4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.7 Penilaian Perikanan di TWP Gili Matra Menggunakan Indikator EAFM Indikator diperlukan untuk mendukung pelaksanaan EAFM dengan
memberikan informasi tentang keadaan ekosistem, intensitas penangkapan dan kematian dan perkembangan pengelolaan (Jennings 2005). Pendekatan indikator untuk data yang terbatas (data-limited) merupakan salah satu cara yang paling baik dalam pengelolaan perikanan (Ye et al. 2011). Terdapat beberapa tujuan pengelolaan dari penilaian indikator untuk pengelolaan perikanan yaitu keberlanjutan pemanfaatan, keuntungan ekonomi, perlindungan sumberdaya dan pengelolaan kegiatan penangkapan (Pelletier et al. 2008). Penilaian kondisi perikanan di TWP Gili Matra dengan menggunakan indikator EAFM dilakukan terhadap enam domain yang meliputi domain sumberdaya ikan, habitat dan ekosistem, teknologi penangkapan ikan, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Terdapat beberapa ukuran penilaian masing-masing indikator pada setaiap domain yaitu:
1. Warna hijau dengan skor 3, indikator dalam kondisi baik. 2. Warna kuning dengan skor 2, indikator dalam kondisi sedang. 3. Warna merah dangan skor 1, indikator dalam kondisi kurang baik.
Domain sumberdaya ikan
Sumberdaya ikan merupakan potensi semua jenis ikan (UU No 31 Tahun 2004). Nilai komposit indikator pada domain sumberdaya ikan sebesar 206 (Tabel 17). Penilaian terhadap masing-masing indikator didapatkan bahwa indikator spesies ETP termasuk dalam kondisi baik.
Tabel 17. Analisis komposit domain sumberdaya ikan Sumberdaya Ikan 1 * 2* 3* 4* 5* Total Hasil Relatif tetap 38.54 % Relatif tetap 0% 1.0493 ind/m2 Skor 2 2 2 3 1 Bobot 40 30 16 10 4 Nilai 80 60 32 30 4 206
Ket: *1) Ukuran ikan, 2) proporsi ikan yuwana, 3) range collapes, 4) spesies ETP, 5) densitas ikan karang
Indikator ukuran ikan, proporsi ikan yuwana, dan range collapes tergolong dalam kondisi sedang, sedangkan densitas ikan karang tergolong dalam kondisi kurang baik. Hal ini dikarenakan kelimpahan ikan yang didapat lebih kecil dari 10 ind/m2 yaitu sebesar 1.0493 ind/m2. Kondisi ini dapat disebabkan oleh keadaan ekosistem karang sebagai habitat ikan sudah mengalami kerusakan.
Domain habitat dan ekosistem
Hasil analisis komposit menunjukkan bahwa nilai komposit domain habitat yaitu sebesar 201 (Tabel 18). Penilaian pada setiap indikator didapatkan dua indikator yang tergolong dalam kondisi baik yaitu indikator kualitas perairan dan dampak perubahan iklim terhadap kondisi perairan dan habitat. Penilaian terhadap indikator status lamun dan habitat unik masih tergolong dalam kondisi sedang. Nilai tutupan lamun hanya sebesar 49% dan pengelolaan habitat unik di Gili Matra belum dilakukan secara optimal. Penilaian indikator status mangrove dan terumbu karang tergolong dalam kondisi yang kurang baik. Hal ini dikarenakan kerapatan jenis mangrove sebesar 300 pohon/ha dan persentase tutupan terumbu karang sebesar 8 %. Kecilnya nilai persen tutupan terumbu karang ini dapat disebabkan belum pulihnya terumbu karang akibat kegiatan pemboman pada masa lampau, dan peningkatan wisata bahari dapat menyebabkan degradasi terumbu karang akibat terinjak oleh wisatawan. Berenang, snorkelling, berjalan di terumbu karang, dan alat tangkap jaring dapat memberikan dampak yang tinggi terhadap terumbu karang dangkal (Hannak et al. 2011).
Tabel 18. Analisis komposit domain habitat dan ekosistem
Habitat & Ekosistem 1 * 2* 3* 4* 5* 6* Total Hasil Tidak tercemar 49% 300 pohon/ha 8% dan 18 % Ada, tapi belum optimal Telah diketahui (strategi & mitigasi) Skor 3 2 1 1 2 3 Bobot 22 17 17 17 17 11 Nilai 66 34 17 17 34 33 201
Ket: *1) Kualitas perairan, 2) status lamun, 3) status mangrove, 4) status terumbu karang, 5) habitat unik, 6) dampak perubahan iklim terhadap kondisi perairan dan habitat Sumber: Data primer (diolah) 2014
Domain teknik penangkapan ikan
Hasil analisis komposit menunjukkan bahwa nilai komposit domain teknik penangkapan ikan yaitu sebesar 178 (Tabel 19). Indikator yang tergolong dalam kondisi baik adalah indikator selektivitas alat tangkap, karena jenis-jenis alat tangkap yang digunakan pada kawasan Gili Matra didominasi oleh jenis alat tangkap yang selektif. Indikator modifikasi alat penangkapan dan alat bantu penangkapan ikan tergolong dalam kondisi sedang, karena terdapat 38.54 % ukuran ikan tangkapan yang lebih kecil dari nilai Lm. Indikator metode penangkapan ikan yang destruktif memiliki tergolong dalam kondisi kurang baik.
Hal ini disebabkan oleh terjadi frekuensi penangkapan dengan alat tangkap ilegal (muroami) lebih dari 10 pelanggaran per tahunnya.
Tabel 19. Analisis komposit domain teknologi penangkapan ikan Teknologi Penangkapan Ikan 1 * 2* 3* Total Hasil > 10 38.54 % 1% Skor 1 2 3 Bobot 43 36 21 Nilai 43 72 63 178
Ket: *1) Metode penangkapan ikan yang bersifat destruktif dan ilegal, 2) modifikasi alat penang- kapan ikan dan alat bantu penangkapan, 3) selektivitas tangkapan
Sumber: Data primer (diolah) 2014
Domain ekonomi
Hasil analisis komposit menunjukkan bahwa nilai komposit domain ekonomi yaitu sebesar 208 (Tabel 20). Indikator pendapatan rumah tangga tergolong dalam kondisi baik, karena terdapat beberapa nelayan yang memiliki home stay atau penginapan, dan toko yang dikelola oleh istri mereka yang dapat menambah pendapatan rumah tangga. Indikator kepemilikan aset masih tergolong dalam kondisi sedang, karena berdasarkan hasil wawancara terhadap nelayan aset produktif yang dimiliki nelayan cenderung tetap jika dibangdingkan dengan tahun sebelumnya. Penilaian pada indikator saving rate masih tergolong rendah karena nilai saving rate yang didapat sebesar 0.45% yang lebih kecil dari tingkat bunga Bank Indonesia Tahun 2013 (7.5%). Hal ini dapat disebabkan oleh nelayan umumnya tidak memiliki pengetahuan tentang pentingnya menabung dan dapat juga disebabkan oleh nilai barang dan jasa di Desa Gili Indah cukup tinggi.
Tabel 20. Analisis komposit domain ekonomi
Ekonomi 1* 2* 3* Total
Hasil Tetap 5 770 000 0.45
Skor 2 3 1
Bobot 50 29 21
Nilai 100 87 21 208
Ket: *1) Kepemilikan aset, 2) pendapatan rumah tangga, 3) saving rate
Sumber: Data primer (diolah) 2014
Domain sosial
Hasil analisis komposit menunjukkan bahwa nilai komposit domain sosial yaitu sebesar 185 (Tabel 21). Penilaian terhadap indikator konflik perikanan tergolong dalam kondisi sedang. Hal ini dikarenakan terjadi tiga kali konflik dalam setahun yaitu konflik perebutan wilayah antara nelayan dan pengusaha diving. Penilaian indikator partisipasi pemangku kepentingan tergolong dalam
kondisi sedang. Hal ini didasarkan pada persentase partisipasi pemangku kepentingan dalam kegiatan pengelolaan perikanan sebesar 41,5%.
Tabel 21. Analisis komposit domain sosial
Sosial 1* 2* 3* Total
Hasil 41.1 % 3 konflik Penerapan efektif
Skor 1 2 3
Bobot 40 35 25
Nilai 40 70 75 185
Ket: *1) Partisipasi pemangku kepentingan, 2) konflik perikanan, 3) pemanfaatan pengetahuan lokal dalam pengelolaan SDi
Sumber: Data primer (diolah) 2014
Domain kelembagaan
Penilaian indikator pada domain kelembagaan dilakukan terhadap enam indikator (Tabel 22). Hasil analisis komposit menunjukkan bahwa nilai komposit domain kelembagaan yaitu sebesar 231. Pada domain kelambagaan hanya terdapat satu indikator saja yang tergolong dalam kondisi baik yaitu kapasitas pemangku kepentingan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kapasitas pemangku kepentingan telah dapat diterapkan dalam pengelolaan kawasan konservasi di Gili Matra.
Tabel 22. Analisis komposit domain kelembagaan
Kelembagaan 1* 2* 3* 4* 5* 6* Total Hasil 10 pelang- garan Ada & tetap Tidak sepenuhnya dijalankan Belum ada RPP Komunikasi tidak efektif Ada & berfungsi dengan baik Skor 1 2.5 2 1 2 3 Bobot 25 22 18 15 11 9 Nilai 25 55 36 15 22 27 231
Ket: *1) Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab, 2) kelengkapan aturan main, 3) mekanisme kelembagaan, 4) rencana pengelolaan perikanan, 5) tingkat si- nergitas kebijakan dan kelembagaan pengelolaan perikanan, 6) kapasitas pemangku ke- pentingan
Sumber: Data primer (diolah) 2014
Indikator yang tergolong dalam kondisi sedang yaitu pada indikator kelengkapan aturan main, mekanisme kelembagaan, dan tingkat sinergitas kebijakan dan kelembagaan pengelolaan perikanan. Penilaian pada indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab dan RPP tergolong dalam kondisi kurang baik. Kondisi ini disebabkan oleh telah terjadi pelanggran terhadap peraturan formal maupun nonformal lebih dari 5 kasus dalam satu tahun dan wilayah Gili Matra masih belum memiliki RPP.