• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

B. Data, Analisis Data, dan Pembahasan

4. Peningkatan Pemahaman Siswa

Kriteria Motivasi Belajar Siswa 1 2 3 Jumlah

Tabel 29. Hasil analisis kuesioner motivasi belajar siswa.

Untuk mengetahui motivasi belajar siswa untuk satu kelas maka dari

jumlah total skor yang diperoleh satu kelas dihitung persentasenya dengan

membaginya dengan skor maksimal x jumlah siswa dan dikali 100% seperti

berikut: = = x100% iswa alxJumlahS SkorMaksim elas TotalSatuK JumlahSkor las SkorSatuKe Persentase

Dari perhitungan tersebut diperoleh persentase skor satu kelas kemudian

dimasukkan dalam kriteria motivasi belajar sangat rendah, rendah, tinggi atau

sangat tinggi.

4. Peningkatan Pemahaman Siswa mengenai Gaya Pegas dan Elastisitas Bahan dengan Dukungan Media Pembelajaran Website.

Untuk mengetahui bahwa media pembelajaran website membantu

sebelum pembelajaran dengan dukungan media pembelajaran website dan

post-test diberikan setelah pembelajaran dengan dukungan media pembelajaran

website. Soal pre-test dan post-test merupakan soal yang sama dan memiliki bobot

sama.

Peneliti memeriksa dan memberikan skor untuk jawaban pre-test dan

post-test. Skor maksimal tiap-tiap soal berbeda bergantung pada tingkat

kesulitan soal dan skor yang diperoleh siswa bergantung pada ketepatan

jawaban siswa. Daftar skor jawaban untuk setiap nomor adalah sebagai berikut:

Pre-test Post-test

Nomor Soal Skor Nomor Soal Skor

1 12 1 12 2a. b. 5 3 2a. b. 5 3 3 5 3 5 4 18 4 18 5a. b. 12 3 5a. b. 12 3 6 12 6 12 7 18 7 18 8 12 8 12 Jumlah skor 100 100

Persentase skor siswa diperoleh dengan cara membagi jumlah skor akhir

dengan skor maksimum kemudian dikalikan dengan 100%.

Dari analisis ini, akan diperoleh gambaran pemahaman siswa, untuk

mengetahui apakah pemahaman siswa meningkat atau tidak setelah pembelajaran

dengan dukungan media pembelajaran website maka peneliti menggunakan Tes-T

untuk kelompok dependen. Skor pre-test dan post-test siswa dimasukkan dalam

tabel 30 berikut ini:

No Urut Kode Siswa Pre(X1) Post(X2) D=post-pre D2 1

2 3

Jumlah

Tabel 31. Hasil analisis data skor siswa untuk pre-test dan post-test.

Kemudian tabel 30 di atas dianalisis dengan menggunakan Tes-T untuk

kelompok dependen.

Bila mean populasinya diketahui (µ1 dan µ21 ), maka rumusan t adalah sebagai berikut: D real S x x t = (21)(µ1−µ2) atau

) 1 ( ] ) ( [ ) ( 2 2 1 2 − ∑ − ∑ − = N N N D D x x treal Di mana:

D = perbedaan antara skor tiap subyek = Xi2Xi1

N = jumlah pasang skor (jumlah pasangan)

Df = N-1

Kemudian nilai Treal yang diperoleh dari hitungan dibandingkan dengan nilai

Tcritical yang diketahui dari tabel T-test. Apabila nilai Treal lebih besar dari Tcritical

maka dikatakan signifikan. Hal ini berarti siswa mengalami peningkatan

pemahaman. Namun apabila nilai Treal lebih kecil dari Tcritical maka dikatakan tidak

BAB III

DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari tiga bagian yaitu pembuatan website

pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi.

1. Pembuatan Website Pembelajaran

Minggu I bulan Maret 2008 peneliti mulai mendalami dan menganalisis

materi gaya pegas dan elastisitas bahan. Kemudian menyusun indikator

pembelajaran dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi dari KTSP.

Dari analisis tersebut, peneliti menentukan media dan fasilitas apa saja

yang akan digunakan untuk dimasukkan dalam website sehingga nantinya siswi

tidak merasa bosan saat mempelajarinya. Akhirnya minggu IV bulan Maret 2008,

peneliti menentukan beberapa media dan fasilitas yang akan dimasukkan dalam

website yaitu media film untuk menjelaskan mengenai benda elastis dan tidak

elastis, modulus Young dan hukum Hooke, media flash untuk menjelaskan

mengenai konsep tegangan, regangan dan gambar alat-alat percobaan hukum

Hooke, media bertanya dan berdiskusi secara online melalui website, dan media

mengirimkan tugas-tugas secara online melalui website.

Minggu I bulan April 2008, peneliti mulai berlatih dan membuat animasi

flash tentang konsep tegangan, regangan dan gambar alat-alat percobaan hukum

kemudian mulai membuat video dengan langkah awal membuat skenario

pembelajaran dan merencanakan tampilan video untuk menjelaskan konsep benda

elastis dan tidak elastis, modulus elastis dan hukum Hooke. Minggu II bulan Mei

2008, peneliti selesai membuat skenario pembelajaran dan merencanakan

tampilan video kemudian dilanjutkan dengan pengambilan gambar menggunakan

Camera Canon PowerShot A540, 4x optical. Video untuk menjelaskan konsep

benda elastis dan tidak elastis, dan modulus elastis peneliti mengambil

fenomena-fenomena dalam kehidupan sehari-hari dan rekaman dilakukan di rumah peneliti

sedangkan video untuk menjelaskan konsep hukum Hooke berupa percobaan

untuk menemukan hukum Hooke dan siswa akan ikut berproses di dalamnya

karena dalam LKS siswa akan mengisikan data yang tertera pada video dan

menganalisisnya sampai menemukan hukum Hooke, proses pengambilan gambar

dilakukan di kampus III Universitas Sanata Dharma.

Minggu II bulan Juni 2008, proses pengambilan gambar selesai,

dilanjutkan dengan menyusun rekaman-rekaman yang diperoleh, diberi suara

peneliti untuk membantu menjelaskan konsep-konsep tersebut, diberi

penjelasan-penjelasan dengan tulisan-tulisan dalam video, dan diberi backsound berupa

lagu-lagu agar siswa tidak merasa bosan. Untuk melakukan hal tersebut peneliti

menggunakan program Sony Vegas Movie Studio v4.0a, dan rekaman suara

peneliti menggunakan program Total Video Converter.

Minggu III bulan Juli 2008, peneliti telah menyelesaikan pembuatan video

dilanjutkan dengan mendesain tampilan, warna website, menyusun materi dalam

program Macromedia Dreamweaver MX 2004. Minggu II bulan Agustus 2008,

peneliti telah menyelesaikan website pembelajaran dan kemudian diuji coba di

upload ke internet. Minggu IV bulan Agustus 2008, website sudah berhasil online

dengan membeli server dan domain ke perusahaan penyedia. Peneliti

menggunakan jasa Balai Website. Minggu I bulan September 2008, website

pembelajaran telah online dan dapat diakses.

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Tanggal 9 September 2008 peneliti mulai melakukan penelitian di SMA

Santa Maria Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan pada saat jam pelajaran

sekolah di laboratorium komputer sekolah (lantai dua gedung SMA Santa Maria

Yogyakarta). Dalam proses belajar mengajar, peneliti bertindak sebagai guru dan

mengajar di depan kelas dan satu siswa mengoperasikan satu komputer.

Peneliti menggunakan salah satu model pembelajaran dengan

menggunakan dukungan media pembelajaran website yaitu website sebagai media

komunikasi antara guru dan siswa, jadi walaupun media ini memungkinkan untuk

terjadi pembelajaran tanpa tatap muka tetap dibutuhkan interaksi yang merupakan

kebutuhan manusia dan siswa sendiri merupakan manusia muda yang sedang

berkembang berdasarkan rangkuman Kartika Budi (dalam Widya Dharma,

2000:42) yang dihadapi pendidik, adalah peserta didik yang adalah manusia muda

yang sedang berkembang. Dia adalah pribadi yang utuh, berdiri sendiri, dan

memiliki kedaulatan. Keutuhan pribadinya terwujud dan berkembang ke arah

yaitu hubungan sejati antar pribadi yang memiliki aspek: kejujuran, keterbukaan,

saling menerima dan memberi, merasa membutuhkan dan dibutuhkan sehingga

jelas dibutuhkan interaksi atau tatap muka dengan guru atau siswa yang lainnya

agar hakekat siswa sebagai peserta didik dapat terpenuhi.

Saat awal pembelajaran, siswa membuka website pembelajaran dan

peneliti memulai menjelaskan materi yang ada dalam website dengan siswa

menghadap ke layar monitor masing-masing. Saat pembelajaran bila ada

pertanyaan bisa langsung diajukan kepada guru dan bila siswa ingin bertanya di

luar jam sekolah dapat menggunakan fasilitas dalam website yaitu fasilitas

contact.

Proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti dari awal hingga akhir

materi pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tanggal (Sep 2008)

Hal yang dilakukan oleh peneliti Hal yang dilakukan siswa Waktu

Peneliti memulai penelitian dengan

memberikan pre-test dan kuesioner

kesiapan siswa belajar menggunakan

media internet. Soal pre-test

dikerjakan dalam waktu 40 menit dan

kuesioner dalam waktu 10 menit.

Siswa mengerjakan soal

pre-test dan kuesioner kesiapan

siswa belajar menggunakan

media internet.

07.40-08.30 9

Peneliti menjelaskan bagaimana cara

membuka website pembelajaran,

Siswa memperhatikan dan

mencoba fasilitas-fasilitas

mengirimkan pertanyaan maupun

diskusi secara online, dan

mengirimkan jawaban pertanyaan

secara online. Untuk memudahkan

penjelasan dan agar siswa tidak lupa

peneliti membagikan teks sebagai

panduan pelaksanaan pembelajaran

dengan dukungan media

pembelajaran website

tersebut.

Peneliti mempersilahkan siswi-siswi

untuk membaca halaman website

bagian depan yang berisi mengapa

siswa harus mempelajari materi gaya

pegas dan elastisitas bahan dan

kompetensi apa yang diharapkan

dapat mereka capai. Hal ini bertujuan

agar siswa mengetahui ke mana arah

pembelajaran yang akan diikuti.

Masing-masing siswa

membuka website

pembelajaran kemudian

membaca halaman pertama

website tersebut.

Peneliti memberikan handout berisi

rangkuman pembelajaran secara

keseluruhan agar saat pembelajaran

siswa lebih fokus dalam pembelajaran

dilanjutkan dengan membahas materi

Siswa memperhatikan website

pembelajaran dan apa yang

yang ada dalam website

pembelajaran.

Dimulai dengan materi benda-benda

elastis, pembelajaran dimulai dengan

cara peneliti memberikan pertanyaan

singkat seperti “apa itu

elastisitas?banyak kejadian atau

fenomena-fenomena dalam kehidupan

kita yang berhubungan dengan

elastisitas. Bisakah anda memberikan

contoh benda-benda elastis dan tidak

elastis dalam kehidupan anda

sehari-hari?”

Peneliti mengajak para siswa untuk

menyaksikan dua video mengenai

benda elastis dan tidak elastis. Karena

membuka video dalam website

membutuhkan waktu download ±

enam menit untuk satu buah video

maka pemutaran video dilakukan di

depan kelas menggunakan viewer

yang terhubung dengan komputer

peneliti, pertimbangan lainnya adalah

Siswa menyaksikan video yang

waktu untuk melaksanakan penelitian

dibatasi karena sekolah akan

melaksanakan tes mid semester.

Siswa diberikan video pertama berisi

mengenai konsep benda elastis

kemudian video kedua berisi

mengenai konsep benda tidak elastis.

Dari penjelasan dalam video peneliti

memulai diskusi dengan siswa yaitu

mengenai berdasarkan kriteria apa

sebuah benda disebut elastis dan tidak

elastis?

Sebagian besar siswa

menjawab benda disebut

elastis bila benda tersebut

dikenai gaya dan setelah gaya

dihilangkan benda kembali ke

bentuk awalnya sedangkan

benda tidak elastis tidak akan

kembali ke bentuk awalnya

setelah gaya tersebut

dihilangkan.

Pertanyaan diskusi selanjutnya adalah

apakah besi dapat disebut sebagai

benda elastis? Bila karet benda elastis

kenapa karet bila dikenai gaya suatu

saat tidak akan kembali ke bentuk

awalnya (molor)?

Terlihat siswa menjadi

kebingungan.

Peneliti kembali memberikan

pertanyaan apa yang terjadi bila anda

memberikan gaya yang kecil pada

sebatang besi? Bisakah kembali ke

Sebagian besar siswa

menjawab tergantung pada

bentuk semula? Dan apakah yang

terjadi pada karet bila diberi gaya

yang besar? Jadi tergantung pada apa?

Kembali peneliti memberikan

pertanyaan apakah besi dapat disebut

sebagai benda elastis?

Siswa menjawab tergantung

pada gaya yang diberikan, bila

gaya yang diberikan kecil

sehingga besi dapat kembali ke

bentuk awalnya dikatakan besi

tersebut benda elastis namun

bila gaya yang diberikan besar

sehingga besi tidak dapat

kembali ke bentuk awalnya

dikatakan besi tersebut benda

tidak elastis.

Peneliti melanjutkan membahas

materi tegangan dan regangan.

Siswa menjalankan animasi

flash yang ada dalam website

dan mendengarkan penjelasan

peneliti mengenai apa yang

dimaksud dengan tegangan dan

regangan? Dan siswa

merumuskan penurunan satuan

Peneliti memberikan tugas untuk

dikerjakan di rumah yang dikirimkan

ke website paling lambat hari kamis

tanggal 11 September 08,

pertanyaannya berupa :

1. Contoh benda-benda elastis.

2. Contoh benda-benda tidak elastis.

3. Contoh benda elastis yang

menjadi tidak elastis (beserta

kronologi peristiwanya).

12 Peneliti memulai pembelajaran

dengan membahas mengenai tugas

yang harus dikirimkan ke website.

Jawaban tersebut di copy dan di print

oleh peneliti sebagai pegangan

peneliti dalam membenarkan

jawaban-jawaban siswa.

Jawaban yang diberikan oleh

siswa bermacam-macam,

contoh salah satu jawaban

siswa untuk pertanyaan no 3

adalah “tanah memiliki tiga

jenis tekstur utama yaitu pasir,

debu dan liat semakin banyak

kandungan liatnya, maka tanah

tersebut akan lebih plastis.

Cara mengetahuinya adalah

kita mengambil sedikit tanah

dan kita basahi. kemudian

tanah lembab tersebut kita pilin

menjadi gulungan. Sekarang

kita coba mempertemukan

antar ujung gulungan tanah

tersebut. Apabila mampu

membentuk cincin tanpa

terjadi retak / patah pada

gulungan tersebut, maka tanah

tersebut dapat dipastikan

mempunyai tekstur tanah

Peneliti meluruskan pemahaman yang

dimiliki siswa bahwa tanah tanah liat

bila diberi gaya yang terlalu besar

tidak bisa berubah menjadi tanah

dengan tekstur lain, dengan kata lain

jawaban siswa belum menjawab

pertanyaan. Kemudian peneliti

menjelaskan contoh benda elastis

menjadi tidak elastis pada intinya

merupakan contoh peristiwa di mana

bila benda diberi gaya yang belum

melampaui batas elastisitasnya dapat

kembali ke bentuk semula akan tetapi

bila gaya yang diberikan terlalu besar

dan melampaui batas elastisitasnya

maka benda tersebut mengalami

perubahan bentuk permanen.

Contohnya : ikat rambut yang terbuat

dari karet jika lama-lama dipakai akan

molor (tidak dapat kembali ke

Peneliti melanjutkan materi mengenai

materi modulus elastis. Untuk

memulainya peneliti memutar video

tentang benda-benda elastis yang

diberi gaya terlalu besar sehingga

menjadi rusak. Video ini

menunjukkan bahwa benda-benda

elastis akan bersifat elastis sampai ke

suatu gaya yang tertentu besarnya,

dinamakan batas elastis. Bila gaya

yang dikerjakan pada benda

melampaui batas elastis benda

tersebut maka benda tersebut bisa

rusak atau tidak dapat kembali ke

bentuk semula atau secara permanen

merubah bentuk benda. Akan tetapi

bila gaya yang dikerjakan pada benda

tidak melampaui batas elastis benda

tersebut maka benda dapat kembali ke

bentuk awalnya atau tidak rusak.

Siswa menyaksikan video yang

ditayangkan dengan viewer

oleh peneliti.

15 Peneliti melanjutkan pembelajaran

mengenai modulus elastis dan hukum

Hooke. Peneliti memulai

Siswa memperhatikan website

pembelajaran dan penjelasan

peneliti.

pembelajaran dengan materi

mengenai grafik tegangan vs

regangan kemudian mengartikan apa

yang dimaksud dengan modulus

elastis, persamaan modulus elastis

persamaan modulus elastis bila

disubstitusi persamaan tegangan dan

regangan, dan penurunan satuan

untuk masing-masing persamaan.

Peneliti melanjutkan materi

selanjutnya yaitu hukum Hooke dan

pada awal pembelajaran peneliti

membagikan lembar pengamatan

untuk mengamati percobaan yang

dilakukan di video dan siswa

mencatat angka-angka yang diminta

yang tertera pada video kemudian

membuat grafik gaya vs pertambahan

panjang pegas dan menjawab

pertanyaan-pertanyaan yang telah

dipersiapkan peneliti dalam lembar

pengamatan. Peneliti memberikan

alat-alat yang digunakan (ditunjukkan

dengan animasi flash),

langkah-langkah melakukan percobaan yang

telah ada dalam website pembelajaran

dan bagaimana cara mengisi

tabel-tabel dalam lembar pengamatan

Peneliti menayangkan video

percobaan hukum Hooke dengan

viewer.

Siswa menyaksikan video

mengenai percobaan hukum

Hooke, siswa menuliskan

data-data yang diminta, dan secara

berkelompok ± 2 orang dalam

satu kelompok menyelesaikan

pertanyaan-pertanyaan yang

ada dalam lembar pengamatan

kemudian wakil dari

masing-masing kelompok maju ke

depan menuliskan jawaban

masing-masing kelompok.

Dari kegiatan ini siswa dapat

menurunkan persamaan hukum

16 Peneliti memulai proses belajar

mengajar dengan materi hukum

Hooke yaitu mengulang apa yang

telah dipelajari dan membahas materi

berikutnya mengenai tetapan gaya

benda elastis dilanjutkan

latihan-latihan soal.

Siswa memperhatikan saat

guru menjelaskan dan

mengerjakan latihan-latihan

soal yang diberikan peneliti

kemudian beberapa siswa

mengerjakannya di papan

tulis.

07.40-09.00

18 Peneliti mengadakan diskusi online

dengan materi diskusi ada dalam

website pembelajaran.

Terdapat sepuluh siswa dari 13

siswa yang mengikuti diskusi

online. Tiga siswa tidak dapat

mengikuti diskusi online

karena mengikuti

ekstrakurikuler di sekolah.

13.00-14.00

dilanjutkan

16.00-18.00

Tabel 32. Proses belajar mengajar saat pembelajaran dengan media pembelajaran website

3. Evaluasi

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan peneliti telah selesai sehingga pada

tanggal 19 September 2008 peneliti mengadakan evaluasi untuk melihat apakah

media pembelajaran website dapat meningkatkan pemahaman siswa dengan

memberikan soal post-test dan siswa mengerjakannya pukul 12.10-12.55. Selain

itu, peneliti memberikan dua buah kuesioner yaitu kuesioner mengenai website

siswa dan siswa mengisinya pukul 12.55-13.10. Karena waktu yang tersedia

kurang maka kuesioner dikerjakan oleh siswa di luar jam pelajaran.

B. Data, Analisis Data, Dan Pembahasan.

Data berisi mengenai kualitas website, kesiapan siswa dalam belajar

menggunakan media internet, pemahaman siswa tentang konsep gaya pegas

dan elastisitas bahan dalam skor yang diperoleh masing-masing siswa untuk

soal-soal yang diberikan sebelum pembelajaran (pre-test) dan sesudah

pembelajaran (post-test) dengan bantuan media pembelajaran website, dan

motivasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan dukungan media

pembelajaran website.

1. Kualitas Website.

Untuk mengetahui kualitas website yang digunakan oleh peneliti maka

digunakan data kuesioner. Terdapat dua buah data yaitu dari kuesioner yang diisi

oleh siswa dan lembar isian berupa kritik, saran, dan komentar yang diisi oleh

guru dan siswa. Analisis yang dilakukan dibagi dua macam yaitu analisis untuk

kuesioner dan analisis untuk kritik, saran, dan komentar.

a. Kuesioner

Secara keseluruhan persentase jawaban siswa untuk masing-masing item soal

dirangkum dalam tabel 39 di bawah ini:

No

Kuesioner

1 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 1 7,69

Setuju 10 76,92

Sangat setuju 2 15,38

2 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 0 0

Setuju 11 84,62

Sangat setuju 2 15,38

3 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 1 7,69

Setuju 11 84,62

Sangat setuju 1 7,69

4 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 1 7,69

Setuju 12 92,31

Sangat setuju 0 0

5 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 0 0

Setuju 13 100

Sangat setuju 0 0

6 Sangat tidak setuju 0 0

Setuju 12 92,31

Sangat setuju 0 0

7 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 1 7,69

Setuju 11 84,62

Sangat setuju 1 7,69

8 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 1 7,69

Setuju 10 76,92

Sangat setuju 2 15,38

9 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 1 7,69

Setuju 10 76,92

Sangat setuju 2 15,38

10 Sangat tidak setuju 0 0

Tidak setuju 0 0

Setuju 11 84,62

Sangat setuju 2 15,38

Tabel 33. Hasil kuesioner tertutup untuk menentukan kualitas website

Dari tabel 33 di atas maka pembahasan untuk masing-masing item soal

dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) Warna dan tampilan website menarik sehingga membuat saya nyaman dan senang untuk mempelajari materi yang ada di dalamnya.

Dari persentase pendapat siswa terhadap masing-masing pilihan jawaban

15,38% siswa menyatakan sangat setuju bahwa warna dan tampilan website

menarik sehingga membuat siswa nyaman dan senang untuk mempelajari

materi yang ada di dalamnya; 76,92 % siswa menyatakan setuju bahwa warna

dan tampilan website menarik sehingga membuat siswa nyaman dan senang

untuk mempelajari materi yang ada di dalamnya; dan 7,69% siswa

menyatakan tidak setuju bahwa warna dan tampilan website menarik sehingga

membuat siswa nyaman dan senang untuk mempelajari materi yang ada di

dalamnya.

Persentase siswa yang menyatakan sangat setuju dan setuju lebih besar

dari pada persentase siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa warna dan

tampilan website menarik sehingga membuat siswa nyaman dan senang untuk

mempelajari materi yang ada di dalamnya sehingga dapat diambil kesimpulan

bahwa untuk keseluruhan siswa warna dan tampilan website menarik sehingga

membuat siswa nyaman dan senang untuk mempelajari materi yang ada di

dalamnya

2) Animasi yang ada dalam website jelas dan menarik bagi saya untuk mempelajarinya.

Dari persentase pendapat siswa terhadap masing-masing pilihan jawaban

15,38% siswa menyatakan sangat setuju bahwa animasi yang ada dalam

website jelas dan menarik bagi siswa untuk mempelajarinya dan 84,62% siswa

menyatakan setuju bahwa animasi yang ada dalam website jelas dan menarik

animasi yang ada dalam website jelas dan menarik bagi siswa untuk

mempelajarinya

3) Huruf cetak yang digunakan dalam website jelas untuk dibaca.

Dari persentase pendapat siswa terhadap masing-masing pilihan jawaban

7,69% siswa menyatakan sangat setuju bahwa huruf cetak yang digunakan

dalam website jelas untuk dibaca; 84,62% siswa menyatakan setuju bahwa

huruf cetak yang digunakan dalam website jelas untuk dibaca; dan 7,69%

siswa menyatakan tidak setuju bahwa huruf cetak yang digunakan dalam

website jelas untuk dibaca.

Persentase siswa yang menyatakan sangat setuju dan setuju lebih besar

dari pada persentase siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa huruf cetak

yang digunakan dalam website jelas untuk dibaca sehingga dapat diambil

kesimpulan bahwa untuk keseluruhan siswa, huruf cetak yang digunakan

dalam website jelas untuk dibaca.

4) Suara dan gambar video dalam website jelas sehingga membantu saya untuk memahami materi pembelajaran.

Dari persentase pendapat siswa terhadap masing-masing pilihan jawaban

92,31% siswa menyatakan setuju bahwa suara dan gambar video dalam

website jelas sehingga membantu siswa untuk memahami materi

pembelajaran; dan 7,69% siswa menyatakan tidak setuju bahwa suara dan

gambar video dalam website jelas sehingga membantu siswa untuk memahami

materi pembelajaran.

persentase siswa yang menyatakan tidak setuju bahwa suara dan gambar video

dalam website jelas sehingga membantu siswa untuk memahami materi

pembelajaran sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa untuk keseluruhan

siswa, suara dan gambar video dalam website jelas sehingga membantu siswa