• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Data

4.1.2 Penulisan Kata

Berikut ini peneliti memberi deskripsi data hasil analisis kesalahan dalam penulisan kata. Secara garis besar, penulisan kata terdapat 86 temuan kesalahan dengan rincian pada tabel.6 berikut ini.

Tabel. 6. Jumlah Kesalahan Penulisan Kata

No Kesalahan Jumlah

1. Kata imbuhan (awalan, sisipan, akhiran)

ditulis serangkai dengan kata dasar. 17 2. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan

tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya. 1 3. Gabungan kata yang mendapat awalan dan

akhiran sekaligus ditulis serangkai. 7 4. Gabungan kata yang sudah padu ditulis

serangkai. 3

5.

Pemenggalan kata yang diakibatkan karena tempat untuk menulis tidak cukup harus menggunakan tanda hubung.

5 6. Kata depan, seperti di, ke, dan dari, ditulis

terpisah dari kata yang mengikutinya 16 7. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai

dengan kata yang mendahuluinya. 1 8. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang 4

mendahuluinya.

9. Penyingkatan kata yang tidak lazim tidak

diperbolehkan dalam penulisan 2 10.

Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian.

1

11.

Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

2

12. Kata tidak baku adalah kata yang tidak

sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia 5 13. Kekeliruan tulis pada huruf. 22

Contoh penulisan kata dapat dicermati pada kutipan (6) sampai dengan (18). Kutipan-kutipan tersebut dibagi berdasarkan jenis kesalahan penulisan kata. Kutipan (6) mengenai penulisan imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) yang harus ditulis serangkai dengan kata dasar sebanyak 17 kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati di bawah ini.

(6) Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap hal-hal yang praktis, ternyata tanpa di sadari dampak dari kebutuhan pula yang pelan tapi pasti menambah beban sampah itu sendiri. (Kar.20/KB1/Kal.8)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (6), yaitu kata ‗di sadari‘. Selain itu,

kesalahan lain mengenai kata, yaitu bentuk ulang. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) terjadi satu kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (7).

(7) ...sampah harus dipilah pilah yaitu sampah organik dan

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (7) yaitu kata ‗dipilah pilah‘.

Kesalahan lain, yaitu mengenai gabungan kata. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran terjadi tujuh kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (8) di bawah ini.

(8) Memahami tentang lingkungan di laksana kan oleh sebagian orang, mudahan manusia sadar akan lingkung yang sering

mengencam manusia akibat perbuatan manusia sendiri.

(Kar.15/GK4-Ty (2)/Kal.5)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (8), yaitu kata ‗di laksana kan‘.

Kesalahan gabungan kata yang lain adalah gabungan kata yang sudah padu terjadi tiga kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati di bawah ini.

(9) ...membuang sampah di sembarang tempatnya apa lagi di sungai. (Kar.2/GK5/Kal.4)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (9), yaitu kata ‗apa lagi‘. Kesalahan

lain mengenai pemenggalan kata, yaitu pemenggalan kata yang diakibatkan karena tempat untuk menulis tidak cukup harus menggunakan tanda hubung terjadi lima kesalahan. Contoh kesalahan ini, dapat dicermati pada kutipan (10).

(10) jika kita tidak pernah ingin sadar, tentang apa itu kebersihan

Lingkungan kita akan mengalami berbagai musibah contohnya

kita membuang sampah dikali akan mengakibatkan penyubatan pada lorong-lorong, dan menumpuk berbagai macam sampah yang lambat laun akan membuat kali ter

sebut tersumbat... (Kar.16/B1-B14-KDpn-Ty-PK1/Kal.5)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan di atas adalah kata ‗ter‘ dan ‗sebut‘.

Kesalahan ini tidak dijelaskan oleh Permendikbud No. 50 Tahun 2015, maka peneliti melengkapi kesalahan yang ada. Selain itu, kesalahan kata depan sebanyak 16 data. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (11) di bawah ini.

(11) Menyiapkan tempat sampah dirumah atau dimana saja. (Kar.20/KDpn/Kal.17)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (11), yaitu kata ‗dirumah‘. Selain itu,

partikel -lah, -kah, dan -tah hanya terjadi satu kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (12) di bawah ini.

(12) Sekarang kisah Desaku yang nyaman, aman dan indah itu telah menjadi dongeng sebelum tidur oleh ayahku tercinta, ayah selalu menceritakan kepada anak-anak dan cucu-cucunya bahwa dulu kehidupan masyarakat sangat lah mudah ... (Kar.11/B14-P1/Kal.2)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (12), yaitu kata ‗sangat lah‘.

Kesalahan lain yaitu mengenai penggunaan partikel pun. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (13).

(13) Hujan berlangsung sangat lama, air sungaipun mulai meluap. (Kar.12/P2/Kal.13)

Dalam karangan yang dibuat oleh para guru SD Mahakam Ulu, Kalimantan Timur ditemukan adanya penyingkatan kata. Penyingkatan kata yang tidak lazim tidak diperbolehkan dalam penulisan terjadi dua kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati di bawah ini.

(14) ...parit dan sungai dan yg merasa dampak itu masyarakat yg berdomisili di sekitar situ. (Kar.9/S5/Kal.3)

Kesalahan di atas terletak pada kata ‗yg‘. Selain itu, mengenai bilangan

dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf hanya terjadi satu kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati di bawah ini.

(15) Menjaga kebersihan diri sendiri seperti mandi 2 kali sehari, memotong kuku ... (Kar.4/A1/Kal.5)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (15), yaitu angka ‗2‘. Selain itu, kata

ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, sedangkan -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya terjadi dua kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati di bawah ini.

(16) Suatu Sore Anto disuruh Ibu nya membuang sampah di tempat pembuangan sampah, tapi Anto ternyata membuang sampah itu di tempat yang bukan tempat pembuangan sampah. (Kar.17/B14-KG1/Kal.1)

Kata ganti yang salah penulisan pada kutipan (16) adalah ‗ibu nya‘.

Selain kata ganti, ada kata tidak baku dalam menganalisis ejaan. Kata baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia terjadi lima kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (17) di bawah ini.

(17) ...bencana banjir Yang banyak membuat warga harus menanggung resiko Yait rumah tergenang, penyakit diare

Pun bermunculan. (Kar.13/B14 (2)-Ty-/Kal.3)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (17) adalah ‗resiko‘. Selain itu,

kesalahan lain adalah mengenai kekeliruan tulis. Kekeliruan tulis pada huruf terjadi 21 kesalahan. Contoh kesalahan ini dapat dicermati pada kutipan (18) di bawah ini.

(18) sampah menumpuk di selokan, parit dan sungai, ketiga datang musim penghujan maka meluaplah sampah-sampah yang bertumpuk ... (Kar.2/B1-Ty/Kal.3)

Kesalahan yang terjadi pada kutipan (18) adalah kata ‗ketiga‘. Kata ‗ketiga‘ menunjukkan kekeliruan tulis.

Karangan yang dibuat oleh guru-guru SD Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur jenisnya bervariasi. Jenis karangan yang dibuat oleh guru-guru SD Mahakam Ulu, Kalimantan Timur yaitu, karangan narasi berjumlah 11 buah,

karangan eksposisi berjumlah 6 buah, dan karangan persuasi berjumlah 3 buah. Karangan narasi ditemukan pada karangan 2, 5, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 17, 18, dan 19. Karangan eksposisi ditemukan pada karangan 1, 4, 10, 13, 15, dan 20. Karangan persuasi ditemukan pada karangan 3, 6, dan 16. Peneliti tidak menemukan jenis karangan deskripsi dan argumentasi dalam 20 karangan guru-guru SD Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Sesuai dengan tema, sebagian besar karangan berjudul

―Lingkungan‖. Karangan tersebut berisi akibat yang terjadi apabila tidak menjaga

kebersihan.

Dokumen terkait