• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dengan tersusunnya modul ini diharapakan para Penyuluh Sosial dapat meningkatkan kinerja penyuluhan sosial khusunya terkait dengan muatan subsatansi local dalam melaksanakan tugas-tugas penyuluhan sosial di masyarakat sebagai ujung tombak Kementerian Sosial RI.

BAB V. PENUTUP

37 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Abdullah, “Pengembangan KURIKULUM Teori & Praktik”, cetakan 1,Jogjakarta :AR-RUZZ MEDIA, 2007.

Asmani, J.M. 2010. Tips Efektif Aplikasi KTSP di Sekolah. Yogjakarta: Bening.

Berbagi Posting Komentar untuk "Tujuan, Fungsi, Ruang Lingkup dan Pelaksanaan Muatan Lokal"

Dakir. 2004. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Haromain, Imam Dkk. 2009. Pedoman dan Implementasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan MTs. Jawa Timur: Mapemda Kantor Wilayah.

Imam Haromain Dkk, Pedoman dan Implementasi Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan MTs, (Jawa Timur: Mapemda Kantor Wilayah, 2009), hal. 43.

Jamal Ma’mur Asmani, Tips Efektif Aplikasi KTSP di Sekolah, (Jogjakarta: Bening, 2010), hal. 157.

Mulyasa, E. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Sebuah Penduan Praktis.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas. 2007. Model Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal SD/MI/SDLB - SMP/MTS/SMPLB – SMA/MA/SMALB/SMK. Jakarta:

Depdiknas.

Singh, N.K dan Mr. A.R. Agwan, Encyclopaedia of the Holy Our 'an, (New Delhi: balaji Offset, 2000), Edisi I h. 175.

Supriadi, Dedi. 2005. Membangun Bangsa Melalui Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor 0412/U/1987 tanggal 11 Juli 1987.

Suyitno Al. 1999. Implementasi Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah. Cakrawala Pendidikan, November 1999, Th. XVIII, No. 4.

https://www.kajianpustaka.com/2019/01/tujuan-fungsi-ruang-lingkup-dan-pelaksanaa n-muatan-lokal.html

https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-tradisi/

https://phinemo.com/4-kebiasaan-suku-batak-yang-hanya-ada-di-sumatera-utara/

https://makassar.terkini.id/5-upacara-daur-hidup-suku-makassar-menuju-kedewasaan/

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/4323213/4-tradisi-yang-masih-teta p-dilestarikan-masyarakat-jawa

REFERENSI

38 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Dr. Joyakin Tampubolon, MSi lahir di Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara, pada tanggal 2 September 1960. Sekarang sudah dikarunia 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Pendidikan dan Pengamalan yang diperoleh, tahun 1983 mulai bekerja sebagai PNS di Kanwil Departemen Sosial Propinsi Sumatera Utara dengan bidang tugas urusan Kepegawaian, pada tahun 1986 Tugas Belajar di STKS Bandung Sarjana Muda, lulus tahun 1989 (Lulusan Terbaik II). Tahun 1990 Tugas Belajar di STKS Bandung S1, lulus tahun 1992 (Lulusan Terbaik III). Pada tahun 1992 kembali bertugas di Kanwil Departemen Sosial Propinsi Suamtera utara dengan bidang tugas Penyusunan Rencana. Pada tahun 1995 mendapat kesempatan mengikuti pendidikan Program Magister (S2) di Universitas Indonesia, lulus tahun 1997. Pada tahun 1997 bertugas di Pusdiklat Pegawai Departemen Sosial RI pada bidang Penyusunan Kurikulum. Tahun 1998 diangkat sebagai Widyaiswara Muda (tenagan pengajar) pada Pusdiklat Pegawai Depsos. Pada tahun 2000 mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan Program Doktor (S3) di IPB Bogor, lulus tahun 2006.

Berbagai seminar yang diikuti diantaranya adalah seminar Pengembangan Koperasi, seminar Remaja dan Pengaruh Lingkungannya, seminar Pengembangan Masyarakat dan Usaha Kesejahteraan Sosial dalam Perpektif Islam, Seminar Sosial Budaya, Seminat Nasional Profesi Pekerjaan Sosial Modern. Seminar Nasional Isu-isu Masalah Sosial Strategik dan Isu-isu Global yang Berpengaruh terhadap Pembangunan Kesejahteran Sosial. Seminar Nasional Perpektif Ilmu Penyuluhan Pembangunan di Era Globalisasi. Seminar Identifikasi Kebutuhan Diklat Kesejahteraan Sosial Masyarakat Konseling Anak Dalam Situasi Krisis, Seminar Hasil Uji Coba Kurikulum / Modul Diklat bagi Pendamping Orang dengan HIV AIDS tahun 2017, Orasi Ilmiah sebagai Widyaiswara Ahli Utama yang diselenggarakan oleh LAN RI, Topik: Model Perencanaan Kesejahteraan Sosial Berbasis Bottom-Up dan Teknologi Informasi (TI) Melalui Pendekatan By Name By Address (BNBA) Di Lingkungan Kementerian Sosial RI, 2014, Seminar Hasil Uji Coba Kurikulum / Modul Diklat Pendamping PKH 2017, Internasional Seminar: Human Rights and Mental Helath of Vulnarable Group (Social Work with People on the Move), Field Notes for Social Workers and Mental Health Participation, Jakarta 2017. Seminar Modul Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) 2019. Seminar Hasil Evaluasi Pelaksanaan Diklat P2K2/FDS PKH 2020 (sebagai penyaji). Seminar Hasil Evaluasi Pelaksanaan Diklat SLRT 2020 (sebagai penyaji).

Pelatihan yang pernah diikuti adalah Pelatihan Pendataan dan Perencanaan Bidang Kesejahteraan Sosial (1993), Pelatihan Traning Need Assessment (1998), Pelatihan Traning Need Analysis (1998), Diklat ADUM (1999), TOT Kepemimpinan dan Pemberdayaan SDM (1999), Diklat Metodologi Pembelajaran (1999), Diklat TOT SPAMA (1999) Diklat SPAMA (2000), Pelatihan Metoda dan Analisis Statistika dengan Bantuan Komputer, Jurusan Statistika, IPB (2001), Pelatihan Penerapan dan Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Pedoman BNSP 201/ISO17024-Pedoman BNSP 202 tahun 2008, Pelatihan Pengembangan Tempat Uji Kompetensi, BNSP 2008, Pelatihan Verifikator Standar Kompetensi, BNSP 2008, E-Learning Course Implementation Phase Workhope kerjasama Kementerian Sosial dan Deutsche Gesellschaft for Internationale Zusammenarbeit (GIZ), 2015, E-Learning Training of

BIODATA PENYUSUN

39 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Trainer (TOT) Workshop, Learning Worldwide, 2017, Pelatihan Instruction Design (ID) (e-Learing) 2019, Training of Trainer Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), 2019, Pelatihan Kepemimpinan Adminstrator (Diklat Pim III) secara e-Learning 2020, Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (Diklat Pim IV) secara e-Learning 2020.

Pengalaman lain yang diperoleh adalah sebagai Tenaga Pelatih / Fasilitor Diklat pada Pusdiklat Pegawai Depsos, Dinas Bimbingan Mental dan Kesejahteraan Sosial DKI Jakarta, Disigner dan Pelatih Out Bound. TOT Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial, Tim Evaluasi Pelatihan Dasar Pekerjaan Sosial (PDPS), Tim Pakar Pusdiklat Pegawai Depsos dan sebagai Tenaga Pengajar (Dosen) di STIA YAPPANN sejak 1999. TOT Diklat Perlindungan Anak Kerjasama Kementerian Sosial dengan UNICE 2011. Bimbingan Teknis Sertifikasi Layanan Dukungan Psikososial, TOT Pertemuan Penigkatan Kemampuan Keluarga/Family Development Session (FDS) Kerjasama Pusdiklat Kesos Kementerian Sosial RI dan Wolrd Bank dan Unicef 2017. Master of Trainer (MOT) TOF Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) / Family Development Session (FDS) / PKH 2018. TOT Manajemen Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Diklat e-Learning Pendamping PKH PKH Tahun 2019.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan IPSPI (periode 1999-2004), Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan IPSPI (periode 1999-2004). Ketua Bidang Pengembangan Jaringan Kerjsama (Internal dan Eksternal), Ikatan Widyaiswara Indoensia Cabang Kementerian Sosial RI. Anggota Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pekerja Migran Bermasalah, Direktorat KTK-PM Kementerian Sosial 2014. Koordinator Biro B: Pengembangan Ilmu dan Profesi, Dewan Pengurus Pusat, Ikatan Alumni STKS Bandung. Anggota Bidang Hukum dan Pemerintahan IPSPI (2004-sekarang). Dewan Pengurus Pusat IPSPI Periode 2015-2019, Bidang Pendidikan dan Penelitian kesejahteraan Sosial. Tim Assesor Pekerja Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial, LSPS Kemensos RI sampai sekarang

Kajian yang sudah dilakukan adalah Pengkajian dan Penyusun Kurikulum Diklat Out Bound, Diklat Penanggulangan Bencana, Diklat Penanganan Fakir Miskin melalui Pendekatan KUBE, Diklat Penanganan Pengungsi, Diklat Manajemen Pimpinan Panti, Diklat Jabatan Fungsional Pekerjaan Sosial. Tim Penyusun Pedoman Perlindungan dan Advokasi Sosial Bagi Korban Penyalahgunaan Napza 2007. Tim Penyusun Pedoman Implementasi Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Studi Evaluasi Pemberdayaan Fakir Miskin di Tujuh Daerah Indonesia. Penelitian dan kajian yang sudah pernah dilakukan adalah penelitian tentang Integrasi WNI keturunan Asing dengan WNI Penduduk Masyarakat Setempat (1992), Pelayanan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) tahun 1997, Penelitian Permasalahan Migran dan Model Pemeberdayaannya (2003), Penelitian Indikator Kemiskinan (2003) Uji Coba Model Pemberdayaan Keluarga dalam Rangka Mencegah Tindak Tuna Sosial oleh Remaja (2004), Model Pemberdayaan Fakir Miskin melalui Pendekatan KUBE (2004). Tim Penyusun Modul Diklat Manajemen Kasus HIV/AIDS, Direktorat Napza, Kementerian Sosial RI. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Diklat Pelatihan Petugas Kabupaten Daerah Teringgal (Kabuter) 2011. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Jabatan Fungsional Pekerja Sosial Tingkat Terampil dan Ahli 2012. Kurikulum dan Modul Diklat Sertifikasi JF Pekerjaan Sosial Tingkat Ahli dan Terampil, Kementerian Sosial RI 2012. Tim Penyusun Pedoman Umum Program Keluarga Harapan (PKH), Direktorat Jaminan Sosial, Kementerian Sosial 2013. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Pandu GempitaKementerian Sosial Kementerian Sosial RI. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Integrasi Penigkatan Kemampuan Keluarga/Family Development Session (FDS) Kerjasama Pusdiklat Kesos Kementerian Sosial RI dan Wolrd Bank dan Unicef 2013. Tim Penyusun Buku Standardisasi

40 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Penyelenggaraan Diklat Pusdiklat Kesejahteraan Sosial 2013. Kurikulum dan Modul Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Kerjasama Pusdiklat Kesejahteraan Sosial dengan UNFA 2014. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul TOT dan Diklat Pendampingan PKH 2012 dan 2014. Tim Penyusun Buku Panduan Pendampingan Advokasi Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial RI. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi Pimpinan Panti, Program Manajer dan Petugas Adminstrator Lembaga Sosial 2015. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Manajemen Shalter 2015. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Kesehatan Jiwa 2018. Tim Penyusun Diklat Konseling Anak Dalam Situasi Krisis 2019. Tim Penyusun Kurikulum dan Modul Sistem Layanan Rujukan Terpadu 2020. Tim Review Modul Jabatan Fungsional Pekerja Sosial. Tim Akreditasi Lembaga Diklat Kesos Penelitian 2015 sampai sekarang. Sebagai Tim Penyusun Renstra Kementerian Sosial RI, 2008-sekarang. Sebagai Tim Penyusun Renstra Badiklit Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI, 2010-sekarang. Tim Penyusun Permensos tentang Karang Taruna 2019. Tim Penyusun Naskah Akademik dan Peraturan Perundang-undangan Jabatan Fungsional Penyuluhan Sosial 2004 dan 2020. Tim Penyusun Peraturan Perundang-undangan bidang Kesejahtetaaan Sosial sampai sekarang. Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan Diklat Pim III, IV dan Latsar CPNS 2019 dan 2020. Tim Evaluasi dan Monitoring Diklat Pim III, IV dan Latsar CPNS 2019 dan 2020. Tim Evaluasi dan Monitoring Diklat P2K2/FDS PKH 2019-2020. Tim Asistensi Diklat SLRT 2020.

41 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Lampiran 1. PPT

LAMPIRAN

42 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

43 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

44 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

45 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Lampiran 2. RBPMD dan SAP

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT (RBPMD) SUBSTANSI MUATAN LOKAL

1. Nama Pelatihan : Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN 2. Mata Pelatihan : Substansi Muatan Lokal

3. AlokasiWaktu : 6 Jam Pelajaran @ 45 menit = 270 menit

4. Deskripsi Singkat : Indonesia sebagai negara multikultural terdiri atas ratusan suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap suku bangsa memiliki ciri khas bahasa, budaya, dan adat kebiasaan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Suku bangsa yang paling banyak mendominasi wilayah Indonesia diantaranya adalah Suku Jawa, Suku Batak, dan Suku Melayu. Materi ini membahas 3 pokok bahasan, yaitu Muatan Lokal, Kearifan Lokal dan Tradisi Budaya Masyarakat Indoensia.

5. Tujuan Pembelajaran a. Hasil Belajar.

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat memahami dan menerapkan substansi muatan local dalam proses penyuluhan sosial.

b. Indikator Hasil Belajar, Peserta dapat:

No Indikator Hasil Belajar

Materi

Pokok Sub Materi Pokok Metode Alat Bantu/

Media

Muatan Lokal 1. Pengertian muatan lokal

46 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN No Indikator Hasil

Belajar

Materi

Pokok Sub Materi Pokok Metode Alat Bantu/

Media

Kearifan Lokal 1. Hakikat Pelaporan

47 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN No Indikator Hasil

Belajar

Materi

Pokok Sub Materi Pokok Metode Alat Bantu/

Media

48 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) SUBSTANSI MUATAN LOKAL

1. Nama Pelatihan : Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN 2. Mata Pelatihan : Substansi Muatan Lokal

3. Alokasi Waktu : 6 Jam Pelajaran @ 45 menit = 270 menit

4. Deskripsi Singkat : Indonesia sebagai negara multikultural terdiri atas ratusan suku bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Setiap suku bangsa memiliki ciri khas bahasa, budaya, dan adat kebiasaan yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Suku bangsa yang paling banyak mendominasi wilayah Indonesia diantaranya adalah Suku Jawa, Suku Batak, dan Suku Melayu. Materi ini membahas 3 pokok bahasan, yaitu Muatan Lokal, Kearifan Lokal dan Tradisi Budaya Masyarakat Indonensia.

5. Tujuan Pembelajaran : a. Hasil Belajar:

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat memahami dan menerapkan substansi muatan local dalam proses penyuluhan.

b. Indikator Belajar:

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat:

1) Menjelaskan, memanfaatkan dan menerapakan muatan-muatan local yang ada, hidup dan berkembang dalam masyarakat sebagai materi penyuluhan.

2) Menjelaskan, memanfaatkan dan menerapakan kearifan local yang ada, hidup dan berkembang dalam masyarakat sebagai materi penyuluhan.

3) Menjelaskan, memanfaatkan dan menerapakan tradisi kehidupan yang ada, hidup dan berkembang dalam masyarakat sebagai materi penyuluhan.

49 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN 6. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok:

a. Materi Pokok 1) Muatan Lokal 2) Kearifan Lokal

3) Tradisi Kehidupan Masyarakat b. Sup Pokok Bahasan:

1) Pengertian Muatan Lokal 2) Landasan Muatan Lokal 3) Tujuan Mutan Lokal 4) Fungsi Muatan Lokal 5) Imlementasi Muatan Lokal 6) Pengembangan Mutan :Lokal

7) Langkah-langkah Pengembangan Mutan Lokal 8) Pengertian Kearifan Lokal

9) Ciri-ciri Kearifan Lokal 10) Fungsi Kearifan Lokal 11) Wujud Kearifan Lokal 12) Pengertian Tradisi 13) Tujuan Tradisi 14) Fungsi Tradisi

15) Penybab Perubahan Tradisi 16) Contoh Tradisi dan Kearifan Lokal

50 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

1 Pendahuluan 1. Memberi salam, mengenalkan diri 2. Menciptakan suasana yang kondusif 3. Menjelasakan tujuan, modul

pembelajaran

4. Menjelaskan proses pembelajaran, tugas dan peran peserta

5. Review Materi sebelumnya

1. Memperhatikan dan menjawab salam

2. Menyimak dan mencatat 3. Merespon, bertanya dan

mengikuti aktivitas

4. Menjawab dan menanggapi bila ada yang kurang jelas.

Ceramah

1. Melakukan brainstorming tentang substansi muatan lokal

2. Mengajukan pertanyaan tentang substansi muatan lokal

2. Menyimak pendapat yangada

Brinstorming

1. Menjelasakan pokok dan subpokok bahasan secara singkat tetang sumbstansi muatan lokal

1. Mendengarkan, menyimak, dan mencatat paparan fasilitator

2. Bertanya tentang paparan fasilitator

51 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

1. Meminta peserta untuk membentuk kelompok secara seimbang yang terdiri dari 6 kelompok @ 5 orang.

2. Meminta peserta untuk melakukan diskusi dengan topik: Identifikasi muatan Lokala

3. Meminta peserta untuk memparkan hasil diskusi kelompok

1. Membentuk kelompok secara seimbang @ 5 orang

2. Melakukan diskusi kelompok:

1) tujuan pencatatan dan pelaporan; 2) manfaat pencatatan dan pelaporan, 3) prinsip pencatatan dan

pelaporan, 4) jenis pencatatan dan pelaporan, 5) hambatan dalam pencatatan dan pelaporan; dan 6) kegiatan dalam pencatatan dan pelaporan

3. Selain diskusi, masing-masing kelompok melakukan googling untuk mencari contoh

bagaimana pencatatan dan pelaporan yang baik dan benar dalam penyuluhan social 4. Menempelkan dan

memaparkan hasil diskusi pada flip chart di tempat

masing-masing.

5. Mendengarkan dan menyimak hasil paparan fasilitator

1. Meminta peserta untuk membentuk kelompok secara seimbang yang terdiri dari 3 kelompok @ 10 orang.

2. Meminta peserta untuk melakukan

1. Membentuk 3 kelompok secara seimbang @ 10 orang 2. Melakukan praktek bagaimana

membuat pelaporan seperti

52 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Praktek / Simulasi Membuat Kearifan Lokal

3. Memaparkan hasil praktek yang dilakukan oleh kelompok

4. Memberikan masukan atas hasil praktek yang dilakukan oleh praktek

pada LK 14.5

3. Memaparkan hasil diskusi kelompok

4. Mendengarkan dan menyimak paparan dari fasilitator

1. Fasilitator mengajukan pertanyaan kepada peserta secara bertahap terkait dengan muatan local, kearifan local, dan tradisi masyarakat

2. Memberikan pujian atas jawaban peserta

1. Peserta memberikan jawaban atas pertanyaan fasilitator

Tanya jawab Pengeras suara

20”

7 Penutupan 1. Membuat Rangkuman bersama peserta 2. Menjelaskan evaluasi secara umum

tentang materi yang sudah disampaikan 3. Menutup acarang dengan ucapan terima

kasih dan apresiasi kepada peserta.

1. Membuat rangkuman, menanggapi dan bertanyak 2. Mengikuti evaluasi tentag

materi.

3. Mengingatkan tugas yang harus dikerjakan

Kagle, J.D (1991) Social work records. Chicago:Waveland Press.

Hamilton, G (1946) Principles of social case recording.New York: Columbia University Press.

Bristol, M (1936). Handbook on social case recording. Chicago: University of Chicago Press.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Membaca. Bandung: Angkasa Drever, J. 1986. Kamus Psikologi (Terjemahan Nancy Simanjuntak). Jakarta: Bina Aksara.

Geldard, D. 1993. Basic Personal Counselling: A Training Manual for Cunsellors. New York: Prentice Hall.

Corey, G. 2009. Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. PT. Refika Aditama: Bandung.

53 | Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN

Namora Lumongga Lubis, 2014, Memahami Dasar-dasar Konseling dalam Teori dan Praktik, Jakarta, Kencana.

Hermasjah dan Azhari. Identifikasi Kebutuhan Diklat, Bahan Ajar Diklat Kewidyaiswaraan Tingkat Pertaman. Jakarta: LAN, 2002

9. Evaluasi Pembelajaran

a. Apa yang Saudara ketahui dengan Muatan Lokal?

b. Apa yang Saudara ketahui dengan Kearifan Lokal?

c. Apa yang Saudara ketahui dengan Tradisi Masyarakat?

Dalam dokumen i Pelatihan Dasar Penyuluhan Sosial ASN (Halaman 41-58)

Dokumen terkait