PELAKSANAAN MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN HALUSINASI DAN ISOLASI SOSIAL
3.5 Hasil Pengkajian
3.5.3 Penilaian Terhadap Stresor
Penilaian terhadap stresor merupakan suatu proses evaluasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh individu terhadap sumber stres dengan tujuan untuk melihat tingkat kemaknaan dari suatu kejadian yang dialaminya (Stuart, 2009). Penilaian terhadap stresor meliputi penentuan arti dan pemahaman terhadap pengaruh situasi yang penuh dengan stres bagi individu. Penilaian terhadap stresor ini menggunakan instrument tanda gejala yang meliputi respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan respon sosial. Secara rinci instrumen tanda gejala pasien halusinasi dan isolasi sosial dapat dilihat pada lampiran instrumen.
Tabel 3.5
Distribusi Penilaian Stresor Klien dengan Halusinasi dan Isolasi Sosial di Ruang Yudistira RS. Marzoeki Mahdi Bogor
9 September – 12 November 2013 (n=17)
No Respon Terhadap Stresor Jumlah Prosentasi
(%)
1 Respon kognitif halusinasi
a. Mendengar suara-suara
b. Sulit konsentrasi dan membuat keputusan c. Disorientasi
Respon Kognitif isolasi sosial
a. Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan b. Menggangap interaksi dengan orang lain
merupakan sesuatu yang tidak berarti c. Perasan negatif terhadap diri sendiri
14 10 6 10 8 2 82,3 58,8 35,2 58,8 53,3 13,3
2 Respon Afekitif halusinasi
a. Senang
b. Merasa terganggu c. Ketakutan
Respon Afektif isolasi sosial
a. Sedih
b. Merasa ditolak orang lain
c. Merasa tidak dipedulikan orang lain
10 12 8 9 11 8 58,8 70,5 53,3 52,9 64,7 53,3
3 Respon Fisiologis halusinasi
a. Kewaspadaan meningkat b. Gangguan tidur
Respon Fisiologis isolasi sosial
a. Lelah/letih/lemah b. Banyak tidur 9 13 10 5 52,9 76,4 58,8 33,3
4 Respon perilaku halusinasi
a. Bicara, tertawa sendiri
b. Diam seperti menikmati yang mengasikan c. Cenderung mengikuti halusinasi
Respon Perilaku isolasi sosial
a. Lebih senang menyendiri b. Malas melakukan aktifitas
11 14 7 15 11 64,7 82,3 41,1 88,2 64,7
5 Respon sosial halusinasi
a. Acuh dengan lingkungan
b. Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain
c. Tidak tertarik dengan kegiatan harian
Respon Sosial isos
a. Menghindar dari orang lain b. Sulit berinteraksi 12 9 14 15 8 70,5 52,9 82,3 88,2 53,3
Pada tabel 3.5 dapat dijelaskan bahwa sebagian besar klien halusinasi memiliki respon kognitif mendengar suara-suara sebanyak 14 klien (82,3%) dan isolasi sosial memiliki respon kognitif sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan sebesar 10
orang klien (58,8%). Respon afektif klien halusinasi sebagian besar merasa terganggu pada 12 klien (70,5%). Klien isolasi sosial merasa ditolak oleh orang lain yaitu sebanyak 11 orang klien (64,7%). Respon fisiologis klien halusinasi yang paling banyak dikeluhkan adalah sulit tidur 13 klien (76,4%). Klien isolasi sosial perasaan letih /lemah dialami oleh 10 orang klien (58,8%). Respon perilaku yang paling banyak dilakukan oleh klien halusinasi adalah diam seperti menikmati yang mengasikkan sebanyak 14 klien (82,3%). Klien isolasi sosial lebih senang menyendiri sebanyak 15 klien (88,2%). Respon sosial klien halusinasi yang paling banyak ditemukan adalah tidak tertarik dengan kegiatan harian yaitu sebanyak 14 klien (82,3%), sedangkan pada masalah isolasi sosial yang dilakukan oleh sebagian besar klien adalah menghindar dari orang lain yaitu sebanyak 15 klien (88,2%).
Tabel 3.6
Distribusi Penilaian Stresor Klien dengan Halusinasi dan Isolasi Sosial Sebelum Diberikan Terapi CBSST di Ruang Yudistira RSMM
9 September – 12 November 2013 (n=17)
Berdasarkan tabel 3.6 dapat dijelaskan bahwa rata-rata penilaian terhadap stressor sebelum diberikan terapi CBSST pada 17 klien halusinasi dan isolasi sosial pada respon kognitif 34,93, respon afektif sebesar 19,47, respon fisiologis sebesar 11,00, respon perilaku sebesar 17,00, respon sosial sebesar 22,67. Berdasarkan data di atas dapat dijelaskan semakin besar nilai rata-rata respon baik kognitif, afektif ,fisiologis, perilaku dan sosial menunjukkan penilaian respon yang negatif.
Penilaian respon kognitif meliputi komponen perasaan tidak berguna, merasa ada penolakan dari lingkungan, ketidakmampuan berkonsentrasi dan mengambil keputusan, kehilangan rasa tertarik dengan kegiatan sosial, perasaan tidak mampu untuk kontak dengan banyak orang, merasakan ketidaknyamanan dalam interaksi
No Penilaian
Terhadap Stresor
N Halusinasi & Isolasi Sosial
Mean Min-Max 1 Respon Kognitif 17 34,93 32-36 2 Respon Afektif 17 19,47 18-25 3 Respon Fisiologis 17 11,00 9-14 4 Respon Perilaku 17 17.00 15-18 5 Respon Sosial 17 22,67 21-24
sosial, tidak memiliki teman akrab dan mengungkapkan ketidakmampuan untuk memenuhi harapan orang lain. Rentang nilai repon kognitif memiliki nilai minimal 4 dan maksimal 48 dengan rentang 4-24 adalah respon baik dan 24-48 adalah respon buruk. Dari tabel diatas dapat terlihat penilaian respon kognitif keseluruhan klien adalah buruk. Penilaian respon kognitif yang dilakukan klien adalah menyatakan merasa tidak berguna, tidak mampu membuat keputusan, menggangap interaksi dengan orang lain merupakan sesuatu yang tidak berarti dan sulit berinteraksi dengan orang lain.
Penilaian respon afektif meliputi perasaan sedih, merasa kesepian dan perasaan ditolak oleh orang lain, merasa tidak aman di tengah-tengah orang lain, merasa tidak diperdulikan orang lain merasa malu ,curiga dan takut berada di tengah-tengah orang lain. Rentang nilai repon afektif memiliki nilai minimal 4 dan maksimal 32 dengan rentang 4-16 adalah respon baik dan 17-32 adalah respon buruk. Dari tabel diatas dapat terlihat penilaian respon afektif keseluruhan klien adalah negatif. Penilaian respon afektif yang dilakukan klien adalah merasa sedih, merasa ditolak oleh orang lain, merasa tidak diperdulikan oleh orang lain.
Penilaian respon fisiologis meliputi sulit tidur, dada berdebar-debar, merasa lelah dan letih. Rentang nilai repon fisiologis memiliki nilai minimal 4 dan maksimal 24 dengan rentang 4-12 adalah respon baik dan 13-24 adalah respon buruk. Dari tabel diatas dapat terlihat penilaian respon fisiologis keseluruhan klien adalah negatif. Penilaian respon fisiologis yang dilakukan klien adalah sulit tidur dan merasa letih dan lemah
Penilaian respon perilaku meliputi tidak ada kontak mata, kurang aktifitas fisik maupun verbal, banyak melamun, lebih senang sendiri. Rentang nilai repon kognitif memiliki nilai minimal 4 dan maksimal 24 dengan rentang 4-12 adalah respon baik dan 13-24 adalah respon buruk. Dari tabel diatas dapat terlihat penilaian respon perilaku keseluruhan klien adalah negatif. Penilaian respon afektif yang dilakukan klien adalah lebih senang sendiri dan penurunan motivasi untuk melakukan aktifitas di ruangan
Penilaian respon sosial meliputi menarik diri, sulit berinteraksi dan tidak berkomunikasi, kegagalan berinteraksi dengan orang lain, ketidakmampuan dalam berpartisipasi sosial dan acuh terhadap lingkungan Rentang nilai repon sosial memiliki nilai minimal 4 dan maksimal 32 dengan rentang 4-16 adalah respon baik dan 17-32 adalah respon buruk. Dari tabel diatas dapat terlihat penilaian respon sosial keseluruhan klien adalah negatif. Penilaian respon sosial yang dilakukan klien adalah menarik diri, sulit berinteraksi dengan orang lain dan cenderung menghindar dari interaksi..