• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUTUP A. Kesimpulan

Dalam dokumen Oleh : ADE ARDILA NIM : (Halaman 95-105)

Berdasarkan hasil penelitian penerapan asuhan keperawatan pada Tn.D dan Tn.A di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang, peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengkajian

Hasil pengkajian pada Tn.D dan Tn A didapatkan hasil yang berbeda dengan teori yaitu peneliti tidak menemukan tanda-tanda edema pada tubuh Tn.D dan TnA sebab biasanya pada hasil pemeriksaan penunjang pada pasien gagal ginjal kronis ini natrium mengalami penurunan lebih dari 40 mmol/L yang menyebabkan retensi natrium, dimana proses retensi natrium menyebakan total cairan ektra seluler meningkat maka terjadilah edema dan adanya peningkatan ureum dan kreatinim serum. Hasil pemeriksaan laboratorium kimia klinik Tn.D di dapatkan pada tanggal 19 Mei 2017 Ureum 100,1 (10-50 mg/dl), Kreatinin 10.7 (0,6-1,1 mg/dl),

Natrium119 mmol/L (136 – 145), Kalsium 8,6 mg/dl (8,1-10,4), Kalium

4,5 mmol/L (3,5-5,1), Klorida serum 80 mmol/L (97-111). Pada Tn.A didapatkan hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 24 Mei 2017

Ureum 130,7 (10-50 mg/dl), Kreatinin 12,5 (0,6-1,1 mg/dl), Natrium 120

mmol/L (136 – 145), Kalsium 8,3 mg/dl (8,1-10,4), Kalium 3,2 mmol/L

(3,5-5,1), Klorida serum 8,2 mmol/L (97-111). Dari dua partisian tersebut dimana terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam dalah masalah ini dalam menimbulkan resiko terjadinya edema pada Tn.D dan A yang menimbulkan masalah keperawatan risiko kelebihan volume cairan.

2. Diagnosa Kperawatan

Dalam teori masalah keperawatan yang muncul pada kasus tumor otak adalah sebanyak 11 masalah keperawatan. Diagnosa keperawatan yang ditemukan pada Tn.D dan Tn.A ada lima masalah keperawatan yaitu, ketidaefektifan bersihan jalan nafas, gangguan perfusi jaringan perifer,

Poltekkes Kemenkes Padang gangguan elimnasi urine, gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh dan risiko kelebihajn volume cairan.

3. Intervensi keperawatan

Intervensi keperawatan pada Tn.D dan Tn.A yang direncanakan tergantung kepada masalah keperawatan yang ditemukan, yaitu sesuai dengan teori yang telah ada, berdasarkan dengan Nanda NIC-NOC, namun ruangan hanya menerapkan intervensi pada diagnosa prioritas saja.

4. Implementasi keperawatan

Implementasi keperawatan mangacu kepada rencana tindakan yang telah disusun. implementasi keperawatan dilakukan pada tanggal 17-25 Mei 2017. Sebagian besar tindakan keperawatan dapat dilaksanakan pada implementasi keperawatan.

5. Evaluasi keperawatan

Hasil evaluasi yang dilakukan selama 5 hari dalam bentuk SOAP. Evaluasi yang dilakukan dari tanggal 17 Mei - 25 Mei 2017 dengan metode SOAP untuk mengetahui keefektifan dari tindakan keperawatan yang dilakukan.

a. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

Pada Tn.D masalah keperawatan teratasi pada hari ketiga rawatan, sedangkan pada Tn.A belum teratasi pada hari kelima rawatan.

b. Gangguan perfusi jaringan ferifer

padaTn.D dan Tn.A malash belum teratasi pada hari kelima rawatan. c. Gangguan eliminasi urine

pada Tn.D masalah mulai teratasio sebagian pada hari keempat dan kelima sedangkan pada Tn.A masalah belum teratasi pada hari kelima rawatan.

d. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Pada Tn.D masalah mulai teratasi pada hari keempat dan kelima rawatan sedangkan pada Tn.A masalah belum teratasi pada hari kelima rawatan.

81

Poltekkes Kemenkes Padang e. Risiko kelebihan volume cairan

pada Tn.D dan Tn.A tidak ada ditemukan tanda dan gejala kelebihan volume cairan seperti edema ekstremitas.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. Bagi Kepala RUMKIT TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang

Melalui pimpinan diharapkan perawat dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien khususnya dengan CKD dalam baance cairan. 2. Bagi Perawat Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam

Studi kasus yang peneliti lakukan pada pasien dengan gangguan eliminasi urine pada kasus gagal ginjal kronik dapat menjadi acuan bagi perawat di ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RS TK. III Dr. Reksodiwiryo Padang

dalam melakukan asuhan keperawatan secara profesional dan

komprehensif terutama pada saat memonitor dan mencatat intake serta output cairan dari pasien gagal ginjal kronis.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

a. Diharapkan peneliti melakukan pengkajian komprehensif dan mengambil diagnosa keperawatan secara tepat menurut pengkajian yang didapatkan, melaksanakan tindakan keperawatan dengan lebih dahulu memahami masalah dengan baik, dan mendokumentasikan hasil tindakan yang telah dilakukan berdasarkan kepeda teori.

b. Diharapkan peneliti dapat menggunakan atau memanfaatkan waktu seefektif mungkin, sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan eliminasi urine pada kasus gagal ginjal kronis dengan memperhatikan balance cairan pasien setiap harinya.

Poltekkes Kemenkes Padang DAFTAR PUSTAKA

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI Tahun

2013. Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2013.

http://.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/Laporan_Riskesdas20 13.PDF, diakses tanggal 6 Januari 2017.

Brunner & Suddarth, 2016. Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 12. Jakarta: EGC. Bullechek, Gloria M. dkk. 2016. Nursing Interventions Classification (NIC) sixth

Edition. USA : Elseiver.

Haryono, Rudy. 2013. Keperawatan Medikal Bedah: Sistem Perkemihan. Yogyakarta : Andi Offset

Hidayat, Aziz Alimul. 2012. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah Ed. 2. Jakarta : Salemba Medika.

Moorhead, Marion, dkk. 2016. Nursing Utcomes Classificatin (NOC) five Edition. USA : Elseiver.

Mustika, Anggi., 2015. Asuhan Keperawatan pada Tn.N dengan Gangguan Sistem Perkemihan: Gagal Ginjal Kronis di Ruang Anggrek Bugenvil RSUD Pandan Arang Boyolali.

http://eprints.ums.ac.id/34294/9/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf. Diunduh tanggal 01 Juni 2017.

Muttaqin, A dan Sari, K. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan. Jakarta: Salemba Medika.

NANDA International. 2015. NANDA International Inc. Diagnosa Keperawatan: Definisi & Klasifikasi 2015-2017 (Budi Anna Keliat, et al, Penerjemah). Jakarta: EGC.

Nursalam. 2015. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan : Pendekatan Praktis Ed. 3. Jakarta : Salemba Medika

Prabowo, E dan Pranata, A E. 2014. Asuhan Keperawatan Sistem Perkemihan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Price dan Sylvia, 2006. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Vol.2, Ed.6. Jakarta : EGC.

Ratnawati, Widyastuti. 2014. Korelasi lama menjalani hemodialisis dengan indeks massa tubuh pasien gagal ginjal kronik di RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU . Diakses 6 Januari 2017.

RST.TK.III Dr. Reksodiwiryo, 2016. Laporan Rekam Medik Chronic Kidney Desease. Padang: Bagian Rekam Medik

Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

83

Poltekkes Kemenkes Padang Suyanto, 2011. Metodologi dan Aplikasi Penelitian Keperawatan. Yogyakarta :

Muha Medika.

Syaifuddin, 2011. Anatomi Fisiologi. Edisi 4. Jakarta : EGC.

Syaiful H. Qalbina, dkk. 2013. Melalui Penelitian Cross Sectional Study.

Hubungan Umur dan Lamanya Hemodialisis dengan Status Gizi pada Penderita Penyakit Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Diakses pada tanggal 6 Januari 2017.

Tjekyan, Suryadi, 2012. Prevalensi Dan Faktor Risiko Penyakit Gagal Ginjal Kronis di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2012. Diakses pada tanggal 6 Januasi 2017.

Dalam dokumen Oleh : ADE ARDILA NIM : (Halaman 95-105)

Dokumen terkait