BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL
B. Penyajian Data Guru 1
1. Pertemuan 1 (Senin, 5 Maret 2018)
Guru masuk kelas dan duduk di bangku guru, kemudian sambil siswa mempersiapkan diri mengikuti pelajaran, guru mengecek kehadiran siswa satu per satu. Lalu guru mengucapkan salam,
menanyakan kabar, dan mendiskusikan rencana PTS. Setelah itu, guru memberikan waktu pada peneliti untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan penelitian. Peneliti maju memperkenalkan diri dan menyampaikan tujuan penelitian di depan. Pada pertemuan ini, peneliti ditemani oleh Bobby yang membantu dalam mendokumentasikan proses pmbelajaran.
Kemudian guru membagikan hasil ulangan dan langsung masuk materi baru yaitu Turunan. Sebelum guru menyampaikan materi, guru memberikan waktu pada siswa untuk membaca terlebih dahulu materi yang akan dipelajari pada modul yang telah dibuat oleh guru. Beberapa saat kemudian, guru menanyakan kesimpulan apa yang didapat, namun tidak ada siswa yang menjawab. Guru beranjak dari tempat duduknya dan menyapaikan motivasi melalui tujuan pengetahuan materi turunan. Hal ini dapat dilihat dari cuplikan video di bawah ini:
G: wes wes wes. Oke emm sekarang sudah pada dapat modul? SS: udah
G: turunan ya, masuk turunan ya. Silahkan dibuka halaman pertama. Kita masuk turunan. Silahkan dibaca, saya kasih waktu lima menit. Nanti kita
bahas bersama-sama ya. Baca dulu lima menit, pahami dulu. Nanti kita
akan mencoba apa sih turunan itu. Oke halaman 1 silahkan dibaca dulu. Absensi sudah sampai mana ya?
Beberapa menit kemudian…
G: Oke, sudah? (guru beranjak dari tempat duduknya menuju depan
papan tulis) oke apa hasilnya dari bait pertama? Kesimpulannya apa? (siswa tidak menjawab)
G: Oke. Emm jadi kita akan mendefinisikan turunan, ya. Kita akan mempelajari turunan. Apa itu turunan? Ini ada kaitannya dengan materi
sebelumnya. Materi sebelumnya apa?
SS: Limit
G: Limit, oke. Sebelum kita mau mendefinisikan turunan itu apa, saya
bawa dulu kalian ke masalah dalam kehidupan sehari-hari ya. Banyak kan anak suka Tanya gini, “Bu, apa sih gunanya turunan buat kita gitu? Buat apa sih kita mempelajari itu? Emang besok kalau udah besar kita
mempelajari itu? Emang besok bla bla bla…” Maka saya bawa dulu dalam kehidupan sehari-hari dulu supaya kamu tau apa kegunaannya dan supaya kamu mau mempelajarinya. Gitu ya. Oke, emm di situ ada apa ya, kecepatan rata-rata. Sudah pernah dengar kecepatan rata-rata? Apa tu kecepatan rata-rata? Pernah to belajar kecepatan rata-rata? Kapan kalian belajar kecepatan rata-rata? SMP?
SS: di speedometer. Fisika.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan untuk menuntun siswa menarik kesimpulan dari materi yang telah dibaca tersebut, seperti ‘Pernah to belajar kecepatan rata-rata? Kapan kalian belajar kecepatan rata-rata?’ siswa menaggapi pertanyaan guru dengan antusias dan ada juga siswa yang menjawab bahwa kecepatan rata-rata ada di speedometer. Kemudian guru memberikan ilustrasi melalui cerita dan gambar yang terdapat pada modul. Hal ini dapat dilihat dari cuplikan video di bawah ini:
G: nah kelas 6. SD tu pernah loh, ada loh pelajaran ini. Ada, ada kecepatan rata-rata. Oke apa coba kecepatan rata-rata? Atau kalau kamu melihat ini (menunjuk modul), kecepatan rata-rata itu yang kayak gimana sih? Kalau misalkan, tadi kan katanya Yohanes ya, Si Jo, bilang gini “kecepatan rata-rata itu kan biasanya ada di speedometer.” Jadi kalau misalkan saya kasih
contoh, kecepatan rata-rata 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎, artinya apa? 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎
artinya apa tu? 1 jam dapat menempuh…
SS: 1 jam dapat menempuh 30 𝑘𝑚
G: Rumus kecepatan rata-rata apa ya, dulu kalau masih ingat? SS: V sama dengan s per t
G: s per t. s itu apa? S: Skill
G: Skill? (sambil tertawa) S: jarak
G: jarak. Terus t itu apa? S: waktu.
G: waktu. Jarak dibagi waktu. Udah pernah to? SD juga ada kan ya? SS: SD juga ada.
G: SD ada ya? Ho’oh adaa. Kamu SD-nya di mana. Oke, jarak dibagi waktu ya. Disitu kan saya sudah tak tulis di sini loh rumus kecepatan rata-rata juga sudah ada di modul to (sambil mengangkat modulnya). Dulu belajarnya pakai segitiga ya, segitiga kayak gini to? (sambil memperagakan menggunakan jari).
S: kayak gini bukan sih Bu? (sambil menunjuk gambar pada modul) s-nya di atas to?
G: nah iya kayak formula kayak gitu, ho’oh kayak gitu. Berarti SD udah pernah ya? Oke kemudian di situ saya memberi semacam apa ya, kayak cerita ya. (membaca modul) Seorang anak mengendarai motor dari rumah ke
sekolah. Kecepatan rata-rata ia mengendarai motor adalah 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎.
Artinya 1 jam itu ia dapat menempuh 30 kilometer. Tapi
speedometernya tidak selalu konstan menunjukkan angka 30, ya kan? Ya kan Edfrem, kamu naik motor kan? Kalo ke sini misalkan kecepatan
rata-ratanya 𝟑𝟎 𝒌𝒎/𝒋𝒂𝒎, apakah setiap kamu lihat speedometer itu
jarum panjang menunjuk ke angka 30 terus?
SS: enggak, enggak juga sih.
G: enggak kan? Bisa aja nanti dari 30 kamu turun ke angka 15 terus naik
lagi ke 20 kalo dia ngegas kan, dia bisa melambat ya kan ke angka 0, iya kan pas lampu merah kalian berhenti to, gak mungkin to kamu nabrak lampu merah, ya kan? Nah abis tu nanti dia kecepatannya naik lagi speedometernya naik lagi ke angka 10 misalkan terus 15, 20, dan 30, bisa 40?
S: lebih
G: lebih ya, oke. Nah ini dinamakan apa ya kalo dibacaan yang kamu baca tadi?
S: kecepatan rata-rata
G: coba dibaca lagi. Dikasih modul tu dibaca. Apa Frem, namanya apa itu? S: kecepatan sesaat
G: kecepatan sesaat. Oke, nah kita akan mendefinisikan turunan dari
kecepatan sesaat, ya. Kemudian di situ saya kasih contoh lagi. (membaca modul) Misalkan benda B jatuh bebas dari ketinggian tertentu. Jarak
jatuhnya terhadap kedudukan semula sebagai fungsi waktu dilambangkan dengan rumus apa itu?
SS: (guru menulis di papan tulis) S dalam kurung t sama dengan lima t kuadrat
G: ini saya kasih contoh yang mudah aja supaya kamu bisa
membayangkan ya, saya kasih contoh yang sederhana aja. S itu apa di
situ?
Selanjutnya guru bersama siswa membahas penyelesaian dari ilustrasi gerak jatuh bebas, berikut cuplikan videonya:
G: Dengan demikian kecepatan rata-ratanya (menulis di papan tulis) 𝑉𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 =𝑆(2)−𝑆(1)
𝑡2−𝑡1 . Oke, S(2) nya berapa? S: 20 G: 20 oke, S(1) nya? S: 5 G: 5. 𝑡2 nya? S: 2. G: 2, 𝑡1? S: 1. G: oke, 20 dikurang 5? S: 15
G: 2 dikurang 1 berapa vin? (menunjuk salah satu siswa yang duduk di
depan)
S: 2 kurang 1, 1 bu.
G: tak piker tidur. Berapa vin? (sambil menunjuk papan tulis yang
bertuliskan 15 dibagi 1) Yudo? Nah, tidur kan. 15 dibagi 1 berapa Yud?
S: emmm 15 bagi 1, limaa satu. G: hah?
S: ehh. Bukan 51 bu bukan. 1 koma. SS: hah?
G: heh? 15 bagi 1 loh, Yudo bangun dulu. S: 0 bu.
G: hah?
S: 0. Eh berapa sih?
S: Hahh? Tu kan gua bilang ngantuk kan (sambil tertawa) G: Yud, satu bagi satu berapa Yud?
S: 1
G: dua bagi satu? S: 2
G: 15 bagi 1? (sambil menunjuk papan tulis) S: 15
G: nahh. 15 meter per detik. Oke jadi kecepatan rata-ratanya adalah 15 meter per detik. Oke. Yudo, wake up!
Gambar 4.1Pembahasan Kecepatan Sesaat Gerak jatuh Bebas oleh Guru 1
Kemudian guru mengajak siswa membahas tabel yang terdapat pada modul. Guru menjelaskan terlebih dahulu salah satu contoh yang terdapat pada tabel, kemudian siswa diminta untuk mengecek apakah semua hasilnya sudah sesuai dengan yang ada pada tabel atau belum. Sambil menunggu siswa selesai, guru berkeliling memantau siswa. Beberapa saat kemudian, guru menuntun siswa dalam menarik kesimpulan dari tabel yang sudah dikerjakan siswa bahwa kecepatan sesaat merupakan limit dari kecepatan rata-rata. Dalam proses menarik kesimpulan, ada seorang siswa yang tidak fokus, kemudian guru mengulangi pertanyaannya terus-menerus hingga siswa tersebut mampu menjawab dengan tepat. Hal tersebut membuat salah satu siswa lainnya tertawa terbahak-bahak dan sulit berhenti, kemudian
guru menegurnya dan memintanya tertawa di luar supaya kelas kembali kondusif, tetapi dia tidak mau dan berjanji untuk tenang.
Gambar 4. 2 Pembahasan Kecepatan Rata-Rata Benda B dalam Interval 𝑡1 = 1𝑠 sampai 𝑡 = 𝑡2 oleh Guru 1
Setelah itu, guru membawa siswa dalam mendapatkan rumus kecepatan sesaat. Pada proses itu, ada siswa yang bertanya “Kok ℎ nya 0 Bu? Harus 0 Bu?” namun guru hanya menjawab “iya” tanpa memberikan penjelasan pada siswa. Kemudian guru meminta siswa membaca contoh soal beserta pembahasannya selama beberapa menit, lalu guru membahas contoh soal tersebut di depan. Sebelum membahas, guru mengingatkan mengenai Fungsi Aljabar yang digunakan dalam mengerjakan soal tersebut. Berikut kutipan videonya:
G: Sebelum masuk ke rumus ini, kalo misalkan ada fungsi 𝑓(𝑡) sama dengan ini ya, halo Howard, saya liat loh. Howard, coba artinya apa ini?
S: yang mana Bu?
G: yang ini, kalo misalkan ada fungsi 𝒇(𝒕) = 𝟓𝒕𝟐, maka 𝒇(𝟏) artinya apa
ya? Lucca coba, artinya apa ya 𝒇(𝟏)?
S: 5 kali 1 kuadrat. G: berapa jawabannya?
S: 5
G: oke. Balik lagi ke Howard, 𝒇(𝟐) nya apa? Ini liat sini, Howard, liat sini, liat sini. Udah tak catet di sini.
S: berarti 𝒇(𝟐) emmm lima kali dua G: terus?
S: kuadrat.
G: berapa jawabannya? S: 20.
G: kalo misalkan 𝑓(3) Mas Nathane?Sama aja to? S: lima kali tiga kuadrat
G: kalo misalkan 𝒇(𝒕𝟏) artinya? S: lima kali 1
G: kok satu?
S: iya to? Oooh salah baca
G: gak salah baca, gak salah baca, ayo coba, balik lagi ke sini kalo gak
dong. 𝒇(𝟏) artinya apa? Lima kali satu pangkat dua, gitu kan? Kalo
𝒇(𝟐) lima kali dua pangkat dua, gitu kan? Kalo tiga kayak gini. Kalo 𝒕𝟏
berarti?
SS: lima kali 𝒕𝟏 kuadrat.
G: kalo misalkan sekarang ni 𝒇(𝒙) artinya? SS: lima kali 𝒙 pangkat dua
G: kalo misalkan 𝒇(𝒕𝟏+ 𝒉)? SS: lima kali (𝒕𝟏+ 𝒉) kuadrat.
Gambar 4.3 Proses Guru 1 Mengingatkan Kembali Mengenai Fungsi Aljabar
Setelah guru yakin siswa sudah memahami konsep fungsi aljabar, guru mengajak siswa untuk membahas penyelesaian dari soal tadi dengan terlebih dahulu menuliskan rumusnya. Karena 𝑡1 nya adalah 1 maka 𝑡1 diganti 1 sehingga rumusnya menjadi limit ℎ mendekati 0, 𝑓(1 + ℎ) − 𝑓(1) per ℎ. Kemudian guru memberikan pertanyaan mengenai hasil dari 𝑓(1 + ℎ) dan 𝑓(1) dan siswa mampu menjawabnya. Lalu guru bertanya ‘Mana dulu yang dikerjakan?’ kemudian siswa menjawab bahwa yang dikurung terlebih dahulu. Lalu
guru bersama siswa mencari jawabannya hingga memperoleh hasil akhir. Pada prosesnya, beberapa siswa masih bingung dalam memfaktorkan, sehingga guru menjelaskan beberapa kali pada proses tersebut hingga siswa mengerti.
G: jadi kan tadi gini, 10 itu kan punya faktor 5 ya, 5 dan 2 kan, kita ambil 5 ya, disini punya h, berarti 5h, bisa to? Faktornya berarti 10h itu 5 2 h atau 5h bisa kan? Terus ini faktornya ada angka 5 kan? Punya h? berarti 5h juga to? Ini punya faktor 5h, ini juga punya faktor 5h. Wes, kamu tulis 5h nya di sini, nah untuk mencari sisa dalam kurung, caranya 10h bagi 5h dulu, kalo h dibagi h kan tinggal 1 kan? Terus 10 bagi 5 piro?
SS: 2
G: berarti 2 kali 1 kan 2 kan? Iya to? Sekarang 5ℎ2 dibagi 5ℎ, ini to tadi? Sisanya tinggal?
SS: h
G: wes, dong? Nanti kalo dikalikan lagi, 5h kali 2 berapa jawabannya? 10h, balik lagi ke sini kan? 5h kali h? 5ℎ2. Nah gitu to?
SS: oooo
G: wes, nah sekarang diliat baris terakhir, ada yang bisa dicoret kah? SS: ada, h
G: berarti tinggal limit h mendekati 0, 5(2 + ℎ). Wes, sekarang tinggal? S: subtitusi.
G: oke. Berarti 5 kali dua tambah h nya mendekati? SS: 0
G: jadi? SS: 10
G: meter per detik. Sama gak jawabannya? Jadi kecepatan sesaat saat t nya sama dengan 1 detik, untuk fungsi 𝑓(𝑡) = 5𝑡2 adalah 10 m/detik. Itu kecepatan sesaatnya untuk 𝑡 = 1. Oke, kira-kira bisa dipahami? SS: bisa Bu
Gambar 4.4 Pembahasan Contoh Soal oleh Guru 1
Setelah siswa paham, guru meminta siswa mengerjakan Latihan 1 nomor 1a pada modul. Selama siswa mengerjakan, guru berkeliling membimbing satu per satu dan mengecek jawaban siswa. guru meminta siswa yang sudah selesai untuk melanjutkan mengerjakan 1b
dan guru kembali berkeliling hingga waktu pelajaran berakhir. Guru memberikan PR dari Latihan 1 nomor 1b sampai 1d dan menutup pembelajaran.
Gambar 4. 5 Soal Latihan 1
2. Pertemuan 2 (Kamis, 8 Maret 2018)
Guru masuk kelas dan duduk di bangku guru. Kemudian guru dan seluruh siswa mendengarkan renungan pagi, berdoa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seluruh warga sekolah pada hari ini menggunakan pakaian adat Jawa karena merupakan hari kamis Pahing. Guru menegur beberapa siswa laki-laki yang datang terlambat dan belum menggunakan pakaian lengkap. Guru mengecek kehadiran siswa dan meminta beberapa siswa merapikan kelas sambil menunggu lainnya masuk.
Pertemuan ini diawali dengan pembahasan PR secara lisan. Namun ada beberapa siswa tidak mengerjakan PR kemudian guru menggali alasan mereka tidak mengerjakan PR dan menasihati mereka supaya tidak terulang kembali.
G: ya tolong direspon ya temen-temen ya! Coba gini ya temen-temen, kalo
misalkan kamu belajarnya cuma di sekolah, waktunya itu cuma 2 jam, itu gak akan cukup, makanya tak kasih PR. PR tolong dikerjakan di
selalu mengingatkan, terus udah ada yang tanya, direspon dong! Ya? Mau diajar sama pak Pipit lagi? Tak kembalikan ke Pak Pipit lagi loh ini, aku cuma suruh gantikan semester ini doang.
PR hanya dibahas secara lisan. Guru juga mengaitkan materi yang dijadikan PR dengan materi yang pernah dipelajari di Fisika, namun siswa telah lupa. Guru juga menegur siswa yang HP-nya berbunyi. Kemudian guru meminta siswa mengerjakan nomor 2 latihan 1. Guru berkeliling mendampingi siswa satu per satu mengerjakan nomor 2. Guru menemukan siswa yang masih bingung mengenai fungsi aljabar sehingga guru menjelaskan di depan.
G: (guru menuju ke depan papan tulis dan bersiap menjelaskan) hey kalo gak bisa langsung, satu-satu dulu kayak kemarin tu loh. Coba kalian, perhatikan dulu. Yang diketahui di soal apa? Kevin kalo habis buka pintu
S: ditutup lagi bu.
G: iya (seorang siswa menutup pintu). Dah yuk, perhatikan ke depan, yang diketahui di soal tu apa sih? Fungsi 𝑓(𝑡) nya to, fungsi 𝑡 nya ya. Fungsi 𝑡 nya adalah 𝑡2− 𝑡 (guru menulis di papan tulis), dimintanya saat 𝑡 sama dengan berapa detik?
S: 4
G: berarti 𝑡 = 4 gitu ya? Kecepatan sesaat, 𝑡1 nya diganti dengan S: 4
G: Ini diganti 𝑓(4+ℎ)−𝑓(4)
ℎ limit h mendekati 0. Oke, fungsinya ini ya, kalo gak bisa langsung, kamu satu-satu dulu. 𝒇(𝟏) artinya apa kalo dimasukin ke
fungsi ini?
SS: 𝟏𝟐− 𝟏
G: kalo 𝒇(𝟐) artinya? SS: 𝟐𝟐− 𝟐
G: kalo 𝒇(𝟒) ini ada 𝒇(𝟒) ya, artinya? SS: 𝟒𝟐− 𝟒
G: 𝒇(𝟒 + 𝒉) artinya? SS: (𝟒 + 𝒉)𝟐− (𝟒 + 𝒉)
G: nah, gitu to? Wes, dong? Sekarang liat sini ni 𝑓(4 + ℎ) sudah ada belum di sini?
S: udah
G: tempelkan tinggal dicopy, paste di sini kan? Wes? 𝑓(4) udah ada di sini? S: udah
G: nah copy, tempel sini. Udah to? Tapi jangan lupa dikurung besar, gitu kan?
S: Oooo…
Tidak ada siswa yang maju melanjutkan, namun melalui berkeliling, guru tahu bahwa siswa sudah selesai mengerjakan nomor 2 sehingga
guru hanya membahas secara lisan jawaban dari nomor 2a. Guru juga memberikan kesempatan pada siswa yang ingin bertanya.
Kemudian guru memberikan waktu pada siswa untuk membaca sub bab berikutnya dan menarik kesimpulan. Kemudian guru bersama siswa membahas contoh soal yang terdapat pada modul dan menuliskannya di papan tulis. Guru bertanya pada siswa mengenai apa yang diketahui dan apa yang ditanya. Kemudian guru memberikan pertanyaan-pertanyaan dalam pembahasan tersebut secara terstruktur.
Gambar 4.6 Laju Perubahan Nilai Fungsi 𝑓(𝑥) Terhadap 𝑥 = 𝑎 G: laju perubahan 𝑓(𝑥) terhadap 𝑥 = 2 gitu ya, adalah limit apa? 𝑓, salah, ℎ ya mendekati 0, rumusnya yang mana? Ini ya? 𝑓 dalam kurung Edfrem min? Min apa?
S: Minta tolong
G: Minta tolong, itu loh dilihat loh udah ditulis kok. Hayo Yong, gak ketawa, geyong gak boleh ketawa. Min? Liat loh, liat ke depan loh, jangan liat… 𝑓 dalam kurung
S: 𝑎 G: per? S: ℎ.
G: Key, 𝑥 nya tadi berapa? 𝑥 nya tadi berapa di soal? S: 2
G: maka 𝑎 nya berapa? SS: 2
G: berarti yang ada 𝑎 nya diganti? SS: 2
G: oke yang sebelah sini, oke Daniela ora ngomong wae! Per? SS: ℎ
G: oke. Bisa langsung gak kalian? S: bisa
G: bisa?
S: maksudnya langsung?
G: gak usah pake satu-satu kayak tadi. Oke baris lanjutnya coba, kalo bisa langsung, ayok. Limit ℎ mendekati 0 𝑓(2 + ℎ) artinya? Masukin ke rumus ini. Jangan liat buku coba, liat sini semua.
SS: (𝟐 + 𝒉)𝟐+ 𝟐(𝟐 + 𝒉)
S: enggak
G: nah, berarti gak bisa langsung kan. Yo coba perhatikan sini! Fungsinya itu ya? Coba, serius loh! Ini aku ngajarinnya udah berkali-kali loh. Ni ini ya fungsinya temen-temen?
SS: Iya Bu
G: 𝒇(𝟏) artinya apa? Ssstt, ayo, 𝒇(𝟏) artinya apa? SS: 𝟏𝟐+ 𝟐(𝟏)
G: Coba Edfrem 𝒇(𝟐) S: 𝟐𝟐+ 𝟐(𝟐)
G: Oke. Nah sekarang kalo tak ganti 𝒇(𝟐 + 𝒉)? S: (𝟐 + 𝒉)𝟐+ 𝟐(𝟐 + 𝒉)
G: ya? Temen-temen kalo kamu gak bisa langsung ke sini, ditulis satu-satu dulu kayak gini. Mulai dari 𝑓(1) dulu lah. Ya? Dong? Ini kamu tulis dulu, nanti kalo udah kamu tulis, baru masuk ke sini. Dong maksud saya? Dong? SS: Dong.
Kemudian guru mengajak siswa untuk mensubtitusikan hasil yang telah dicari ke rumusnya lalu melanjutkan perhitungannya.
G: key. Yuk buka kurung. Mana dulu yang dikerjakan? S: di kurung pertama
G: iya apa tu artinya (2 + ℎ)2? S: (2 + ℎ) kali (2 + ℎ)
G: Nah, kalo gak bisa langsung, kamu tulis dicoret-coretan kayak gini (𝟐 + 𝒉)(𝟐 + 𝒉) dapet berapa ni?
S: 𝟒 + 𝒉𝟐
G: kok 𝟒 + 𝒉𝟐? S: eh salah Bu.
Ada siswa yang mengalami miskonsepsi mengenai eksponensial dan perkalian aljabar. Kemudian guru mengingatkan kembali cara mengalikannya.
G: Bisa? Wes abis 2 kali 2, terus larinya ke mana nih? Ini kali ini boleh kan? Berapa?
S: 2ℎ G: terus? S: 6ℎ
G: kok 6ℎ? Ayo tadi kan yang 2 sudah dikalikan dengan ini, sekarang gantian tinggal yang?
S: ℎ
G: yang ℎ dikalikan dengan (2 + ℎ). Ini kali ini dulu to? Nah gitu kan? SS: iya.
G: 4 + 2ℎ + 2ℎ + ℎ2. ℎ kali ℎ itu ℎ2 bukan haha. Wes, atau ada yang lain, bu gak kayak gini, boleh gak? Misalkan ini kali ini, berapa?
S: 4
G: terus ini kali ini (menunjuk h kali 2) boleh kan? Berapa? S: 2ℎ
G: terus gentian yang ini kan dikalikan dengan 2 dulu gitu kan? Yang depan dikalikan 2 dulu, saiki gantian yang ini dikalikan dengan?
S: ℎ G: abis ini?
S: 2 kali h G: terus? S: h kali h G: yuk, 2 kali h? S: 2ℎ2 eh ℎ22 G: 2 kali h? S: 2ℎ bu
G: oke kalo h kali h? S: ℎ2
G: ya, sama to? Ini ada temennya gak? S: enggak G: jadi ditulis? SS: 4 G: bisa dijumlah? S: bisa G: piro? S: 4ℎ G: plus? S: ℎ2
G: nah, artinya (2 + ℎ)2 itu adalah (2 + ℎ)(2 + ℎ), terus ini dicari dulu. Kalo gak bisa langsung, dicoret-coretanmu tulis koyo ngene. Ya? Jangan (𝟐 + 𝒉)𝟐= 𝟒 + 𝒉𝟐, salah ya. Kalo gak bisa langsung, pelan-pelan dulu dijabarkan dicoret-coretan kamu. Oke? Howard jangan kayak gitu lagi! Wes, ketemu piro iki? Copy, paste di sini ya? Berapa?
S: 4 + 4ℎ + ℎ2
Gambar 4.7 Respon Guru 1 Terhadap Miskonsepsi Siswa (Perpangkatan pada Polinomial)
Setelah itu, guru bersama siswa melanjutkan perhitungannya hingga menemukan hasil akhir dan menarik kesimpulan.
G: oke, baru selesai yang ini loh. Baru selesai yang ini ya? Oke sekarang buka kurung yang ini! Yuk piye?
S: plus 4 plus 2h
G: wah pinter ni Kevin. Nah sekarang yang ini. Min, nah ini dalam kurung ini? Sssst ayok, 2 kuadrat piro?
S: 4 G: ditambah 2 kali 2 S: 4 G: jadi berapa? S: 4 tambah 4 G: jadi? S: 8.
G: per? SS: h
G: oke, sampai situ ada yang mau ditanyakan? Lanjut? Lanjut? S: lanjut
G: Lanjut ya? Oke, sama dengan, coba lihat 4 + 4ℎ + ℎ2+ 4 + 2ℎ − 8, ada yang bisa disederhanakan?
SS: ada.
G: coba yang mana? 4 sejenis dengan? S: 8
G: diurutin dulu. Sejenis sama ini gak? SS: enggak
G: sama yang ini? (ada seorang siswa tertawa melihat tutup spidol jatuh, lalu guru menegurnya) gak usah ketawa, gitu aja diketawain loh. Yok yok yok ulangi ulangi.
SS: 4 + 4 G: 4 + 4 jadi? SS: 8
G: dia sejenis lagi dengan? SS: 8
G: 8 tapi tandanya apa tu? S: −8
G: jadinya? SS: 0
G: berarti bisa dicoret. Iya, ada lagi? SS: 4ℎ + 2ℎ
G: jadi berapa? S: 6ℎ
G: ada lagi gak? Ada lagi gak yang ℎ tok? SS: enggak ada
G: berarti 6ℎ + ℎ2 per ℎ, jangan lupa limitnya ya. Terus abis ini diapain? S: faktorkan
G: oke, atas punya faktor? S: ℎ
G: tinggal? S: (6 + ℎ) per ℎ
G: ada yang bisa dicoret? SS: ada, ℎ sama ℎ bu G: tinggal? S: limit (6 + ℎ) G: tinggal disub? SS: subtitusi G: iya jadi 6 + 0 =? SS: 6
G: jadi laju perubahan fungsi 𝑥2+ 2𝑥 untuk 𝑥 = 2 adalah 6
Kemudian guru meminta siswa mengerjakan Latihan 2 yang terdapat pada modul. Seperti biasa, guru berkeliling mendampingi siswa dalam mengerjakan. Beberapa menit kemudian, guru mengecek jawaban nomor 1, dan jawabannya sudah tepat. Kemudian guru
meminta siswa yang sudah menemukan hasil nomor 1 dengan tepat untuk melanjutkan mengerjakan nomor 2 dan guru kembali berkeliling mendampingi siswa hingga jam pelajaran berakhir. Guru meminta siswa melanjutkan Latihan 2 di rumah sebagai PR dan dikumpulkan, kemudian guru menutup pelajaran.
Gambar 4. 8 Soal Latihan 2
3. Pertemuan ketiga (Kamis, 15 Maret 2018)
Guru masuk kelas dan duduk di bangku guru. Kemudian guru dan seluruh siswa mendengarkan renungan pagi, berdoa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Guru mengingatkan siswa untuk menyimpan HP-nya selama pembelajaran berlangsung dan mengecek kehadiran siswa. Sambil menunggu siswa mempersiapkan diri untuk belajar, guru berbasa-basi sejenak.
Pembelajaran diawali dengan pembahasan latihan 2 secara lisan dan berpesan pada siswa untuk menambahkan kesimpulannya terutama saat ulangan. Ketika sampai pada nomor 3, terdapat perbedaan jawaban, lalu ada siswa yang meminta dibahas secara tertulis. Kemudian guru meminta salah satu siswa mengerjakan nomor 2 di depan karena segerombolan siswa laki-laki belum bisa dari nomor 2. Guru memberikan pertanyaan untuk mengecek miskonsepsi kemarin terulang kembali atau tidak.
G: bahas, oke siap. Ata nomor, nomor 2 udah bisa belum (bertanya pada gerombolan siswa laki-laki)?
S: belum
G: ta, nomor 2 Ta. 𝒙𝟑 artinya apa coba?
S: 𝒙. 𝒙. 𝒙
G: berarti kalo (𝟏 + 𝒉)𝟑 artinya apa?
SS: (𝟏 + 𝒉)(𝟏 + 𝒉)(𝟏 + 𝒉)
Siswa sudah mampu menjawab pertanyaan guru, sehingga miskonsepsi yang kemarin terjadi tidak terulang kembali pada