BAB III : HASIL PENELITIAN DAN
PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang program Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif di Ma’had al-Jamiah IAIN STS Jambi dengan menggunakan model CIPP dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Evaluasi program pembelajaran bahasa Inggris komunikatif kegiatan kelas regular (di kelas) pada ma’had al-Jamiah ditinjau dari variabel Konteks adalah positif dan cukup efektif. Sedangkan kegiatan non kelas regular (di luar kelas) variabel Konteks adalah positif dan efektf.
2. Evaluasi program pembelajaran bahasa Inggris komunikatif kegiatan kegaiatan kelas regular (di kelas) pada ma’had al-Jamiah ditinjau dari variabel Input adalah positif dan cukup efektif. Dan disisi lain, kegiatan non kelas regular (di luar kelas) variabel Input adalah positif dan efektif.
3. Evaluasi program pembelajaran bahasa Inggris komunikatif kegiatan kelas regular (di kelas) pada ma’had al-Jamiah ditinjau dari variabel Proses adalah positif tetapi kurang efektif. Namun demikian, kegiatan non kelas regular (di luar kelas) dilihat dari variabel Proses adalah positif dan efektif.
4. Evaluasi program pembelajaran bahasa Inggris komunikatif kegiatan kelas regular (di kelas) pada ma’had al-Jamiah ditinjau dari variable Produk adalah positif dan cukup efektif. Sementara, kegiatan non kelas regular (di luar kelas) dilihat dari variabel Produk adalah negatif tetapi cukup efektif.
5. Evaluasi program pembelajaran bahasa Inggris komunikatif kegaiatan kelas regular pada ma’had al-Jamiah ditinjau dari variabel Konteks, hasil ujian sumatif aspek keterampilan bahasa; Listening adalah negatif namun cukup efektif; Speaking adalah positif dan efektif; Reading adalah positif dan efektif;
6. Jika hasil penelitian variabel Konteks, Input, Proses, dan Produk di atas diinterpretasikan ke dalam model Kuadran Glickman, maka hasil penelitian untuk pembelajaran di dalam kelas berada pada kuadran I (CIPP=++++) berarti Sangat Efektif, sementara
hasil penelitian untuk pembelajaran di luar kelas berada berada pada kuadran II (CIPP=+ + + –) berarti Efektif.
B. Saran/Rekomendasi
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan di atas diajukan rekomendasi sebagai berikut:
1. Salah satu tujuan program Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif di ma’had adalah supaya mahasiswa putri mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, seperti bahasa Inggris. Sebahagian mahasiswa putri merasa sudah cukup baik mendapatkan faedahnya, namun sebahagian besar peserta program lainya belum terpenuhi kebutuhannya, untuk itu sebaiknya, pengelola, maupun dosen sebagai pembimbing yang bersentuhan langsung dengan anak didiknya di kelas atau diluar kelas dapat memantau atau membimbing secara persuasive dan berkesinambungan.
2. Seluruh tenaga pengajar (bahasa Inggris) yang mengajar di ma’had memiliki latar belakang pendidikan sarjana strata satu jurusan bahasa Inggris tamatan IAIN STS Jambi. Agar mutu dan kualitas sumber belajar dapat dihandalkan, sebaiknya pihak ma’had melakukan tahapan uji kompetensi/seleksi yang selektif dalam proses perekrutan dosen.
3. Sarana dan prasarana merupakan sumber daya pendidikan yaitu segala sesuatu yang dipergunakan dalam penyelenggaraan pendidikan dimaksudkan untuk memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kewajiban peserta didik, dengan demikian supaya program Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif dapat berjalan dengan optimal, pihak penyelenggara/pengelola program dapat mengupayakan
menyediakan dan menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan peningkatan mutu pembelajaran bahasa di ma’had, seperti perpustakaan, buku ajar dan alat peraga, dll.
4. Laboratorium bahasa merupakan sarana yang sangat penting untuk suatu proses belajar mengajar bahasa, sebaiknya pihak pengelola program memperhatikan kembali fungsi Lab bahasa, dan melakukan perbaikan dan perawatan, sehingga dapat dipergunakan kembali untuk proses belajar mengajar.
5. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam proses belajar mengajar pada kelas reguler (di dalam kelas) selama ini sudah cukup baik, namun sebaiknya pihak pengelola maupun sumber belajar (dosen) dapat mencari terobosan baru sehingga mahasiswa putri tidak merasa jenuh dengan metode itu-itu saja atau merasa monoton. Selanjutnya, penulis merekomendasikan penggunaan metode/pendekatan komunikatif (communicative
competence) dengan mengedepankan pembenahan Syllaby restructuring sesuai kebutuhan mahasiswa putri di ma’had
terutama terkait tentang isi dan konteks (content and context
base-learning).
6. Pihak pengelola sebaiknya menata ulang atau mereview tentang optimalisasi penggunaan fasilitas belajar mengajar.
7. Pretes sering dikenal dengan tes awal. Tes jenis ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh peserta didik. Maka oleh karena itu disarankan butir-butir soalnya dibuat yang merujuk pada SAP.
8. Proses belajar mengajar di kelas berinteraksi apabila ada sumber belajar dan peserta didik, sebaiknya bagian akademik memberikan akses dan memberikan ketegasan, apabila dosen, berhalangan hadir untuk memberitahu satu hari sebelumnya atau paling lambat lima jam sebelum jadwal waktu belajar yang telah ditetapkan.
9. Mahasiswa putrid yang tinggal di asrama memiliki latar belakang yang berbeda-beda, diantaranya ada yang berasal dari
sebaiknya/seyogyanya pihak pengelola program benar-banar melakukan pengelompokan kelas yang berbasis kompetensi atau kecakapan verbal melalui tes penempatan (placement test), selanjutnya ketika kelas berjalan dilakukan pemantauan secara periodik, dan bagi peserta program yang memiliki kemampuan speaking agak rendah diberikan drill atau frekuensi waktu untuk berlatih secara mandiri lebih banyak.
10. Proses belajar di fakultas atau di asrama bagi mahasiswa putri kedua-duanya sama penting, namun pada kenyataannya, mahasiswa putri dihadapkan pada dua hal yang dilematis untuk memilih, sebaiknya pihak pengelola program memberikan ketegasan terhadap mahasiswa putri yang mangkir atau tidak hadir dalam waktu jam belajar di ma’had, atau jika perlu berkoordinasi lintas Fakultas untuk para dosen yang mengajar dibawah semester III dan ingin mengadakan kuliah pengganti sebaiknya rentang waktunya digunakan pagi hari hingga siang hari sebelum jam 14.00, mengingat jadwal pelajaran bahasa di ma’had terjadwal pada hari Senin sampai Jum’at setiap jam 14.00- 17.30 WIB.
11. Kecapakan kemampuan menggunakan bahasa Inggris bagi peserta program salah satu misi dan tujuan didirikannya ma’had, maka untuk itu pihak pengelola sebaiknya berupaya melakukan
enforcement, menerapkan kedisiplinan untuk aktif menggunakan
bahasa Inggris sebagai bahasa resmi asrama, kemudian melakukan pengawasan melekat terhadap pelanggar-pelanggar bahasa.
12. Lingkungan yang nyaman dan kondusif merupakan salah satu syarat dalam proses belajar mengajar, lingkungan belajar selama ini sudah cukup baik dirasakan oleh mahasiswa putriwati, namun sebaiknya pihak pengelola dapat mengevaluasi kembali pada titik mana saja daerah/area belajar yang dirasakan oleh mahasiswa putriwati berpengaruh langsung mengganggu ketika proses belajar mengajar , sehingga hal tersebut dapat diatasi.
13. Aspek-aspek pembelajaran yang diterapkan oleh pengelola ma’had dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa putri sehingga mereka aktif berbahasa di asrama seperti melalui menghafal kosa kota, percakapan, dan pidato sudah cukup baik, namun sebaiknya pihak pengasuh atau
pengelola dapat mengadopsi pembelajaran dengan
menggunakan langkah-langkah pendekatan berbasis
Communicative competence seperti penulis sampaikan pada poin
nomor lima di atas.
14. Kepada peneliti lain direkomendasikan melakukan kajian secara lebih mendalam, terutama pada aspek-aspek kajian yang belum terungkap melalui kajian penelitian ini.