• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

2. Peningkatan prestasi belajar keterampilan menulis bahasa

teknik Cluster.

Teknik Cluster mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman. Pada siklus I peserta didik dilatihkan membuat karangan dengan ide-ide yang mereka tuangkan dalam bagan Cluster dan peserta didik berlatih merangkai kalimat dari kata-kata yang mereka tulis. Meskipun peserta didik mengalami kesulitan, hal ini disebabkan karena tenik Cluster masih terbilang baru bagi peserta didik maupun guru, namun dari hasil evaluasi terbukti bahwa prestasi peserta didik pada pembelajaran keterampilan menulis mengalami peningkatan. Pada siklus II guru melaksanakan pembelajaran seperti siklus I hanya saja guru lebih memvariasikan dengan pembentukan kelompok dan juga latihan membuat

kalimat supaya peserta didik terbiasa dalam menulis. Latihan pada siklus II juga ditekankan pada membuat kalimat dan membuat karangan seperti pada siklus I. Namun guru dan peneliti mengkombinasikan pembelajaran dengan dibentuknya kelompok yang terdiri dari 2-4 anak. Pembentukan kelompok dimaksudkan untuk memudahkan guru dalam pengkoreksian Cluster dan juga memberi kesempatan kepada peserta didik untuk salih berbagi imu dengan teman sekelompoknya.

Keberhasilan produk dalam hal ini adalah prestasi belajar peserta didik pada keterampilan menulis dapat dilihat dengan cara membandingkan hasil pembelajaran yang dicapai sebelum dan sesudah tindakan dilakukan melalui evaluasi pada setiap akhir siklus. Peningkatan prestasi belajar peserta didik dapat dibandingkan dari nilai keterampilan menulis peserta didik sebelum tindakan dengan nilai evaluasi keterampilan menulis siklus I. Sebelum diberi tindakan nilai rata-rata keterampilan peserta didik adalah 72. Setelah pelaksanaan tindaskan siklus I nilai rata-rata keterampilan menulis peserta didik menjadi 75,32 sehingga peningkatannya terhitung sebesar 4,61%. Nilai rata-rata keterampilan menulis peserta didik pada siklus II adalah 81,71 sehingga kenaikan terhadap siklus II terhadap siklus I terhitung sebesar 8,48%. Total peningkatan prestasi belajar sebelum diberi tindakan hingga siklus II adalah sebesar 13,09%. Berikut adalah gambar perbandingan rerata skor siklus I dengan siklus II.

Gambar 3. Perbandingan Rerata Skor Keterampilan Menulis Peserta Didik

Dari grafik di atas menunjukan bahwa nilai keterampilan menulis bahasa Jerman peserta didik mengalami peningkatan. Teknik Cluster mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman.

Dari hasil angket refleksi yang diisi oleh peserta didik menunjukkan bahwa peserta didik memberikan pendapat atau tanggapan positif terhadap upaya yang telah dilakukan paada siklus I dan II. Berikut ini adalah beberapa pernyataan peserta didik mengenai pembelajaran keterampilan menulis dengan menggunakan teknik Cluster. Peserta didik memberikan pendapat bahwa teknik tersebut dapat meningkatkan keaktifan mereka, “Ya, dapat meningkatkan kreatifitas saya”. Peserta didik berpendapat bahwa teknik tersebut cukup membantu peserta didik dalam pembelajaran menulis bahasa Jerman,

Penilai 1 Penilai 2 0 20 40 60 80 100 Siklus 1 Siklus 2 Penilai 1 Penilai 2

Mempermudah dalam belajar merangkai kalimat dalam bahasa Jerman.” dan “Ya karena lebih menyenangkan dan lebih mudah dalam menulis bahasa Jerman dan lebih jelas”. Peserta didik juga memberikan saran bagi perbaikan pembelajaran bahasa Jerman kedepannya ““Saya harap tetap diterapkan guru dalam pembelajaran menulis karena sangat bermanfaat dan saya lebih mudah menulis dalam bahasa Jerman.” dan “Akan lebih bagus bila ditambahkan sedikit permainan supaya tidak monoton”. Dari saran-saran yang dikemukakan oleh peserta didik di atas, peneliti dengan segala keterbatasan yang dimiliki hanya mampu mengupayakan tindakan yang sesuai dengan kemampuan peneliti dan guru sebagai kolaborator.

Dari hasil wawancara dengan guru maupun peserta didik dan juga angket peserta didik, menunjukkan bahwa penggunaan teknik Cluster sangat membantu peserta didik dalam pembelajaran keterampilan menulis. Teknik tersebut memberikan suasana baru yang lebih menyenangkan bagi peserta didik, sehingga mereka tidak terlalu bosan dalam belajar. Peserta didik beranggapan bahwa pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman dengan menggunakan teknik Cluster memberikan dampak yang cukup positif terhadap peningkatan keterampilan menulis mereka bahkan keaktifan mereka. Hal tersebut di antaranya adalah nilai keterampilan menulis bahasa Jerman peserta didik lebih meningkat, keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bahasa Jerman lebih meningkat, kosa kata yang dikuasai peserta didik bertambah. Peneliti dan guru meninjau kembali hasil yang dicapai oleh peserta didik setelah pelaksanaan siklus I dan II. Perubahan keaktifan peserta didik ke arah yang

lebih baik merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam penelitian ini. Perubahan sekecil apapun yang dialami peserta didik haruslah tetap dihargai dan diperhitungkan.

Terlepas dari kelebihan penggunaan teknik Cluster yang diungkapkan peserta didik melalui angket dan wawancara, teknik ini tentu memiliki kekurangan yang dirasakan oleh peserta didik. Penerapan teknik Cluster membutuhkan bimbingan dari guru pada saat penyortiran ide yang nantinya akan digunakan sebagai bahan cerita. Pada penerapan awal, baik guru maupun peserta didik masih mengalami kecanggungan menggunakan tenik Cluster karena teknik ini masih sangat baru bagi guru maupun peserta didik. Namun setelah pengenalan pada pertemuan pertama, guru sudah dapat menggunakan teknik Cluster dan semakin lancar menerapkan teknik ini di kelas. Peserta didik yang awalnya pasif cenderung tergugah untuk lebih bersemangat saat mengumpulkan ide-ide. Meskipun pada saat penyusunan kalimat peserta didik mengalami kesulitan, namun guru dengan sabar membantu peserta didik menyortir ide-ide dan memberikan latihan menulis kalimat sebagai bentuk pancingan menulis kepada peserta didik.

Karena hasil yang diperoleh yaitu dari prestasi keterampilan menulis bahasa Jerman maupun keaktifan dan motivasi peserta didik dalam pembelajaran telah mencapai indikator sesuai yang diharapkan, maka guru dan peneliti memutuskan untuk tidak meneruskan ke siklus selanjutnya.