direktorat Jenderal PPMD sebesar Rp2.175.133.778,00
(rupiah murni sebesar Rp2.155.133.778.000,00 dan loan Pamsimas sebesar Rp20.000.000.000)
3. Penyampaian pagu alokasi anggaran K/L TA 2019 oleh Menteri Keuangan, pagu alokasi Kementerian Desa
PDTT sebesar Rp4.325.623.104.000,00, berdasarkan
Surat Menteri Keuangan Nomor S-820/MK.02/2018 tanggal 31 Oktober 2018 , dan anggaran Direktorat
Jenderal PPMD sebesar Rp2.175.133.778,00 (rupiah
murni sebesar Rp2.155.133.778.000,00 dan loan
Pamsimas sebesar Rp20.000.000.000,00)
4. Penetapan DIPA Induk Kemendesa PDTT tahun 2019 oleh Menteri Keuangan tanggal 5 Desember 2018, anggaran
Kementerian Desa PDTT tahun 2019 sebesar Rp4.325.623.104.000,00 dan anggaran Direktorat Jenderal PPMD sebesar Rp2.175.133.778,00 (rupiah
murni sebesar Rp2.155.133.778.000,00 dan loan
Pamsimas sebesar Rp20.000.000.000,00)
5. Penarikan Loan dan Grant sebesar
Rp967.225.310.000,00 dengan rincian:
Catatan atas Laporan Keuangan - 143 - 25 Februari 2019 Rp730.292.898.000,00 dan tanggal 9 September 2019 Rp27.108.788.000,00)
b. Loan PIID PEL Rp180.329.617.000,00 (penarikan tanggal 22 April 2019 Rp121.502.351.000,00 dan tanggal 31 Oktober 2019 Rp58.827.266.000,00)
c. Laon PPDM IFAD Rp8.025.578.000,00 (penarikan tanggal 22 April 2019 Rp5.676.954.000,00 dan tanggal 19 Juni 2019 Rp2.348.624.000,00)
d. Grant PPDM IFAD 1.468.429.000 tanggal 22 April