• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

AKUNTABILITAS KINERJA I. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2013

PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

Sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Koperasi dan UKM periode 2012-2014, telah ditetapkan 2 (dua) target pencapaian kinerja pada sasaran ini yaitu:

1. Terlaksananya Kajian/Rintisan/Replikasi/Publikasi, Pengembangan

Teknologi Informasi Pengkajian dan Partisipasi pada Forum Kerjasama Internasional dalam Pemberdayaan Koperasi dan UMKM;

2. Terfasilitasinya KUMKM mendapatkan kegiatan Restrukturisasi Usaha, Dukungan Sistem Bisnis, dan Kerjasama Investasi 1.372 KUMKM.

Pencapaian atas target kinerja pada sasaran ini dapat digambarkan pada tabel di bawah ini:

Indikator Kinerja  Target 2013  Realisasi 

Terlaksananya 

Kajian/Rintisan/Replikasi/Pub likasi, Pengembangan 

Teknologi Informasi 

Pengkajian dan Partisipasi 

pada Forum Kerjasama 

Internasional dalam 

Pemberdayaan Koperasi dan  

UMKM  8 dokumen  8  100  2 Koperasi  2  100  4 model  4  100  17 laporan  17  100  33 Koperasi  33  100  2.000 eks  2.000  100  Terfasilitasinya KUMKM  mendapatkan kegiatan  Restrukturisasi Usaha, 

dukungan sistem bisnis, dan 

kerjasama investasi 1.372 

KUMKM 

260 koperasi   260 Koperasi  100 

Page 56

Penjelasan atas pencapain target kinerja tersebut dapat disampaikan sebagai berikut:

• Terlaksananya Kajian/ Rintisan/ Replikasi/ Publikasi, Pengembangan Teknologi Informasi Pengkajian dan Partisipasi pada Forum Kerjasama Internasional dalam Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

Pencapaian atas indikator ini dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu : a. Rintisan pengadaan pangan dan agroindustri oleh Koperasi. Capaian

kinerja yang ditargetkan untuk kegiatan ini adalah dilakukannya kegiatan rintisan pengadaan pangan kepada sebanyak 2 Koperasi. Kegiatan rintisan ini telah dilakukan kepada 2 koperasi yaitu, (KUD) Setia Mulia Lampasi di Sumatera Barat dan KUD Tani Sepakat, di Kalimantan Selatan (capaian kinerja 100%);

b. Rintisan penerapan model inkubator. Capaian kinerja yang ditargetkan pada kegiatan ini adalah tersedianya model/laporan sebanyak 4 buah. Realisasi capaian kinerja untuk kegiatan ini telah sesuai dengan target atau sebesar 100%. Hasil yang dicapai adalah tersedianya 4 model/laporan rintisan penerapan model inkubator di 4 inkubator, yaitu:

c. Rintisan model pengembangan PKL. Capaian kinerja yang ditargetkan untuk kegiatan ini adalah 1 buah model pengembangan PKL. Kegiatan ini telah direalisasikan di Kota Bogor untuk pengembangan PKL bidang pangan/kuliner di 4 wilayah, yaitu Bina Marga, Ekalokasari, Gang Selot dan Bangburang Raya (capaian kinerja 100%);

No  Model Inkubator 

IPB Inkubator Model Green Energy (Energi ramah lingkungan)  ITB Inkubator Model Manufacturing 

ITS Inkubator Model Industri Kreatif (ICT)  Unibraw Inkubator Model Agrobisnis 

LOKASI PENGEMBANGAN PKL DI KOTA BOGOR

d. Pengembangan produk/komoditas unggulan daerah dengan pendekatan One Village One

Product (OVOP). Kegiatan ini merupakan model dari

penjabaran atas Inpres

Nomor 6 tahun 2007, tentang

Kebijakan Percepatan

Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Fokus pada kegiatan ini

adalah peningkatan peluang pasar produk UMKM khas daerah melalui peningkatan efektifitas pengembangan industri sentra/kecil dan menengah. Pada tahun 2013, kegiatan ini ditargetkan kepada 30 Koperasi. Pencapaian kinerja dilaksanakan dengan melaksanakan 3 sub kegiatan, yaitu pelaksanaan Temu Solusi yang dilaksanakan kepada 26 Koperasi, Pelatihan Peningkatan keterampilan KUKM kepada 3 Koperasi, dan pelaksanaan Temu Nasional yang dilaksanakan di 1 propinsi (capaian kinerja 100%).

No  Model Inkubator 

IPB Inkubator Model Green Energy (Energi ramah lingkungan)  ITB Inkubator Model Manufacturing 

ITS Inkubator Model Industri Kreatif (ICT)  Unibraw Inkubator Model Agrobisnis 

Sebaran Daerah dengan Produk OVOP yang di Launching pada Tahun 2013

e. Partisipasi dalam Forum Internasional. Capaian kinerja yang ditargetkan untuk kegiatan in adalah tersedianya laporan atas partisipasi pada forum internasional bidang KUKM sebanyak 1 Laporan (capaian kinerja 100%);

Menteri Koperasi dan UKM berfoto bersama dengan Delegasi peserta The 20th APEC SME Ministerial Meeting Bali, 7 September 2013

f. Pelaksanaan sosialisasi pemanfaatan software DSS KUMKM. Aplikasi

DSS (decision support system) merupakan salah satu aplikasi yang berguna untuk membantu pengambilan keputusan. Bagi Koperasi dan UMKM, aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kelangsungan usaha dan membantu akses ke perbankan. Pada tahun 2013 ini, sosialisasi software DSS telah dilangsungkan di 3 propinsi, yaitu NTB, Bali dan Yogyakarta (capaian kinerja 100%);

No  Provinsi  Kab/Kota  Produk 

Jawa Tengah  Klaten, Sragen, Jepara, 

Surakarta, Pemalang, 

Boyolali, Cilacap, Kudus, 

Wonosobo 

Tenun Lurik, Sarung Goyor, 

Tenun Troso, Batik, Sarung 

Goyor, Kerajinan kulit Ikan Pari, 

Gula Kelapa, Bordir, Carika 

Jambi  Kerinci  Sirup Kayu Manis, dodol 

Tentang 

NTT  Timor Tengah Selatan  Tenun Ikat 

Sumatera Barat  Tanah Datar, Bukittinggi  Tenun Pandai Sikek, Bordir dan 

Sulaman 

(capaian kinerja 100%);

Menteri Koperasi dan UKM berfoto bersama dengan Delegasi peserta The 20th APEC SME Ministerial Meeting

No  Provinsi  Kab/Kota  Produk 

Jawa Tengah  Klaten, Sragen, Jepara, 

Surakarta, Pemalang, 

Boyolali, Cilacap, Kudus, 

Wonosobo 

Tenun Lurik, Sarung Goyor, 

Tenun Troso, Batik, Sarung 

Goyor, Kerajinan kulit Ikan Pari, 

Gula Kelapa, Bordir, Carika 

Jambi  Kerinci  Sirup Kayu Manis, dodol 

Tentang 

NTT  Timor Tengah Selatan  Tenun Ikat 

Sumatera Barat  Tanah Datar, Bukittinggi  Tenun Pandai Sikek, Bordir dan 

Sulaman 

(capaian kinerja 100%);

g. Pemuktahiran data sistem Informasi Data Dasar Koperasi dan UMKM Terpilih (SIDD-KUMKM-T). Output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah data keragaan koperasi (rekapitulasi dan data detail per provinsi berupa label dan grafik). Dengan output data tersebut, dapat menunjukkan keterkaitan antar sektor Koperasi dan UMKM; h. Publikasi hasil kajian dan artikel pemberdayaan KUKM. Hasil kajian

dalam pemberdayaan KUMKM, sangat penting untuk dipublikasikan sehingga dapat diketahui, dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh pemangku kegiatan. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM telah mempublikasikan hasil-hasil kajian kedalam buletin Infokop dan jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM.

• Terfasilitasinya KUMKM mendapatkan kegiatan Restrukturisasi Usaha, dukungan sistem bisnis, dan kerjasama investasi

Pencapaian target untuk indikator ini dilakukan melalui kegiatan: a. Restrukturisasi Usaha Koperasi dan UMKM

Realisasi capaian kinerja untuk kegiatan ini adalah sebanyak 260 koperasi (100%). Untuk mencapai target tersebut, telah dilaksanakan melalui pelatihan

BSC (Balanced Score Card)

dalam rangka meningkatkan kinerja manajemen Koperasi, sosialisasi mengenai sistem resi

gudang, dan pemantauan dan evaluasi atas program Surat Utang Koperasi, Kegiatan tersebut dilaksanakan di 4 (empat) Propinsi yaitu; Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.

b. Dukungan sistem bisnis dan kerjasama investasi.

Kegiatan dukungan sistem bisnis dan kerjasama investasi telah dilaksanakan kepada 1.161 UMKM bidang perikanan, makanan, minuman dan industri kreatif (111,74%). Kegiatan ini dilaksanakan melalui bimbingan teknis dan konsultasi kepada UMKM sentra industri kreatif, makanan dan minuman; juga melalui sosialisasi pasar modal; bimbingan teknis peningkatan kapasitas KUMKM;

Restrukturisasi Usaha 

Koperasi dan UMKM Dukungan Sistem Bisnis  dan Kerjasama Investasi

260 

1.039 

260 

1.161 

SASARAN: